
🍁🍁Semakin lama bersama semakin kusadari bahwa kamu ternyata tak seburuk yang kuduga🍁🍁
Sudah sebulan lamanya berlalu sejak Albar meminta maaf kepada zhia. Dia benar-benar membuktikan kepada zhia bahwa ia sudah berubah. Perhatian dan selalu saja berusaha membuatmu zhia merasa nyaman dengan nya.
Zhia sendiri masih ragu dengan perasaan nya kepada Albar. Rasa nyaman memang sudah tak bisa ia tepis lagi, apalagi suara lembut Albar selalu saja membuat nya luluh namun untuk cinta ia masih sangat ragu dengan itu.
"Mas bangun, hari sudah pagi. " Zhia menyibakkan selimut yang ada ditubuh Albar itu hingga Albar sedikit terganggu tidurnya.
Namun, Lagi-lagi Albar kembali tertidur "Mas bangunlah, nanti terlambat ke kantor. " Zhia masih saja mencoba untuk membangunkan Albar yang masih terlelap itu.
Greb,
Tiba-tiba saja Albar menariknya hingga jatuh ke tempat tidur dan memeluk nya erat.
"Aku tidak masuk kantor hari ini sayang, kamu mau ngk jalan-jalan hari ini? " Albar berbisik tepat ditelinga zhia hingga zhia merasa geli.
"Mas ihh jangan meluk meluk kenapa sih? Geli ihh. " Zhia mencoba melepaskan pelukan dari Albar.
Albar tersenyum merasa senang menggoda istrinya itu. Ia tau saat ini zhia sudah mulai merasa nyaman dengan nya.
"Gimana hmm? Kita jalan-jalan yah mumpung masih lagi ngk ngantor nih. " Albar mengecup pelan pipi zhia hingga zhia melotot kaget.
"Iih kan, masnya suka banget nyium-nyium. " Zhia kesal namun Albar malah tersenyum senang melihat itu.
"Kita jalan-jalan yah, yah,, " Albar dengan suara manja mencoba untuk merayu zhia.
Zhia sudah tidak bisa lagi menahan tawa karena itu.
"Iih masnya kenapa sih? "
"Makanya kamu mau yah kita jalan-jalan. Mas pengen nih, mumpung lagi ngk ngantor. "
"Terserah masnya aja deh, aku ngikut aja mumpung lagi ngk belajar juga. "
Albar langsung saja mengecup pelan bibir zhia karena merasa senang.
"Iihh kan kan, aku ngk suka yah kalau masnya nyium nyium git,, mmph. "
Tiba-tiba saja ucapan zhia terpotong karena bibirnya sudah dibungkam oleh Albar. Matanya membelalak karena kaget.
__ADS_1
Albar sendiri menutup matanya menikmati rasa manis dari bibir zhia itu. Baginya mencium bibir zhia adalah kesenangan tersendiri dan membuat jantung nya berdetak tak karuan.
Zhia sendiri hanya bisa pasrah saja membiarkan Albar mengeksploitasi bibirnya sesukanya. Ia larang pun sudah percuma Albar tak akan bisa dihentikan.
Albar terus saja melakukan itu hingga zhia mulai merasa kehabisan nafas dengan memukul dada Albar pertanda nya.
Albar kemudian tersenyum senang setelah itu sedang zhia sudah merasa malu bukan main karenanya.
"Mas mandi gih, bau banget. " Zhia mencoba untuk mengalihkan pembicaraan karena sudah merasa malu dengan ciuman tadi.
"Masa sih? Mas kayaknya ngk bau deh. " Albar mencoba untuk mengelak.
"Itu kan menurut Mas, kalau nyatanya kan memang bau tuh. " Zhia mencoba untuk tetap mengatakan Albar itu bau.
"Yaudah biar ngk bau mandiin dong sayang, pas nyabun nya dielus yah biar Mas makin keenakan. "
Plak,
"Mulut dijaga yah Mas, ngk sopan banget ih. " Zhia bangkit dari tempat tidur dan menjauhi Albar.
Albar tertawa karena merasa berhasil menggoda zhia. Setelah itu ia mengambil handuk dan melakukan aktivitas mandinya disana.
"Apa aku benar-benar udah mulai buka hati sama Mas Albar yah? " Batin zhia pelan.
15.34pm.
Sejak tadi pagi mereka sudah banyak mengunjungi tempat mulai dari ke museum, zhia yang meminta itu karena katanya belum pernah kesana dan kini mereka sudah berada di lottemart untuk berbelanja banyak hal. Nah untuk ini Albar lah yg meminta nya.
"Mas, aku pegel nih. Kita istirahat disana aja yah? " Zhia menunjuk sebuah cafe dalam lottemart itu.
"Iya sayang sekalian kita juga belum makan dari tadi. Kamu pasti udah laper kan? "Albar menggandeng tangan zhia menuju cafe itu.
Mereka duduk dikursi yang menurut mereka tempat ternyaman untuk duduk lalu mulai memesan makanan yang mereka inginkan.
" Habis ini kita kemana sayang? "Albar bertanya dengan seksama sedang zhia terlihat berpikir.
" Kayaknya udah deh Mas, masnya ngk capek yah? Besok juga masnya harus ngantor. "
"Hmm ciee perhatian, kan jadi malu nih. "
__ADS_1
Zhia terlihat kaget melihat Albar yang sedang berpura-pura malu itu, kayak banci aja sih hahaha.
"Ihh Mas kenapa sih? Diliatin tuh. Ngk malu apa? " Zhia mencoba untuk menyadarkan suaminya itu. Benar-benar sudah berubah yah dia? Dulunya saja sangat dingin, galak dan juga bawel kini malah jadi manja, lembek dan gemoy gitu. Zhia jadi kaget ngeliatnya.
"Mas ke toilet dulu yah sayang, kamu makan duluan saja yah. " Albar berdiri dan pergi lagi setelah zhia mengiyakan nya.
Setelah Albar pergi zhia melihat semua barang belanjaan mereka dan siapa sangka ternyata isinya adalah barang untuk zhia seorang. Kenapa dia baru sadar sejak tadi mereka belum juga belanja untuk keperluan Albar suaminya.
"Kenapa bisa punya ku semua nih? Apa Mas Albar sengaja yah? " Gumam zhia tersenyum malu.
Pesanan mereka sudah datang setelah beberapa saat, zhia menunggu Albar saja tak enak rasanya makan duluan meskipun ia sudah kelaparan sebenarnya.
"Kenapa lama sekali yah? " Gumam zhia masih saja menunggu Albar bahkan sudah hampir setengah jam lamanya.
"Apa ada sesuatu yang terjadi yah? " Zhia jadi bingung harus mnyusul atau tetap menunggu suaminya itu.
"Mbak tolong titip yah, " Ucap zhia pada pelayan cafe itu lalu bangkit memutuskan untuk menyusul Albar ke toilet.
Ia berjalan pelan menuju toilet namun langkahnya langsung terhenti saat melihat Albar sedang berbicara dengan seorang gadis disana.
Dan tiba-tiba saja hatinya langsung terasa sakit saat tau gadis itu adalah Naya, gadis yang pernah menjadi kekasih suaminya itu.
Apa Albar berbohong mengenai perpisahan mereka? Atau zhia yang bodoh karena dengan mudah nya percaya dengan ucapan Albar itu.
Hatinya terasa sakit saat ini, apa ia benar-benar sudah mulai membuka hati untuk Albar? Namun, saat ia sudah membuka hati ia malah disuguhkan dengan kenyataan ini. Suaminya sedang bersama dengan gadis lain.
Air mata zhia mengalir begitu saja, ia sungguh tak tau kenapa hatinya sangat sakit kini. Ia kecewa tanpa sebab dan sangat ingin memukul Albar dengan keras.
Bisa-bisa nya laki-laki itu mempermainkan perasaan nya, ia sungguh tak ingin ini terjadi. Ia benci pada diri nya yang sangat mudah untuk luluh itu.
"Tega kamu Mas, " Gumam zhia masih saja berdiri melihat kearah mereka yang terlihat sedang bercengkrama itu.
Memang tidak ada skinship juga kemesraan namun, melihat itu saja zhia sudah tau kalau mereka mungkin belum sepenuhnya berpisah.
🍁🍁Bersambung 🍁🍁
Elahh apalagi ini? Albar berkhianat lagi kah?
Jangan lupa yah like, komen dan vote😍
__ADS_1
Pai pai say🍁