Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
98. Jumpa lea


__ADS_3

🍁🍁Aku tak pernah membenci mu hanya saja rasa kecewa ku belum sepenuhnya hilang 🍁🍁


Β Β  Zhia dengan pelan mendekat kearah Albar yang sudah selesai mengenakan kemeja putihnya itu. Zhia dengan telaten mengikatkan dasi keceruk leher Albar.


"Ihh kenapa sih mas? Liatinnya ampe ngk kedip gitu? " Kesal zhia sedikit memalingkan wajah Albar yang sejak tadi memandangi wajahnya dengan lekat.


Albar hanya diam saja dan kembali melihat kearah wajah zhia dengan tatapan lekat juga senyum tak pernah lepas dari sudut bibirnya itu.


"Kenapa sih mas? Jangan diliatin terus dong akunya. Ihh bikin melting aja. " Zhia hampir saja menyelesaikan ikatan nya itu.


Cup,


Ia sedikit terlonjak saat Albar sudah meraih pinggang nya dan menyambar bibir mungil itu. Ia rasakan sesapan dari bibir Albar yang tebal itu. Zha hanya bisa pasrah saja menikmati lebih baik daripada harus berpura-pura tidak suka.


Albar semakin menarik tengkuk zhia dan memperdalam ciumannya itu hingga zhia kewalahan meladeni kelincahan Albar dalam permainan bibir basah itu.


Zhia kaget saat Albar mendorong tubuhnya lagi-lagi keatas ranjang.


"Mphhh,, mas,,, " Zhia memukul bahu Albar hingga ciuman itu terlepas.


"Kenapa sayang? Kamu ngk suka yah sama ciuman mas? Kurang panas yah? " Albar langsung mencium leher zhia dengan menghisap nya dan banyak sekali tanda kemerahan yang ia tinggal kan disana. Sungguh mahakarya yang paling ia banggakan.


"Mashhh,, udah akhh,, mas kan harus kerja. "


Zhia seperti silatah2saat berbicara karena tangan Albar yang sudah masuk kedalam bajunya itu. Ia merasakan remasan digundukan itu, Albar tersenyum sambil bermain disana.


"Akhh,, mashh.. Udah nanti mas malah telat. "


Zhia hampir saja gila karena ulah Albar yang masih pagi-pagi sudah menjelajahi tubuhnya seperti itu. Belum lagi kini ia merasakan elusan diarea sensitif nya.


"Mashhh,, udah dong. Ihh mashh. " Zhia berontak lalu Albar bangkit sambil tertawa.


"Mas suka sama ekspresi kamu sayang, jadi pengen reuni yang semalam hmmm. Mas bolos kerja aja gimana sayang?" Albar lagi-lagi mendekat kearah zhia.


Zhia buru-buru menatap kesal"Yaudah ayok mas, abis ini ngk ada lagi yah kedepannya? Ngk boleh sentuh apalagi cium-cium. Pilih kerja atau ngk boleh gituan? "Zhia benar-benar harus menggunakan ancaman ini untuk membungkam Albar.


Lihatlah sorot kekecewaan diwajah Albar itu, bibirnya mengerucut karena kesal.


" Jahat banget gunain kelemahan aku buat ngancem, kamu kan libur hari ini sayang. Kamu ikut mas aja ke kantor. Gimana? "


Zhia terlihat berpikir namun ia ragu karena itu, ia takut akan mengganggu pekerjaan Albar disana jika ia ikut.


"Hmmm gimana yah mas, lain kali aja gimana? Aku kan belum siap. "


"Belum siap kenapa sayang? "

__ADS_1


"Yahh gitu deh, mas berangkat sekarang yah nanti telat meskipun masnya seorang bos bukan berarti boleh suka-suka. " Zhia meraih tas kantor Albar lalu menuntun Albar menuju pintu.


Albar memilih untuk diam saja, ia tak tau apa yang membuat zhia ragu untuk ikut. Tapi ia percaya zhia hanya sedang tidak siap saja.


🍁🍁🍁


Zhia sudah duduk dibawah pohon dimana ragil pernah duduk disana, ia sedang bercerita dengan ibu Sarah yang sedang beristirahat itu. Karena hari ini ia libur ia jadi memiliki waktu luang untuk bersantai.


"Mas sih buk? Kok aku baru tau yah. " Zhia kaget saat tau fakta bahwa buk Sarah adalah istrinya pak sarip yang bekerja dirumah pribadi Albar itu.


"Emang neng tau tentang suami saya yang kerja dirumah tuan muda? "


"Kenal lah buk, aku dan pak sarip juga teman dekat. Alif kok ngk pernah diajak yah buk? " Zhia bingung.


"Alif anak saya neng? Kok neng tau juga? "


"Pak sarip sering bercerita buk tentang keluarga ibu. Dan aku sangat terharu dan juga bangga sekali dengan tekad tinggi juga perjuangan ibu juga bapak untuk menyekolahkan semua anak ibu."


"Yah mau gimana lagi neng, dulu ibu juga bapak sangat ingin bersekolah tapi tidak mampu, kami tidak ingin anak-anak kami kekurangan pendidikan hanya karena ketidakmampuan kami. "


"Semoga sukses yah buk, aku juga lagi berjuang nih buat terus sekolah meskipun banyak hal yang menghalangi ku. "


"Semoga sukses juga untuk neng juga tuan muda. "


"Ekhem, zhia gua mau ngomong sesuatu sama lu. Permisi yah buk. " Ragil langsung menarik zhia menuju teras rumah.


"Gua udah tau dimana lea sekarang, gua juga baru tau pas darus ngabarin gua kalo dia liat Lea kerja di cafe dekat studio NNG. "


"Kamu beneran tau Lea dimana? Bisa ngk bawa aku kesana? Aku Kangen banget sama Lea. " Zhia terlihat sangat antusias.


"Lu beneran mau jumpa sama Lea? "


Dengan semangat zhia mengangguk, jujur saja. Segala kenangan mereka sampai kini masih rapi dalam ingatan zhia. Ia sama sekali belum pernah sedetikpun melupakan itu. Baginya bagaimana pun sikap Lea padanya tetap saja Lea adalah sahabat baiknya.


"Hmmm aku beneran mau jumpa sama lea gil. Aku kangen sama dia. "


"Lu ngk marah sama lea? Atau benci dan semacamnya? "


"Dulu sih aku sempat kecewa tapi tidak sampai membenci nya gil. Kamu mau kan bawa aku kesana? "


Ragil dengan cepat mengangguk "Mumpung gua juga ngk ada kerjaan, yaudah skuyy lah. "


Sampai ditempat yang ragil maksud zhia turun dari motor dibantu oleh ragil.


"Lea kerja disini gil? "

__ADS_1


"Kita liat aja dulu kedalam, lu beneran mau jumpa sama lea? "


"Hmm mau banget. "


Perlahan ragil juga zhia memasuki cafe dan melihat sekeliling cafe yang tidak terlalu ramai itu.


Beberapa orang mengenakan pakaian yang sama dan mereka yakin itu adalah pakaian khusus pelayan cafe.


"Kayaknya itu Lea deh gil. " Zhia melihat seorang gadis yang sedang sibuk mengumpulkan beberapa piring bekas pelanggan dengan sangat telaten.


Ragil menarik tangan zhia dengan pelan menuju seorang gadis yang mereka yakini itu adalah Lea.


"Lea, " Gumam zhia dengan mata memerah Karena terharu bisa melihat lea lagi. Entah kenapa zhia sangat sulit untuk menangis tapi kalau itu berhubungan dengan lea ia begitu emosional.


Gadis itu yang sesungguhnya adalah lea langsung kaget melihat keberadaan zhia dan ragil yang saat ini ada dihadapan nya.


Ia langsung saja reflek berlari meninggalkan zhia dan ragil menuju keluar rumah hingga beberapa orang dicafe itu kaget.


"Lea, " Panggil zhia berlari mengejar lea.


Dan ragil yang berlari cukup kencang bisa mendapatkan lea hingga kini zhia bisa mengejar lea.


"Lea, kenapa kamu lari? Aku mau ngomong sesuatu sama kamu. " Zhia mencoba untuk memeluk lea namun lea menghindar.


"Mau ngomong apa? Lu mau ngejek gua karena berakhir begini. Puas lu udah buat hidup gua hancur? "Lea dengan suara keras seperti biasanya dan mata memerah hampir berair.


Begitu juga dengan zhia yang sudah menangis didepan nya.


" Hiks,, aku ngk pernah punya niat buat kamu kayak gini lea, aku sayang sama kamu. Kamu adalah salah satu orang penting dalam hidupku. Aku minta maaf hiks,,, "zhia tak bisa lagi menahan tangisan nya karena melihat lea yang saat ini seolah seperti dirinya dahulu.


Lea ikut menangis kini. Ragil hanya diam saja melihat kedua wanita yang sudah mengisi harinya disekolah.


" Hiks,, aku minta maaf hiks,, "zhia terus saja menangis.


Lea pun mendekat kearah zhia lalu memeluknya dengan deraian air mata ia terus saja menangis memeluk zhia.


" Hiks,, gua malu hiks,, gua malu,, gua udah jahat sama lu hiks,, "


"Hiks,, kamu ngk jahat, aku ngerti kok kenapa kamu gitu. Aku yang salah karena ngk bisa jelasin semuanya sama kamu hiks,, "


Mereka berdua terus saja menangis meluapkan semua keluh kesah mereka. Ragil sendiri sebenarnya ikut terharu tapi sebagai laki-laki ia tak ingin menangis. Cukup ia simpan dalam hatinya saja.


🍁🍁Bersambung 🍁🍁


Duhh aku tuh udah kesel banget sama lea dulu, tapi ngk tau kenapa lea itu juga udah baik Banget sama zhia. Aku masih suka kalau mereka bareng lagi.

__ADS_1


Jangan lupa yah like, komen dan vote😍


Pai pai say🍁


__ADS_2