
🍁🍁aku tidak tau karena aku tak pernah merasakan nya🍁🍁
Aku terus saja melihat kearah mereka yang masih sibuk berbincang padahal sudah sangat lama kurasa. Belum lagi mereka sangat mesra berada di depan umum begini tidak takut yah akan diperhatikan?.
"Hei,lu kenapa sih dari tadi bengong mulu? " Ragil lagi-lagi menepuk bahuku hingga sadar lagi.
"Eh, ngk kok gil. Aku udah kenyang nih. " Aku merasa tidak nafsu makan secara tiba-tiba karena melihat mereka. Ada apa sih dengan ku? Aku tidak mungkin cemburu hanya karena itu kan? Ayolah zhia kalian hanya pasangan suami istri palsu kenapa begitu mempermasalahkan nya? Acuhkan saja dan jalani hidupmu dengan baik.
"Karena lu udah kenyang lu temenin gua dulu yuk. " Ia menarik tanganku namun kutahan.
"Ih sabar dong ragil, ini masa aku pergi gini sih? " Aku menunjukkan celemek yang melekat pada tubuhku dan ia langsung tertawa.
"Lagian kan HP sama tas aku lagi diloker, tunggu yah disini. " Aku dengan sedikit malas berjalan menuju loker untuk mengambil HP juga tas ku kemudian kubuka perlahan celemek itu dan pergi bersama ragil. Sebelum keluar ku tatap sekilas mereka yang masih saja asyik berbincang dan bergurau dengan leluasa. Mas Albar terlihat sangat bahagia dengan Naya.
"Hei, kamu hati-hati. " Ku lihat ragil yang saat ini menahan wajahku yang hampir menabrak sebuah tiang karena tidak fokus dalam berjalan.
Aku langsung mundur dan sedikit tersenyum kikuk"Hehehe makasih yah, aku lagi banyak pikiran nih. "Aku perlahan tertunduk bingung dengan diriku sendiri kenapa bisa sebegitu nya memikirkan mas Albar. Padahal kan kami hanya orang lain satu sama lain. Yatuhan bagaimana dengan ku ini? Aku tak tau apa yang membuat ku begitu memikirkan nya.
" Kita mau kemana? "Aku bertanya saat ragil mulai menghidupkan mesin motornya.
" Ada deh, nanti kamu juga tau apalagi saat ini kamu lagi banyak beban pikiran. Gua jamin bakal buat lu lupa sama semua beban itu. "Ia tersenyum lalu mengisyaratkan untuk aku naik dan aku langsung menaikinya.
Motor ragil perlahan melaju meninggalkan pekarangan cafe itu. Aku masih saja memandang kesana bahkan sudah jauh sekali dari arah cafe.
Aku mendengus pelan lalu menyenderkan kepala ku dibahu ragil. Tanpa sebab hari ini aku merasa sangat lelah sekali. Aku ingin beristirahat dengan cepat.
__ADS_1
" Waduh nih anak tumbenan mau maunya nyender gitu kegua? Bikin melting aja. "Batin ragil yang masih pokus mengendarai motor itu.
Aku masih saja menyenderkan tubuhku dipunggung ragil yang lumayan lebar itu. Aku bahkan tidak sadar dengan itu padahal sudah beberapa kali aku ikut dengan nya naik motor seperti ini.
Kami sudah berteman selama dua bulan lebih begitu juga dengan lea. Oh iya mengingat lea aku jadi penasaran bagaimana harinya disekolah hari ini tanpa aku dan ragil. Pasti ia akn kesepian disana tadi.
Hari sudah menunjukkan pukul 17.46 pm kini, aku sebenarnya bingung kemana ragil akan membawaku. Kami sudah menghabiskan banyak waktu diperjalanan kini. Hari sudah mulai gelap aku takutas Albar akan marah jika aku belum pulang juga. Aku akan kena amukan nya jika masih belum juga kembali.
Motor berhenti tepat di tepi jalan dan disana terdapat sebuah parkir khusus untuk kendaraan beroda dua dan ragil datang menghampiri ku setelah memarkirkan motor nya.
" Kita ngapain kesini? "Aku bingung saat melihat banyak sekali orang berlalu lalang di depan kami.
" Mana hari udah mulai gelap gil, aku mau pulang aja deh. "Aku memang tidak bisa diajak berkompromi kini. Aku takut mas Albar akan marah jika aku masih belum pulang juga. Aku tak mau ia benar-benar akan membuat ku berhenti sekolah nantinya.
Ragil terlihat heran melihat ku" Loh bukannya kita baru aja sampe yah? Kok udah minta pulang aja? Kita mau ngilangin beban pikiran lu dulu baru kita pulang. "Ragil dan ke keras kepala an nya itu Lagi-lagi tak memperdulikan pendapat ku. Ia langsung menarik tanganku kesebuah tempat yang sangat indah sekali.
" Wahh cantik sekali yah. "Mulutku menganga karena merasa kagum dengan apa yang ku lihat ini.
Ragil tersenyum kearahku sembari berkata dengan mata yang melihat lekat kearah ku" Iya, sangat cantik sekali. "
Apa ia sedang berbicara tentang ku atau wahana itu? Aku tak tau sama sekali karena ia melihat kearah ku saat mengatakan itu. Baiklah zhia kamu juga berhak untuk menjalani hidupmu dengan sesekali melanggar perintah nya. Hari ini kamu cobalah untuk menghilangkan rasa gundah mu lagian mas Albar juga tidak pulang malam ini mendengar perbincangan mereka tadi dicafe. Ahh mengingat itu membuat ku lagi-lagi merasa resah tanpa sebab.
"Baiklah, kuy naik wahana itu untuk membuat lu hilang akal. " Ia tersenyum sembari menarik tanganku menuju tempat dimana kami harus antri terlebih dahulu agar memiliki tiket dan bisa masuk kesana.
"Lu siap ngak? Gua yakin banget tempat ini cocok buat ilangin beban pikiran lu. " Ia tersenyum kearahku.
__ADS_1
Aku mengangguk dengan cepat karena bersyukur dengan ide ragil ini. Ia benar-benar baik padaku, aku bersyukur memiliki teman seperti nya. Pasti akan menyenangkan jika ada zhia disini.
"Yaudah kita mulai dari wahana yang memiliki tingkat adrenalin paling rendah dulu biar lu ngk langsung kaget gara-gara itu. " Ia tersenyum dan membawa ku menuju sebuah wahana dan lagi-lagi kami harus antri terlebih dahulu untuk bisa masuk kesana.
Tempat ini sangat ramai sekali belum lagi sangat luas. Pasti tempat ini merupakan tempat yang populer dikalangan orang orang disekitar sini hingga berbagai penjuru karena ku lihat beberapa orang berkulit putih juga hitam datang kesini. Wahh kalau ingin bertemu dengan turis kita bisa datang kesini.
Aku dan ragil sudah mendapatkan tiket dan kami langsung menaikan sebuah wahana yang memiliki kursi bersejajar dua ber Banjar hingga kebelakang.
"Wahh kita mau ngapain abis ini gil? " Aku penasaran sekali apa yang akan terjadi setelah duduk diatas kursi itu.
"Lu liat aja nanti, kalau takut lu bisa pegang tangan gua. " Ragil tersenyum disamping ku.
Kenapa kata-kata nya itu seolah sedang menakut-nakuti ku. Kenapa ia berkata kalau aku takut aku bisa memegangi tangan nya? Apa sebegitu menakutkan yah?.
Dan segala pertanyaan dalam benakku langsung terjawab saat wahana itu bergerak dan memutari jalan bergelombang itu hingga darahku langsung berdesir takut karena kaget. Wahh ini benar-benar membuatku hilang akal yang kupikirkan hanya lah rasa takut apalagi saat melihat kebawah aku semakin pusing saja.
Dan wahana itu terus saja berputar mengitari arusnya.
"Akhh,, gil aku takut. " Karena wahana itu sedikit terguncang aku langsung menghamburkan diriku di tubuh ragil dan dia hanya tertawa saja. Kenapa ia tidak takut sama sekali? Aku sudah sangat ketakutan kini dan ia masih bisa tertawa?.
Apa karena aku belum pernah kesini dan merasakan nya yah?.
🍁🍁bersambung 🍁🍁
Jangan lupa yah like, komen dan vote❤
__ADS_1
Pai pai say💋