Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
61. Kepikiran


__ADS_3

🍁🍁Aku tak akan semudah itu untuk jatuh🍁🍁


Albar sejak tadi tidak hentinya mencoba untuk memejamkan mata. Namun, siapa sangka ia sama sekali tidak bisa tertidur padahal Naya yang saat ini sudah terlelap tidur.


Albar sejak tadi tidak hentinya memikirkan zhia. Ia sendiri bingung dengan perasaan nya yg akhir akhir ini selalu dikuasai oleh zhia.


"Tidak, tidak mungkin aku mulai menyukai gadis itu. Hanya Naya yang ada dihatiku bagaimana pun itu. " Albar membatin sembari melihat kearah Naya yang sedang tertidur itu.


Albar mendekat kearah Naya dan mencoba untuk mencicipi bibir yang sudah sering ia kecup itu. Namun, belum juga bersentuhan Albar sudah menarik diri karena sama sekali tidak tergiur dengan bibir itu.


"Kenapa dengan ku? Biasanya aku paling tidak tahan melihat Naya apalagi bibir nya. Aku paling suka menciumi nya. " Albar membatin dan semakin merasa frustasi kini.


Belum lagi kini ia tak hentinya memikirkan zhia. Kenapa gadis dungu itu terlihat lebih menarik kini? Kenapa ia terlihat sangat misterius dan membuat Albar lebih penasaran lagi padanya.


Awalnya Albar mengira zhia adalah gadis yang mudah untuk ia kendalikan. Namun, ternyata zhia tak semudah yang ia kira. Gadis itu ternyata sangat berusaha keras melindungi dirinya.


"Akhh, pusing. " Albar bangkit dari tempat tidur hingga Naya sedikit terusik.


"Kamu kenapa hmmm? " Naya bangkit dengan mengucek matanya pelan.


"Aku harus pulang sekarang, aku masih ada urusan. " Albar berbohong. Ia hanya ingin pulang saja. Ia bahkan merasa bingung dengan dirinya.


Naya hanya mengangguk saja "Kamu jangan lupa kunci pintu. " Albar pergi meninggalkan Naya.


"Kamu dari mana saja? Bisa-bisanya kamu meninggalkan istrimu sendirian. " Ayah langsung marah-marah saat Albar memasuki rumah.


Dengan pelan Albar mendengus kesal, ia sedang kalut dan kini ayahnya bahkan tak mengerti dengan nya.


"Albar ada urusan tadi. " Albar mencoba untuk bersabar.


"Kamu tidak pernah yah memberitahu menantuku kalau ia tak harus bekerja dirumah ini? Tadi ia membantu para pelayan memasak hingga tangan nya terkena pisau.Ck, kecewa ayah dengan mu. Sungguh mempermalukan kaum suami saja, kamu cobalah lebih perhatian pada istrimu itu. " Ayah memang sangat sensitif dengan hal yang berbau menantu. Baginya menantunya adalah darah dagingnya juga. Tak pandang bulu baik itu dari keluarga yang mapan maupun yang tak mampu makan.


Albar mengangguk saja"Hmm Albar faham ayah, Albar lelah dan ingin istirahat. "


"Cih, dasar suami gagal. " Cibir ayahnya sebelum benar-benar beranjak pergi.


Albar tentu mendengar itu dengan sangat jelas, tapi ia memilih untuk diam saja. Karena ia memang bukanlah suami yang baik. Ia tak pantas untuk disebut sebagai suami.


Saat pintu sudah terbuka ia melihat zhia sudah terlelap diatas sofa dengan menekuk kakinya tanpa menggunakan selimut sama sekali.


Ia jadi teringat dengan ucapan Ayah nya tadi. Ia benar-benar telah mengabaikan zhia selama ini. Ia adalah suami dalam hukum dan juga status. Tapi selama ini tak ada satu pun dari sikapnya yang mencerminkan kalau ia adalah suami zhia.

__ADS_1


Mulai dari berbicara kasar, dan juga bentakan yang selalu ia lontarkan kepada zhia semua terputar dalam ingatan nya. Ia bahkan tidak tahu malu berciuman dengan gadis lain dihadapan zhia yang berstatus sebagai istrinya.


Albar mendekat kearah zhia dan memandangi wajah itu dengan pelan. Tanpa alasan hatinya sakit saat melihat sudut bibir zhia yang lebam dan sedikit terkoyak.


Ia bahkan hampir menggagahi zhia dengan paksa tadi. Wajah zhia terlihat sangat tertekan bahkan saat ia sedang tertidur begitu.


Perlahan Albar mengusap pelan bibir zhia yang sedikit terluka itu. Ia merasa bersalah tanpa alasan. Kenapa ia jadi se emosional itu malam ini?.


"Ck, kenapa dia tidak mengobati lukanya? " Gumam Albar saat melihat tangan zhia yang masih belum diobati itu. Tidak parah sekali memang tapi terlihat sedikit menganga.


Albar berjalan pelan mengambil kotak p3k. Ia tak tau perasaan apa yang tiba tiba masuk kedalam hatinya ini. Ia tak tahan melihat luka di tangan zhia. Bahkan satu gores pun ia tak sudi.


"Kenapa kamu diam saja saat itu? Kenapa kamu tak marah saat aku sedang bersama wanita lain? " Albar berbicara sendiri sembari mengobati luka ditangan zhia.


Gadis itu sedikit terusik hingga Albar dengan pelan menyelesaikan pengobatan itu.


Ia juga dengan cepat mengangkat tubuh zhia menuju tempat tidur lalu menyelimuti nya dengan cepat.


Setelah itu ia pun membaringkan diri diatas sofa. Untuk malam ini katakan saja Albar sedang sawan setan baik🤣.


🍁🍁🍁


Pagi hari menyambut ku, aku dengan perlahan bangkit dari tidur dengan sesekali mengucek mata berkali-kali.


Buru-buru ku check apakah aku masih berpakaian lengkap dan syukur lah ternyata masihヾ(❀╹◡╹)ノ゙❀~.dan aku malah dikagetkan kembali melihat mas Albar sedang terbaring diatas sofa. Ini kali kedua kudapati mas Albar dan aku bertukar posisi. Kenapa yah kali ini? Aku sungguh bingung.


Jujur saja, aku masih belum bisa memaafkan mas Albar dengan kejadian semalam. Masih kuingat dengan jelas bagaimana ia memperlakukan ku dengan kasar dan mencium bibir ku dengan lancang. Tapi, tetap saja mengingat kata-kata nya memang benar. Aku sudah ia beli dan ia berhak atas diriku. Aku saja yang belum siap dan tidak Terima diperlakukan seperti gadis murahan. Apalagi ia sudah memiliki seorang kekasih.


"Tuan, bangunlah air sudah saya siapakan. " Ucapku mencoba membangun kan mas Albar yang masih terlelap itu.


Setelah beberapa kali aku mencoba untuk bersabar dalam membangun kan mas Albar barulah ia bersedia untuk bangun.


"Pukul berapa sekarang? " Lagi-lagi dengan nada sangat lembut ia bertanya kearahku. Kenapa yah dia?.


"Apa dia tidak marah padaku? Kenapa ia bisa bersikap seperti biasa saat aku hampir meniduri nya tadi malam dengan penuh paksaan. Aku semakin tertarik dengan nya, kenapa sangat unik? " Batin Albar.


"Kamu mandilah, setelah itu baru saya, kita berangkat bersama hari ini. Saya ingin ke kantor dan kamu akan saya turunkan ditempat yang semalam. " Mas Albar tiba-tiba berkata seperti hingga aku kaget sekali.


"Baik tuan. " Aku memilih menurut saja, aku tak ingin berinteraksi lebih banyak lagi dengan nya. Sudah ku putuskan untuk menjaga jarak dari mas Albar. Karena aku tak tau bagaimana sifatnya, mungkin semalam aku memiliki keberuntungan hingga bisa lepas dari mas Albar. Ke depannya aku sungguh tak tahu.


Hari ini mas Albar terlihat sangat berbeda dari mas Albar yang ku kenal, ia bahkan menolak untuk aku bantu menyiapkan dasinya. Padahal selama ini ia menuntut ku untuk melakukan itu. Ah syukur lah mengurangi list pekerjaan ku.

__ADS_1


Di dalam mobil hanya ada keheningan, aku memilih fokus melihat jalanan sembari terus saja memandangi pemandangan juga. Sedangkan mas Albar bahkan lebih fokus dalam menyetir.


"Eughh, tuan. Boleh saya bertanya? "


Ia mengangguk dengan cepat "Hmm apa luka ditangan saya tuan yang mengobati? " Tanyaku dengan pelan.


Mas Albar dengan cepat menggeleng"Bukan, saat saya datang kamu sudah berada di kasur dan tangan mu juga sudah diobati. Mungkin para pelayan yang mengobatinya. "Mas Albar menjelaskan dan dengan cepat aku mengangguk.


Lagian, tidak mungkin sekali mas Albar melakukan itu. Bukan pribadinya sama sekali. Untuk apa ia mau mengobati luka ku?.


Aku turun dari mobil dengan pelan, dan mas Albar juga turun secara tiba-tiba.


" Loh, kenapa tuan juga turun? "Aku merasa heran.


Mas Albar mendekat ke arah ku dan aku dengan cepat mundur. Jangan bilang dia ingin mencium ku lagi disini.


" Ada apa tuan? "Aku lagi-lagi mundur.


Tidak mungkin kan? Awas saja kalau berani mencium ku di jalan seperti ini. Aku akan berteriak.


" Diamlah bodoh, ada sesuatu di rambut mu. "Mas Albar mendekat dan meraihnya.


Sret,


Tiba-tiba mas Albar malah meraihku hingga kini menabrak dadanya dan ia juga memeluk tubuhku.


" Kau Hati-hatilah, hampir saja tadi di srempet. "Mas Albar terlihat sedikit khawatir ah tidak mungkin.


Aku buru-buru membenarkan posisi ku dan menunduk" Terima kasih tuan. "


Merasa malu dengan isi pikiran ku sendiri. Bagaimana bisa aku berpikir mas Albar akan mencium ku lagi? Ahh sudahlah.


Ternyata sejak tadi ada Lea yang memperhatikan zhia dan Albar yang sedang berbincang itu. Ia mengambil beberapa foto saat mereka terlihat seperti sedang berpelukan tadi.


"Bisa-bisanya zhia bersama dengan pria lain, saat tau ragil memiliki perasaan lebih padanya. Dan pria tersebut seperti seorang om om. Lihat saja gua akan hancurin hidup lu karena udah berani hancurin hati gua. " Lea bergumam kesal.


🍁🍁bersambung 🍁🍁


Nih si Lea kenapa sih? Yang salah kan bukan zhia. Aduhh


Jangan lupa yah like, komen dan vote😍

__ADS_1


Pai pai say🍁


__ADS_2