Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
69. Kesempatan


__ADS_3

๐Ÿ๐ŸIngatan bahwa tak ada yang kekal di dunia ini. Bahkan, hal yang paling menyakitkan pun akan segera berakhir. Jadi cobalah untuk tersenyum ๐Ÿ๐Ÿ


ย ย  Albar masih setia menyuapi makanan ke mulut zhia. Mereka terlihat seperti pasangan serasi jika dilihat saat seperti ini.


Zhia masih saja merasa malu karena mengingat dan membayangkan bagaimana Albar saat sedang menggantikan pakaian nya tadi saat ia tak sadar. Memalukan sekali sih.


"Uhuk,, uhuk. " Zhia bahkan terbatuk karena memikirkan yang bukan-bukan. Bagaimana jika benar Albar mencari kesempatan saat ia tak sadar. Semua laki-laki kan sama aja.


"Kamu makanlah dengan pelan, minum dulu. " Albar memberikan minum dan segera disambut oleh zhia.


"Oh iya kalau boleh tau kamu kenapa bisa pulang dengan keadaan seperti tadi? Kenapa bajumu kotor sekali dan terlihat seperti diganggu oleh seseorang. "


Zhia langsung kaget dan bingung dengan pertanyaan Albar yang begitu tiba-tiba itu. Ia bingung harus menjawabnya bagaimana, lagian tumben sekali dia penasaran begitu.


Zhia tak mau Albar terlibat dengan masalahnya. Karena Albar akan marah dan membunuhnya jika ia sampai membawa Albar ikut ke dalam masalah nya.


"Eughh saya tidak diganggu tuan, tadi kami hanya melakukan perayaan ulang tahun dengan saling melempar air juga beberapa jenis bahan lainnya seperti tinta dan tepung. Jadi kotor seperti tadi tuan. "


Zhia sangat berharap Albar dengan mudah percaya. Dengan was-was ia melihat kearah Albar yang masih saja diam.


"Masa sih? Mana ada orang ngerayain ulang tahun depan cara seperti itu. Padahnya apa sih? Malah bikin baju kotor saja. "


Bagaimana ini? Apa mas Albar curiga dengan alasan ku yah?.


"Tuan tidak tau saja bagaimana senangnya saat ulang tahun kita dirayakan. Dengan cara apapun dirayakan nya bukan masalah yang penting ada yg mengingat hari bahagia itu. " Zhia tidak sadar tersenyum karena membayangkan kalau ulang tahunnya dirayakan.


Albar yang melihat itu langsung terpana saat melihat senyum zhia yang sangat memikat itu.


"Akhh, " Pekik zhia saat Albar menyentuh sudut bibir nya yang mulai bengkak itu.


"Ihh tuan kenapa sih main megang-megang bibir saya? "


"Kenapa dengan sudut bibirmu itu? Bukankah sudah baikan? " Albar merasa masih ada yang janggal dengan cerita zhia tadi. Apa yang membuat bibir nya bengkak begini? Tidak mungkin merayakan ulang tahun bisa membuat sudut bibir terluka.


"Eugh,, sudahlah tuan, saya tidak apa-apa. " Zhia memilih untuk mengabaikan itu.

__ADS_1


"Oh iya kita berangkat sekarang kerumah ayah karena ayah meminta nya tadi. " Albar bangkit dari sisi tempat tidur dan perlahan membuka bajunya dihadapan zhia yang masih saja duduk diatas ranjang.


Lagi-lagi bayangan Albar sedang membuka bajunya dan memegang sesuatu yang tidak seharusnya ia pwgang membuat zhia sangat malu. Belum lagi Albar dengan tidak tau dirinya membuka seluruh pakaian nya dihadapan zhia.


"Tuan,, bisakah jangan melepas semuanya disini? Tolong hargai mata suci saya. " Zhia menutup matanya saat mengatakan itu.


Albar sendiri yang mendengar itu langsung melihat kearah zhia yang menutupi matanya dengan pose imut hingga Albar tak sadar tersenyum gemas.


"Terserah saya dong mau buka semua pakaian saya dimana saya mau. " Albar memasuki kamar mandi hingga zhia langsung bernafas lega.


"Kenapa sih dengan nya? Tidak tau malu sekali. " Gumam zhia merasa kesal.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


"Tuan, apa tuan tidak malu jika saya datang dengan pakaian seperti ini kerumah ayah? " Zhia yang saat ini duduk disamping Albar yang masih fokus untuk mengemudi itu.


Albar menggeleng "Sudahlah kamu diam saja, pakaian itu akan menghangatkan tubuhmu yang sedang kedinginan itu. " Albar menghentikan mobil saat sudah sampai di pekarangan rumah ayahnya yang sangat luas itu.


Walaupun bukan pertama kalinya zhia datang kerumah itu tetap saja ia masih terpesona saat melihat nya.


Zhia dengan pelan menyalami tangan ayah dan begitu juga dengan Albar.


"Kamu pucat sekali menantu, kenapa bisa sakit begini? " Ayah langsung terlihat khawatir.


Zhia tersenyum senang karena diperhatikan oleh mertua yang seperti ayah kandung nya itu"Zhia tidak apa-apa ayah. Hanya demam ringan saja. "Zhia.


" Albar cepat bawa dia ke kamar. Nanti malah makin masuk angin jika terus saja berlama-lama disini. "Ayah dan Albar langsung berjalan diikuti oleh zhia yang berjalan dengan lemas itu. Tenaganya belum juga pulih seutuhnya.


" Ck, Albar berhenti dulu. Kamu kenapa tidak peka sekali sih? Istrimu sangat lemah bahkan untuk sekedar berjalan. Inisiatif dong sebagai seorang suami. Cepat gendong dia menuju kamar. "


Zhia langsung kaget saat mendengar itu, ia sungguh tidak membutuhkan itu sekarang. Ia tak mau digendong oleh manusia batu bata itu.


"Tidak apa-apa ayah, aku masih sanggup kok,, ayah, ti,,, akhh. " Zhia kaget saat Albar tiba-tiba mengangkat tubuhnya alam bridal style.


"Tu,, mas, kenapa mengangkat ku sih? Aku bisa jalan kok. " Zhia hampir saja keceplosan memanggil Albar dengan sebutan itu. Bisa-bisa ia akan kena amukan Albar saking seringnya lupa untuk bersikap seperti suami istri saat dihadapan anggota keluarga.

__ADS_1


"Diamlah, kamu harus menurut apapun kata ayah. Kamu tau kan bagaimana sebenarnya ayah ini. " Zhia langsung diam karena mendengar ucapan Albar itu.


Dengan perlahan ia mengalungkan tangannya dileher Albar karena takut jatuh dan Albar langsung saja merasakan jantung nya berdetak sangat kencang seolah ingin keluar dari sarangnya.


Ayah tersenyum saat melihat itu, kebahagiaan nya adalah saat melihat anak dan menantunya saling akur dan terlihat uwu seperti itu.


"Baringkan ia di ranjang lalu selimuti ia, awas saja kalau kamu tidak merawat menantuku dengan benar. " Ayah juga ikut masuk dengan Albar juga zhia.


Saat memasuki rumah Albar dan zhia dikagetkan dengan kehadiran kedua kakaknya lengkap dengan keluarga nya. Mereka semua melihat kearah Albar yang tengah menggendong zhia alam bridal style itu.


Mata ragil dan zhia langsung bertemu dan itu membuat zhia semakin merasa buruk saat ragil melihat dirinya dengan keadaan seperti itu.


"Waw, mesra sekali yah. Setelah adegan angkat angkat seperti ini apa yah yang terjadi setelah nya? " Alvin yang merupakan kakak pertama Albar langsung menggodanya.


"Ck, kamu yah mas. Bisa kan kalau ngomong itu liat-liat dulu sekitar. Ini ada ragil yang masih kecil kamu malah ngomong gitu. "Bela langsung memukul bahu alvin suaminya.


" Heheheh mas lupa sayang. "Alvin tersenyum cengengesan.


Sedangkan sejak tadi ragil semakin terlihat kesal dengan pemandangan dihadapan nya. Zhia memakai baju Albar membuat ia memikirkan hal yang tak boleh ia pikirkan. Dan ia masih belum Terima dengan kenyataan ini. Gadis yang ia sukai adalah istri dari pamannya sendiri.


Dan viona melihat kearah mereka dengan seksama. Meskipun ia tak tau apa yang janggal dalam hubungan adiknya dengan zhia. Tetap saja ada rasa curiga dalam dirinya.


" Sudahlah, kamu bawa saja menantu ku ke kamar dan baringkan dia, nanti kalau sudah tiba waktu makan malam pelayan akan datang kesana memanggil kalian. "Ayah yang datang dan duduk bergabung dengan anaknya duduk disofa.


" Hmmm baringkan dia setelah itu hahahah. "Alvin lagi-lagi menggoda adiknya itu lalu disenggol oleh bela.


Albar melihat kesal kearah kakaknya karena sudah membuat ia begitu malu kini. Bagaimana punย  saat mendengar itu dari kakaknya ia sungguh sangat ingin namun, akhh sudahlah. Bukan saatnya memikirkan hal seperti itu.


Zhia sendiri sudah tak bisa menyembunyikan rasa malu hingga membenamkan wajahnya di dada bidang Albar.


๐Ÿ๐Ÿbersambung ๐Ÿ๐Ÿ


Duilahh cie yang digendong sama mas Albar sibatu bata.


Jangan lupa yah like, komen dan vote๐Ÿ˜

__ADS_1


Pai pai say๐Ÿ


__ADS_2