
๐๐Saat kamu mulai menyukai ku. Pernah kah kau berpikir bagaimana perasaan ku padamu saat itu? ๐๐
Albar langsung saja berteriak keras memanggil perawat tanpa peduli seluruh mata memandang kesal dan heran kearah Albar yang berlari menggendong zhia. Ia bahkan tak perduli dengan satpam itu yang menatapnya dengan heran. Kunci mobil belum juga ia berikan pada Albar sudah ngacir lebih dulu.
"Dimana sih petugas media dirumah sakit ini? Istri saya butuh pengobatan. " Albar berteriak semakin kencang dan geram.
"Tuan, tenanglah. Saya baik-baik saja. " Zhia mencoba menenangkan Albar namun Albar sudah diburu rasa khawatir hingga tidak mendengarkan mina.
Seorang suster dengan sigap datang membawa ranjang dorong menuju Albar.
"Kenapa lama sekali sih? Tidak tau apa istri saya sedang butuh pengobatan secepatnya. " Albar membentak suster itu hingga ia langsung kaget bukan main.
Mereka langsung membawa zhia menuju ruangan pemeriksaan dan Albar dengan penuh kekhawatiran melihat kearah zhia yang terlihat lemah itu.
"Tolong bapak berhenti disini, hanya pasien yang diperbolehkan masuk. "
"Tidak bisa, saya kan tidak tau apa saja yang akan kalian lakukan pada istri saya. " Albar memaksa untuk ikut masuk.
Dan mau tak mau suster itu langsung mengalah saja.
"Saat dokter yang datang itu adalah dokter laki-laki mata Albar terbelalak kaget.
" Kenapa dokter nya laki-laki? Memang nya tidak ada dokter wanita yah? "Kesal Albar melihat itu.
Mereka semua yang ada di ruangan itu melihat heran kearah Albar.
" Seluruh dokter wanita sedang bertugas pak, tolong kerjasamanya agar pasien segera kita tangani. "Suster itu berusaha untuk mengajak Albar bekerjasama.
" Baiklah kita mulai pemeriksaan nya. "Dokter itu mencoba faham dengan sikap Albar.
" Eh itu tangannya tolong dikondisikan, jangan berani menyentuh istri saya. "Albar langsung heboh saat dokter itu ingin men cek kondisi zhia.
" Yatuhan mas Albar kenapa sih? Bagaimana bisa aku segera diperiksa jika dia begitu? "Batin zhia bingung.
Dokter itu hampir saja emosi melihat Albar namun ia tahan dan lanjut memeriksa nya.
" Wahh tidak mau mendengar kan saya yah? Jangan sentuh istri saya. "Kesal Albar.
" Ck, siapa sih yang membawa nya kesini? Cepat keluarkan dia. "Kesal dokter itu.
Albar juga hampir emosi namun mendengar suara zhia langsung reda emosinya.
" Tuan, tolong keluar agar urusan ini cepat selesai. "Zhia dengan kondisinya yang melemah.
__ADS_1
Dan dengan keterpaksaan Albar pun ke luar namun sebelum itu Albar mengecup pelan pucuk kepala zhia.
" Aku menunggu diluar kalau mereka menyakiti mu ada aku diluar yah. "Albar pergi setelah melihat tatapan kesal dokter itu.
Zhia sendiri merasa sedikit jantungnya berdetak karena ulah Albar yang tiba-tiba itu. Ia juga sangat malu diperlakukan seperti itu oleh Albar didepan orang banyak.
Albar merasa sangat khawatir dengan apa yang telah terjadi dengan zhia. Ia merasa sangat penasaran apa sebenarnya masalah mereka dengan zhia hingga mereka dengan tega melakukan itu pada zhia.
Karena mengingat itu Albar pun mengambil ponsel lea tadi dari sakunya lalu membukanya dengan cepat.
" Tidak dikunci? "Heran Albar, sangat jarang sekali orang tidak mengunci ponselnya.
Albar langsung melihat isi galeri ponsel itu karena ia sempat melihat lea hampir memotret zhia yang sedang pingsan tadi.
Mata Albar terbelalak kaget melihat isi ponsel itu adalah potret potret zhia yang mereka perlakuan seperti tadi. Belum lagi lebih dari sekali.
Air matanya hampir saja jatuh karena melihat isi galeri itu. Disana zhia terlihat sangat menyedihkan. Hampir tanpa busana kalau bukan karena bra nya mungkin zhia sudah bertelanjang pada bagian atas tubuhnya itu. Untuk apa mereka memperlakukan zhia seperti itu?.
Albar beralih melihat ke foto yang lain. Lagi-lagi ia merasakan sakit tak tertahan dihatinya melihat zhia dengan baju kotor dan basah belum lagi wajahnya terlihat sangat menyedihkan dengan mata bengkak.
"Sial,, sial,, " Albar berteriak marah setelah melihat itu. Ia sudah tak peduli dengan pandangan orang lain padanya.
Albar lagi melihat foto mereka memperlakukan zhia bagaikan bukan manusia, dan sampai lah Albar melihat sebuah laman dimana ia melihat foto dirinya juga zhia sedang berada dipinggir jalan dengan ia terlihat sedang memeluk tubuh zhia. Ia ingat betul kalau saat itu ia hanya sedang menarik zhia yang hampir saja di srempet motor yang sedang lewat.
Rahangnya mengeras saat membaca artikel tentang zhia itu. Apalagi saat mereka semua dengan semangat menghujat zhia di kolom komentar mengatakan kalau zhia adalah gadis pencarian uang jalur service.
Air matanya hampir saja jatuh saat tau kalau zhia menderita selama ini karena nya. Bagaimana gadis itu hanya diam saja selama ini. Pantas saja akhir-akhir ini zhia terlihat sangat lemah dan setiap pulang dari sekolah selalu saja berpenampilan berantakan. Namun setiap Albar bertanya ia selalu bisa memberikan alasan yang logis hingga Albar percaya. Ternyata selama ini Albar sudah mengabaikan gadis itu.
Tiba-tiba ponsel zhia yang saat ini juga berada ditangan Albar berbunyi dengan lantang.ternyata itu adalah panggilan dari ragil yang tak menemukan keberadaan zhia sejak tadi. Ia tak ada dirumah juga ditempat kerja.
"Halo,zhia lu dimana? " Ucap ragil dengan cepat.
Albar yang mendengar itu sedikit bingung dengan cara bicara ragil itu. Apa mereka dekat yah hingga ragil berbicara begitu santai pada zhia.
"Ragil ini paman, kenapa mencari zhia? Dia sedang ada dirumah sakit. " Albar.
"Rumah sakit? Kenapa bisa? " Ragil sudah tidak bisa lagi untuk sekedar menyebutkan Albar sebagai paman nya. Ia khawatir pada zhia.
"Tadi dia diserang oleh tiga siswi di sekolah hingga ia sampai melemah. Dan setelah it,, "
"Kirimkan alamat nya ke WA ragil sekarang juga paman. " Ragil langsung memotong panggilan itu dan menunggu pesan berisi alamat itu dari Albar.
Sedang Albar sendiri setelah mengirim kan alamat itu ia lagi-lagi melihat kearah ponsel itu. Ia dengan geram menghapus semua isi galeri itu namun tangannya terhenti saat melihat beberapa foto zhia dan gadis itu juga ragil. Mereka pernah dekat? Kenapa mereka memperlakukan zhia seperti itu? Dan apa sebenarnya permasalahan mereka?.
__ADS_1
Albar langsung berdiri saat melihat ragil datang kearah nya dengan wajah marah dan kesal. Albar hampir saja mencoba untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada zhia tiba-tiba saja ragil memukul sudut Bibir Albar dengan keras hingga bibir nya terkoyak dan berdarah.
"Ragil apa yang sedang kamu lakukan pada pamanmu sendiri? "
Albar sangat kaget saat keponakan nya sendiri memukul nya tanpa sebab. Belum lagi tatapan ragil seolah sedang menantangnya.
"Kenapa paman bilang? Puas udah buat hidup zhia hancur? Ini kan yang paman mau? " Ragil dengan emosi tersulut menyudutkan Albar yang terlihat mengerut keningnya.
"Apa maksud kamu? "
"Alah jangan Pura-pura ngk tau deh, paman berpikir setelah membeli nya paman bisa melakukan apapun padanya? Dia tidak pernah bahagia semenjak bersama dengan paman. Berapa ya harus ku bayar untuk membebaskan nya dari paman. Aku akan mencoba mencari uang itu agar ia bisa bebas dari paman. " Ragil dengan wajah penuh harap.
Deg,
Jantung Albar langsung saja berdetak dengan kencang saat mendengar itu dari ragil. Kenapa ia bisa tau tentang itu? Apa mereka memang dekat yah?.
"Jaga omongan mu itu, apa Tujuanmu berkata seperti itu? Kamu tidak menyukai nya kan? " Curiga Albar kearah ragil.
"Memangnya kenapa jika aku menyukai zhia? Aku akan rebut dia dari paman karena paman sudah gagal menjaga nya. " Albar semakin kaget saat mendengar itu.
"Apa-apaan kamu ragil? Zhia adalah bibimu istriku pamanmu sendiri. Jaga Ucapanmu itu. " Geram Albar mencoba untuk tetap bersabar mengahadapi keponakannya itu.
"Pernahkah sekalipun paman pikirkan perasaan nya? Apakah dia senang hidup dengan mu? Apakah ia bahagi? Apa dia sakit hati saat tau paman punya wanita lain. Aku sendiri tau kalau paman punya kekasih tapi aku diam saja. Paman sangat egois dan hanya mementingkan diri sendiri. " Kesal ragil.
Albar menahan amarahnya untuk tetap tenang semua yang ragil katakan memang benar nyatanya.
"Ragil kamu cobalah tenang, kamu jangan seperti ini. Zhia adalah bibimu istri pamanmu ini. " Albar mencoba untuk berbicara baik-baik.
Ragil sudah tidak perduli dengan itu, sudah lama ia menahan diri melihat Albar yang tak pernah peduli dengan zhia.
"Ingat ini paman, jangan pernah salahkan aku jika sewaktu-waktu zhia lebih memilih ku dari kada kamu yang sangat gagal menjadi suami untuk nya. "
Setelah mengatakan itu ragil lebih memilih untuk pergi. Berlama-lama disana ia takut akan semakin tak tahan melihat wajah Albar karena kesal dan marah.
Albar sendiri merasa semakin frustasi karena belum juga habis rasa bersalah nya ia malah merasa khawatir pula dengan ucapan ragil itu.
"Yatuhan kenapa dengan ku selama ini? Aku sungguh bukan suami yang baik untuk nya. " Albar bergumam merasa bersalah.
๐๐bersambung ๐๐
Mampus Albar, kamu tau kan gimana rasanya posisi hampir dilengserkan sama ponakan sendiri. Wkwkwk.
Kalian dukung siapa gaes?
__ADS_1
Jangan lupa yah like, komen dan vote๐
Pai pai say๐