Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
82. Terbongkar segala perih


__ADS_3

🍁🍁Aku pikir dengan menyimpan sendiri luka ini akan membuat ku semakin kuat, ternyata aku semakin menambah luka ku sendiri 🍁🍁


Sejak tadi zhia menunggu Albar didekat gerbang. Ia bersyukur tak ada lagi siswa seperti saat itu sedang mengganggu nya.


"Kenapa mas Albar lama sekali? " Zhia bergumam pelan. Kalau bukan karena Albar yang menghubungi nya meminta untuk menunggu ia pasti sudah sampai dirumah.


"Ikut kita. " Tiba-tiba zhia merasakan tarikan ditangan nya dan ternyata itu adalah lea dengan kedua temannya segeng nya.


"Kita mau kemana sih? Lepasin aku. Lea. Aku ngk mau ikut. " Zhia merasa khawatir apa yang akan mereka lakukan padanya jika ia ikut.


"Sedang apa kalian? Kenapa temannya ditarik seperti itu? " Satpam yg ada disana pun merasa heran dengan tingkah mereka.


"Kita mau kerja kelompok pak tapi dia ngk mau ikut buat ngerjain. Padahal besok kamu bakal maju presentasi ke depan kelas. " Lea dengan bibir penuh dusta itu sungguh berhasil mengelabui satpam itu.


"Jangan lama-lama disana, karena tepat jam 6 sore Gerbang akan bapak tutup. " Mereka semua mengangguk mengabaikan zhia yang sejak tadi menolak ikut.


"Aku ngk mau ikut, ihh lepasin."


"Sudah lah nak kamu menurut saja, jangan egois. Kamu mau kalian dihukum karena tidak menyelesaikan tugas kelompok? " Satpam itu masih saja memperhatikan mereka.


"Nah dengerin tuh. " Lea dengan keras menarik zhia menuju kelas.


"Ck, anak-anak jaman sekarang. Untuk belajar kelompok saja sudah mulai tidak mau. " Satpam itu kembali ke pos security tempat ia berjaga.


Bugh,


Tubuh zhia dengan keras mereka hempaskan ke lantai hingga ia merasakan sakit diarea bokongnya.


"Pegangin dia gaes. " Senyum Lea licik mendekat kearah zhia yang sudah dipegangi tangannya oleh Lea.


"Hebat yah lu udah buat ragil benci sama gua, lu ngomong apa sama ragil tentang gua. Kenapa dia bisa tau kalau yg nyebarin foto lu itu gua? "


Deg,


Bagaikan banyak jarum yang ditusukkan kehati nya. Zhia sungguh tak habis pikir dengan apa yang ia dengar itu. Tak ada sedikit pun dalam benaknya berpikir bahwa yang menyebarkan foto dan berita palsu itu adalah Lea sahabatnya yang ia anggap sebagai orang penting dalam hidupnya.


"Ja,, jadi kamu yang nyebarin foto itu? " Zhia dengan air mata yang menganak sungai dipelupuk matanya.


Lea dengan tawa yang sangat puas tersenyum kearah zhia"Ngk usah pura-pura ngk tau, lu itu emang penghancur hubungan gua sama ragil. Sebelum kehadiran lu gua sama dia baik-baik aja. Dasar manusia perusak. "Lea menarik rambut zhia dengan keras.


Zhia mencoba berontak namun kedua tangannya ditahan oleh yeri juga wendy selaku teman persekutuan Lea.


" Aku ngk pernah sedikit pun berniat buat hubungan kamu sama ragil hancur. Tapi satu hal yang harus kamu tau Lea, kamu sendiri yang menghancurkan itu. Kamu menghancurkan kepercayaan kami, kamu membuat hubungan kita dan hubungan kamu dengan ragil hancur. Aku tak akan semudah itu kamu jatuhkan. Hanya satu hal yang perlu kamu ingat, kedepannya jika kamu akan terus seperti ini maka bahagia tak akan pernah kamu dapatkan. "Air mata zhia langsung mengalir dengan deras.


Plak,


Bibir zhia langsung saja mengalir darah karena tamparan Lea bukan main-main kerasnya.


" Sudah selesai bicara nya ja*lang? Baiklah kita lihat apakah kamu masih bisa bertahan setelah berita selanjutnya. "


Lea langsung menarik paksa baju zhia hingga kancing nya rusak dan berserakan dilantai. Untuk kesekian kalinya ia diperlakukan seperti ini.

__ADS_1


"Mau apa kamu Lea? "


"Mau membuktikan bahwa aku bisa menjatuhkan mu. Menjatuhkan ja*lang hina sepertimu bukanlah apa-apa bagiku. "


Setelah baju zhia sudah ia buka dengan paksa sekarang tank top zhia juga sudah ia gunting hingga menyisakan bra berwarna dongker itu. Zhia langsung panik dengan apa yang sudah Lea lakukan itu. Ia berontak sekuat tenaga namun terlambat saat Lea sudah memotret dirinya dengan keadaan hina seperti itu.


"Bagaimana? Apa kurang seksi yah. Kita buka saja yang ini bagaimana? " Lea menyentuh bra milik zhia.


"Lea kamu sudah gila, kenapa kamu melakukan ini saat kamu sendiri adalah seorang perempuan. Harusnya kamu menjaga dan melindungi martabat sesama perempuan. " Zhia tak ingin dipermalukan dengan foto itu.


"Oh ya? Buat apa gua hargai tubuh lo saat lo sendiri ngk ngehargai sama sekali. Udah bekas juga ngk usah sok suci deh. "


Dengan sekuat tenaga zhia melepaskan pegangan mereka dan meraih bajunya yang sudah robek itu. Ia mencoba untuk lari namun Lea dengan keras mendorong nya hingga jatuh tepat mengenai sudut meja.


Seketika kesadaran zhia mulai hilang namun ia sekilas melihat Albar datang dengan keras mendorong pintu. Apa ia sudah gila melihat Albar saat hampir hilang kesadaran. Tidak mungkin laki-laki batu itu datang untuk menyelamatkan nya.


"Zhia, " Teriak Albar langsung berlari kearah zhia. Benar saja itu adalah Albar karena mendapatkan cerita dari satpam bahwa zhia sedang bekerja kelompok dikelas Albar datang untuk menjemput nya namun apa yang ia lihat saat ini?.


Ia menemukan zhia dengan kondisi yang mengenaskan. Tanpa busana dan hampir saja benar-benar bertelanjang. Belum lagi wajah pucat nya sangat terlihat menderita.


Albar dengan cepat membuka kemejanya dan memakai kan ya ketubuh zhia yang sangat lemah itu. Setelah itu Albar langsung berdiri murka menatap dengan nyala api dimatanya.


Ia melihat dengan jelas bahwa Lea lah yang mengasari zhia tadi saat ia hampir masuk ke kelas.


Dengan kasar Albar merampas ponsel ditangan Lea dan menampar wajah gadis muda itu dengan kuat hingga menimbulkan suara yang sangat keras.


Lea kaget bukan main, jelas-jelas ia ingat dengan wajah laki-laki ini. Ia adalah laki-laki didalam foto itu. Sedang kan yeri juga wendy Sangat ketakutan kini.


"Lepasin,, ihh lepasin. " Lea berontak dalam seretan Albar.


Setelah sampai disudut kelas itu Albar seolah melihat Lea bagaikan benda mati. Ia ingin menghabisi nya dan pukulan Sudah ia hantamkan berkali-kali tanpa peduli Lea adalah gadis muda seumuran dengan istrinya itu.


"Tuan, kami mohon berhentilah. " Yeri dan wendy sangat ketakutan dengan apa yang mereka lihat itu.


Albar melihat marah kearah mereka"Bagaimana? Kalian juga mau kan? "Albar mendekat namun tiba-tiba ia mendengar suara lemah zhia.


" Tu,, tuan, saya mohon berhentilah. Saya,, baik-baik saja. "


Mendengar itu albar langsung berjalan kearah zhia "Sayang, kamu baik-baik saja kan? "


Zhia awalnya ingin protes dengan panggilan Albar itu tapi ia sudah tak punya tenaga untuk itu"saya baik-baik saja tuan. "


"Kenapa kamu selalu berkata kamu baik-baik saja saat kamu sedang terluka. " Air mata albar hampir saja jatuh.


Zha benar-benar kaget melihat Albar yang terlihat khawatir itu.


"Tidak bisa dibiarkan kita harus kerumah sakit sekarang juga. " Albar langsung menggendong tubuh lemah zhia itu.


"Lea, ayo kita pergi. " Wendy juga yeri mencoba membantu lea yang juga sedang lemah karena ulah Albar itu. Untung saja ia tak mati ditangan Albar.


"Kalian tak akan kubiarkan lolos dengan mudah, berani-beraninya kalian melakukan hal seperti ini pada istriku. " Marah Albar mengunci pintu dari luar karena ia melihat sebuah gembok disana. Sekolah elit begini kenapa kuncinya masih menggunakan gembok. Batin Albar kesal.

__ADS_1


Mereka bertiga berteriak kesal karena itu.


"Tuan, kenapa mereka dikunci? " Tanya zhia dengan lemah.


"Sudahlah, kamu jangan banyak bicara dulu Tenagamu sedang lemah. "


"Pak bisa minta tolong? " Tanya Albar dengan cepat kearah satpam itu.


"Astaga, kamu kenapa nak? Bukankah kamu gadis yang tadi? "


"Sudahlah pak, saya sedang buru-buru istri saya butuh pengobatan secepatnya. " Albar terlihat kesal.


"Ba,, baiklah pak apa yang saya bisa bantu? "


"Tolong kemudikan mobil ini pak dan antar kami menuju rumah Sakit terdekat. " Albar.


Awalnya bapak itu Terlihat ragu karena ia tak mungkin meninggalkan sekolah yang saat ini menjadi tanggungjawab nya itu. Namun melihat kondisi zhia tak sampai hati.


"Saya bayar bapak sebanyak-banyaknya deh. Tolong pak istri saya sudah sangat lemah sekarang. "


Dengan cepat bapk itu langsung memasuki mobil dan Albar juga memasuki kursi belakang dengan keadaan masih memangku tubuh lemah zhia.


"Tuan, saya bisa duduk disana. " Zhia dengan lemah menunjuk kursi disamping Albar.


"Sudahlah kamu diam sekarang, tenagamu hampir habis jadi jangan berbicara lagi. "


Albar juga tidak lupa untuk menghubungi Rian untuk menangani lea yang saat ini sedang ia kurung dikelas.


"Cepat datang ke alamat yang saya kirimkan ini. Pintunya saya gembok hancurkan saja kalau tidak menemukan kuncinya. Nanti saya tanggungjawab atas biaya perbaikannya. Cari tau keluarga mereka dan hancurkan sehancur hancurnya. " Kesal Albar dengan mata memerah menahan kesal.


"Tuan, siapa yang tuan maksud? " Tanya zhia bingung.


"Sudahlah, kenapa kamu sangat bandel sekali dibilangin. Diam sekarang. " Kesal Albar.


"Pak kenapa sebenarnya dengan nya? Bukankah tadi mereka sedang kerja kelompok dikelas. Kenapa keluar dengan keadaan seperti ini? " Satpam itu terlihat sangat heran.


"Apa saja yang kamu kerjakan tadi? Kenapa tidak tau kalau seseorang hampir saja mati akhh sudahlah cepat lajukan mobilnya. " Kesal Albar.


Zhia memegang tangan Albar dan menggeleng. Ia tak ingin Albar memarahi orang yang salah. Satpam itu mana tau apapun itu, ia kira mereka hanya sedang kerja kelompok tadi.


Albar pun menurut dan melihat khawatir lagi kearah zhia.


"Sabarlah sayang. " Batin Albar merasa resah.


🍁🍁Bersambung 🍁🍁


Duilahh kenapa ngk sekalian aja lea nya dibunuh 🤣🤣geram aku nih🤣


Jangan lupa yah like, komen dan vote😍


Pai pai say🍁

__ADS_1


__ADS_2