
๐๐ Kebahagiaan terbesar bagiku adalah saat kamu ternyata juga merasakan hal yang sama dengan ku๐๐
Albar tak hentinya memandangi wajah zhia yang masih tertidur pulas itu. Terlihat sekali dari wajah nya ia sangat kelelahan karena kegiatan panas mereka tadi malam.
Albar tersenyum senang saat mengingat itu, desahan nikmat zhia benar-benar membuat ia lepas kendali hingga meminta Lebih dari tiga kali pada zhia yang masih pemula itu. Banyak sekali tanda kemerahan di sekujur tubuh zhia mulai dari leher dan bahkan bahunya juga dipenuhi dengan bekas cupangan Albar.
Albar lagi-lagi tak bisa menyembunyikan rasa senang nya, ia tak tau rasanya ternyata seperti itu. B
Selama ini ia dan Naya hanya sekedar berciuman dan pegang sana sini, untuk melakukan sesuatu yang lebih intim belum pernah walau sekali. Dan karena itu sampai kini Albar masih saja berdebar saat mengingat rasa nikmat itu.
Cup,
Albar mencium bibir mungil kemerahan itu hingga sang empu terbangun dan mengerjapkan matanya melihat keatas lalu perlahan melihat kearah Albar yang tersenyum menyambut paginya itu.
"Mas,, sedang apa? " Zhia masih belum sepenuh nya sadar apa yang sedang terjadi.
Dia mencoba untuk bangkit namun ia kaget saat tubuhnya sangat polos tanpa sehelai benang pun.
"Hah? Astaga aku sampai lupa. " Zhia kembali masuk kedalam selimut dengan wajah memerah karena mengingat kejadian semalam.
Albar tertawa ringan melihat ekspresi lucu istrinya itu. Sangat lucu hingga ia tak bisa berhenti untuk tersenyum.
"Iih mas kok ngk bilang sih? Aku kan jadi malu bangkit padahal lagi ngk make apa-apa. " Zhia memukul dada Albar sedikit keras.
"Aw,, sakit sayang, kenapa kamu malu saat aku sudah melihat semuanya semalam. " Albar menjilat daun telinga zhia hingga zhia merasakan kegelian.
"Itukan beda mas, kalau udah Gini aku jadi malu banget. " Zhia menutupi tubuhnya dengan selimut hingga Albar tertawa dengan keras.
"Kamu kenapa lucu sekali sih? Mas kan jadi gemesh pengen lagi. "
Zhia yang mendengar itu langsung kaget " Ihh masa udah pengen lagi sih mas? Kan udah 4 kali tadi malam. "Zhia lalu malu setelah mengatakan itu.
" Hmm si dede udah tegang nih sayang, mau yah yah. "Albar mencium leher zhia dengan lembut hingga zhia sedikit menggelinjang karena geli.
" Masih sakit mas, ini aja masih kerasa perihnya. Kayaknya robek deh. "Zhia menahan perih diarea bawahnya sejak tadi.
Albar langsung khwatir setelah mendengar itu dari zhia.
" Hah? Masa sih sayang? Mas kan udah main lembut tadi malam, sini deh Mas periksa dulu. "Albar mencoba untuk menyibakkan selimut itu namun ditahan oleh zhia.
" Ihh ngk mau, malu. "Pipinya memerah.
__ADS_1
" Mas cuma mau periksa aja sayang, nanti bisa infeksi kalau dibiarin. "Albar masih saja mencoba untuk membuka selimut itu.
" Iih Mas aku malu, jangan dibuka dong selimutnya. "Zhia benar-benar malu saat ini.
Albar tersenyum karena merasa zhia benar-benar Sangat manis.
" Yasudah Mas izin masuk keselimut yah buat cek apa itu kamu baik-baik aja? "Tanya Albar dan zhia dengan perlahan mengangguk Karena ia benar-benar merasakan perih disana.
" Akhhh,, Mas,, "zhia mendesah saat Albar menyentuh area basahnya itu.
" Ngk ada yang luka kok sayang, mungkin karena masih permulaan makanya perih gitu. "Albar berbicara didalam selimut itu. Masih dengan posisi berhadapan dengan benda merah muda dengan sedikit daging menonjol disana.
" Yaudah Mas jangan diliatin lagi dong, aku malu nih. "Zhia menjepit areanya dengan kedua pahanya itu.
" Yaudah Mas bantu kurangi yah rasa perihnya. Kamu diam aja disana yah. "Albar menbuka pelan paha zhia hingga dia langsung mendesah pelan.
" Mas mau ngapain? "Zhia terlihat bingung mengintip apa yang sedang suaminya lakukan dibawah sana dengan miliknya itu.
Albar melihat kearah zhia dengan tersenyum" Tenang aja sayang, nanti juga bakal enak kok. "
Albar mulai mendekat kearah benda berwarna merah itu. Sebelum itu Albar turun dari ranjang dengan tubuh polosnya itu hingga zhia yang melihat itu langsung menutup matanya tak sanggup untuk melihat sesuatu yang sudah tegang itu.
Albar tertawa saat mendengar itu, ia meraih tisu basah dari atas meja lalu naik keatas tempat tidur dan memasuki selimut seperti tadi.
Ia mengusap area itu dengan tisu basah karena masih terdapat bekas bercak darah disana bukti bahwa gadis dihadapan nya ini sudah pecah perawan karena perbuatan nya tadi malam.
"Akhhh,,, mashh,, kok dingin sih? " Zhia menahan desahannya.
"Tenang yah sayang, semoga ini bisa mengurangi rasa perihnya. " Albar melempar asal tisu itu Lalu ia memegang pangkal paha milik zhia.
"Akhh,, masihh. " Zhia tak bisa berhenti mendesah saat Albar dengan pelan mencium area bawah zhia, belum lagi dengan perlahan ia menjilat nya juga menyesap dengan nikmat area itu hingga kini rasa perih yang zhia rasakan berubah jadi rasa nikmat.
"Akhhh,, mashh. "
"Gimana sayang? Enak ngk? "
"Eughh,, enak hhh,, mash. " Mata zhia merem melek karena layanan Albar itu.
Albar terus saja melakukan hal yang sama dengan pelan dan lembut membuat zhia benar-benar lupa dengan rasa perih itu.
"Mash,, aku mau pipis nih,, akhhh. " Zhia mulai sampai pada puncak nya.
__ADS_1
Albar tersenyum melihat kearah milik zhia"Cepat sekali sih sayang. "Ia tertawa pelan.
" Mas aku mau pipis nih, udah dong akhh. "
"Keluarin aja sayang ngkpp. "
"Iih ngk mau, masa aku pipis disini sih? Aku bukan anak kecil Mas. " Zhia sudah mulai tak bisa menahan dirinya. Sesuatu memaksa keluar dari areanya.
Zhia mencoba untuk bangkit namun ditahan oleh Albar, hingga zhia sudah tak bisa menahan nya dan cairan putih keluar dari areanya dengan nafasnya yang mulai tersenggal lelah.
"Kamu sedang pelepasan sayang, bukan mau pipis. " Albar tersenyum lalu mengusap area itu dengan tisu.
Zhia benar-benar lemas saat ini, ia tak mengerti sama sekali namun ia merasakan kenikmatan tersendiri.
Albar mendekat kearah zhia lalu mencium bibir mungil itu. Zhia yang sedang kelelahan hanya bisa membalas dengan pelan.
"Mas masih pengen yah? " Zhia bertanya saat Albar sedang meng*lum putingnya itu.
Albar sebenarnya sangat ingin tapi ia kasihan saat milik istrinya belum juga mendingan sudah ia bobol lagi.
"Kamu masih kesakitan sayang, Mas ngk mau nyiksa kamu. "
Mereka berciuman lagi, zhia bersyukur saat Albar mengerti dengan dirinya.
"Aku mau mandi Mas, nanti guru privat aku datang aku belum juga siap-siap. Masnya juga ngk ngantor yah? " Tanya zhia heran.
"Ngk sayang, Mas mau disini aja nemenin kamu belajar. "
Albar bangkit mengangkat tubuh polos istrinya itu menuju kamar mandi, zhia benar-benar malu dengan keadaan nya saat ini.
Satu hal yang ia rasakan saat ini. Jantungnya berdetak semakin kencang.
๐๐Bersambung ๐๐
Dulilah Albar ngk tanggung tanggung yah, 4 ronde gaes padahal kan masih baru di perawanin tuh bininya. ๐คค๐คค
Bagaimana dengan part ini gengs?
Jangan lupa yah like, komen dan vote๐
Pai pai say๐
__ADS_1