
๐๐Tak selamanya aku akan bisa bertahan dengan kekejaman dunia ini๐๐
Albar mencoba untuk tetap bersikap biasa saja saat zhia terus saja menyendok nasi dengan taburan banyak cabai itu. Namun dalam hatinya ia sangat kesal sekarang.
"Bagaimana sayang? Kamu masih ingin tambah? " Zhia dengan perasaan puas telah berhasil membalaskan kekesalan nya itu.
Albar dengan cepat menggeleng "Cukup sayang, aku sudah sangat kenyang karena kamu menyuapi ku dengan penuh cinta. " Albar mengelus pelan pucuk kepala zhia hingga sedikit kaget.
"Apa-apaan sih mas Albar ini? Dia pikir aku akan suka dia sok lembut begitu? Tidak akan. " Batin zhia sedikit menjauh.
"Sayang, kamu mau yah kita kalah saingan sama pasangan muda itu? " Tiba-tiba saja Alvin tak mau kalah dan menggoda istri nya.
Bela langsung menggeleng enggan"Sudahlah mas, kamu jangan macam-macam disini. "Bela dengan was-was melihat kearah suaminya yang Memanyunkan bibir nya itu.
" Muahhh, "Alvin tetap saja tak mau mendengar kan ucapan istrinya itu. Mencium pipi istrinya dengan pelan tanpa tau malu.
" Kamu mana berani seperti itu? Dasar laki-laki gagal. "Alvin sangat suka menggarai adik laki-laki nya itu.
Albar sejak dulu tak pernah mau kalah dengan kakaknya itu dan karena rasa tak mau kalah nya itu kini ia mempunyai perusahaan sendiri tidak seperti kakaknya yang hanya memimpin perusahaan cabang dari ayahnya itu.
Albar dengan cepat menarik wajah zhia dan mencium bibir nya dengan pelan dan lembut tidak lupa ia menutup matanya.
Awalnya ia hanya ingin menunjukkan pada sang kakak kalau ia bisa lebih dari sekedar ciuman pipi namun siapa sangka jantung nya sungguh berdebar kencang dan sangat menikmati bibir mungil itu. Rasanya sangat manis saat bibir nya yang sedikit tebal itu meng*lum bibir lembut zhia.
Zhia sendiri sangat marah dan kesal kini. Apa laki-laki dihadapan nya ini sudah tak menganggap harga dirinya? Kenapa sangat mudah baginya mencium zhia dihadapan keluarga nya. Dan lebih parahnya sang ayah ada disana.
Alvin sudah tak bisa lagi menahan sorakan melihat itu. Baginya memanas-manasi Albar adalah kesenangan tersendiri.
" Akhhh, "Albar dengan keras berteriak saat zhia dengan keras mencubit bahunya.
Zhia tak bisa menarik diri karena tengkuknya ditahan oleh Albar dan mau tak mau zhia pun mencubit bahu Albar hingga Albar melepaskan ciuman itu dengan mulut berteriak menahan sakit.
" Kamu kok cubit aku sih sayang? "
Zhia hampir saja memukul mulut laki-laki itu dengan batu. Sungguh tak punya malu.
"Dasar tidak sopan. " Zhia hanya bisa mengatakan itu hingga ayah dan yang lain tertawa.
Mereka melihat kearah Albar yang sedang menahan rasa sakit itu.
"Maafkan kami ya ayah. " Zhia merasa sangat malu karena ulah Albar itu.
__ADS_1
Ayah tersenyum melihat zhia yang langsung menunduk karena malu bukan main. Albar Sungguh sudah putus urat malunya itu. Ragil sendiri mengepal tangannya merasa sangat kesal dengan apa yang sudah ia lihat sejak tadi.
22.45pm.
Terjadi perang saling diam antara zhia dan Albar di dalam kamar. Zhia yang mencoba untuk berbaring di sofa sedang Albar sudah duduk di atas tempat tidur.
Zhia masih saja merasa kesal karena Albar yang tiba-tiba menciumnya tadi. Kenapa laki-laki itu sangat lancang kepadanya? Apa ia terlihat sangat murahan yah?.
Sedangkan Albar sendiri masih saja merasa kesal karena zhia mengerjai nya tadi dengan mencampurkan banyak sekali cabai di makanan nya.
Mereka sama berdumal dalam hati karena merasa sangat kesal.
Namun, tiba-tiba saja Albar teringat dengan ciuman mereka tadi. Rasa manis itu masih membekas dalam benak Albar. Kenapa Albar sangat merindukan persatuan bibir itu.
Albar memperhatikan zhia yang sedang mencoba untuk berbaring itu. Jantung nya lagi-lagi berdebar tak karuan hanya karena melihat zhia.
Cleck,
Pintu tiba-tiba terbuka dan memperlihatkan kepala sangat ayah yang sedang melihat keadaan anak dan menantunya itu.
"Loh, menantu kenapa kamu malah berbaring di sofa lagi? Kalian tidak sedang berantam kan? Cepat naik ketempat tidur menantu."
"Aduhh ayah kenapa malah datang lagi sih? Aku sudah tak ingin berdekatan dengan si batu mesum itu. " Batin zhia mendengus kesal.
"Ck, Albar kamu ini gimana sih? Istri kamu sedang lemas yah kamu gendong lah keatas kasur. Masa ini itu harus diajarin dulu. " Ayah dengan kesal melihat putranya itu.
Zhia dengan panik menggeleng dan langsung Naim sendiri keatas kasur"Aku bisa sendiri kok ayah heheh. "
"Sudahlah, kalian cepat tidur. Jangan dulu yah Albar malam ini, istrimu masih lemah jadi bersabar dulu. " Ayah tersenyum dan menutup pintu.
Zhia pun dengan enggan mulai berbaring tanpa kata. Ia membelakangi Albar dan melihat lurus ke depan.
Ia merenungkan bagaimana ia akan kesekolah besok? Satu sekolah kini membenci nya termasuk sahabat nya lea dan tadi juga Ragil ada disana saat mereka tengah berpura-pura mesra dan bahkan mereka berciuman karena ulah Albar. Rasanya zhia sudah tak punya muka dihadapan ragil. Ia sungguh malu karena sudah menolak ragil lalu melakukan hal seperti itu dihadapan nya.
Karena terlalu banyak berpikir zhia mulai merasa ngantuk dan mulai terbawa menuju alam mimpi.
Sedang Albar tidak bisa tidur karena mengingat ciuman mereka tadi. Ia malah semakin berdebar saja. Sungguh tanpa sadar Albar merasa senang dan bibirnya menyunggingkan senyuman.
Ia melihat kearah zhia yang saat ini sudah berbalik kearahnya dengan mata tertutup rapat karena sudah tertidur.
"Bagaimana bisa dia lagi-lagi tertidur dengan mudah? Katanya takut padaku tapi bisa tertidur pulas disamping ku. " Albar menggeleng pelan.
__ADS_1
Matanya tak berkedip sekalipun memandangi wajah zhia yang tertidur pulas itu. Senyum tiba-tiba terukir diwajahnya saat melihat bibir mungil itu karena ia langsung terbayang dengan rasanya.
Tiba-tiba ponsel Albar berbunyi dan dengan cepat Albar melihat siapa yang menelponnya kini dengan was-was ia takut zhia akan terbangun nantinya.
Albar mendesah berat saat melihat itu adalah panggilan dari Naya. Tanpa sebab Albar merasa tidak senang. Tidak mungkin kan hatinya kini sudah berputar haluan.
Tanpa pikir panjang Albar langsung mematikan panggilan di ponselnya lalu berbaring kembali menghadap ke arah zhia yang masih saja terlelap itu.
"Bisa-bisanya dia masih tertidur saat suara ponsel itu berbunyi, kenapa sangat parah sekali. " Albar melirik kearah sudut bibir zhia.
Ia usap pelan sudut bibir bengkak itu. Rasanya ia sangat bingung dengan perasaan nya saat ini.
Hati dan pikirannya sudah dipenuhi oleh gadis dihadapan nya itu, namun logikanya selalu meyakinkan kalau Naya adalah satu-satunya wanita dalam hidupnya.
Albar bergerak pelan mendekat kearah zhia dan mengecup pelan sudut bibir itu. Ia tersenyum tanpa sebab karena ulah kurangajar nya itu. Lagi-lagi ia bersikap kurangajar pada zhia. Dan kali ini zhia tak mengetahui itu.
Lagi-lagi ponsel Albar berbunyi saat Albar lagi-lagi ingin mengecup benda kenyal itu.
"Ck, "
Mau tak mau Albar pun bangkit dari tempat tidur dan menerima panggilan itu.
"Halo, " Ketus Albar tanpa sadar ia sudah bersikap cuek pada Naya.
"Iih kamu kok ngk pernah hubungi aku sayang? Kamu kemana aja ngk pernah datang kerumah lagi. Aku kangen tau. "
Percayalah, saat ini Albar sangat tidak nyaman mendengar itu dari Naya. Tidak seperti biasanya saat Naya dengan manja berbicara padanya ia akan semakin cinta. Tapi kali ini sangat berbeda. Ia merasa tidak suka.
"Hoamm,Aku sedang sibuk dan pekerjaan ku sangat banyak sekali. Kita sambung besok saja. "
Tut,
Albar langsung meletakkan ponsel nya setelah mematikan sambungan. Ia merenung dengan mood nya akhir-akhir ini. Kenapa ia merasakan kejanggalan? Dulu ia sangat nyaman dan senang saat berada disamping Naya dan membenci zhia namun saat ini perasaan nya seolah sedang diputar. Ia malah lebih senang saat bersama dengan zhia dan kesal saat bersama Naya.
Ada apa dengan nya?.
๐๐bersambung ๐๐
Albar udah mulai bucin tapi ngk sadar tuh๐คฃ
Jangan lupa yah like komen dan vote๐
__ADS_1
Pai pai say๐