
๐๐Tidak banyak hal yang kuminta, aku hanya ingin kamu bisa menghargai ku๐๐
ย Bel tanda waktu pulang sekolah telah berbunyi dengan lantang dan aku dengan malas mengemas barang-barang ku kedalam tas dan berdiri mengikuti langkah ragil dan Lea.
"Woy, kenapa lu dari tadi diem aja? Emang ibu Rahmi bilang apa? " Lea melihat kearah ku juga ragil demikian.
Aku berpikir apakah aku akan menceritakan yang sebenarnya pada mereka? Tapi,, aku merasa tidak enak saja.
"Ooh kata ibu rahmi untuk segera melengkapi berkas kepindahan ku untuk dikirim kan ke pusat. " Mereka berdua hanya mengangguk saja karena itu.
"Kuy karaokean! Gua udah lama pengen ke karaoke. " Lea masih saja ingin ke karaoke. Bagaimana ini? Aku sudah tak punya waktu seperti ini, aku harus mencari lebih banyak pekerjaan agar bisa membayar uang sekolah ku. Untuk berjaga-jaga bila mas Albar memang tidak mau membayar nya.
"Karaoke mulu, udah jangan mikir main mulu kita belajar les aja yah. " Ragil menarik tangan Lea hingga Lea sangat bingung dengan ragil yang tiba-tiba memegang tangannya menjauh dari arah zhia.
"Kita pergi yah, lu hati-hati. " Ragil dan Lea masih saja bingung dengan ragil yang tiba-tiba menarik tangan nya itu. Ia selalu kaget saat ragil melakukan skinship seperti mengelus rambut dan memegang tangan. Sedang ragil sendiri hanya berusaha melindungi zhia, ia tau kalau zhia hendak pergi bekerja dan tak enak hati untuk menolak ajakan Lea.
Aku berjalan dengan lesu ketempat kerjaku dan sekilas melihat kearah meja dimana mas Albar dan gadis bernama Naya itu duduk disana. Mereka terlihat sangat bahagia seolah dunia ini adalah milik mereka berdua.
"Pantas saja mas Albar lupa dengan uang sekolah ku. " Aku berjalan Lesu menuju mbak Nana yang tersenyum menyambut ku.
"Kenapa hmm? Baru siang aja udah lesu gitu. " Mbak nana menanyakan keadaan ku mungkin karena melihat aku lesu begini.
Apa aku harus meminta bantuan mbak nana saja yah? Tapi aku merasa tak enak membuat nya susah nanti nya. Tapi mungkin tak ada salahnya untuk berjaga-jaga saja.
"Euhgg,, begini mbak, boleh tidak saya minta gaji saya yang bulan depan diawal? " Aku bertanya dengan pelan.
__ADS_1
Ia terlihat bingung "Memang kenapa? Apa kamu perlu sesuatu? Atau ada masalah? " Seperti biasa mbak nana akan selalu perhatian padaku.
Aku menggeleng dengan cepat "hmm hanya untuk membayar uang sekolah ku saja mbak. Sudah menunggak satu bulan. " Aku mencoba untuk tersenyum kearah nya.
Ia dengan cepat mengangguk"Kalau kamu mau mbak yg akan membayar nya untuk mu tanpa menggunakan gajimu. "Aku kaget saat ia berbicara seperti itu. Ia mau memberikan gajiku diawal saja sudah syukur sekali. Aku akan tidak nyaman jika membuat ia kesusahan dengan membiarkan ia membayar uang sekolah ku.
" Hmm tidak masalah kak, kakak memberikan gajiku diawal saja sudah sangat bersyukur sekali. Aku hanya ingin mandiri kak. "Ia pun tersenyum dan mengangguk.
" Dewasa sekali yah. "Ia mengelus rambut ku pelan.
Aku pun sudah selesai dengan pekerjaan ku dan pulang kerumah pukul 16 lewat dan menghabiskan waktu diperjalanan juga hingga kini sudah hampir jam 17 lebih. Mas Albar sudah pulang kerumah atau belum yah? Akhh aku tidak peduli.
Tapi, bagaimana yah aku mengatakan masalah uang sekolah ku pada Mas Albar nanti? Aku takut untuk memulai nya. Bagaimana kalau ia menolak untuk membayar nya? Atau bahkan ia marah jika aku mengungkit itu.
" Kita coba saja zhia, mungkin Mas Albar hanya lupa membayar nya kamu hanya perlu mengingatkan nya saja. "Aku sudah sampai di depan pintu rumah.
Aku perlahan menarik knop pintu dan mendorong nya perlahan.
Aku langsung berdiri kaku, mataku terbelalak tak percaya dengan apa yang ku lihat saat ini. Apa ini sungguh nyata? Atau aku salah memasuki rumah? Tidak mungkin itu mas Albar kan?.
Bagaimana aku tidak kaget saat ini mas Albar dan Naya sedang berciuman diatas sofa, mereka saling menggerakkan bibir satu sama lain dihadapanku. Apa aku salah lihat yah?.
Belum sampai disitu juga gadis bernama Naya itu perlahan naik keatas pangkuan mas Albar dan mereka berdua lagi-lagi melakukan itu seperti yang dilakukan oleh dua orang dirumah hantu hari dimana aku dan ragil kesana.
Apa mereka tidak sadar dengan kehadiran ku hingga terus saja melakukan itu tanpa tau malu. Aku sendiri yang melihat itu merasa sangat malu sekali. Aku malu sampai ingin marah rasanya. Aku sama sekali tidak dianggap ada saat ini, aku tak marah jika ia melakukan itu dengan wanita yang ia cintai dan Naya juga adalah pacarnya. Tapi bisa kan jangan di depanku begini? Aku hanya ingin dihargai saja.
__ADS_1
" Akhh,,, sayang,, akhh. "Aku bahkan mendengar suara menjijikkan itu dengan jelas saat mas Albar dengan liarnya memasukkan tangan nya kedalam gaun pendek Naya.
Aku tidak tau apa yang mas Albar lakukan disana dengan tangannya itu. Mereka berdua terus saja bermain-main hingga mengeluarkan suara-suara aneh. Aku merasa sedikit sakit hati tanpa sebab. Apa mungkin karena aku merasa tidak dihargai sama sekali.
Saat aku hendak keluar dari pintu aku tak sengaja menjatuhkan buku ku hingga mereka yang sedang bercumbu itu melihat kearahku. Tangan mas Albar masih saja berada di dalam baju gadis bernama Naya itu.
Aku mengambil buku itu dan hendak pergi tapi mas Albar menghentikan ku.
" Kenapa baru pulang sekarang? "Ia duduk tegak dengan Naya masih ada di pangkuan nya.
Aku mencoba untuk tidak melihat kesana, kenapa ia sama sekali tidak malu. Dan aku yang malu kini. Kenapa aku sama sekali tidak dihargai oleh nya.
" Aa saya ada tugas kelompok tuan. "Aku menunduk tak berani melihat saat Naya masih saja asyik mencium dada mas Albar yang tak memakai baju itu.
Aku hendak pergi tapi ditahan lagi oleh mas Albar" Baru juga pulang sudah mau pergi lagi? Mau kemana kamu. "Tanya mas Albar yang sedikit menggigit bibir karena Naya terus saja menggoda nya dengan menekan nekan dirinya.
" Ah sayang aku takut tidak bisa menahan diri jika kamu seperti ini. "Mas Albar tersenyum lembut kepada Naya sangat berbeda dengan ia berbicara padaku.
" Say takut mengganggu tuan. Silahkan dilanjutkan tuan, saya akan kembali setelah kalian selesai. "Aku keluar dari rumah itu dan berjalan pelan ke samping rumah.
Tanpa terasa air mataku mengalir, sudah lama sekali aku tidak menangis. Aku hanya kesal saat mas Albar tidak menghargai ku sama sekali. Aku tak marah sama sekali saat melihat suamiku bercumbu dengan gadis lain, tapi! Aku hanya ingin dihargai itu saja tidak lebih.
Pantas saja mas Albar lupa dengan uang sekolah ku, ia sudah bahagia dan lupa dengan segalanya.
๐๐bersambung ๐๐
__ADS_1
Jangan lupa yah like, komen dan voteโค
Pai pai say ๐