
ππBukan aku tak bisa memaafkan mu, tapi rasa kecewa ku sungguh sudah sangat dalam ππ
Zhia yang sejak tadi sibuk menyiapkan setelan jas untuk suaminya itu. Sedang albar saat ini masih di dalam kamar mandi membersihkan diri pagi ini.
"Sayang kok masih belum bangun juga hmmm? " Tanya zhia pada alzi putra kecilnya yang saat masih saja tidur nyenyak.
Zhia tersenyum memperhatikan wajah putranya yang sangat tampan itu. Ia benar-benar tak menyangka dengan keadaan ini. Ia sudh punya anak dan suami saat ini. Padahal kalau dipikir pikir teman seumuran nya kini masih sibuk dengan sekolah nya kini.
Zhia jadi teringat dengan ragil saat ini. Bagaimana yah dia di luar negri saat ini? Apakah dia baik-baik saja? Mereka tidak pernah saling mengabari satu sama lain. Zhia tak mau mengubungi duluan, ia takut kembali memberikan harapan palsu pada ponakan nya itu. Yah mau bagaimana pun ragil adalah ponakannya.
"Sayang kenapa? "
Albar keluar dari kamar mandi dengan pelan masih dengan handuk yang melilit dibagian tubuh bawahnya itu.
"Alzi nih mas masih aja bobok jam segini heheh. " Zhia tertawa pelan.
"Yaudah biarin aja sayang, mungkin alzi mau tumbuh gede tuh heheh. " Albar mendekat kearah zhia yang saat ini sedang berada didepan keranjang tidur alzi.
"Loh kenapa belum dipakai bajunya mas? "
Albar tersenyum pelan "Mas ngk mau pake baju itu sayang, mas mau pake baju santai aja. Nanti kamu mau bawa alzi main kan? Biar mas temenin sayang mumpung mas ada waktu nih. "
Zhia mengerut heran dengan Albar yang lagi-lagi tak ingin berangkat ke kantor hari ini.
"Loh, mas nya mau bolos kerja lagi yah? " Curiga zhia.
"Bukan bolos sayang kuh, tapi memang saat ini ngk ada yang harus mas urus saat ini. Biarin rian aja yang urus. " Albar mencari pakaian yang menurutnya nyaman untuk ia pakai.
Zhia hanya bisa menggeleng melihat itu. Suaminya itu sungguh sangat suka bolos kantor. Untung saja kantor sendiri kalau bukan pasti sudah kena PHK.
"Memang nya kita mau bawa alzi main kemana mas? Aku aja belum tau mau kemana heheh. "
"Nanti mas yang nentuin tempatnya deh. "
"Yaudah mas aku bangunin alzi dulu yah biar mandi. Udah mau jam 08 nih mas ngk bagus alfa dibiarin tidur lama-lama. "
Sret,
Albar menarik zhia hingga kini duduk di pangkuan nya yang sedang duduk di tepi kasur.
__ADS_1
"Iih kenapa sih mas? Untung aja aku ngk jatuh tadi. "
"Mana tega mas buat kamu jatuh sayang. " Senyum Albar mengembang.
"Mau ngapain sih narik-narik gini? Aku mau mandiin alzi nih mas. "
"Tunggu dulu cantik, temenin mas bentar yah. "
"Iss genit. " Zhia mencoba pergi namun lehernya sudah diciumi oleh Albar.
"Mas, bekas yang semalam belum ilang masa udah ditambah lagi sih? Aku malu mas digodain mulu sama mas Alvin. " Zhia menghindari hisapan Albar di lehernya.
Albar terkekeh karena ucapan zhia itu, memang benar karena banyak sekali bekas kemerahan dileher bahkan dagu zhia ia tak habisnya menjadi bulan-bulanan kakak iparnya itu. Untung saja bela selaku istri dari Alvin mau sesekali menyadarkan kesesatan suaminya itu.
"Malah ketawa ih, nyebelin. Udah ah mas jan dibuatin lagi merah-merah. "
"Yaudah mas ngk buat disitu lagi, tapi disini yah sayang. "
Albar meremas pelan dada zhia hingga zhia hampir saja mendesah namun ia tahan agar Albar tidak semakin menjadi jadi kelakuannya itu.
"Udah ah ngk usah aneh-aneh deh mas, alzi belum mandi tuh. "
Albar membuka pelan kancing baju zhia hingga kini belahan dadanya sudah terpampang dihadapan nya.
Zhia mencoba untuk mengancing kembali bajunya itu namun ditahan oleh Albar, langsung saja Albar mencium belahan itu dan meninggalkan tanda kemerahan disana sebagai bukti bahwa zhia hanya miliknya saja.
"Hmmm yaudah mainnya cuma disitu aja yah mas, jan kemana-mana lagi. " Zhia pasrah saja membiarkan Albar bermain di area gundukan itu.
Albar hanya terus melanjutkan aksinya disana, mulai dari menciumi dan meremas nya tak henti hingga zhia merasa kewalahan menghadapi nya.
πππ
Mobil Albar parkiran ditempat khusus parkir roda empat. Ia turun setelah itu membuka pintu dan menerima alzi dari zhia.
"Kita makan dulu gimana sayang? Abis itu baru kita bawa alzi main. "
Zhia mengangguk mengiyakan dan mengikuti suaminya itu memasuki restaurant yang bahkan hanya melihat desainnya saja kita tau itu adalah restaurant mahal.
"Kasihin alzi sama aku aja mas, biar mas enak makannya nanti. "
__ADS_1
"Ngkpp sayang biar mas aja. "
Tiba-tiba saja alzi menangis sangat keras hingga beberapa pasang mata melihat kearah mereka.
"Mungkin alzi laper mas, sini mas biar aku susui dulu. "
Mata Albar terbelalak kaget mendengar itu. Ia tak salah dengar kan?.
"Sayang, kamu mau nyusui alzi disini? " Panik Albar mendekat dan duduk disamping zhia.
Zhia mengangguk dengan pelan lalu kembali mencoba untuk membuka kancing bagian atas bajunya itu namun ditahan oleh Albar.
"Ngk boleh, kamu kenapa sih sembarangan mau buka baju disini? Mas ngk mau yah orang liat liatin tubuh kamu. " Kesal Albar.
Plak,
Zhia memukul pelan bahu Albar "Sembarangan kamu mas, siapa juga yang mau buka baju disini? Aku cuma buka kancing bagian atas doang, mas mau alzi kelaparan? "
"Yaah kan sama aja sayang, biasanya kan kamu nyusuin alzi tuh ngk pake baju dirumah makanya mas khawatir. "
"Yang bukain baju aku pas nyusuin alzi siapa? Itu kan ulah mas? Kalau mas ngk buka disini ngk bakal kebuka tuh. " Zhia lanjut membuka kancing bajunya dan menyusui alzi menggunakan penutup hingga tidak terlalu jelas.
Albar sejak tadi melihat lihat sekeliling, kalau ia melihat mata buaya melihat kearah istrinya pasti akan ia habisi saat itu juga. Seperti tadi ada yg sempat melirik saja sudah ia tatap dengan mata elang dan rahang mengeras.
"Udah belum sayang? " Albar masih saja sibuk melihat lihat sekeliling.
"Ih kenapa sih mas? Ngk bakal diliatin kok. Alzi masih laper nih masih ngisep gini. Mas mau alzi nangis lagi? "
"Yah kan mas cuma takut aja kamu diliatin, itu aset pribadi mas ngk boleh ada yang liat liat. "
Zhia hanya diam saja mengnagguk tak perduli lagi dengan ocehan Albar, ia merasa suaminya itu sangat lucu dan juga sedikit berlebihan. Namun, ia tau itu adalah bukti besarnya cinta Albar padanya.
Zhia masih sibuk menyusui alzi sedang Albar sibuk berpatroli π.
ππbersambungππ
Ada ada aja si Albar iniπ
Jangan lupa yah like, komen dan voteπ
__ADS_1
Pai pai sayπ