
๐๐Kamu terlihat lucu saat bertingkah tidak seperti biasanya ๐๐
Seperti yang zhia minta Albar menurutinya, mereka ke kantor bersama dan saat dimobil saja zhia tak hentinya menempel ketubuh Albar hingga Albar tak hentinya dibuat kebingungan oleh sifat istrinya itu.
"Mas aku mau dipeluk nih. " Zhia melingkar kan tangan nya dipinggang Albar yang berada disamping nya itu.
Albar tersenyum mengangguk"iya sayang iya, nih mas peluk deh. "
Zhia tersenyum lebar dan mengeratkan pelukan itu dan mendusel-dusel di dekat ketiak Albar hingga Albar merasa sangat lucu melihat istrinya itu.
"Kita udah sampai sayang, yuk turun yuk. " Albar mencoba untuk membuat zhia merasa nyaman dengan suara yang lembut itu.
Zhia merentangkan tangannya dengan manja"Hmm gendong mas, gendong yah. "
Albar melihat sekeliling kantor dimana banyak sekali orang berlalu lalang, belum lagi ia adalah pemilik perusahaan itu. Pasti setiap dia masuk semua akan menunduk padanya. Tapi demi zhia Albar tak akan keberatan. Lagian kenapa dia harus malu mereka kan pasangan suami istri.
"Sini sayangku, mas gendong yah. "
Albar menggendong zhia alam bridal style hingga kini banyak sekali pasang mata yang memandang kearah mereka berdua, banyak yang menatap iri kearah zhia dan banyak juga yang tidak menyangka karena Albar tidak mengumbar pernikahan nya dikantor hanya beberapa pihak saja yang tau itu terutama Rian asisten pribadinya.
Banyak sekali pasang wanita yang melirik kearah Albar tersenyum dan menunduk, zhia melihat kearah mereka dengan wajah kesal dan saat Albar hendak membalas tersenyum zhia langsung menutup bibir suaminya itu dengan tangan. Ia eratkan pelukan nya dan mengalungkan tangannya dileher Albar hingga Albar melihat kearah istrinya itu.
"Kenapa sayang? "
"Nih mata aku kayaknya kelilipan sayang, duhh perih banget huuu. "
Albar langsung panik seketika langkah nya terhenti dan meniup mata zhia. Zhia tersenyum merasa senang Karena bisa memperlihatkan keuwuan ini pada orang banyak. Agar tidak ada lagi yang berani mencoba untuk menebar pesona pada suaminya itu.
"Gimana sayang? Masih perih yah? "
"Huum, masih nih mas. Coba tiup lagi deh. " Zhia masih saja mendalami akting itu. Ia hanya ingin memberitahu satu kantor itu bahwa Albar adalah suaminya jadi jangan pernah berharap lebih.
Rian yang sejak tadi faham pun hanya tersenyum saja, ia melihat dari lagaknya zhia yang melihat lihat kesal kearah gadis-gadis dikantor itu.
"Gimana sayang? Kalau masih perih kita kedokter aja deh. " Albar benar-benar khawatir tanpa tau ini hanya akal-akalan zhia saja.
Zhia mencium pipi Albar dengan gemas lalu memeluk Albar lagi"Udah kok sayang, makasih suamiku. "
Albar tersenyum setelah mendengar itu"Iya sayang, kalau masih perih lagi kita ke dokter aja yah."
"Aku ngk mau, seperti yang mas katakan dulu kalau aku adalah obat bagi mas makan aku juga begitu adanya, dengan berada disamping mas saja aku sudah senang. "
Rian tak tahan melihat kemesraan itu, sejak tadi banyak pasang mata yang tak hentinya melihat iri kearah mereka.
Sejak tadi Albar sibuk dengan pekerjaan nya itu, sedangkan zhia tak hentinya memeluk tubuh Albar.
__ADS_1
"Tuan, bagaimana dengan rapat kita jam 2 siang nanti? " Tanya Rian yang baru saja datang. Ia hanya bisa diam saja berpura-pura tidak melihat zhia yang terus saja lengket ditubuh bosnya itu.
Ia sangat kaget dengan zhia yang sekarang, terakhir kali ia melihat gadis itu dia sangat kaku juga tidak seperti itu.
"Nanti saja panggil saya ke ruangan ini. Istri saya lagi kurang enak badan. "Albar mengelus surai hitam zhia dengan lembut.
Rian hanya mengangguk dan pamit, berada disana membuat jiwa kenyangnya juga jomblo meronta-ronta.
" Mas, mau cium. "Zhia dengan wajah manja dan bibir yang dimanyunkan.
Albar tersenyum dan tertawa ringan melihat itu" Ummmaah."
Bibir tebal Albar sudah menyatu dengan bibir mungil itu namun tiba-tiba ketukan terdengar dari luar.
Zhia merasa kesal saat bibir Albar menjauh dari bibir nya"Tunggu yah sayang, "ucap Albar merasa tidak enak saat melihat wajah kesal zhia.
" Silahkan masuk. "
Seorang wanita berpakaian seksi memasuki ruangan Albar. Rok span pendek dengan belahan dibelakang hampir saja pantat nya terlihat, belum lagi ukuran dada yang besar itu terlihat sangat menyembul karena dipaksa mengenakan pakaian ketat itu. Zhia merasa tak nyaman saat gadis itu masuk. Tanpa sebab ia kesal dan merasa terancam.
"Permisi pak, ini laporan keuangan kita di bulan lalu. " Gadis itu tersenyum sangat manis namun terlihat sekali ada maksud tersendiri disana. Zhia bisa merasakan aura pelakor dari gadis itu, tidak tau saja yah zhia ahli dalam mengenali itu.
"Albar sama sekali tidak melihat kearah gadis itu ia hanya fokus melihat kearah kertas yang diberikan oleh gadis itu. Belum lagi sejak tadi tangan Albar mengelus pucuk kepala zhia yang semakin memeluk Albar dengan erat.
" Pak bagaimana dengan laporan nya? "Tanya gadis itu dengan menunduk mencoba menggoda Albar.
Zhia benar-benar kesal dan marah Karena itu, ingin sekali ia melabrak gadis ganjen itu tapi ia tak mau Albar malu karena sikapnya itu.
" Nanti saja saya suruh rian mendiskusikan nya dengan mu, istri saya sedang tidak enak badan. Jadi silahkan keluar dulu. Kamu sudah bekerja keras, "ucap Albar dengan seadanya dan masih saja mengelus pucuk kepala zhia dengan sayang.
Setelah pintu tertutup zhia langsung menjauh dan melihat kearah lain dengan kesal hingga Albar merasa bingung.
" Kenapa hmm? Kamu kenapa sayang? "Albar mencoba untuk menangkup wajah itu namun zhia menghindari nya dengan kesal.
Albar menarik zhia lebih dekat dan memutar bahunya agar menghadap kearah nya.
" Kamu kenapa sayang? Masih kurang enak badan yah? "Tanya Albar dengan lembut.
" Jadi tiap hari mas didatangi sama gadis-gadis kayak gitu dikantor ini? "Kesal zhia.
" Hah? Maksudnya gimana sayang? Mas ngk ngerti. "
"Ngk usah pura-pura ngk ngerti deh mas, mas suka kan ngeliat gituan? " Zhia semakin kesal saja.
Albar lagi-lagi memicing heran dengan ucapan zhia itu"Maksudnya gimana sayang? "
__ADS_1
"Itu gadis yang tadi itu pasti mas suka kan liat-liat dia? Tubuhnya bagus dan juga seksi sekali, pantat berisi dan dada yang besar. Huu pasti mas lebih suka liat dia kan daripada aku? " Kesal zhia semkin marah.
Albar tertawa karena tingkah istrinya itu.
"Kamu cemburu yah sayang? "
"Ngk tau, mas jahat aku kesel. "
"Bukan gitu sayang, mas bahkan ngk pernah tuh liat liat mereka. "
"Bohong, ngk percaya. "
"Masa kamu ngk percaya sama suamimu ini sayang? "
"Kalau mas ngk suka kenapa ngk ditegur aja bajunya gitu? Kan bikin aku jadi insecure sama tubuh aku. " Zhia kesal.
"Ngk mungkin kan sayang mas ngatur-ngatur pakaian orang wlaupun mereka adalah karyawan mas, selama mereka ngk ganggu mas mereka bebas aja sayang. Kamu ngk usah cemburu sayang. Mas bahkan ngk pernah tuh liat kearah mereka. "
"Ngk mungkin, mas pasti suka liatnya. "
"Mas hanya suka sama dada kamu sayang. "
"Akhh, ihh sakit mas. " Zhia memekik saat Albar meremas dada milik zhia dari balik bajunya zhia.
"Dan mas paling suka nyusu disana sayang. " Albar berbisik ditelinga zhia dengan tangan menelusup masuk membuka brapa zhia dan bermain-main disana hingga zhia memejamkan mata dengan menahan desahan karena itu.
Albar tak cukup sampai disitu juga. Ia pun mencium bibir zhia dengan lembut dengan tangan masih saja bermain didalam baju milik zhia.
Saat Albar hendak turun menciumi leher zhia tiba-tiba saja zhia merasa mual lagi.
"Huwekk, " Zhia menahan nya Albar dengan panik menuntun zhia menuju kamar mandi lalu membantu istrinya untuk mengeluarkan nya.
"Kamu baik-baik aja kan sayang? "
"Gimana kalau kita kedokter aja? "
Albar benar-benar panik karena sejak tadi pagi zhia sudah sering kali merasa mual.
๐๐bersambung ๐๐
Waduhh zhia udah ngasih alarm tuh biar Albar jangan dideketin yah๐๐
Jangan lupa yah like, komen dan vote๐
Pai pai say๐
__ADS_1