
🍁🍁Karunia terbesar dalam hidup kita adalah dengan hadirnya calon malaikat dihidup kita🍁🍁
Albar lebih dulu bangun dan melihat zhia masih saja tertidur pulas, tidak seperti biasanya. Biasanya sebelum jam 07 dia sudah sibuk membangunkan Albar.
"Sayang, " Bisik Albar tepat disamping telinga zhia hingga zhia sedikit terganggu.
"Sayang bangun dong, udah pagi nih. " Albar lagi-lagi berbisik sembari meniup telinga zhia hingga zhia merasa terganggu.
"Iih mas jangan digangguin dong. " Zhia dengan nada manja hingga Albar sedikit kebingungan.
"Sayang bangun dong udah pagi nih, kamu bangun yah. " Albar membantu zhia bangkit dengan mata zhia yang masih terpejam.
"Hmmm masih ngantuk sayang, aku mau tidur lagi yah. " Zhia masih saja tak mau membuka matanya.
"Kamu mandi yah sayang, udah pagi nih mas juga mau berangkat kerja. "
"Hmm mandiin yah, aku males gerak nih mas. "
Mata Albar memicing saat melihat zhia yang biasanya tidak bersikap seperti itu, biasanya bahkan zhia yang akan marah jika Albar susah untuk bangun dan sekarang ia yang malah susah untuk bangun.
Belum lagi tidak ada sejarahnya zhia memintah hal-hal seperti itu termasuk minta dimandikan, mimpi apa Albar semalam hingga mendapatkan kesempatan ini.
"Kamu serius sayang? Masa sih kamu mau mas mandiin? Biasanya kalau mas tawarin gitu malah diancem ngk bisa gituan lagi. " Albar mencoba untuk memperjelas nya.
Zhia bangkit dan mengangguk ia langsung mengalungkan tangannya dileher Albar lalu menaiki tubuh suaminya itu hingga kini Albar langsung mendekap tubuh itu.
"Mandiin yah sayang, aku males gerak nih. "
Albar tersenyum smirk, siapa yang akan menolak kesempatan usap usap plus itu. Bisa saja ia modus awalnya mau nyabunin akhirnya bisa colak sana colek sini.
"Iya sayang, suamimu yang baik ini akan dengan senang hati melaksanakan nya. "
Albar mendudukkan zhia diatas toilet duduk itu lalu membuka pakaian nya, ia lagi-lagi kaget dengan zhia. Selama ini zhia pasti akan melihat kearah lain saat Albar hanya bertelanjang dada saja, kini Albar polos dihadapan nya malah membuat ia menatap lekat dan terlihat sangat tertarik.
"Mas, bukain yah bajunya. " Dengan kedua tangan yang terangkat keatas.
Albar tersenyum dengan wajah masih bingung karena zhia. Tapi lagi-lagi dengan senang hati ia akan mengiyakan itu.
"Akhh,, mashh kurang keras disitu nya. Akhh. " Sejak tadi Albar sudah menahan diri karena suara desahan zhia yang tak hentinya saat Albar menyabuni tubuhnya itu.
Albar mencoba untuk menyudahi acara sabun menyabuni itu namun zhia menahan tangannya lalu mengarahkan nya kearah gundukan itu.
"Yang ini belum bersih mas, ayo dong disabun lagi. "
Kini Albar yang berkali-kali meneguk ludah bingung. Ini bukan zhia yang ia kenal. Untuk mendapatkan ciuman saja ia butuh kerja keras mencari alasan dan sekarang zhia sendiri yang menyodorkan nya.
"Kamu kenapa sih sayang? Mas jadi bingung nih. "
"Mas ngk mau yah? Ihh jahat. " Zhia cemberut dengan nada manja.
__ADS_1
"Kenapa dengan istri ku? Ini bukan seperti zhia yang kukenal. " Batin Albar.
"Iya sayang Iya, Mas bersihin lagi yah sayang. Mana tadi yang mau mas sabunin? "
Albar lagi-lagi meneguk ludah karena saat ini ia sedang menyabuni gundukan kenyal itu dan yang paling menyiksanya adalah suara desahan zhia saat ia tengah melakukan itu.
"Akhh,, terus mashh. "
Albar sudah tak tahan langsung menyambar bibir zhia yang sejak tadi ia gigit karena menahan desahannya.
Zhia membalas ciuman itu dengan mengalungkan kedua tangannya dileher Albar. Mereka berciuman lama di dalam bath up itu.
Albar sudah menahan diri sejak tadi, ia tak mau terlambat datang ke kantor hari ini. Namun karena melihat zhia ia tak tahan lagi. Terserah kalau perlu tidak usah ke kantor saja.
"Huwekk,, " Zhia tiba-tiba merasa mual dan menghindari ciuman Albar.
Zhia berjalan kearah closet dan mencoba untuk menumpahkan rasa ingin muntah itu. Sejak tadi memang ia sudah merasa tidak nyaman belum lagi tiba-tiba ia merasa perubahan mood nya.
Albar langsung mendekat dan mengurut Tengkuk zhia dan mengambil Bathrobe untuk menutupi tubuh polos itu.
"Kamu baik-baik aja kan sayang? " Albar melihat kearah wajah zhia yang baru saja memuntahkan isi perutnya itu.
Zhia terlihat sangat lemas dan langsung memeluk Albar.
"Aku mungkin cuma masuk angin sayang, pakein aku baju yah mas. "
"Kita ke dokter aja gimana sayang? " Tanya Albar dengan raut wajah khawatir mencoba memakaikan zhia celananya itu.
Zhia dengan cepat menggeleng karena benar-benar merasa tak perlu ke dokter. Ia hanya masuk angin tadi.
"Ngk perlu mas, aku cuma masuk angin tadi. Pakein yah bajunya hmm. "
Albar langsung memakaikan kembali bajunya zhia dengan pelan.
"Aku ikut mas ke kantor yah? Aku ngk mau jauh dari mas. " Zhia dengan wajah memelas meminta ikut hingga Albar lagi-lagi dibuat kesal.
Biasanya setengah mati Albar meminta ia untuk ikut ke kantor tak pernah ia Sayuti, katanya lain kali aja belum siap.
Albar tersenyum mengangguk karena merasa zhia sungguh lucu saat seperti ini. Seolah zhia benar-benar kebalikan dari dirinya yang biasa.
"Kita makan yah sayang? Abis itu baru ke kantor nya mas. "
Zhia menggeleng "aku ngk laper mas, aku ngk nafsu makan. "
"Nanti kamu sakit sayang, kita makan yah? Kan kamu sendiri yang bilang sayang kalau pun ngk mau makan itu harus tetap makan. "
Zhia dengan manja menggeleng "ihh ngk mau mas, aku ngk mau makan. "
"Istriku sayang, kamu masa ngk mau sih makan kalau suamimu yang ganteng ini yang nyuapin? "
__ADS_1
Zhia tersenyum saat dibujuk seperti itu. Ia hanya ingin diperhatikan dan di lembutin hingga ia akan dengan mudah untuk luluh.
"Kita turun yah sayang, makan dibawah. "
"Hmmm cium dulu mas biar aku mau makan, hmm cium yah yah. " Zhia bergerak gusar di dalam gendongan Albar hingga Albar kebingungan.
"Iya sayang Iya, mas cium yah mas cium nih. "
Albar mencium bibir zhia dengan pelan dan terkesan lembut hingga zhia terbuai dibuatnya.
"Eumhbb." Suara lenguhan zhia membuat Albar semakin semangat.
"Udah yah sayang sekarang kita makan yah cantik. "
Zhia dengan senyuman penuh semangat langsung mengangguk mengiyakan itu. Tangan yang masih setia menggantung indah dileher Albar membuat mereka terlihat sangat romantis.
Seluruh pasang mata kini melihat kearah Albar dan juga zhia. Albar sih tidak akan malu jika dilihat seperti itu, ia malah akan merasa bangga bak seorang selebritis. Ia melihat kearah zhia yang biasanya akan marah dan kesal saat Albar melakukan itu. Ia malah melihat zhia tersenyum dan berlagak tidak tahu malu sama sekali.
"Sayang kamu baik-baik aja kan? " Tanya Albar pelan.
Zhia mengangguk dan tersenyum saat Albar mendudukkan ia di kursi.
"Wahh ada apa nih? Lagaknya masih ngira pengantin baru kah? Hahaha padahal mah udah lama juga. " Goda Alvin.
Zhia terlihat malu malu hanya karena dikatain seperti itu.
"Mas kamu suapin aku yah hmm. " Dengan wajah imut sok manja hingga ayah sendiri sampai kaget dan menyenggol Albar mengisyaratkan tanda tanya ada apa dengan menantunya saat ini.
Albar menyuapi zhia sesuai keinginan gadis itu namun masih beberapa sendok saja ia sudah tak ingin lagi.
"Sayang kok udah aja? Tambah lagi yah. Nanti perut kamu sakit loh. " Albar mencoba untuk membujuk zhia namun istrinya itu malah cemberut kesal.
"Ihh Albar jahat maksa maksa. " Gadis itu bangkit dan berjalan menaiki kamar dengan kesal.
Seluruh pasang mata tak percaya melihat itu, zhia si gadis yang tak pernah seperti itu membuat mereka kaget. Ragil saja kini tak sanggup mengunyah makanan nya. Belum pernah melihat sisi zhia yang seperti ini sebelumnya.
"Hmm kayaknya ada yang ngk beres nih sama adik ipar. " Gimana Alvin sedikit curiga.
"Ngk usah sok jadi detektif deh mas, ngada-ngada aja. " Bela memperingati suami nya sebelum semakin jauh pembicaraan.
Alvin memilih untuk diam saja sembari menonton Albar yang mencoba untuk membujuk zhia hingga pintu kamar tertutup.
🍁🍁Bersambung 🍁🍁
Waduhh ada samting nih gaes, Kira-kira zhia kenapa yah?
Jangan lupa yah like komen dan vote😍
Pai pai say🍁
__ADS_1