
๐๐Aku memang tidak memiliki perasaan lebih dari sahabat untuk mu, bukan berarti aku tak merindukan mu๐๐
Zhia dan Albar kini sudah sampai dirumah, hari sudah sore sedang alzi sudah bangun sejak tadi.
"Mas, nanti aku mau masak mau dimasakin apa yah? "
"Kamu ngk usah masak sayang, kamu pasti lelah hari ini. "
Albar khawatir dengan kondisi zhia karena sudah kebanyakan menangis karena memikirkan paman adil tadi. Belum lagi memangku alzi sejak tadi.
"Aku ngk capek kok mas. "
Mereka berdua memasuki rumah namun, langkah zhia langsung terhenti saat melihat siapa yang sudah menunggu mereka didepan ruang depan.
"Ragil? " Zhia langsung berlari kearah ragil dengan alzi dalam gendongan nya.
Ragil tersenyum lebar saat melihat zhia yang sangat senang dengan kedatangan nya itu.
Hampir saja zhia memeluk ragil Albar sudah lebih dulu memeluknya.
"Ngk boleh peluk peluk. "
Ragil tertawa karena kelakuan pamannya itu, ia tak menyangka sampai kini ternyata pamannya masih saja takut dengan ancaman nya saat itu.
"Iih mas kenapa sih? Aku tuh udah kangen banget sama ragil. "
Ragil tertawa lalu mengelus surai hitam zhia namun dengan cepat ditepis oleh Albar.
"Ngk usah elus elus segala. " Ketus Albar.
Ragil memeluk pamannya itu dengan erat.
"Paman kesayangan ragil, cemburu nya udah dong. Aku ngk bakal rebut zhia dari paman kok. " Ragil sengaja menggoda pamannya itu hingga zhia tersenyum.
"Ngk usah sok manja deh, kenapa kamu pulang? Ngk sekalian tinggal disana aja? Pergi ngk pamit sama pamannya. " Kesal Albar.
Ragil tertawa karena itu. Ia tau Albar pasti merindukan dirinya. Belum lagi akhir akhir itu mereka tidak baik karena zhia.
"Yah kan waktu kita lagi ngk baikan pamanku. " Ragil sok manja lagi.
"Bisa kan ngk usah gitu ngomong nya? Sok manja banget prasaan. "
"Mas ih kok ketus Banget sih? Liat tuh ragil beneran kangen sama mas. Aku yang Kangen aja ngk siubris nih. " Kecut zhia karena sejak tadi ragil tak berbicara dengan nya.
"Gua Kangen kok sama lu, tapi lu tau sendiri kan nih laki lu ngk bolehin gua buat ngomong sama lu. " Sindir ragil.
Zhia tersenyum mendengar itu sedangkan Albar hanya diam saja.
"Yaudah aku kasih waktu buat temu kangen deh, jangan lama-lama, jangan alay dan jangan,, "
"Banyak banget aturannya ih. " Ragil mendorong tubuh pamannya itu lalu memeluk zhia erat.
Mata Albar terbelalak melihat itu sedang ragil meleletkan lidahnya kearah Albar sembari menggodanya.
"Ngk usah peluk-peluk kenapa sih? "
"Bawel banget sih jadi orang, makin tua baru tau rasa. " Kesal ragil.
__ADS_1
"Udah ah ragil mas juga sama. Liat nih alzi jadi kaget aku ditarik-tarik begini. "
"Alzi? Jadi namanya alzi yah? Lucu banget kek lu. " Ragil menggendong alzi.
"Itu hasil pamanmu ini. Ganteng kan? "
"Ih mas kenapa ngomong gitu sih? " Zhia jadi malu karena ucapan don't have akhlak suaminya itu.
"Loh kok ngk boleh sayang, alzi kan hasil kerja keras kita tiap malam. "
"Ihh kan ngeselin banget, liat aja jangan salahin aku kalau mas tidur di luar. " Zhia benar-benar malu apalagi saat ini di depan ragil.
"Ma*pus hahah. "Ledek ragil kearah Albar yang menatap nya dengan kesal.
" Oh iya gil. Kita kapan bisa ketempat lea? Kayaknya dia udah kangen banget sama kamu. "
"Sekarang juga bisa. "
"Yaudah ayok gil, kita bawa alzi aja. Mas aku boleh minta iz,, "
"Ngk boleh, hari ini ngk boleh soalnya udah mau malem nih alzi masa mau kamu bawa lagi sayang, nanti masuk angin gimana? "
Zhia hampir saja melupakan putranya itu. Benar saja ucapan suaminya itu. Sudah mau malam tidak baik untuk alzi keluar rumah lagi.
"Besok aja. " Albar dengan tegas.
"Yaudah besok aja ngkpp, biar nanti gua aja yang nemuin lea kerumahnya. " Ragil tersenyum.
Ia tau kalau zhia bukan lagi seorang gadis lajang seperti dulu yang bisa ia ajak untuk keluar, saat ini zhia adalah seorang ibu dan istri ia sudah tak bisa lagi membawa gadis sesuka nya.
"Gua ke kamar dulu yah, mau siap-siap kerumah lea. "
"Mas, "panggil zhia saat Albar meraih handuk dan membuka pakaian nya.
" Iya sayang. "Sahut Albar masih sibuk dengan kegiatan nya itu.
" Kamu marah yah sama aku? "
Albar menggeleng "Marah kenapa? "
"Yah aku nanya aja mas, kamu marah ngk sama aku?"
"Mana bisa mas marah sama istri ku ini, kamu tuh mana bisa dimarahin sayang. Mas mau marah aja ngk bisa gara-gara liat wajah imut kamu. "
Albar sudah selesai membuka seluruh pakai an nya dan mengenakan handuk saja.
"Mandi bareng yuk, " Smirk Albar kearah zhia hingga zhia sedikit malu.
"Ngk mau ah, pasti nanti ngk bakalan mandi kalau mandi bareng. " Curiga zhia.
"Mandi kok, kita kan mandi bertiga bareng abang alzi. Ya kan sayang. "
Albar meraih alzi dari zhia dan zhia pun membuka bajunya perlahan dengan was was melihat kearah Albar yang menonton nya sejak tadi.
"Ihh kenapa diliatin sih mas? "
"Hehehe seru liatnya, bikin emp ah sudah lah. "
__ADS_1
"Tuh kan, masnya pasti udah mikir aneh tuh. Jangan berani yah macam-macam nanti di kamar mandi. "
"Pegang dikit boleh kan sayang? "
"Ngk boleh ih. "
"Dikit doang sayang, masa ngk boleh sih? "
"Ngk boleh dibilangin. "
"Cium dikit boleh ngk? "
"Ngk boleh. "
"Ihh tadi megang ngk boleh sekarang cium juga ngk boleh? Pelit banget sih. " Kesal Albar mengikuti zhia memasuki kamar mandi.
Albar masuk kedalam bath up berisi air hangat itu dengan alzi yang ia pangku itu.
"Masuk sayang, buka aja handuknya ngk usah malu-malu gitu. Udah pernah juga mas liat semuanya. " Smirk Albar membuat zhia kesal.
"Tuh kan mulai lagi, nanti aja deh aku mandinya. "
"Yaudah Iya sayang, maaf deh. "
Zhia dengan malu-malu membuka handuk itu dan memasuki bath up.
Albar sejak tadi menahan senyuman karena merasa lucu dengan zhia yang selalu waspada itu.
"Hah kan? Udah dibilangin jangan aneh-aneh. "
"Kenapa sayang? Mas kan cuma mau ngambil sabun tuh dibelakang kamu. "
Zhia merasa malu karena salah faham, ia kira Albar akan menyentuh nya karena mendekat ternyata hanya untuk mengambil sabun saja.
"Mati saja kamu zhia, benar-benar memalukan. " Batin zhia.
"Kamu mikir apa hmmm? " Goda Albar.
"Ngk ada tuh mas. " Zhia berpura-pura tidak tau apa-apa.
"Masa sih? Jangan jangan kamu yang pengen mas macami kan? " Goda Albar.
"Ngk tuh, masnya aja yang pengen ngaku aja mas. " Elakkan zhia.
"Kok tau? Hayuk yuk. " Ajak Albar.
"Gila kamu mas, nakal Banget. Udah ah aku sama alzi udahan mandinya. Kamu Sini aja mas main sama sabun. " Zhia bangkit dengan alzi dan meninggalkan Albar yang tertegun mendengar itu dari zhia.
"Tau dari mana kamu sayang? " Teriak Albar dari dalam kamar mandi.
Sedangkan zhia hanya tertawa pelan.
๐๐Bersambung ๐๐
Wkwkwk main sama sabun.
Jangan lupa yah like, komen dan vote๐
__ADS_1
Pai pai say๐