
🍁🍁Kenapa saat kita begitu percaya dengan seseorang ia dengan mudah merusak kepercayaan itu🍁🍁
Sejak tadi tak ada satupun yang bersedia berada di dekat nya, selama pelajaran berlangsung tak sedikit pun zhia bisa fokus karena banyak sekali siswa dikelas nya melemparinya dengan berbagai jenis Benda mulai dari buku, sampah bahkan bekas makanan sekalian. Bagian belakang bajunya sangat kotor sekali.
Ia hanya diam saja, tak mau memperpanjang masalah Karena ia harus bertahan untuk tidak kalah.
Zhia melihat seisi kelas yang masih saja menatapnya dengan tatapan aneh itu. Mereka sangat menakutkan saat ini, wajah ramah mereka saat menyambut zhia hari itu kembali terlintas dibenak zhia.
Kenapa dengan mudahnya wajah hangat dan damai mereka saat itu langsung berubah hanya karena sebuah rumor yang mereka sendiri tidak tau apakah itu kebenaran yang nyata atau sebuah rekayasa buatan.
Zhia melirik kearah Lea yang kini juga menatapnya dengan tatapan yang sama dengan mereka. Apakah dia juga percaya dengan rumor itu? Itulah yang kini dipikirkan oleh zhia. Kemudian dia beralih melihat kearah meja ragil yang kini sedang kosong. Ragil tak datang hari ini.
Kalau seandainya dia datang, apakah ia juga akan sama dengan mereka? Apakah dia juga sudah memutuskan untuk tidak lagi mau dekat dengan seorang zhia. Mimpi buruk yg selama ini zhia takutkan terjadi juga. Kenapa mereka hanya mau berteman dengan zhia yang seorang model bukan seorang zhia yang mencoba untuk bertahan hidup ini?.
"Baiklah kita sudahi pelajaran hari ini, kalian boleh istirahat karena belum sudah berbunyi tadi. " Pak didik keluar dari kelas membawa buku di tangannya.
Seperginya pak didik semua siswa langsung melempari zhia dengan apapun yang sudah mereka siapkan.
Sebuah Susu kotak ditumpahkan mengenai rambut zhia dan bajunya juga kotor. Zhia sangat kaget dengan perlakuan mereka itu, kenapa mereka berbuat sejauh ini untuk membuat luka dihati zhia semkin bertambah saja.
"Rus, lu kan pernah bilang kalau zhia adalah milikmu. Yasudah ambil lah, gua mah ogah sama bekasan orang. Mungkin udah longgar tuh hahaha. " Riza dengan wajah merendahkan itu.
Padahal dulu Riza adalah salah satu fans berat nya zhia, ia selalu mencari cara untuk mencari perhatian zhia. Sedang darus hanya diam saja di kursinya. Ia juga masih kaget dengan berita ini.
"Wkwwkwkwk malu gua kalau ingat lu yg dulu za, lu kan salah satu fans berat nih gadis rubah. Masih suka sama dia? " Yeri dengan senyuman mengejek.
"Amit amit gua mah, nyesel banget udah kemakan cantik nya doang. Eh ternyata cantik doang udah bekasan orang. " Riza dengan entengnya berbicara seperti itu.
Zhia sudah tak tahan dengan apa yang sudah mereka lakukan itu. Seluruh pakaian nya kotor bahkan rambut nya juga.
Zhia berdiri hingga mereka sedikit menjauh. Kaki zhia melangkah keluar kelas meninggalkan mereka yang kini masih saja lanjut bergosip.
Saat dijalan menuju kamar mandi saja zhia lagi-lagi ditatap dengan tatapan jijik kearahnya. Padahal mereka semua salah besar.
__ADS_1
Zhia mencoba untuk membersihkan seluruh pakaian nya dengan air di dalam kamar mandi itu, air matanya sama sekali tidak keluar. Ia tak ingin lemah ia tak akan menangis ia akn hadapi semampunya. Mereka salah besar dan untuk apa zhia menangisi hal yang sama sekali tidak pernah ia lakukan. Ia masih suci dan tak pernah mencoba untuk menggoda siapapun itu.
"Waw, ngapain dibersihin saat nodanya adalah lu sendiri." Tiba-tiba yeri, wendy, irene dan Lea juga datang dari luar memasuki kamar mandi.
Zhia merasa bingung dengan mereka yang tiba-tiba datang dan berbicara seperti itu.
"Lea, kamu ngk percaya kan dengan berita itu. Aku benar-benar bukan seperti yang kalian pikirkan. Itu sama sekali bukan... "
"Bukan apa? Hah? Bukan elo maksudnya? Jelas-jelas itu elo. " Lea dengan wajah menuding nya.
Zhia kaget saat Lea bahkan tak memberikan ia kesempatan untuk menjelaskan " Dengerin aku dulu Lea, itu berbeda cerita nya. Itu hanya rekayasa, aku sama sekali tidak pernah melakukan hal itu untuk menjadi seorang model. Aku tidak pernah mencoba untuk menggoda om-om. Aku... "
"Lantas laki-laki itu siapa? "
Zhia langsung bingung harus menjawab apa, ia tak mungkin mengaku telah menikah. Ia sudah berjanji dengan Albar untuk tidak pernah menyangkut pautkan Albar dalam masalahnya disekolah. Karena ia tak ingin Albar terkena masalah. Bisa-bisa ia akan mati ditangan Albar jika ia menyeret Albar kedalam masalah nya.
"Lihat, dia diam gaes. Berarti emang bener kan. " Lea tersenyum miring.
"Bagaimana kalau kita buat lagi berita yang baru? Mungkin akan lebih menyenangkan. " Lea tersenyum miring.
Zhia dengan cepat menggeleng dengan ucapan mereka. Bukan seperti itu, ia benar-benar belum pernah berciuman saat itu. Dan sekarang ciuman pertama nya sudah diambil oleh Albar.
"Pegangin tangan nya gaes, mari kita buat ia jadi satu-satunya artis sekolah kita. " Lea tersenyum.
Dan benar saja wendy dan yeri langsung memegangi tangan zhia.
"Kalian mau apa? " Zhia terlihat panik dan mencoba untuk berontak namun tetap saja tenaga untuk satu orang tak akan bisa menandingi tenaga mereka berdua.
Lea datang kearah zhia dengan senyuman licik"Lu tau apa yang paling gua benci di dunia ini? "Lea dengan penuh kegeraman.
" Ooh tidak tau yah? Gua kasih tau sama lu. Gua paling benci saat gua kalah dari gadis rendahan kayak lu. Dasar gadis murahan. "
Zhia merasa sangat terluka mendengar itu dari bibir sahabat nya sendiri, ia sama sekali belum menghapus nama Lea dari hatinya. Ia masih sangat menyayangi Lea. Tapi kenapa Lea begitu tega kepada nya?.
__ADS_1
"Akhhh, " Pipinya ditekan oleh Lea. Sungguh sangat menyakitkan sekali, Albar juga pernah memperlakukan nya seperti ini. Kenapa orang orang di dekatnya begitu tega padanya?.
"Hadiahnya mana gaes? " Lea tersenyum dengan wajah miring.
Irene datang dengan sebuah baskom berisi air kotor berwarna biru. Mungkin itu adalah air yang mereka campur dengan tinta.
Slur,
Tanpa aba-aba Lea menumpahkan semua air itu ketubuh zhia dan sedikit memercik kearah yeri dan wendy. Tapi itu tak masalah bagi mereka. Mereka bahkan tertawa sangat luas setelah melakukan itu.
Air mata zhia hampir saja jatuh namun ia tahan dengan sekuat tenaga. Ia tak akan semudah ini untuk menangis tapi mengetahui fakta bahwa sahabat nya sendiri yang melakukan itu membuat hatinya begitu sakit.
"Bagaimana? Semoga air tadi bisa membersihkan betapa kotornya lu. " Merrick bertiga berlalu begitu saja.
Zhia langsung mencoba membersihkan dirinya dengan mengunci kamar mandi dan membuka perlahan pakaian nya dan memeras nya hingga airnya hilang.
Air matanya sudah ia coba tahan namun, tetap saja menetes saat mengingat wajah Lea tadi. Ia sungguh tak menyangka akan mendapatkan perlakuan ini dari sahabatnya sendiri.
"Hiks, " Dan tangisnya pun pecah Karena sudah tidak bisa ia tahan lagi.
Hatinya sangat hancur, kehilangan sahabat sudah membuat ia begitu menderita dan kini sahabat nya malah menjadi orang yang paling semangat membully nya. Bagaimana mungkin ia tak menangis saat mengingat kenangan mereka dulu kini bagai tak berarti bagi Lea.
"Hiks,, " Zhia membekap bibirnya menahan tangisannya agar tak ada yang mendengar itu.
"Kenapa hidupku begitu se menyedihkan ini? Aku tak ingin hidup seperti ini. " Zhia bergumam dengan pelan dan air mata yang masih saja mengalir deras.
"Aku ingin hidup bahagia dan bebas. "
🍁🍁bersambung 🍁🍁
Demi apa aku nangis ngetik ini😓😓😓Kehilangan sahabat adalah hal yang paling menyakitkan tapi tak akan sebanding saat sahabat kalian malah jadi musuh😣😣😣
Keep strong zhia. I know you can😣
__ADS_1
Jangan lupa yah like, komen dan vote😍
Pai pai say🍁