Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
105. Semakin lengkap


__ADS_3

🍁🍁hidupku semakin lengkap saat aku dikaruniai dua pengeran tampan ini🍁🍁


Zhia terbangun dengan pelan dan duduk ditepi kasur. Ia kaget saat ia duduk ia melihat tubuh polos nya itu.


"Astagah kenapa aku bisa lupa sih? " Batin Zhia menarik selimut mencoba untuk menutupi tubuhnya.


Sret,


"Emh,, sayang, udah jam berapa? " Albar menarik Zhia kembali masuk kedalam selimut dengan tangan sudah mengelus dada Zhia.


"Pukul 07.00 Mas, aku mau bangkit tapi ngk bisa gara-gara Mas nih buka semua baju aku. "


Albar tertawa saat mendengar itu dari istrinya.


"Kalau ngk dibuka mana enak mainnya sayang kuh. " Albar mencium bibir Zhia pelan dan sedikit dil*mat.


"Udah dong Mas ih, aku mau mandi nih. "


Albar tak mau mendengarkan Zhia dan malah fokus turun ke bawah.


"Akhhh,, mashh ih kenapa sih suka banget cium-cium dibawah sana? " Kesal Zhia sedikit menggelinjang karena ulah Albar itu.


Albar terus saja melakukan aksinya tanpa peduli dengan Zhia yang terus saja berdesis menahan desahan itu.


"Mashh, sst ihh udah dong. "


"Makanya kamu juga manjain dia dong sayang. " Albar tiba-tiba menarik tangan Zhia hingga menyentuh miliknya itu.


"Akhhh,, " Zhia kaget saat menyentuh miliknya Albar.


"Loh, kok kaget sayang? "


"Gede banget Mas, pantes aja sakit banget setiap masuk. " Zhia dengan mulut terlalu jujur nya itu.


Albar tertawa " Kamu bangga kan sayang punya suamimu segede ini, bisa bikin kamu lemas seketika hehehe. Lagian kenapa kamu kaget, pura-pura lupa yah pas kamu masih hamil dulu suka banget masukin tangan kamu ke celana mas terus megang megang dia tuh. "Albar mencoba untuk mengingat kan Zhia yang Pura-pura lupa itu.


" Iih apaan sih Mas? Kan itu dulu. Itu juga ngk segede ini deh kyaknya. "Zhia terlihat berpikir.


" Sayang,Mas mau lagi yah, "rengek Albar dengan wajah memelas.


Zhia dengan cepat menggeleng " Iih ngk ada lagi lagi yah Mas, tadi malam kan udah 5 kali Mas, aku capek banget nih. "


Albar sedikit merengut karena ditolak oleh zhia "Tuh kan jahat banget kamu, pas waktu itu kamu minta Mas selalu mau tuh ngk pernah nolak giliran Mas yang pengen kamu malah banyak alesan. "


"Itu kan maunya Mas doang, yah mana mungkin Mas nolak waktu itu. "


"Jadi kamu ngk mau nih sayang? " Tanya Albar dengan wajah ditekuk hingga Zhia tak sampai hati melihat itu.

__ADS_1


Zhia pun akhirnya mendekat ke arah Albar yang masih polos seperti nya itu. Ia mengalungkan tangannya dileher Albar dan mencium Albar langsung dibalas oleh Albar dengan buas, benar-benar nafsu suaminya ini tak pernah reda.


Albar menarik Zhia hingga kini berada diatas pangkuan nya. Ia mencium bibir Zhia dengan pelan dan terarah lalu tangannya sebelah sibuk bermain didada milik Zhia dan sebelah lagi mencoba mengarahkan miliknya kedalam sarangnya.


Belum juga masuk tiba-tiba suara tangisan bayi mengganggu acara panas itu. Dan mau tidak mau semua gagal sudah.


Zhia bangkit dengan tubuh polosnya itu menuju keranjang bayi disamping tempat tidur mereka.


"Duhh sayang, jagoan mamah udah bangun yah. Aus yah sayang? " Zhia menggendong putranya menuju tempat tidur.


Saat itu Zhia dan Albar sangat menjaga dengan baik kandungan Zhia hingga melahirkan seorang putra yang sangat tampan seperti ayahnya itu.


Usia bayi mereka kini sudah berusia 6 bulan lamanya.


"Duhh sayang cup cup, aus yah sayang? " Zhia menyusui putranya itu diatas ranjang.


Albar masih saja kesal karena digantung tadi. Kalau bukan karena suara tangisan putranya itu mungkin saat ini hasratnya sudah tersampaikan.


"Mas, tolong dong ikutin rambut aku. Takut kena mata alzi nih Mas. "


Albar mendekat kearah Zhia dan mengikat rambut itu dengan pelan.


Cup,


Zhia kaget saat sesuatu yang dingin menempel dilekuk lehernya itu. Dan ternyata suaminya sudah sibuk mencumbui leher putih itu.


Albar tak mau mendengar itu, ia masih sibuk mencium leher zhia hingga meninggalkan banyak sekali tanda merah disana.


"Mashh ihh alzi lagi nyusu nih, jangan ganggu dulu Mas. Ihhh. "


"Akhhh" Zhia mendesah saat Albar menekan dadanya.


"Sayang kamu baring yah sambil nyusuin alzi nya. Mas masih pengen banget nih. " Wajah Albar benar-benar sangat terangsang kini.


Zhia benar-benar tidak habis pikir dengan suaminya itu.


"Mas sabar dong, Masa sih mas ngk malu sama alzi? Aku malu Mas. "


Albar cemberut dan merengek hingga Zhia tak bisa lagi menolak itu.


Dengan perlahan Zhia masih sibuk menyusui alzi yang sibuk menghisap dada milik Zhia.


"Akhhh,, mashh. "


Zhia merasakan sesuatu menyodok bagian belakang nya itu.


"Mashh akhhh. "

__ADS_1


Zhia tak hentinya mendesah tertahan saat Albar lagi-lagi melakukan aksinya disana.


🍁🍁🍁


"Waduhh jagoan papah lagi ngapain yah? " Albar tak hentinya bermain-main dengan alzi putra nya itu.


Sementara Zhia sibuk mengenakan pakaian nya saat ini.


"Mas kamu beneran ngk ngantor yah? " Zhia hampir saja menyelesaikan kegiatan nya itu.


Albar menganggukkan kepalanya dengan pelan.


"Biar rian aja yg urus semuanya sayang, Mas masih pengen bareng kalian nih. "


Zhia hanya bisa diam saja dan mengangguk, Albar yang tau masalah kantor dan Zhia tak ingin memaksa suaminya itu.


"Sini sama mamah sayang, ngk asik yah sama papahnya? "


Zhia meraih alzi dari Albar yang kini ikut berdiri mengikuti Zhia turun kebawah.


"Duhh cucu ganteng kakek udah mandi yah? " Ayah yang langsung mendekat ke arah Zhia dan meraih alzi dari gendongan Zhia.


"Udah dong kek, udah ganteng nih alzi nya. " Zhia mencoba untuk menirukan suara anak-anak.


Ayah tersenyum lalu menciumi pipi cucunya itu hingga alzi langsung mewek karena terganggu oleh ulah kakeknya itu.


"Duhh cup, cup, sayang itu kakek cuma nyium doang kok udah nangis aja sayang? " Zhia mencoba mendiamkan alzi yang masih menangis itu.


"Waduhh kenapa nih masih pagi juga ponakan ganteng udah nangis aja? " Alvin datang dengan bela yang sudah rapi itu.


"Ayah gangguin tadi heheh. " Ayah sedikit cengengesan karena merasa ialah penyebab alzi menangis seperti itu.


"Ngk kerja bar? "


"Ngk nih kak, biar rian aja yang kerja. "


"Dasar kang bolos. " Alvin dengan sedikit cibiran.


Albar hanya diam saja tak mau meladeni, karena Alvin diladenin ngk bakal brakhir sampai upin ipin lulus TK.


Zhia tak hentinya tersenyum melihat sekeliling mulai dari wajah Ayah, suaminya Albar dan kedua kakak ipar nya itu. Ia merasakan benar-benar memiliki seorang keluarga saat ini.


🍁🍁Bersambung 🍁🍁


Waduhh udah punya anak aja nihπŸ˜„πŸ™‚


Jangan lupa yah like, komen dan vote😍

__ADS_1


Pai pai say 🍁


__ADS_2