Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
67. Mulai perhatian


__ADS_3

๐Ÿ๐ŸKau harus siap untuk kehilangan sesuatu agar bisa mendapatkan yang kau mau. Karena itu adalah sebuah pengorbanan yang harus kau bayar ๐Ÿ๐Ÿ


ย ย 


ย  ย ย  Zhia masih saja diam di dalam kamar mandi, mengunci diri disana sembari menunggu bel tanda pulang berbunyi keras. Sejak tadi sudah banyak yang keluar masuk kedalam kamar mandi dari luar dan telinga zhia berkali-kali menangkap banyak sekali pembicaraan mengenai dirinya.


Hatinya sangat hancur, kini seluruh masyarakat sekolah percaya dengan rumor itu dan membencinya.


Zhia keluar dari kamar mandi karena merasa sekolah sudah sangat sepi. Kakinya sangat lemas dan kepalanya pusing berkunang-kunang karena sejak tadi pagi ia mengenakan bajunya yang basah itu. Belum lagi bibirnya terasa sangat perih karena bekas tekanan Albar di pipinya kembali sakit akibatnya perlakuan Lea tadi.


Ia lagi-lagi melihat sesuatu yang membuat hatinya sakit saat memasuki kelas. Tasnya sudah ada dilantai dengan barang-barang yang sudah berserakan dimana-mana.


Ia memungut semua peralatan sekolah nya dengan hati yang mencoba untuk sabar. Air matanya sudah mengering karena sejak tadi menangis. Mata bengkak sudah sangat terlihat jelas dimatanya.


"Aku akan ke cafe mbak nana besok saja, nanti mbak Nana akan khawatir saat melihat ku datang dengan kondisi seperti ini. " Zhia berbalik arah karena sudah hampir sampai di cafe tempat ia bekerja.


Rasa sakit dikepala nya kian bertambah nyeri hingga ia merasa semua yang ada dihadapannya berjumlah dua.


Saat sudah berada didalam Bus zhia langsung mencoba untuk memejamkan mata karena merasa kepalanya sangat sakit. Hari ini sangat melelahkan baginya.


"Neng, sudah sampai di terminal. " Teriak sangat supir hingga zhia hampir tertidur langsung terbangun.


"Eh iya Pak. Terima kasih. " Zhia mencoba bangkit dan berjalan turun.


"Huh akhirnya sampai juga, " Ucap zhia bernafas lega saat sudah melihat pintu rumah. Sejak tadi ia sudah mulai tak bisa menahan rasa sakitnya.


"Kenapa tumben sekali kamu cepat pulang begini? " Tiba-tiba saja Albar yang baru keluar dari rumah lengkap dengan pakaian kantor nya yang sudah ia ganti kembali.


"Tuan juga kenapa tumben sekali pulang cepat? " Tanya zhia pelan hingga terdengar seperti gumaman.


"Saya akan melaksanakan rapat sebentar lagi, saya pulang untuk mengganti baju saya. Kenapa dengan mu? Kenapa terlihat sangat berantakan? Bajumu juga kenapa kotor sekali? " Tanya Albar mendekat.


Saat zhia hendak menjawab ia langsung ambruk. Bahkan untuk sekedar berbicara ia sudah tak sanggup lagi kini.


Albar yang melihat zhia tergeletak lemas di tanah langsung berlari ke arah nya dengan panik. Buru-buru ia angkat tubuh lemah itu menuju kamar dan membaringkan nya diatas kasur.


Ia bingung harus bagaimana menghadapi zhia yang sedang terkulai lemas itu. Pertama kalinya ia berhadapan dengan orang sakit seperti ini.


"Ah, dokter ia dokter. " Albar langsung menghubungi dokter.


"Kenapa yah dengan nya? Terlihat seperti diganggu. Bagaimana bisa bajunya sekotor ini. Wajahnya juga kenapa pucat sekali. " Albar tanpa sadar sangat khawatir dengan kondisi zhia saat ini.

__ADS_1


"Bagaimana dok? " Albar langsung bertanya setelah dokter memeriksa kondisi zhia yang sampai kini belum juga sadar.


Dokter itu menjelaskan kondisi zhia yang hanya kelelahan saja dan alasan utama nya adalah karena seharian ia memakai baju yang basah dan itu mungkin membuat tubuhnya tidak bisa tahan lalu pingsan begini.


"Tolong pak pakaian nya diganti." Dokter itu berlalu setelah mereka selalu membahas masalah administrasi nya.


"Tunggu dok, saya yang gantikan? " Tanya Albar sedikit bingung.


Dokter itu lebih bingung dengan pertanyaan Albar " Lantas, haruskah saya pak? "Bagaimana mungkin dokter yang berjenis kelamin laki-laki itu yang menggantikan nya.


Albar langsung menggeleng dengan cepat setelah mendengar Jawaban dokter itu.


Setelah kepergian dokter itu Albar berjalan menuju ranjang dimana zhia sedang terbaring lemah disana.


" Kenapa dia bisa seperti ini? Apa sesuatu terjadi padanya yah? "Albar bergumam sembari memperhatikan wajah zhia yang terlihat sangat pucat itu.


Tangan Albar perlahan terulur mengelus pelan sudut bibir zhia yang bengkak itu.


" Prasaan ini sudah sembuh, tapi kenapa terlihat semakin parah saja? "Gumam Albar melihat sudut bibir zhia yang kian membengkak.


Tiba-tiba ponsel Albar berbunyi dengan keras hingga ia yang sejak tadi memandangi wajah zhia yang sedang menutup mata itu langsung kaget.


" Bagaimana dengan rapat kita hari ini pak? Para kolega Sudah berhadir disini. "Ternyata yg menghubungi Albar adalah asisten pribadinya.


Albar sampai lupa dengan rapat hari ini hanya karena mengkhawatirkan zhia tadi.


Perlahan Albar melihat kearah zhia yang masih saja terkulai lemas itu. Ia merasa bingung harus ikut rapat atau menjaga zhia disini.


" Hmm saya sedang ada urusan, kamu saja yang menjadi perwakilan. "Albar langsung mematikan sambungan setelah asisten pribadinya menyetujui nya.


Albar kembali melihat kearah zhia yang masih saja terlihat pucat itu. Ia memegang kening zhia yang ternyata sangat panas sekali.


" Astagah kenapa panas sekali? "


"Bajunya harus diganti. " Albar terlihat ragu untuk sekedar mendekat kearahnya.


Ia kemudian mengambil pakaian dari lemari. Saat membuka lemari ia baru sadar bahwa baju zhia hanya ada beberapa saja. Ia bingung bahkan hanya memilih baju zhia yang sedikit itu.


Karena baju zhia semuanya sangat pendek dan juga hanya sampai lengan saja ia pun memilih mengambil bajunya sendiri karena lebih tertutup dan hangat.


"Ahh sudahlah, kamu menggantinya karena terpaksa bukan dengan maksud lain. "

__ADS_1


Albar menarik nafas dengan pelan lalu menaiki tempat tidur.


Tangannya perlahan membuka kancing seragam sekolah zhia yang masih terasa lembab itu.


"Bagaimana bisa dia berakhir basah seperti ini? " Albar sedikit bergumam sembari membuka baju zhia yang kancingnya sudah terbuka semua.


Jantung Albar langsung berdetak kencang melihat sesuatu yang sangat indah dimatanya.


"Astaga Albar apa yang sedang kamu pikirkan? Kamu seperti si mesum saja. " Albar lalu menutup matanya mencoba untuk tidak melihat malah ia tak sengaja memegang sesuatu yang kenyal dihadapan nya.


"Bukan maksud saya seperti itu, aduhh kenapa sih dengan ku? "


Albar pun akhirnya selesai mengganti pakaian zhia dengan susah payah ia menahan hasrat dalam dirinya yang bahkan sejak dahulu menginginkan itu.


Albar menarik selimut lebih panjang lagi lalu menutupi tubuh zhia yang masih terbaring itu.


Setelah itu Albar memilih untuk turun kebawah. Dan mengubungi asisten pribadinya menanyakan bagaimana perkembangan rapat mereka.


Tiba-tiba panggilan lagi lagi masuk ke ponsel Albar.


"Halo ayah ada apa? "


"Kamu kenapa tidak pernah mengubungi ayah kalau bukan ayah yang menghubungi mu lebih dulu. "


Albar menghela nafas pelan"Maaf ayah, ada apa lagi kali ini? "


"Malam ini kalian harus datang kerumah. Ayah lagi-lagi merindukan menantu ayah. Semua akan berkumpul lagi disini. Kalian kalau tidak diundang tidak pernah mau datang. Kalian tidak perduli yah ayah kesepian disini? "


"Kami tidak bisa datang yah, zhia sedang sakit. "


"Apa? Zhia sakit? Lihatlah. Kamu bahkan tidak bisa menjaga istrimu. Ayah tidak mau tau, kalian harus datang kesini. Banyak disini yang bisa mengurus istrimu. "


Albar langsung mendengus kesal" Yasudah ayah. Kubantah juga tidak bisa. "Albar pun langsung mematikan sambungan setelah ayahnya meminta ditutup.


๐Ÿ๐Ÿbersambung ๐Ÿ๐Ÿ


Yaelahh Albar. Kamu pasti modus mau megang tuh.


Jangan lupa yah like, komen dan vote๐Ÿ˜


Pai pai say๐Ÿ

__ADS_1


__ADS_2