Mengejar Duda Teman Papa

Mengejar Duda Teman Papa
Extra Bab + "Layunya Bunga Desa"


__ADS_3

Keesokan harinya Zia mendatangi sebuah yayasan penyalur baby sitter bersama Bryan. Namun Zia melarang Bryan ikut kedalam dan hanya menyuruhnya menuggu di dalam mobil.


Begitu bertemu dengan pemilik yayasan, Zia di persilahkan memilih seperti apa calon pengasuh untuk kedua bayi kembarnya.


Setelah memperhatikan semua calon pekerja dari ujung rambut hingga ujung kaki. Zia masih nampak tidak menemukan Baby sitter yang cocok untuk anaknya.


"Apakah tidak ada yang lebih tua lagi?" tanya Zia.


"Mohon maaf Nyonya, Tapi yayasan ini hanya menyediakan


Baby sitter berusia 18th sampai usia maksimal 30th. Kenapa Anda menginginkan yang lebih tua?"


"E... Tidak, Aku hanya ingin Baby sitter yang berpengalaman dan keibuan, Mau merawat putriku seperti anak mereka sendiri."


"Semua Baby sitter di sini sudah sangat terlatih dan tentu saja mereka juga keibuan, Telaten dalam mengurus bayi, Jadi Anda tidak perlu khawatir."


Zia menarik nafas dalam-dalam dan kembali melihat-lihat semua Baby sitter yang berdiri sejajar.


Setelah memperhatikan dengan seksama, Akhirnya Zia berhenti di salah satu Baby sitter yang memiliki kulit hitam manis serta wajah polos tanpa polesan seperti yang lainnya.


"Siapa nama mu?" tanya Zia.


"Maryati Nyonya." jawabanya dengan lembut.


"Apa Anda menyukainya?' tanya pemilik yayasan.


"Ya, Berapa usianya?"


"28th Nyonya."


"Baiklah Aku mau dia, Satu lagi...." Zia kembali memilah milih satu diantara mereka. Setelah menemukan yang cocok. Akhirnya mereka menemukan kesepakatan.

__ADS_1


Kemudian Zia menyuruh mereka mengambil barang-baranh yang akan di bawa lalu mereka keluar dari yayasan.


"Tunggu dulu," ucap Zia sebelum mereka sampai mobil.


"Pakai masker ini." ujar Zia sembari mengeluarkan masker dari dalam tasnya.


"Kalian harus selalu pake masker saat bekerja, Kalian hanya boleh melepaskan masker ketika berada dalam kamar kalian, Apa kalian setuju?"


Maryati dan Leli mengangguk patuh.


Setelah mereka memakai masker, Zia menyuruh mereka memasukan barang-barangnya kedalam bagasi, Kemudian Zia menyuruh mereka masuk di kursi belakang.


Bryan yang melihat kedua calon pengasuh anaknya yang mengenakan masker dan hanya terlihat mata dan kening hanya bisa tersenyum menggelengkan kepala.


"Ayo jalan," ucap Zia memerintah.


"Siap Nyonya." jawab Bryan tertawa menatapnya.


"Sayang apa yang kamu lakukan?" tanya Bryan mencoba melepaskan maskernya.


"Jangan di lepas! Babe harus terus memakainya." tegas Zia sambil melirik kedua calon Baby sitter putri kembarnya.


Bryan yang melihat lirikan mata sang istri menggelengkan kepalanya "Oh astaga apa Aku begitu tampan sampai kamu begitu posesif seperti ini?"


"Diamlah Babe, Ayo kita pulang."


Kedua Baby sitter yang mendengar percakapan mereka serta sudah sempat melihat wajah Bryan saling berbisik dan tertawa tanpa suara.


TERIMAKASIH UNTUK JULIA DAN DEWIRATNA YANG BEGITU AKTIF MENDUKUNG DI SETIAP NOVEL KU.


DAN UNTUK YANG LAIN TERIMAKASIH JUGA...

__ADS_1


HANYA ALLAH YANG BISA MEMBALAS KEBAIKAN KALIAN ❤️



📌 PROMO NOVEL "LAYUNYA BUNGA DESA"


SEPENGGAL BAB 1 :


"Hsssttt! Diamlah Tante, Jangan berisik, Nanti Om Heru dengar," ucap pria muda yang tengah berpacu diatas tubuh seorang wanita berusia tiga puluh lima tahun.


"Akhhh Aku tidak tahan Barra, Lebih cepet lagi..." pria muda yang bernama Barra itu semakin bersemangat membuat tubuh wanita yang berada di bawah kungkungannya menegang berbarengan dengan era'ngan yang tak terkendali hingga siapapun yang melewati kamar mereka pasti akan mendengarnya.


Demikian pula dengan Barra yang semula melarang wanita itu berisik, Kini tak kalah berisiknya ketika ledakan hangat masuk kedalam rahim wanita yang di sebutnya Tante.


"Tanteee... Oughhh..."


"Panggil namaku Sayang..."


"Mona!!!" teriakan menggema dari balik pintu yang di buka secara paksa, Membuat wanita yang bernama Mona itu terbelalak melihat ke pria yang kini berdiri di ambang pintu, Tak terkecuali dengan Barra, Pria berusia 23th itu langsung melompat dari atas tubuh Mona dan mencari-cari pakaiannya.


"Mas Heru," ucap Mona meraih selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


"***'*** kamu Mona! Berani-beraninya kamu melakukan ini bersama Barra, Keponakan ku sendiri!!!" triak Heru merebut kembali selimut itu.


"Maafkan Aku Mas, Aku hilaf."


"Hilaf katamu?!" dengan kemarahan memuncak, Heru menyeret tubuh polos Mona dari ranjang membuat Mona malu setengah mati.


Kemudian Heru mengalihkan pandangannya pada Barra, Keponakan yang sudah ia rawat sejak usianya masih dua tahun ketika kedua orang tuanya meninggal akibat kecelakaan.


"Beginikah balasan mu?" tanya Heru menarik sang keponakan yang sudah mengenakan celana pendeknya. Kesempatan ini di ambil oleh Mona untuk mengambil selimut dan segera membalut tubuh polosnya.

__ADS_1


📌 Lanjut Baca di Novel "Layunya Bunga Desa" yah 🤗


__ADS_2