
🍁🍁Seperti biasanya jantung ku hanya berdetak kencang saat berada di dekatmu🍁🍁
Albar masih saja fokus dengan pekerjaan nya. Sedangkan Zhia hanya diam saja memainkan ponsel milik Albar namun, ia merasa bosan. Belum lagi ia merasa bosan karena tak ada hal yang ingin dilakukan.
Ia pun mendekat kearah Albar yang sedang fokus itu. Ia menarik kertas ditangan Albar lalu meletakkan nya dinakas.
"Mas,, " Zhia duduk dipangkuan Albar yang melihat heran kearah nya.
"Kenapa sayang? " Albar mengelus pelan surai hitam zhia.
Zhia mengalungkan tangannya dileher Albar dan perlahan mengecup bibir suaminya itu, ia mel*mat dan menghisap nya.
Albar sendiri hanya diam saja merasa istrinya ini sungguh semakin menggoda saja. Kenapa yah tiba-tiba seperti itu?.
"Mas, "
"Iya sayang. "
"Mas, "
Albar tersenyum gemas dengan melihat wajah Zhia yang terlihat sedang terangsang itu. Memang akhir akhir ini Zhia sangat agresif soal intim. Ia sangat ingin lengket dengan Albar, pengen disentuh, dibelai dan berciuman setiap saat. Albar sih mau mau saja lagian kan itu maunya hehehe.
"Mas, "
"Iya sayang kuh, ada apa hmm? "
"Mas, "
"Iya sayang, kenapa? Kamu mau apa? " Albar merasa gemas dengan istrinya itu.
"Aku pengen gituan. " Zhia dengan wajah memerah malu setelah mengatakan itu ia menunduk malu. Benar-benar diluar pikiran nya ia mengatakan hal seperti itu. Namun hasrat nya benar-benar sudah tak bisa berbohong lagi.
Jujur saja, Albar lebih menginginkan itu saat ini. Belum lagi saat ini Zhia sungguh sangat seksi dan menggoda. Tubuhnya yang kian bertambah bohay karena semakin berisi, dadanya semakin besar dan pantat nya kian berisi. Apalagi saat ini Zhia hanya memakai dalaman saja tanpa baju.
Albar tak kuasa lagi menahan hasrat nya, sesuatu dibawah sana sudah menegang dan ingin keluar dari sarangnya.
Tanpa aba-aba Zhia mendorong tubuh Albar hingga telentang. Ia menaiki tubuh suaminya itu hingga Albar tersenyum menunggu apa lagi yang akan istrinya lakukan setelah itu.
"Aku pengen Mas, " Ucap Zhia membuka satu persatu kancing baju Albar hingga kini suami nya sudah bertelanjang dada.
Albar tersenyum senang, menurutnya Zhia sungguh sangat seksi dan lucu dengan posisi ini. Ia benar-benar berusaha sangat keras melakukan ini.
"Iya sayang kita lakukan yah, lagian dokter juga bilang kalau berhubungan diusia kandungan ini baik untuk mu sayang. " Albar menarik Zhia hingga kini berada dibawah.
Albar sengaja berbaring menyamping karena takut menekan perut Zhia yang mulai buncit itu. Ia menarik tengkuk Zhia dengan pelan dan mencium bibir mungil candunya itu.
"Eummb,, akhhh. " Zhia menarik tangan Albar untuk meremas gundukan itu.
"All for you sayang. " Albar dengan senang hati melakukan itu. Dengan pelan dan lembut ia meremas benda kenyal itu hingga Zhia merasa sangat nikmat dengan remasan Albar.
"Dada kamu makin gede yah sayang, " Bisik Albar menjilat telinga Zhia hingga Zhia tersenyum malu.
"Akhh masih, lebih keras sedikit lagi. " Zhia merasakan remasan Albar kian mengeras.
"Akhh, " Desah Albar tiba-tiba karena ia merasakan tangan Zhia sudah masuk kedalam celana nya memegang sebuah pusaka yang sudah berdiri disana.
"Sayang kamu nakal sekali yah, akhhh,, ohhh terus sayang. Aku suka saat kamu juga perhatian pada dede yang dibawah. " Albar merem melek saat Zhia masih saja meremat sesuatu disana.
"Mas suka? " Tanya Zhia dengan pelan.
__ADS_1
Albar menganggukkan kepalanya masih menikmati nya"Dari mana kamu belajar hal ini sayang? "Tanya Albar beralih menghisap put*ng milik Zhia yang semakin mengeras itu.
" Heheh dari gugel Mas, aku baca artikel. "
Albar tersenyum merasa istrinya sangat lucu.
"Lain kali ngk usah baca artikel yah, minta Mas ajarin aja sayang. Jamin enak dan kamu akan cepat faham. " Bisik Albar.
"Mas, aku masukin yang sekarang? Udah pengen nih Mas. " Zhia dengan bibir nya itu. Albar sungguh tak menyangka Zhia berkata seperti itu.
Albar tersenyum lalu menurunkan celananya. Ia arahkan pusaka miliknya ke mulut milik Zhia.
"Akhhh,, mashh.. "
Albar tertawa pelan saat Zhia mendesah kenikmatan.
"Sakit ngk sayang? " Tanya Albar khawatir.
"Ngk mashh,, enak akhhh. "
Albar semakin bergairah saja Walaupun sedikit susah akhirnya Albar berhasil memasukkan pusakanya kedalam sarangnya itu.
"Mashh,, aku pengen diatas yah. "
Albar lagi-lagi merasa Zhia sungguh sudah mulai faham dengan permainan nikmat ini. Sungguh sangat lucu dan manis.
Albar membalikkan tubuh mereka hingga Zhia berada diatas dengan sesuatu di bawah sana masih saja menyatu.
"Akhhh,, " Zhia menggerakkan pelan pinggangnya hingga kedua nya sama-sama melenguh kenikmatan karena gerakan itu.
Albar meremas dada Zhia yang bergerak tak bisa diam seiring dengan gerakan dibawah sana.
"Kamu Sungguh nakal sayang, " Ucap Albar memeluk Zhia yang masih polos itu.
"Mas ihh aku kan jadi malu. "
"Tapi Mas suka sayang, sering-sering yah gitu hmm. " Albar mengecup bibir Zhia.
"Hmmm Mas ih, nakal banget. "
Mereka saling menggombali satu sama lain.
🍁🍁🍁
Setelah pekerjaan Albar selesai mereka langsung menuju rumah sakit untuk melakukan USG trimester kedua.
"Mas aku gugup banget, " Ucap Zhia.
Albar tersenyum "hmmm ngkpp sayang kamu ngk usah gugup gitu. Pasti anak kita baik-baik aja. "
"Mas maunya cewek apa cowok? " Tanya Zhia pelan.
"Mas sih Terima apa pun itu sayang, yang penting kamu dan anak kita sehat Mas sudah sangat bahagia sekali sayang."
"Ibu dan bapak silahkan masuk keruangan yang sudah ditentukan. "
Albar dan Zhia mengikuti perawat itu.
"Silahkan berbaring buk. " Zhia langsung menganggukkan kepala dan dibantu oleh Albar untuk berbaring diatas tempat ranjang yang disediakan.
__ADS_1
Setelah itu dokter mengoleskan sebuah pelumas kearea keliling pusaran diperut Zhia agar tidak melukai kulit saat Digesek dengan transduser ultrasound. Albar hanya berdiri memperhatikan Zhia yang juga hanya diam.
Albar dan Zhia tersenyum sangat bahagia saat tau bahwa calon malaikat mereka ternyata berjenis kelamin laki-laki.
"Mas, " Ucap Zhia lirih dengan mata berair saat melihat bayangan bergerak dilayar monitor.
Albar juga demikian apalagi saat dokter mengatakan kalau bayinya sangat sehat juga aktif disana.
Sesampainya dirumah Albar juga Zhia sudah ditunggu oleh ayah.
"Bagaimana? Bagaimana? "
Albar yang membantu Zhia untuk turun kaget karena kedatangan ayah menghampiri mereka ke mobil.
"Astagah ayah, ngagetin aja. " Albar yang hendak menggendong Zhia.
"Bagaimana hasilnya? Calon cucuku laki-laki atau perempuan? " Ayah menatap kearah anak dan menantunya itu dengan mata berbinar penuh harap.
Ayah yang mendengar cucunya laki-laki itu sangat senang bukan main, walaupun ia sudah punya cucu pertama yaitu ragil beda lagi dengan ini. Ia kembali merasa senang karena akan dikaruniai cucu lagi. Ia sudah lelah berharap akan mendapatkan cucu dari anak sulung nya yaitu Alvin tapi sampai kini mereka belum juga dikaruniai anak.
"Maaf Ayah Zhia harus istirahat sekarang," Ucap Albar dengan sopan lalu Ayah mengangguk dengan cepat.
"Baiklah, kamu sehat-sehat yah menantuku. Kamu harus sehat agar cucuku juga lahir dengan sehat. "
Zhia mengangguk menyalami tangan Ayah mertuanya itu lalu Albar menggendong Zhia kedalam rumah meski sudah berkali-kali ia menolak karena malu. Albar tidak mau tau dan terus saja menggendong Zhia menuju kamar.
"Sayang kamu ngk usah mandi yah, udah mau malam nih. Nanti kamu masuk angin. " Albar mendudukkan istrinya diatas ranjang itu.
"Tapi Mas kan aku udah keringetan nih lengket banget. " Zhia dengan wajah lesunya itu.
Albar tersenyum mengelus surai hitam milik istrinya itu" Hmm tapi kan sayang kamu ngk mungkin mandi lagi, gimana kalau Mas lap badan kamu aja yah? "Tanya Albar dengan lembut.
Zhia mengangguk dengan cepat karena ia hanya ingin agar tubuhnya tidak terasa lengket saja.
" Yaudah kamu tunggu yah sayang biaras ambilin perlengkapan nya. "
"Aaa cium dulu. "
Albar tersenyum lalu mengecup pelan kening Zhia lalu pipinya.
"Aaa maunya bibir Mas, dil*mat yah heheh. "
Albar tak bisa lagi menahan tawa saat mendengar itu dari Zhia.
"Iya sayang tanpa kamu minta juga Mas bakal ngelakuin itu. "
Albar mendekat kearah Albar lalu mencium bibir istrinya itu dengan lembut seraya menyesap seolah sedang menghisap sesuatu.
"Embbb,, udah Mas. " Zhia tersenyum setelah itu.
Albar bangkit dan pergi mengambil beberapa perlengkapan untuk mengusap badan Zhia.
🍁🍁Bersambung 🍁🍁
Dahalah 😍ambyar kalo ngetik ginian mah😄aku jomblo huu😓
Jangan lupa yah like, komen dan vote😍
Pai pai say🍁
__ADS_1