
🍁🍁apa orang orang hanya mau berteman jika yang mereka lihat hanya dari sisi baik kita🍁🍁
Aku terus saja memperhatikan mereka yang berbincang dengan semangat itu, mereka terlihat sangat dekat dan terbuka. Mendengar cerita mereka juga mereka pasti sudah lama bersama.
Aku sudah tak sanggup lagi memakan bubur itu karena mungkin angin sudah lebih dulu mengisi perutku hingga makanan menolak untuk masuk lagi.
"Emmb,, boleh saya bertanya? " Aku ragu sebenarnya untuk memulai pembicaraan ini. Apa aku terlalu kepo atau bagaimana?.
Mereka berdua langsung melihat kearahku "kalian sudah kenal lama pastinya kan? Maaf kalau saya terlalu ingin tau. " Aku langsung merasa tak enak.
Gadis itu tersenyum "Lu kok kamu banget sih? Kayak ngomong sama siapa aja, kenalin gua Lea Aditya. Panggil aja Lea dan bocah tengil ini ragil sanjaya biasa dipanggil ragil sih, kami ini udah kenal dari kecil gara-gara orang tua kita itu rekan satu kerjaan. " Gadis bernama Lea itu juga terlihat sangat ramah.
Mereka hanya teman rupanya? Padahal sangat cocok menjadi pasangan. Setau ku tidak ada tuh pertemanan antara laki-laki dan perempuan. Tapi aku terlalu sibuk untuk mengurus itu.
"Kenalin nama aku zhia, aku harap kita bisa berteman. " Aku menjabat tangan Lea dan ia dengan cepat mengangguk tersenyum.
"Nah gitu dong, mending pake logat aku ketimbang saya. Formal Banget itumah. " Aku tersenyum mengangguk dan kulihat ragil hanya diam saja memperhatikan kami.
"Maaf yah nak ibu baru datang, bagaimana keadaan zhia? " Ibu Rahmi datang dengan tergesa-gesa kearah ku lalu memeriksa kondisi ku. Kenapa orang orang disini baik-baik sekali? Apa mereka memang selalu seperti ini yah?.
Aku tersenyum kearah ibu Rahmi"saya baik-baik saja buk, maaf sudah merepotkan sekali. "Ia langsung tersenyum.
" Lain kali kamu sarapan dulu sayang sebelum berangkat ke sekolah. Biar ngk pingsan seperti tadi. "Aku dengan cepat mengangguk saja karena senang diperhatikan begitu.
" Yasudah kita ke kelas sekarang yah, zhia istirahat saja nak tidak apa-apa hari ini kamu libur saja. "Ibu dan dengan cepat aku menggeleng.
" Saya sudah baikan dan benar-benar tidak apa-apa buk. Saya sudah bisa kembali ke kelas sekarang buk. "Aku ikut bangkit.
" Bandel banget dibilangin, istirahat aja sana. "Ragil terlihat kesal.
Aku hanya tersenyum saja menanggapi itu karena aku tau ia hanya khawatir saja" Ngkpp kok gil, aku udah ngerasa baikan. "Aku berjalan kearah mereka setelah selesai mengenakan sepatu ku.
" Baiklah lagian teman-teman dikelas sudah sangat ingin berkenalan dengan mu. "Aku tersenyum sangat senang karena mendengar itu. Apa aku akan punya teman disekolah ini?.
Kami kembali memasuki kelas dan mereka lagi-lagi bersorak seperti tadi.
__ADS_1
"Perkenalkan dirimu nak. " Ibu tersenyum dan menyuruh mereka diam.
Setelah mereka diam aku langsung merasa kaku seketika karena seluruh mata kini menatap kearahku, bagaimana ini? Apa aku akan bisa tenang dikelas ini. Wajah mereka terlihat ramah tapi kenapa aku merasa takut.
"Halo semua, perkenalkan nama saya azhia liananda panggil saja zhia. Semoga kita bisa berteman. " Aku melambaikan tanganku dengan ragu dan mereka langsung berteriak.
"Kami mau. " Dengan senyuman yang khas.
Aku sampai kaget saat mendengar itu, kenapa mereka sangat ramah sekali sih? Aku hampir tidak percaya dengan ini semua.
"Kamu zhia yang sering jadi model itu kan? " Seseorang bertanya kepada ku dengan keras hingga aku langsung mengingat paman adil yang telah tega melakukan hal jahat itu padaku.
Aku mencoba untuk mengusir rasa sedih itu dan mencoba untuk tersenyum lalu mengangguk pelan.
"Wahh ternyata benar. " Mereka bersorak lagi dan lagi hingga ia menyuruh mereka untuk diam.
"Wah kita memiliki seorang model dikelas kita, tepuk tangan semuanya. " Ibu Rahmi berbicara dengan semangat.
"Maaf buk, tapi saya sudah berhenti jadi model. " Aku menunduk dan seketika semua sunyi.
Mereka menyemangati ku dan berkata bahwa aku pasti bisa bersinar lagi, maunya sih iya tapi sudah mustahil sekarang ini.
Aku hanya tersenyum kikuk saat menanggapi itu.
"Silahkan duduk di kursi kosong itu. " Ibu menunjuk kursi kosong tepat disebelah Lea yang langsung melambaikan tangannya padaku dan aku langsung tersenyum berjalan kesana.
"Duhh senyuman nya itu loh, bikin pangling. " Ku dengar seseorang berbicara keras hingga yang lain Menyoraki nya.
"Hmmm riza, kamu yah fokus pada nilai dulu baru mikirin cewek. " Ibu tersenyum.
"Ibu mah kalo mau ngasih tau itu harusnya jangan di depan gebetan dong buk. " Seisi kelas langsung tertawa karena ucapan riza itu sedang Ibu hanya geleng-geleng kepala melihat itu.
"Baiklah anak-anak kalian tunggu yah gitu bidang studinya datang. Jangan ribut ibu permisi. " Ibu Rahmi berlalu meninggalkan kelas.
Aku tersenyum kearah Lea yang juga tersenyum itu"Aku senang banget bisa semeja sama kamu. "
__ADS_1
"Ah bisa aja lu, biasa aja keles kayak sama siapa aja. "
"Zhia, kamu pasti ketinggalan banyak catatan kan. Ini catatan ku bisa kamu lihat kok. " Laki-laki yang bernama riza itu datang kekursiku dengan ramah.
Aku merasa senang sekali karena memiliki teman sekelas ramah seperti mereka. Aku tersenyum mengangguk dan menerima buku yang ia berikan.
"Waw ia mau menerima nya huuu. " Riza bersorak gembira.
"Jangan mau zhia, dia itu malas mencatat lihat saja catatan itu bukan catatan nya itu punya Mia teman semeja nya. Masa kamu kasih buku hasil curian mu pada dewi kita sih. " Tiba-tiba darus datang dari arah samping mengambil buku itu dari tanganku dan menukarnya dengan buku yang lain. Aku tertawa melihat tingkah lucu mereka itu.
"Apa-apa sih lu rus, jangan ganggu gua sama gebetan gua kenapa sih? " Riza terlihat sangat kesal.
"Hellow kang halu, gebetan palalu. Dia kenal lu juga kagak. Huuu. " Dan seketika kepala darus ditampol oleh riza.
"Zhia kamu tau kan nama aku? " Riza datang dengan suara lembut nya itu dan aku hanya mengangguk saja"Riza kan? "Dan seketika ia melompat girang hanya karena kusebut kan namanya itu.
" Kalau nama gua ku tau kan?"Tiba-tiba darus juga tak mau kalah ingin ku sebut juga namanya.
Aku lagi-lagi mengangguk tersenyum "Darus kan?"
"Yuhuu bukan elo doang. " Darus tak mau kalah.
"Jadi kamu mau pilih catatan yang mana? " Aku jadi bingung aku takut salah satu dari mereka akan tersinggung.
"Yaelahh kenapa lu pada repot banget sih, tadi zhia udah nanya catatan gua ngk heboh gitu ganggu aja. " Kesal ragil dari belakang.
Dan seketika riza dan darus mundur alon-alon karena kesal dengan ragil.
Lea juga tertawa karena itu.
🍁🍁bersambung 🍁🍁
Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.
Pai pai say💋.
__ADS_1