Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
80. Albar sakit.


__ADS_3

๐Ÿ๐ŸAku tidak ingin memiliki rasa lebih padamu. Karena aku tau dimana posisi ku yang sebenarnya ๐Ÿ๐Ÿ


Sejak kepergian ragil dengan Lea tadi zhia langsung diserbu dengan tudingan juga olok-olokan siswa dikelas itu. Hinaan juga cacian semakin menjadi-jadi sejak ragil memilih untuk bersamanya tadi. Zhia sudah yakin ini akan terjadi tapi ia tak ingin ragil merasa bahwa ia tak menghargai sikap perhatian ragil itu.


"Lu ngasih pelet apa ke ragil sampai dia masih mau deket dengan gadis ja*ang seperti lu? " Siswi yang lain pada julid.


Zhia mengepalkan tangannya menahan kesal, ia tau saat ia melawan ia tak akan bisa melawan mereka semua.


"Ragil pasti udah gila karena kemakan rayuan lu, lu kasih apa kedia? Lobang lu?"


Aku menahan amarah ku karena mereka sudah melewatan dalam berbicara. Bagaimana bisa kata-kata menjijikkan itu dengan mudahnya keluar dari mulut mereka?.


"Kenapa diam aja dari tadi? Berarti emang bener kan?. Kita liat apa lu masih bisa diem setelah ini. "


Satu guyuran air kotor mengenai bajuku juga rambutku. Aku ingin marah dan melawan tapi aku tau aku tak akan kalah melawan mereka, belum lagi mereka pasti punya keluarga yang akan membela mereka walaupun mereka salah. Sedangkan aku? Aku tak punya siapa pun untuk mengaku tak akan ada yang membela ku. Lebih baik aku sabar saja sampai mereka lelah dengan sendirinya.


"Ups,, waduhh gimana dong kotor kan bajunya, mau gua bantuin ganti ngk? " Yeri selalu teman Lea yang akhir akhir ini paling suka mengganggu nya.


Dengan cepat zhia menepis tangan yeri yang hendak membuka kancing seragamnya sekolah nya. Belum lagi mata para laki-laki dikelas itu langsung melotot menunggu apa yang akan mereka lihat nanti nya.


"Wahh dia ngelawan gaess, kenapa? Bukannya udah sering yah lu nunjukin itu loh keorang lain? Kenapa malah jual mahal begini? Ooh lu ngk mau karena ngk ada bayaran yah? "


"Jangan sekali kali lu ngelawan sama gua. " Pipi zhia ditekan oleh yeri hingga lebam semalam semakin bertambah sakit belum lagi sudut bibir zhia kembali terkoyak.


Plang.


Zhia sudah tidak sabar dan dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh yeri hingga jatuh. Setelah itu ia berlari keluar dari kelas. Hatinya sangat sakit.


"Zhia, lu kenapa? " Ragil yang baru saja hendak berjalan menuju kelas menghentikan langkah zhia dan kaget melihat kondisi zhia yang semakin terlihat menyedihkan itu.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja gil, aku pergi ke kamar mandi dulu. "


Ragil tau saat ini zhia sedang tidak baik-baik saja, ia merasa bersalah saat tak bisa berbuat banyak untuk zhia. Ia ingin memberitahu semua ini pada paman nya agar pria itu tau betapa hancur nya hidup zhia sejak menikah dengan nya. Kalau bukan karena foto itu zhia tak akan se menderita itu. Ragil semakin emosi saja saat mengingat sang paman tidak tau betapa menderita nya selama ini.


Saat zhia sedang mencoba untuk membersihkan dirinya dikamar mandi tiba-tiba ponselnya berdering di dalam kantong rok nya. Untung saja ponsel nya tidak basah tadi.


"Halo tuan,ada apa?." Dengan susah payah zhia mencoba untuk menstabilkan suaranya. Ia tak ingin Albar tau kalau baru saja menangis.


"Ini saya nona, sekretaris dari Pak Albar. Beliau meminta saya untuk menjemput Nona dan saat ini saya dengan pak Albar sedang di depan gerbang. Nona sudah saya izinkan. "


"Memangnya kenapa pak? " Zha semakin bingung saja.


"Pak Albar sedang sakit sekarang, nona diharapkan segera datang karena ini perintah. "


"Hah? Sakit sakit apa? "


"Sudahlah jangan banyak tanya lagi, aku tunggu 5 menit. " Albar tiba-tiba merebut ponsel itu dari Rian.


Ragil yang melihat itu hendak mengejarnya namun melihat pak saepudin yang hendak kearah zhia ia pun langsung mengalihkan perhatian pak saepudin. Ragil memang tidak tau zhia Hendak kemana tanpa tas nya, namun, yang ragil pikirkan kini adalah melindungi zhia dari Pak saepudin. Bisa-bisa zhia akan kena masalah jika berurusan dengan pak saepudin lagi.


"Saya tidak terlambat kan tuan? " Zhia berhenti tepat di depan Rian yang menunggu di disamping mobil.


Mata Rian juga Albar membulat heran melihat penampilan zhia yang acak-acakan itu. Baju seragamnya kini sangat kotor belum lagi wajahnya penuh dengan lebam dan bibir nya berdarah lagi.


"Kenapa dengan mu? " Albar hampir saja keluar dari mobil dengan penuh emosi namun melihat Rian yang mengisyaratkan jangan ia langsung diam didalam mobil.


"Silahkan masuk nona. " Rian membuka pintu mobil tepat dibelakang disana Albar sudah berakting seolah ia benar-benar sakit.


"Tuan sakit apa? " Zhia yang sudah naik dan mobil sudah melaju.

__ADS_1


Albar melihat kearah zhia dengan tatapan iba. Bisa bisanya gadis dihadapannya itu sangat perhatian padanya sedang ia sendiri saat ini sangat berantakan.


"Tuan, apa sakit tuan parah yah hingga tidak bisa berbicara? " Panik zhia melihat kearah Albar.


Rian yang melihat itu sedikit tersenyum. Ia merasa lucu dengan Albar yang memiliki ide gila ini untuk berpura-pura sakit hanya untuk mencari perhatian zhia.


"Pak, kenapa dengan tuan Albar? Kenapa dia hanya diam saja. Dia sakit apa? " Zhia langsung beralih ke arah Rian.


"Emmbb saya juga tidak tau Nona, saat saya datang ke kantor nya ia tadi sempat tak sadarkan diri. Coba nona cek apakah suhu tubuhnya panas. " Rian juga ikut ikutan bermain drama.


Dengan polosnya zhia mau mau saja menurutinya, ia meletakkan tangannya di dahi Albar kemudian ia merasakan kalau Albar memang sedikit hangat.


"Mungkin tuan Albar sedang kelelahan, kita kerumah sakit saja bagaimana tuan? " Zhia mencoba untuk menanyakan itu pada Albar dan Albar buru-buru menggeleng.


"Tuan Albar sangat tidak menyukai rumah sakit nona, kita pulang kerumah saja dan nona rawat tuan Albar. " Rian.


Zhia langsung setuju dengan usulan itu. Tanpa tau kalau itu hanya tak tik mereka saja.


Sejak tadi Albar tak hentinya merasa khawatir dengan zhia. Kenapa dia datang dengan keadaan menyedihkan ini? Bajunya sangat kotor dan menimbulkan sedikit bau tidak sedap. Hanya saja Albar dan Rian diam saja membiarkan itu. Belum lagi kenapa lebam diwajahnya semakin parah dan ditambah dengan luka disudut bibir itu sudh sembuh kenapa kembali lagi?.


Ada apa sebenarnya dengan zhia disekolah? Kenapa ia terlihat sangat rapuh kini.


Albar merasa ada sesuatu yang aneh pada zhia. Apa dia menyembunyikan sesuatu dari Albar?.


Albar sudah bertekad akan mencari tahu itu karena sudah sering kali ia menemukan zhia pulang dengan keadaan seperti ini. Setiap dia bertanya alasan zhia selalu masuk akal. Gadis itu sangat pandai menyembunyikan masalah nya.


๐Ÿ๐ŸBersambung ๐Ÿ๐Ÿ


Kasian banget yah jadi zhia๐Ÿ˜“

__ADS_1


Jangan lupa yah like, komen dan vote๐Ÿ˜


Pai pai say๐Ÿ


__ADS_2