
๐๐Aku takut saat aku sendiri sudah tak bisa berbuat hal yang sangat mungkin untuk ku lakukan ๐๐
ย ย Aku sudah selesai memasak makanan itu dan mulai mengangkat nya diatas meja satu persatu dan mulai mengaturnya agar terlihat indah. Karena mereka adalah pasangan maka mengatur meja makan dengan indah adalah hal yang sangat perlu.
Setelah kurasa cukup indah dan menggugah selera barulah aku berjalan pelan menuju tangga. Aku berniat memanggil mereka untuk makan.
Ku ketuk pintu dengan pelan, aku tak ingin melihat hal-hal seperti tadi. Aku tidak tau apa yang mereka kerjakan didalam jadi lebih baik antisipasi saja dengan mengetuk pintu.
"Tuan, makan malam sudah saya siapkan diatas meja. " Aku berbicara dari luar namun tak ada sahutan sama sekali.
Apa mereka ketidurannya yah? Aihh kalau begini aku semakin bingung saja.
Aku perlahan membuka knop pintu dan kulihat mereka berdua sedang berpelukan dan sangat dekat dengan tangan mas Albar memukul pelan punggung Naya. Mereka terlihat sangat romantis sekali dengan keadaan seperti itu.
Aku berniat untuk pergi dan menunggu dibawah saja namun Naya melihat ku dan bersuara.
"Eh, kenapa? " Ia berbicara lembut saat di depan mas Albar dan sangat berbeda dengan saat kami berdua disini tadi. Apa ia sedang menjaga sikap yah di depan mas Albar?.
Aku langsung gelagapan saat mas Albar melihat kearahku"Eugh,, makan malam sudah saya siapkan tuan. "Aku menunduk dan berjalan keluar.
Dadaku berdetak sangat kuat dan sedikit terasa sakit tapi aku sama sekali tidak mengerti kenapa dengan ku sekarang ini? Aku tidak peduli jika mereka berdua berpelukan atau semacamnya tapi kenapa aku merasa sedikit kesakitan?.
Aku berjalan pelan menuju meja makan dan lagi-lagi memeriksa apakah masih ada yg kurang disana. Dan aku sangat yakin sudah lengkap semua bahkan dengan pencuci mulutnya juga sudah ku sediakan.
Kulihat mereka berdua sudah turun dengan tangan yang saling bertautan dan juga Naya yang Bergelayutan manja di lengan mas Albar.
Deg,
Kenapa aku merasa tidak nyaman sih? Ayolah zhia kamu pasti sedang kelelahan kan hingga begitu sensitif malam ini. Aku mungkin terlalu memikirkan uang sekolah ku hingga begitu sensitif sekali kini.
__ADS_1
Mereka berdua duduk diatas meja dan aku mulai mendekat seperti biasa ingin mengambilkan mas Albar nasi namun dengan cepat ditarik oleh Naya lebih dulu. Aku lupa karena ada mbak Naya pacarnya disini.
Aku pun perlahan mundur dan melihat saat dimana mas Albar tersenyum sangat lebar karena mbak Naya dengan senyuman juga melayaninya saat makan. Mereka benar-benar terlihat seperti sejoli yang sangat bahagia dan juga serasi. Yatuhan kenapa dengan ku yang merasa tidak nyaman ini? Aku tak ingin merasa seperti ini.
Aku pun perlahan berjalan menuju pantry untuk membersihkan peralatan memasak yang masih terletak disana namun mas Albar menahan ku.
" Kenapa kamu tidak makan juga? "Mas Albar tiba-tiba menanyakan itu dan kulihat mbak Naya langsung menatap tajam kearahku. Aku tidak semudah itu untuk ia gertak. Aku merasa tidak enak hadir disana.
" Nanti saja tuan, saya belum lapar juga. "Aku menunduk.
" Bohong! Lihat saja kamu pasti sudah lapar kan, datang kemari dan ikut makan. "Mas Albar kenapa tidak faham situasi sekali sih? Bagaimana bisa aku ikut bergabung disana? Aku tidak merasa nyaman dan aku yakin mbak Naya juga tak akan setuju.
" Tidak usah sayang, kalau lapar ia pasti sudah makan. Suapin aku dong hany. "Mbak naya bermanja-manja pada mas Albar dan mas Albar langsung tersenyum kearah nya.
" Iya sayang aku suapin deh. Tapi nanti kamu harus tidur bareng aku yah. "Aku kaget sekali mendengar itu. Bukan seperti yang kubayangkan kan?.
Aku hanya diam saja mendengar kan satu persatu apa yang mereka bicarakan. Mereka terlihat sangat bahagia sekali.
Harusnya mbak Naya tidak menolak lamaran mas Albar dan harusnya dialah yang ada dirumah ini sebagai istri bukan gadis desa seperti ku ini.
Huh, Lagi-lagi pikiranku tak hentinya memikirkan bagaimana caraku untuk membayar uang sekolah ku. Bukan saat yang tepat untuk mengatakan itu pada mas Albar kini. Ia pasti akan marah karena aku menganggu waktu senang nya ini.
Apa aku langsung minta pada mbak nana saja yah besok? Huh aku harus berangkat pagi kerumah mbak nana. Aku sudah tak bisa mengharapkan mas Albar lagi karena ia pasti sengaja melupakan nya. Aku tau dan faham karena aku bukanlah sebuah prioritas yang harus ia ingat dan ia pedulikan.
" Sayang kamu duluan saja ke kamar. Aku mau bantu dia beresin ini dulu. "Aku sedikit terkejut saat kata-kata itu keluar dari bibir mbak Naya. Apa ia seriuss atau hanya ingin mencari perhatian mas Albar.
" Tidak usah mbak, biar saya saja karena ini adalah tugas saya. "Aku dengan cepat menolak.
" Biarkan saja dia yang urus sayang. "Mas Albar terlihat tidak peduli.
__ADS_1
" Aku mau bantuin masa ngk boleh sih sayang? Ihh kamu jahat banget. "Ia memukul dada mas Albar pelan dan mas Albar langsung tersenyum gemas.
" Iya, iya sayang ku kamu boleh bantuin abis itu datang ke kamar yah. "Mbak Naya langsung mengangguk tersenyum.
Setelah kepergian mas Albar suasana langsung terasa canggung sekali dan kulihat mbak Naya sama sekali tidak mau bergerak. Benar dugaan ku ia sama sekali tidak memiliki niat untuk membantu ku. Dasar pendusta.
" Kamu pikir aku akan membantu gadis dungu seperti mu? Maaf bukan pekerjaan untuk gadis perfect seperti ku hal-hal seperti ini. "Ia berkacak pinggang dengan gaya seolah ia adalah bos.
Aku sama sekali tidak berharap bantuan nya itu. Dia sendiri yang berkata dengan mulutnya itu. Kenapa dia begitu lucu sih?.
Aku diam saja dan mulai membersihkan satu persatu apa yang ada diatas meja. Aku berniat akan makan nanti saja setelah mbak Naya pergi ke kamar.
Tapi niatku itu langsung pupus saat kulihat ia membuang semua makanan beserta tempat nya kedalam tong sampah.
" Kenapa dibuang mbak? "Aku bingung.
" Apa? Mbak? Kamu pikir kamu siapa memanggilku seperti itu? Dasar tidak tau diri. "Ia kesal.
" Lagian kan kamu tidak lapar, jadi lebih baik dibuang saja makanan nya. Selamat kelaparan gadis bodoh. "Ia pergi begitu saja dengan sedikit bersenandung.
Aku hanya diam saja ditempat melihat kearah makanan yang sudah berakhir didalam tong sampah itu. Bagaimana bisa dia dengan mudah membuangnya saat masih dalam keadaan bagus begini?. Apa dia manusia? Banyak orang diluar sana yang tidak bisa makan dan ia dengan mudah nya membuang-buang makanan seperti ini.
Aku sungguh tak tau apa yang membuat ia begitu membenciku.
๐๐bersambung ๐๐
Jangan lupa yah like, komen dan vote๐
Pai pai say๐ผ
__ADS_1