Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
31. kamu dan dia#2


__ADS_3

🍁🍁bisakah tidak harus di hadapanku untuk mu bersikap seperti itu? 🍁🍁


    Aku hampir selesai mengerjakan pekerjaan ku yang mencuci piring itu. Akuasih saja tak habis pikir dengan sikap mbak Naya padaku. Apa sih yang membuat ia begitu benci dengan ku? Tidak mungkin kan ia merasa terancam dengan kehadiran ku? Ahh sudahlah biarkan saja zhia tidak usah memikirkan hal-hal yang tak perlu kau pikirkan.


Aku merapikan satu persatu piring itu pada tempatnya. Namun perutku tiba-tiba berbunyi tanda kelaparan. Bagaimana ini? Sudah tidak ada makanan yang tersisa untuk aku makan. Aku pun meraih buah yang ada di atas meja makan dan memakannya karena hanya ini yang tersisa untuk aku makan. Lagi-lagi aku merasa kesal dengan mbak Naya karena melakukan hal tadi. Apa untung nya membuang makanan itu?.


Aku pun berjalan pelan menuju sofa di depan televisi untuk tidur disana, tidak mungkin aku akan tidur dikamar dengan mereka berdua. Apa yah yang mereka berdua lakukan disana? Ahh aku tidak peduli dan tak peduli.


Aku pun mulai mencoba untuk tertidur dengan hawa dingin ini, kenapa tiba-tiba dingin sekali sih? Aku memang biasa tidur diatas sofa tanpa selimut tapi entah kenapa malam ini terasa sangat berat untuk kulakukan.


05.36Am.


Alarm HP ku berbunyi tepat mengenai telinga ku, hingga aku mulai membuka mata dengan perlahan. Badanku terasa sangat remuk tanpa alasan dan semua persendian ku rasakan sangat kaku juga sakit untuk aku gerakkan. Belum lagi aku merasa Kepala ku Sangat sakit dan berat.


Dengan perlahan aku mencoba bangkit dengan sedikit susah payah karena aku merasa kepala ku sangat pusing kini.


"Ayolah zhia, kamu harus cepat bekerja agar bisa kerumah mbak nana untuk menjemput uang sekolah mu. " Aku pun langsung mencoba membuang rasa sakit itu dan mulai mengerjakan satu persatu pekerjaan ku mulai memasak, membersihkan rumah dan aku juga sudah mandi terlebih dahulu dibawah ini dan setelah semua sudah selesai aku kerjakan aku pun mulai berjalan pelan menuju kamar.


Ku ketuk berkali-kali pintu kamar mas Albar namun lagi-lagi tak ada sahutan dari dalam, apa mereka masih tidur yah? Aku seperti tidak sanggup untuk membuka pintu kamar karena takut untuk melihat hal yang tak ingin kulihat itu.


Namun waktu sudah semakin berjalan, aku tak ingin terlambat kesekolah dan belum lagi pagi ini aku harus cepat melunasi uang sekolah ku sebelum pihak komite memanggilku dan memberikan peringatan lagi.


Perlahan kubuka knop pintu dan mengintip kedalam kamar, aku melihat kearah ranjang dimana mereka berdua tengah tertidur dengan berpelukan dan aku sedikit bernafas lega karena mereka masih mengenakan pakaian lengkap satu sama lain. Aku tidak tau kenapa aku merasa lega mereka tidak melakukan hal yang sempat kupikirkan itu.


Aku perlahan masuk dan berjalan kearah mas Albar.

__ADS_1


"Tuan,, bangun tuan. Sudah pagi dan semua sudah saya siapkan tuan. "Aku perlahan membangunkan mas Albar yang masih nyenyak dalam pelukan gadis bernama Naya itu.


Ia masih tak mau membuka mata hingga aku berpikir keras bagaimana caraku untuk membangunkan mas Albar. Kalau kubiarkan ia akan terlambat ke kantor dan lagi-lagi aku yang akan kena amukan nya. Aduhh pusing kalau begini.


" Tuan, bangun tuan. "Aku pun memutuskan untuk membangunkan nya lagi dan lagi hingga kini matanya terbuka dan menatap kearahku.


" Jam berapa sekarang? "Aku langsung melirik kearah jam dan melihat kearah mas Albar yang masih saja menunggu jawabanku" Pukul 07.25 tuan. "Aku menunduk.


" Air sudah saya siapkan tuan, sarapan juga sudah saya masak dan setelan untuk tuan sudah ada diatas sofa. "Aku dengan cepat melihat kearah nya lalu kembali menunduk.


Iaasih saja terbaring namun sesaat kemudian ia mulai bangkit dan melepaskan pelukan mbak Naya dengan perlahan takut akan membangunkan nya.


" Saya pamit berangkat pagi ini tuan, karena saya piket kelas pagi ini dan harus berangkat lebih pagi lagi. "Aku menunduk.


" Kenapa kamu pucat sekali? Sudah sarapan? "Aku heran kenapa ia malah bertanya seperti itu? Apa pedulinya?.


Aku dengan cepat menggeleng" Saya tidak apa-apa tuan. Dan saya juga sudah sarapan tadi. "Sebenernya sih bukan sarapan namanya karena hanya satu sendok saja, aku tak selera untuk makan karena semua terasa pahit di dalam mulutku.


" Saya permisi tuan. "Aku meraih tas ku dan berjalan keluar dari kamar.


Kepala ku memang sedikit sakit dan saat berjalan pun aku merasa sedikit Lunglai. Namun, aku masih bisa sampai di terminal bus dan kini sudah mulai sampai di dekat sekolah. Syukur lah rumah mbak nana sangat dekat dengan sekolah ku.


Aku telah bertemu dengan mbak Naya dan mendapatkan uang yang ingin kuberikan untuk ibu Rahmi agar uang sekolah ku tidak menunggak bulan ini.


" Terima kasih mbak, aku akan berjanji bekerja lebih giat lagi. "Aku merasa sangat bersyukur bisa membayar uang sekolah ku nanti.

__ADS_1


" Kamu sudah sangat baik dalam bekerja sayang, oh iya kamu kenapa pucat sekali? Kamu sakit yah? "Mbak Naya meletakkan tangan nya di dahulu dan ia sedikit terkejut.


" Kamu demam sayang, kenapa tidak istirahat saja? "Aku dengan cepat menggeleng.


" Aku baik-baik saja mbak,aku pergi yah mbak Nanti aku datang tepat waktu kok. "Aku tersenyum.


" Kalau masih sakit tidak usah datang nanti, kamu istirahat saja yah. "Aku mengangguk dan pergi meninggalkan rumah mbak Naya.


Ia sangat baik dan perhatian layaknya seorang kakak untuk ku, padahal kami bertemu hanya sebagai majikan dan pelayanan tapi ia sangat perhatian padaku juga karyawan lainnya.


Aku berjalan pelan menuju sekolah dengan kepala ku yang semakin terasa sakit itu, belum lagi sesekali aku merasa pandangan ku buram dan berbayangan. Apa aku benar-benar demam yah? Aku tak ingin demam karena masih banyak hal yang harus ku kerjakan nanti. Aku benci sakit saat aku sedang butuh tenaga untuk bertahan hidup.


Aku duduk sebentar di kursi tepi jalan itu untuk sedikit menenangkan pikiran ku. Aku benar-benar sedikit pusing saat ini, kenapa sih dengan ku? Akhh bisa gila aku kalau begini.


Ayolah zhia, kamu itu kuat dan tidak mudah untuk jatuh sakit, kamu pasti kuat dan bisa melawannya.


Aku perlahan bangkit lagi dan mencoba untuk berjalan menuju sekolah yang sudah tidak jauh lagi dari tempat ku berdiri kini.


Aku pun berjalan dengan memegangi kepalaku, benar-benar sangat pusing dan aku merasa tenaga ku sedikit habis.


🍁🍁bersambung 🍁🍁


Jangan lupa yah like, komen dan vote😍


Pai pai say🌼

__ADS_1


__ADS_2