Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
56. one ranjang


__ADS_3

๐Ÿ๐ŸKehidupan yang kujalani sangat sulit, jadi tau apa kamu? ๐Ÿ๐Ÿ


ย  ย ย  Albar memasuki kamar dan merasa canggung saat melihat zhia sudah berbaring diatas sofa menghadap kearah lain. Dengan baju kaos Albar yang kelonggaran ia kenakan dan celana trening Albar yang juga kebesaran ia kenakan membuat tubuh mungil itu terlihat unik untuk dilihat. Semua serba kebesaran ditubuh zhia.


Dan, mungkin kalian pikir Albar sudah lupa dengan yang tadi? Bahkan melihat tubuh full pakaian zhia ia masih berpikir kemana-mana. Hawa panas kembali menjalar ditubuh nya.


Cleck,


Pintu tiba-tiba terbuka dan memperlihatkan sang Ayah yang mengintip dari luar.


"Loh, menantuku. Kenapa kamu tidur disofa? Albar! Kenapa istrimu tidur disana? Dasar laki-laki batu. Tak ada manis-manisnya sedikit pun. Kamu tidak usah takut menantuku, cepat ke tempat tidur. Nanti badanmu sakit kalau tidur di sofa. " Ayah terlihat sangat memerintah dari wajahnya.


Zhia langsung panik bukan main, ia sungguh tak ingin tidur disana ia bahkan lebih memilih tidur diluar dibanding seranjang dengan Albar. Sama saja ia cari masalah.


"Tidak apa Ayah, aku tidur disini saja. Aku memiliki kebiasaan buruk saat tidur, nanti itu akan membuat mas Albar tidak nyaman. " Zhia beralasan.


"Cepat keranjang menantuku, ini perintah Dari Ayah. " Wajah Ayah sangat tegas.


"Cepatlah kemari, " Ucap Albar tiba-tiba. Ia menatap jengkel kearah ayahnya itu.


"Dasar tua bangka, kenapa jahil sekali sih? " Batin Albar.


"Kenapa sih dengan mas Albar? Kenapa ia malah menyuruh ku untuk kesana juga? " Batin zhia kesal.


Zhia masih saja tak mau bergerak, ia tak mau seranjang dengan Albar. Ia takut Albar akan melakukan hal yang tadi. Rasa canggung nya bahkan belum habis.


Ayah masih saja berdiri disana menunggu zhia beranjak menuju kasur. Albar sendiri menatap kesal kearah ayahnya karena sudah mengurusi bahkan sampai di kamar. Lihatlah besok ia akan mengunci kamar itu agar si tua bangka ini tak bisa membukanya.


"Cepatlah menantuku, kamu harus istirahat. Hari sudah mulai tengah malam. " Ayah lagi-lagi memerintah dan nadanya lebih tegas kali ini.


Zhia langsung merasa takut, Ayah bahkan terlihat semakin memelas agar ia menaiki kasur. Dan dengan segenap keterpaksaan zhia pun bangkit dari sofa dan berjalan menuju kasur.


"Nah gitu dong, kamu jangan hardik menantuku ini. Jangan takut menantu, kamu tidurlah disana. Tak baik tidur disofa. " Pintu tertutup rapat.

__ADS_1


"Tidur disini lebih tidak baik Ayah, aku takut. " Batin zhia masih duduk diatas kasur dengan kekakuan yang sangat menyiksanya.


Albar sendiri juga merasa sangat canggung, ayahnya sangat jahil membuat suasana canggung diantara mereka semakin bertambah saja persentase nya.


"Khem, berbaringlah. " Albar dan itu terdengar sangat ambigu.


"Hah?"Zhia langsung panik bukan main, sungguh ia sangat ingin tidur diluar saat ini.


"Maksud saya, kamu tidurlah. Saya tak akan macam-macam. " Albar memberikan sinyal tanda berdamai hingga zhia sedikit tenang.


Ia harap mulut laki-laki batu ini bisa dipercaya.


Dengan ragu mereka berdua berbaring di ranjang yang sama. Albar menghadap ke kanan dan zhia menghadap ke kiri. Mereka berdua seperti pasutri yang sedang bertengkar saja.


Seandainya hanya ada guling diantara mereka sudah membuat sedikit rasa aman dan nyaman. Namun siapa lagi oknum yang sengaja mengambil guling dikamar itu kalau bukan Ayah? Sangat jahil sekali hingga membuat Albar berkali kali menyalahkan ayahnya hingga kini.


"Dasar Ayah gila, kenapa dia menyiksaku dengan cara seperti ini?. " Batin Albar.


Zhia pun langsung kembali berbalik kearah kiri, ia sungguh takut dengan suasana ini. Siapapun tolong zhia!.


Albar melihat kearah zhia yang membelakangi nya. Pikiran pikiran liar kini sudah berlalu-lalang dalam benaknya. Bahkan hanya melihat punggung zhia yang terbalut kaos besar miliknya malah membuat kesan seksi tersendiri menurut Albar.


Ia hampir saja lost kendali hanya karena berada di dekat gadis itu.


"Akhh, membuat ku frustasi setengah mati. " Batin Albar.


Sudah sangat lama Albar mencoba untuk tidur namun tidak bisa karena ia masih saja merasa panas diseluruh tubuhnya.


Tiba-tiba saja zhia berbalik kearahnya dengan mata tertutup tanda ia sudah tertidur lelap.


Albar menggeleng dengan gadis dihadapan nya itu.


"Bagaimana bisa si dungu ini tertidur dikondisi seperti ini? Apa hanya aku yang tak nyaman disini? " Albar bergumam melihat kearah zhia yang tertidur lelap itu.

__ADS_1


Albar menatap lebih lekat wajah dihadapan nya itu. Kelopak mata yang indah, pipi yang halus, kulit putih bersih dan bibir yang merah bahkan tanpa ia kenakan lipstik. Albar benar-benar mengagumi wajah itu saat ini. Ia benar-benar tak menyangka zhia secantik itu.


Ia sungguh sangat ingin mencicipi bagaimana rasa dari benda kenyal berwarna merah dihadapan nya itu. Membayangkan bibirnya berlabuh disana membuat ia sangat ingin dan hampir lepas kendali saat ini.


Albar semakin mendekat kan dirinya kearah zhia dan beberapa senti lagi bibir mereka akan bersatu namun Albar buru-buru menarik diri dari arah zhia dan bangkit.


"Sial, sial, kenapa sih dengan ku? " Albar memilih untuk tidur disofa saja. Tak aman baginya. Ia sungguh akan lepas kendali nanti kalau terus berada disana.


"Apa karena aku sudah lama tidak bersama Naya hingga bersikap seperti tadi? Ck, benar-benar memalukan sekali mengetahui fakta bahwa aku Hampir saja mencium gadis dungu itu. " Albar bergumam kesal sembari menatap kearah atap.


"Kalau pun sangat ingin dibelai, bukan si dungu itu orangnya. Kenapa sih menurunkan standar saja kamu Albar. " Kesal Albar pada dirinya sendiri.


Namun, kalau berbicara tentang rindu belain. Ia sama sekali tak merindukan Naya. Biasanya saat Naya tak berkabar ia akan gila karena rindu. Tapi kini, bahkan Naya menelponnya sekalipun ia sangat malas untuk sekedar meladeni, tidak mungkin cinta nya yang sudah ia rasakan sejak lama kini mulai hilang. Naya adalah cinta matinya itu yang selama ini ia yakinkan dalam hatinya.


Naya seolah mulai terhapus secara perlahan dalam hati Albar. Ia bahkan tak perduli apakah saat ini Naya sedang sendiri atau bahkan sedang bersama dengan pria lain. Ia merasa sangat bodoamat dengan itu.


"Kenapa sih dengan ku? Sangat tidak jelas sekali. " Albar masih saja bergumam merasa bingung dengan rasanya.


Albar pun mencoba untuk menutup matanya untuk sekedar mencoba tertidur bahkan saat ia tak merasa ngantuk sama sekali.


๐Ÿ๐Ÿbersambung ๐Ÿ๐Ÿ


Ngakak banget sih liat si Ayah jail Banget ih. Gemoyya


Ihh ngk mau ngk suka gelayyyy"zhia.


Apaan sih? "Albar


Dah dah jan pada berantem dimari, ngk enak di liat pembaca heheh. " Author


Jangan lupa yah like, komen dan vote๐Ÿ˜


Pai pai say ๐Ÿ

__ADS_1


__ADS_2