
🍁🍁Hari ini saja aku ingin merasakan kehidupan normal seperti orang banyak 🍁🍁
Setelah selesai membeli pakaian ditoko langganan Albar, ia langsung menarik tangan zhia dengan lembut menuju mobil. Zhia sendiri sejak tadi merasa ada yang aneh dengan perlakuan Albar yang tiba-tiba bersikap tidak seperti biasanya.
"Kita mau kemana tuan? " Tanya zhia saat Albar menyuruhnya untuk masuk kedalam mobil.
Albar hanya diam sejenak lalu melihat kearah zhia"Sudahlah kamu menurut saja dan masuk kedalam mobil. "
Zhia yang mendengar itu langsung menurut saja dan memasuki mobil begitu juga dengan Albar kemudian mereka segera meninggalkan pekarangan toko pakaian itu.
"Kita ngapain ke bioskop tuan? Apalagi ini masih sore. Memangnya sudah buka yah? " Tanya zhia heran.
Albar tersenyum merasa Zhia sangat polos " Memangnya kamu pikir jam tayang di bioskop semuanya sama yah? Dengan uang kita bisa mendapatkan segalanya. Ayok cepat ikut saya membeli snack untuk menonton nanti. "Albar membawa Zhia dengan menarik lagi tangannya dengan pelan.
Zhia hanya diam saja memperhatikan Albar yang sedang memesan makanan juga minuman ditempat yang sudah disediakan. Ia awalnya sangat bingung kenapa mereka datang kesini. Namun, ia tak ingin memikirkan itu lebih lanjut lagi. Anggap saja ia sedang mendapat rezeki untuk menikmati tontonan di bioskop.
" Biar saya yang bawa tuan. "Zhia merasa tidak enak saat Albar yang membawa semua makanan itu.
" Sudahlah mari ikut saya. "
Zhia pun berjalan mengikuti Albar yang memasuki sebuah pintu dan matanya langsung terbuka lebar melihat tempat luar dipenuhi dengan kursi itu. Layar lebar yang sangat besar membuat ia lagi-lagi menganga. Ia memang pernah menjadi seorang model tapi bukan berarti ia sudah mengunjungi banyak tempat hiburan termasuk bioskop.
"Hei kenapa masih diam saja, ayo duduk disini filmnya akan segera dimulai. " Albar menarik Zhia duduk dengan wajah tersenyum. Lagi-lagi Zhia merasa heran karena tingkah Albar.
"Tuan, bolehkah saya bertanya? "
"Silahkan," Ucap Albar dengan cepat.
"Kenapa tuan terlihat berbeda hari ini? Apa sesuatu yang baik terjadi yah tuan? Kalau iya saya turut bersyukur. " Zhia tersenyum kearah Albar dan yakinlah saat ini Albar sudah hampir pingsan karena menahan gejolak hatinya.
"Sudah sudah filmnya sudah mulai tuh. " Albar melihat kearah lain dengan memegangi dadanya karena masih saja berdetak kencang hanya karena melihat senyum zhia.
Film layar lebar itu sudah dimulai dan zhia langsung fokus menonton nya. Sedangkan Albar tak sedetikpun mengalihkan pandangan nya dari arah zhia yang masih saja diam memperhatikan film itu.
"Tuan, kenapa tuan memilih film ini? "
Albar langsung kaget dan berpura-pura sedang melihat kearah film itu. Jantung nya kaget saat zhia hampir saja tau kalau sejak tadi ia memandangi wajah cantik itu.
"Tuan? "
"Hmm yah tidak ada alasan, Hanya ingin saja. " Albar menjawab tanpa melihat zhia karena sampai kini jantung nya masih saja berdetak hebat.
"Terima kasih tuan, Terima kasih banyak sudah membawa saya kesini. Filmnya sangat lucu dan membuat ku sedikit terhibur. " Zhia tanpa sadar memegang tangan Albar karena rasa syukur nya.
"Sial, kenapa aku jadi panas dingin hanya karena ia memegang tangan ku? " Batin Albar.
"Eh maaf tuan, Terima kasih lagi tuan. " Zhia kemudian kembali fokus pada film itu.
__ADS_1
Senyum sesekali terbit di bibir nya dan ia bahkan sempat tertawa hanya karena film itu.
Albar juga menarik senyuman di bibirnya saat melihat zhia yang sejak tadi sangat senang itu. Ia bahkan tak sadar bahwa ia sedang mengagumi seorang zhia dihadapan nya itu.
"Hahahah tuan kenapa tuan sama sekali tidak tertawa? Ini sangat lucu. " Zhia tertawa dengan pelan dan Albar langsung ikut tertawa meskipun sejak tadi ia tak pernah melirik film itu sedikitpun. Baginya zhia lebih menarik dibanding film itu.
Filmnya masih berlanjut zhia sedikit memalingkan wajahnya kearah lain dan itu tepat kearah Albar.
"Kenapa? " Albar terlihat heran saat melihat itu.
"Eughh tidak ada tuan heheh. " Zhia masih saja melihat kearah lain.
Albar jadi penasaran apa sebenarnya yang membuat zhia tak mau melihat film itu. Dan Albar langsung tersenyum merasa lucu dengan zhia yang malu karena melihat adegan ciuman di film itu.
"Kenapa harus malu? Kan bisa dipraktikkan sekarang. " Batin Albar tersenyum lucu.
"Sudah selesai, " Ucap Albar dengan pelan.
Zhia langsung melihat kearah layar dan berpura-pura tidak tau apa-apa.
"Kenapa tidak mau melihat nya? " Tanya Albar mencoba untuk menggoda zhia.
"Tidak ada tuan. "
"Berikan alasan yang lebih logis, kenapa tak mau melihat itu? "
"Tuan kenapa sih? " Zhia mencoba untuk fokus menonton lagi tak mau meladeni Albar yang masih ingin menggodanya itu.
Zhia yang mendengar itu langsung melihat heran kearah Albar namun, ia bahkan lebih heran lagi saat bibir Albar sudah menempel sempurna dibibir kenyal nya itu.
Matanya membulat tak percaya dengan apa yang dilakukan laki-laki dihadapan nya itu.
Albar menggerakkan bibirnya dengan lembut membuat zhia merasa sangat aneh dengan apa yang ia rasakan itu. Tangannya sejak tadi tak hentinya mencoba untuk mendorong Albar agar melepaskan ciuman itu. Namun Albar lagi-lagi semakin memperdalam ciumannya itu.
"Akhh, " Albar memekik sakit saat bibir nya digigit oleh zhia. Untung saja tidak terluka dan berdarah.
"Kenapa kamu menggigit bibir saya sih? " Kesal Albar.
"Tuan yang kenapa dengan mudahnya mencium bibir saya? "
"Apa susahnya mencium bibir mu? " Albar lagi-lagi membuat zhia merasa sangat kesal.
"Tolong ke depannya jangan lancang seperti itu tuan, saya sungguh tidak suka diperlakukan seperti itu. " Kesal zhia memilih untuk menonton film itu dengan mengabaikan Albar yang ingin berbicara itu.
"Sial, kenapa sih dia tidak pernah mau menikmati ciuman itu? Masa sih hanya aku yang menikmatinya? " Kesal Albar.
"Kamu juga kenapa sih merusak suasana sekali? Tadi saja sudah terasa sangat romantis namum karena kamu tak bisa menahan diri semua jadi berantakan. " Albar menyalahkan dirinya sendiri sambil membatin.
__ADS_1
Terjadilah perang diam antara zhia dan Albar karena insiden main nyosor itu. Bahkan sampai film itu berakhir mereka hanya diam saja.
"Sial, gagal sudah. " Batin Albar kesal.
Dan sampai di dalam mobil zhia masih saja diam sedang Albar tak mau membuka suara. Ia masih sangat malu karena sudah main nyosor tadi.
Mobil melaju meninggalkan arena bioskop itu menuju rumah ayah karena untuk beberapa hari ayah tak mengizinkan mereka untuk kembali kerumah dengan alasan masih merindukan menantunya itu.
"Khem, kamu tidak mau turun yah? Sudah sampai. " Albar mencoba menyadarkan zhia yang mungkin sedang melamun itu untuk turun namun tak ada pergerakan juga Sahutan dari arah zhia.
"Sudah tidur rupanya? Mungkin ia sudah kelelahan karena kuajak seharian. " Gumam Albar turun dari mobil dan membuka jendela tepat disamping zhia.
"Pak tolong mobilnya diurus yah. " Albar berbicara pelan kepada satpam dirumah itu sedang ia kini sudah menggendong tubuh zhia yang terlelap itu.
Dengan pelan ia memasuki rumah yang disana sudah ada Sang ayah yang tersenyum melihat keuwuan anak dan menantunya itu.
"Dari mana kalian? Kenapa dengan menantuku? " Ayah mendekat dan bertanya pada Albar.
Albar mengisyaratkan ayahnya untuk tidak berisik.
"Albar permisi yah ayah, dia sudah kelelahan karena berjalan jalan seharian. "
Ayah mengangguk dengan semangat. Senyum tak bisa hilang dari bibir nya karena melihat itu.
"Wahh pesat sekali perkembangan anak itu. Sudah mulai terlihat jiwa bucinnya. " Ayah tersenyum senang.
Albar dengan pelan meletakkan tubuh zhia diatas ranjang. Ia menyelimuti zhia.
Ia tidak langsung beranjak dari tepi kasur itu. Memandangi wajah zhia membuat ia tak bisa bangkit.
Cup,
Ia tersenyum senang karena bisa mengecup benda kenyal itu. Untung saja zhia tak bangun saat ini. Bisa-bisa kali ini bibir Albar sudah ia cabik-cabik habis.
Cup,
Sekali lagi dan yang ini terasa sangat lama. Albar tak berani untuk mel*mat bibir kenyal itu takut Samguk empu bangun karena ulahnya.
Albar merasa sangat tidak tahan ingin menghajar habis bibir itu. Tapi melihat zhia yang mulai terganggu itu ia langsung bangkit.
"Sial, aku menginginkan nya. " Gumam Albar kesal.
🍁bersambung 🍁
Duhh Albar Albar kamu diam diam mesumim zhia ihh. 🤣🤣
__ADS_1
Jangan lupa yah like, komen dan vote😍
Pai pai say🍁