Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
23. melihat sesuatu


__ADS_3

🍁🍁seketika aku sadar bahwa aku hanya sebuah alat yang akan kau buang saat sudah tak kau butuhkan lagi🍁🍁


   Kami sudah menaiki beberapa wahana ditempat hiburan ini. Aku benar-benar merasa lelah dan hampir kehabisan tenaga karena wahana disini sangat suka membuat aku merasa takut dan darahku langsung berdesir hebat saat menaikinya.


Aku benar-benar lupa dengan semua beban pikiran ku seperti yang ragil katakan tadi. Aku hanya mengingat bermain wahana dan wahana, saat aku melihat sebuah wahana yang menurut ku menarik aku akan meminta ragil untuk membawa ku kesana dan dia dengan senang hati mau menurut tanpa ada kata bantahan sama sekali. Aah bersyukur sekali bisa mengenal seorang ragil.


"Hmm bagaimana? Masih sanggup bermain lagi? " Ragil tersenyum memperhatikan aku yang masih duduk terpaku karena merasa sangat lelah sekali. Sudah hampir semua wahana kami coba, aku benar-benar berterima kasih pada ragil karena sudah membawaku ketempat indah ini.


Cekrek,


Aku merasa ragil sedang memotret ku dan ia tersenyum setelah itu, aku tidak keberatan sama sekali karena kami adalah teman.


Aku masih saja duduk diatas kursi sembari melihat beberapa wahana untuk dimainkan selanjutnya.


"Gil, kita kesana yuk? Seperti nya sangat seru. " Ku tunjuk sebuah bangunan yang lumayan besar dengan sebuah tulisan "Rumah hantu. " Aku merasa ingin kesana walaupun aku sangat takut dengan hal-hal seperti itu. Aku tak akan takut karena ada ragil disamping ku, lagian siapa tau ini adalah pertama dan terakhir kalinya aku kesini karena tak akan ada lagi yang membawa ku kesini kecuali ragil, aku sudah tak punya siapapun lagi kini.


"Lu yakin? Nanti lu ketakutan gimana? Gua denger sih setan disana serem-serem. " Ia masih saja tersenyum sejak tadi seolah sedang mengejek ku.


Dia pikir aku penakut apa? Aku juga tau kalau itu adalah hantu buatan mengerikan.


"Ihh kamu mah, aku ngk penakut yah. " Aku tak mau ia meremehkan ku hanya karena rumah hantu.


"Hmm masa sih? Lu yakin nih kita kesana? " Ia lagi-lagi mencoba untuk menanyakan kesanggupan ku untuk kesana.


"Yakin banget gil, aku udah lama pengen kerumah hantu hehehe. " Aku berdiri kemudian berjalan kearah rumah itu.


Untuk wahana yang lain masih banyak orang yang antri tapi untuk wahana yang ini ternyata tidak banyak yang berminat, apa benar yah kata ragil kalau hantu buatan mereka sangat seram disini? Ahh jadi makin takut, tapi aku pengen liat.

__ADS_1


"Gimana? Masih mau lanjut? " Ia tersenyum.


Aku dengan cepat meyakinkan diriku dan mengangguk "iya gil, aku tetap ingin masuk. "


"Yasudah yuk ngambil tiket dulu, nanti kalau takut lu bisa pegang tangan gua. " Lagi-lagi ragil mengata6hal yang sama ke aku ia sangat menjagaku seperti halnya beberapa saat yang lalu saat kami menaiki beberapa wahana yang menggoncang tubuh kami.


Kami sudah selesai dengan urusan tiket dan sudah sampai di pintu masuk rumah hantu itu, perlahan lahan kami mulai masuk. Sampai didalam dan masih dekat dengan pintu masuk aku bahkan sudah merinding lebih dulu karena sangat mencekam sekali suasana nya.


Cahaya redup tapi masih bisa melihat sesuatu dengan jelas. Kilatan berwarna merah berkali-kali datang. Kami terus maju hingga menemukan sebuah pintu lagi dan lagi.


"Gimana? Lu masih sanggup ngk? " Ragil melihat kearahku yang sudah mulai gemetar itu tapi lagi-lagi aku sok kuat dan seakan tidak takut sama sekali.


"Ya,, ya kuat lah. " Aku berjalan lebih dulu seakan aku memang berani namun saat langkah ku baru tiga langkah sesuatu muncul dari arah pintu masuk yang baru, wajahnya sangat seram dan ia bahkan datang kearahku seakan akan ia akan menyerang ku.


"Aaaa,,, aku takut. " Buru kupeluk ragil yang tertawa melihat ku dan langsung ku benamkan wajahku di dadanya. Aku sungguh sangat takut sekali. Kalau saja tadi setan itu tidak muncul aku tak akan setakut ini.


"Hei, tadi lu bilang lu ngk takut. " Ragil berbicara seolah sedang mengejek ku.


Jantung ragil berdetak sangat cepat kini, ia terus tertawa seolah itu masih lucu padahal jantung nya kini sudah mulai tak aman karena detakan yang kian cepat dan keras.


"Kenapa sih jantung gua kayak abis marathon aja? " Batin ragil merasa bingung.


"Ihh jangan diketawain mulu dong gil, hantunya masih disitu yah? " Tanya zhia yang masih memejamkan mata di pelukan ragil.


"Belum tuh, kayaknya nungguin lu buat kenalan sama dia hahahaha. " Ragil masih saja menggoda zhia. Ia bahkan berbohong katanya hantunya masih disitu tapi sebenarnya sudah pergi sejak zhia berteriak tadi.


"Iih jangan gitu dong, aku mau keluar ihh. " Zhia terus saja meminta keluar tapi kali ini ragil sudah merasa senang bisa berdua dengannya zhia disini.

__ADS_1


"Kalau udah masuk kesini kita harus selesai in misi baru bisa keluar, yaudah yuk jalan lagi buat nyari jalan keluar. Pintu masuk yang tadi udah dikunci dan kita harus nyari pintu yang lain yang masih kebuka. " Ragil menjelaskan peraturan dalam rumah hantu yang mereka masuki itu.


Wajah zhia langsung memerah padam karena takut sekali "Ihh aku nyesel banget minta masuk kesini. " Zhia langsung memegang lengan ragil karena takut sekali.


"Yaudah, kita masuk lagi kesana siapa tau kita bisa liat pintu keluar dengan cepat. " Ragil mulai berjalan lebih dulu dan di ikuti oleh zhia yang masih saja bertengger di lengan ragil.


Saat mereka memasuki pintu ternyata itu adalah sebuah ruangan yang memiliki cahaya paling terang di tempat itu. Mata mereka berdua tak berkedip sama sekali saat melihat isi didalam ruangan itu bukanlah hantu. Ternyata sepasang kekasih yang sedang memadu kasih.


Mereka berdua saling merapatkan diri dan terdengar desahan dari arah mereka. Masih dengan pakaian lengkap mereka terus saja berciuman satu sama lain dengan penuh gairah hingga terlihat sekali dari wajah mereka kalau mereka sangat ingin lebih dan lebih lagi.


Ragil langsung merasakan panas pada sekujur tubuhnya, ia melirik kearah zhia yang masih saja bengong kearah mereka.


"Ah, sial. " Ragil buru-buru menarik zhia agar menjauh dari sana. Ia diam saja dan terus berjalan.


"Siapa yang menyempatkan untuk berbuat seperti itu ditempat seperti ini? " Batin ragil merasa kesal dengan apa yang ia lihat itu. Hawa yang tadinya menakutkan kini tidak berasa sama sekali.


"Gil, kenapa dengan mereka? Bukannya ini rumah hantu yah? Mereka tidak takut apa? " Zhia bertanya dengan polos kearah ragil.


Ragil hanya berdeham tidak nyaman dengan pertanyaan zhia itu. Mana mungkin mereka takut kalau saat ini mereka sudah diburu oleh nafsu. Mau gempa sekalipun mereka tak akan sadar. Ragil ingin mengatakan itu tapi ia lihat zhia masih sangat polos alhasil ia tak jadi mengatakan itu.


"Tuh kayaknya pintu keluar nya, yuk keluar. " Ragil sudah tak ingin main itu lagi karena merasa tak enak berdua dengan zhia didalam ruangan gelap itu. Padahal ia sudah merencanakan untuk menutupi pintu keluar itu agar bisa berdua dengan zhia. Tapi kini ia tak ingin lagi.


"Yeayy akhirnya bisa keluar juga. " Zhia melompat girang karena sudah terbebas dari ruangan gelap juga pengap itu.


Ragil hanya tersenyum saja merasa zhia itu sangat polos bahkan kini ia tak lagi mengingat hal yang mereka lihat tadi, sedangkan ragil sampai kini masih saja mengingat itu.


🍁🍁bersambung 🍁🍁

__ADS_1


Jangan lupa yah like, komen dan vote❤


Pai pai say💋


__ADS_2