Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
91. Kang cemburu


__ADS_3

🍁🍁Aku cemburu bukan karena aku tidak percaya padamu, aku hanya takut kehilangan mu🍁🍁


Albar langsung mengangkat tubuh zhia dari sofa itu hingga zhia yang sedang menulis tugasnya langsung kaget bukan main.


"Ihh mas mau ngapain sih? Aku masih ngerjain tugas nih. "


Albar tak menjawab lalu berjalan membawa zhia menuju kamar. Mengabaikan zhia yang sejak tadi berontak tak mau dibawa ke kamar karena tugasnya bahkan belum selesai.


"Mas, aku masih mau ngerjain tugas tuh. " Zhia mencoba untuk membujuk Albar sedang laki-laki itu malah diam saja dan membuka pintu dengan perlahan.


Ia baringkan zhia diatas tempat tidur mengabaikan zhia yang sejak tadi berontak.


"Mas kenapa sih? Aku masih belum selesai in tugas sekolah aku mas. " Zhia merasa kesal karena sikap Albar yang tak jelas itu.


Albar memeluk zhia dengan erat menyeruak kan kepala nya dileher gadis itu hingga zhia sedikit merasa geli.


"Ihh aku ngk mau yah kalau mas kayak gini. Tugas aku masih belum juga selesai mas udah main ganggu aja. " Kesal zhia duduk lalu menjauh dari Albar.


"Aku ngk suka kalau kamu disana, kamu ngerjainnya disini aja yah. Kalau kamu disana ragil bakal datang kesitu nyamperin kamu. " Albar terlihat kesal.


Zhia memicing heran, jangan bilang Albar cemburu hanya karena ia dekat dengan keponakan nya itu.


"Aduh mas jangan kek bocah deh, jangan bilang mas cemburu sama ragil? " Tebak zhia bingung.


Albar dengan cepat menarik zhia kedalam pelukannya.


"Aku cemburu, aku ngk suka. "


Zhia tertawa ringan karena melihat sikap Albar yang sungguh kekanakan itu, bisa-bisanya ia cemburu dengan keponakan nya itu.


"Aku ngk mau kamu dekat-dekat sama dia, aku ngk suka. " Albar masih saja memeluk zhia dengan erat.


"Berarti mas nya ngk percaya dong sama aku? Ihh jahat banget sih. Padahal kan aku ngk ada apa-apa sama ragil tapi kalau masnya ngk percaya aku bakal deketin ragil ah. " Goda zhia tersenyum nakal.


Albar langsung panik bukan main karena ucapan zhia itu"Aku bukannya ngk percaya sama kamu sayang, aku cuma takut aja ragil ngerebut kamu dari aku. Soalnya kan aku udah banyak ngecewain kamu, gimana nanti tiba-tiba kamu nyaman sama ragil akunya ditinggal. "Albar semakin memberatkan pelukan nya dipinggang zhia hingga zhia sedikit merasa sesak.


" Mas ngk usah takut, aku ngk bakal ninggalin mas. "Zhia membalas pelukan Albar.


Albar tersenyum dan mencium bibir zhia dengan lembut, lum*tan ia berikan sedikit pelan hingga kini semakin bernafsu saja.


Zhia tak pernah bisa mengimbangi permainan bibir suaminya itu, selalu saja ia kewalahan saat meladeni nya.


" Erghh,, mas akhh. "


Albar tersenyum saat zhia melenguh karena ulahnya mengusap sesuatu dibawah sana.


"Masih sakit yah sayang? " Tanya Albar pelan.


"Hmm masih mas, " Jawab zhia dengan pelan.


Raut wajah Albar langsung berubah kecewa karena itu, hasrat nya sudah tak bisa ia bendung lagi tapi ia tak ingin menyakiti istrinya itu. Melihat zhia yang meringis saat berjalan tadi ia merasa sangat bersalah.

__ADS_1


"Maaf yah mas, aku ngk bermaksud buat nolak tapi jujur, sakit banget. " Zhia merasa tak enak kare5tak bisa memuaskan batin Albar.


Albar tersenyum lalu mencium kening zhia" Kamu ngk perlu minta maaf sayang, mas saja yang kelewatan ngk bisa nahan diri, kamu sih menggoda banget bikin nagih. "Albar meremas benda kenyal itu dari luar baju.


" Ooh mas nakal. "


"Nakalin bini sendiri kan ngkpp sayang.kecuali aku nakalin cewek lain baru ngk bener. "


"Awas aja kalau berani. " Kesal zhia dengan mata melotot.


"Ngk bakal berani sayang," Ucap Albar dengan tatapan meyakinkan.


"Mas, aku boleh nanya ngk? "


"Iya sayang tanya aja. "


"Mas udah pernah belum ngelakuin itu sama mbak Naya? Aku cuma penasaran aja mas, aku yang pertama atau bukan. " Zhia menatap kearah manik mata itu dengan harapan bahwa Dialah yang pertama kalinya digagahi oleh Albar.


Albar juga melihat tatapan itu, ia tersenyum dan tau bagaimana rasa penasaran zhia.


"Itu yang mana yah sayang? " Ia hanya ingin menggoda nya saja agar tidak terlalu menegangkan untuk dibicarakan.


"Iih ngk usah berbelit belit deh mas, jujur sekarang. Aku ngk bakal marah kok. Aku cuma mau masnya jujur aja. "


"Mas ngk ngerti sama pertanyaan kamu sayang, itu yang mana? Yang ini maksudnya? "


"Akhhh,, mashh.. Ihh. " Zhia kesal karena Albar masih bisa menggodanya dengan mengelus pusat intinya dibawah sana hingga ia tak bisa menahan untuk tidak mendesah.


Ia menutup dirinya dengan selimut membelakangi Albar yang tertawa karena itu.


"Hmmm kamu kenapa sayang? Kamu cemburu? " Albar menggoda zhia.


"Ngk tuh, emang aku kayak mas kang cemburu. Aku ngk peduli tuh walaupun mas udah pernah atau belum. Aku ngk peduli. " Zhia merasa kesal karena itu. Ia benar-benar kecewa.


Albar tertawa karena merasa zhia benar-benar lucu saat sedang cemburu.


"Masa sih kamu ngk cemburu?aa bahkan udah berkali-kali loh.. "


"Berkali-kali mencintai kamu sayang. " Batin Albar melanjutkan nya.


Zhia menutup telinga nya meskipun ia masih bisa mendengar nya. Ia benar-benar kesal dengan jawaban Albar itu. Ia marah dan cemburu.


"Kamu dengerin mas dulu sayang, rasanya sangat akhhh mas ngk bisa lagi ngungkapin nya. "


"Aku mabuk kepayang dan tergila-gila dengan mu istriku. " Batin Albar tersenyum.


Zhia sudah sangat marah karena itu. Ia menutup mulut Albar dengan tangannya itu agar Albar diam.


"Ngk usah cerita, ngk ada yang pengen tau." Kesal zhia menutup mulut Albar itu.


Albar tersenyum karena itu hingga membuat zhia semakin kesal.

__ADS_1


"Ngk usah senyum ngk ada yang lucu. "


"Yaudah kalau rasanya sangat enak dengan nya sana cari dia, jangan lagi minta minta gituan sama aku. " Zhia hendak pergi karena kesal namun Albar dengan cepat menarik gadis itu hingga kini zhia berada di bawah nya.


"Iih apaan sih mas? Aku ngk mau yah mas nyentuh aku kalau masih ingat ingat cewek lain. Aku ngk suka. " Zhia mencoba untuk berontak namun tenaga Albar mana bisa ia lawan.


Albar masih saja tersenyum puas karena sudah berhasil menggoda istrinya itu. Benar-benar memuaskan hatinya.


"Ihh aku ngk suka yah mas gitu,lepasin ih aku benci sama mas. " Teriak zhia benar-benar marah.


"Apa sayang? Kamu cinta banget sama mas? Mas tau itu kok sayang. " Albar masih saja tak mau berhenti menggoda zhia.


"Tuli yah kamu mas? Aku bilangnya benci mas benci bukan cinta. " Kesel zhia.


"Ooh kamu minta cium yah sayang? Yaudah mas kasih deh biar kamu seneng. " Albar mendekat dan mengecup pelan bibir zhia hingga zhia semakin kesal.


"Iih nyebelin, aku benci sama mas. Aku benci. " Zhia benar-benar marah kini hingga Albar sudah tak bisa lagi menahan tawanya karena zhia.


"Yatuhan kenapa ia begitu lucu sih? Kalau bukan karena anunya masih sakit sudah kubobol sekarang juga. " Batin Albar tersenyum karena merasa zhia sungguh sangat lucu.


"Hiks,,, aku benci sama mas. " Tiba-tiba saja zhia malah menangis padahal kan selama ini ia sangat sulit untuk menangis, kena bully saja ia tak menangis kalau bukan karena lea yang bully ia tak akan menangis.


"Hei, sayang kamu kenapa? " Albar menarik zhia kedalam pelukan nya namun zhia menolak.


"Aku benci sama mas hiks,, "


"Eh kenapa hmmm? Kamu kenapa benci sama mas? "


"Hiks,, mas jahat,, aku bukan yang pertama hiks, belum lagi mas masih ingat ingat sama dia hiks,, "


Albar tak bisa lagi menahan senyuman nya ia tak ingin zhia semakin marah kalau ia menangis.


"Hahahah kamu tuh lucu bang6sih sayang, mas bohong kok, kamu yang pertama kalinya mas tiduri. Ngk pernah tuh sama yang lain. Makanya sampai sekarang masih aja terngiang-ngiang nih. Masih pengen. " Albar tersenyum.


Zhia menatap Albar sekilas "Bohong hiks,, mas pasti bohong. Waktu itu aja aku pernah liat mas Megang-megang dadanya mbak Naya pas ciuman dirumah hiks,, aku ngk suka. " Zhia benar-benar marah dan kesal kalau mengingat itu.


"Mas aja udah lupain itu sayang, mas masih aja kamu ingat. Maafin mas yang dulu yah. Mas nyesel banget ngk ngehargai kamu waktu itu. "


"Hiks, jadi beneran kan kalau aku yang pertama? " Zhia masih ingin memperjelas nya.


Albar tertawa dan mengangguk "iya sayang, kamu yang pertama mas gagahi, mas aja masih ngk nyangka rasanya ternyata seenak itu. Kamu cepet sembuh yah sayang biar mas mau lagi. Pengen nih. " Albar lagi-lagi mencoba untuk merayu zhia.


"Ngk mau, masih kesel. " Zhia benar-benar kesal karena Albar membohongi nya tadi.


🍁🍁bersambung 🍁🍁


Duhhh napa mereka gemesh Banget sih? Kan lucuu🤣


Jangan lupa yah like, komen dan vote😍


Pai pai say🍁

__ADS_1


__ADS_2