Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
47. Bingung


__ADS_3

๐Ÿ๐ŸPernahkah benar-benar kau pikirkan bagaimana sebenarnya perasaan ku? ๐Ÿ๐Ÿ


Perlahan kubuka mataku karena tiba-tiba kurasakan cahaya matahari menerpa wajahku.


"Hmm jam berap yah kok udah terang aja? " Aku melihat kearah HP ku namun malah nonaktif.


"Hah? Kok mati? "


Buru-buru kulihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 07.40Am.


"Aaaa kok bisa sih nih HP mati? Aduhh gimana dong? "Aku buru-buru bangkit dari sofa dan hampir saja terjatuh saat mas Albar keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan handuk di tubuh bagian bawahnya itu.


" Tuan? Maafkan saya karena sudah terlambat untuk bangun. Tiba-tiba saja HP saya mati hingga tak bisa mendengar alarm sama sekali. "Aku sungguh merasa sangat lali karena sudah terlambat bangun.


Tak ada sahutan dari mas Albar sama sekali, kulihat ia hanya diam saja tak peduli dengan ku. Ia bahkan mengambil sendiri setelan jasnya tanpa peduli dengan ku.


" Apa tuan tidak marah? Saya berjanji tidak akan mengulangi nya lagi tuan. "Aku kembali menjelaskan.


" Selalu saja berjanji, manusia paling suka berjanji dan paling suka melanggar nya juga. "Mas Albar terlihat sangat kesal sekali.


Aku juga sangat Bingung kenapa bisa HP ku mati begitu? Prasaan tadi malam HP tidak ku nonaktifkan sama sekali. Lagian kenapa ia tak membangunkan ku tadi? Aisss kenapa sih?.


" Kenapa masih berdiri begitu? Cepat berkemas. Kamu tidak ingin sekolah yah? "Tanya mas Albar tiba-tiba.


Yatuhan!kenapa aku bisa lupa sih? Aaa bagaimana ini? Apa aku tidak usah kesekolah saja yah? Aku tak ingin berhadapan dengan pak saepudin lagi. Aku takut terkena masalah jika harus berhadapan dengan pak saepudin nantinya.


Ini semua gara-gara hp ku yang tiba-tiba mati tanpa sebab. Pagiku diomeli oleh mas Albar dan kini aku harus mencari cara agar bisa masuk ke kelas tanpa sepengetahuan pak saepudin. Bisa-bisa ia akan menceramahiku lagi seperti saat itu.


Sudah beberapa saat aku masih saja berdiri di dekat pintu menuju pagar, kulihat dari jauh pak saepudin sedang berdiri di dekat pagar dengan penggaris di tangannya itu. Wajah nya yang hanya diam saja sudah membuat ku merinding, apalagi harus berhadapan langsung kesana.


Aku pun memilih untuk berjalan saja kesana, mencoba menghadapi bagaimana pun aku harus menerima segala konsekuensi nya. Ini murni Salahku karena terlambat. Tapi tetap saja hanya melihat wajah pak saepudin saja sudah membuat ku merinding.

__ADS_1


Sret,


Saat aku hendak berjalan menuju pagar tiba-tiba tasku ditarik dari arah belakang hingga sedikit menjauh dari sana.


" Ragil? "Aku sedikit berbicara dan tiba-tiba ragil meletakkan telunjuknya dibibirku.


" Sssttt, jangan keras-keras, lu mau kemana tadi? Mau jumpai si saepudin yah? "Ragil dan dengan cepat aku mengangguk.


" Gila lu, pak saepudin kan suka heboh sendiri kalo ngehukum siswa, lu mau diceramahi satu hari satu malam satu jam satu menit dan satu detik? "Ragil dan dengan cepat ku gelengkan kepala ku.


" Tapi kan gila lebih baik jumpai pak saepudin daripada ngk masuk kelas. "Aku melihat kearah ragil yang melihat kearah ku dengan tersenyum.


" Duhh polos banget sih, sini ikut gua kalau lu mau masuk kelas tanpa harus berhadapan dengan si saepudin. "Ragil menarik tanganku dengan lembut dan menuntun ku melewati sebuah Jalan sempit dari arah belakang sekolah.


Ragil memanjat pagar belakang dan ia menyuruh ku untuk ikut juga, saat hendak turun ragil juga membantu ku dengan meraih pinggang ku dan mendaratkan ku diatas tanah dengan aman.


" Ini ngkpp kita lewat sini? "Aku sedikit takut lewat jalan yang belum pernah kulewati sama sekali.


" Wahh ada jalan yah disini. "Aku tersenyum karena sudah melihat jalan menuju kantin sekolah dan kelasku tepat disebelah nya.


" Ah itu kelas kita yah gil? "Tanyaku dan dibalas anggukan dengan cepat.


" Wahh, kok aku baru tau jalan itu. Kamu hebat yah. "Aku tersenyum senang namun tiba-tiba ragil menarik ku untuk bersembunyi dibalik beberapa tumpukan kursi yang sudah rusak.


" Kenapa gil? "Bingung ku namun ragil menyuruh ku untuk diam.


" Tuh pak saepudin lagi patroli. "Ragil dan aku hanya diam saja.


Aku pun hanya diam saja tak bergerak sama sekali, mendengar nama pak saepudin membuat seluruh sel dalam diriku menjadi tegang. Aku sangat takut dengan pak saepudin. Karena beliau terlihat sangat suka memperpanjang masalah, bagaimana jika aku terkena masalah dan ia menyuruh. AS Albar datang? Bisa-bisa mas Albar akan membunuhku. "


Setelah tak mendengar ada tanda-tanda pak saepudin masih disana aku langsung berdiri begitu juga dengan ragil. Namun ia menahan tanganku saat aku hendak pergi dari tempat itu.

__ADS_1


"Tunggu dulu! " Langkahku terhenti karena ragil menahan ku dengan tangannya.


"Ada apa yah gil?" Bingung ku melihat kearahnya namun ia hanya diam saja sembari terlihat sangat serius sekali.


"Hmmm gua mau ngomong sesuatu sama lu, tapi,,, akhh nanti aja deh. " Ragil tiba-tiba langsung melepaskan tangan ku. Kenapa sih dengan mya?.


Aku melirik sekilas kearah ragil yang terlihat sangat gugup itu"Mau ngomong apa yah gil? "Bingung ku.


Ia hanya menggeleng" Nanti aja gua kasih tau. "Dia menarik tanganku meninggalkan tempat itu dan membawa ku menuju kelas.


" Woi dari mana aja lu? Untung aja pak didik ngk masuk hari ini kalo enggak udah alfa deh lu pada. "Lea langsung ngerocos pas kami baru aja sampe di dalam kelas.


Ragil menepuk jidat Lea sekilas dan tersenyum" Rahasia. "Ragil juga meleletkan lidahnya menggoda Lea.


Lea hanya tersenyum kikuk, Biasanya kalau ragil melakukan hal seperti itu ia akan kesal dan marah-marah tali kali ini dia hanya tersenyum saja.


" Tadi aku telat eh ragil bawa aku masuk dari pintu belakang. "Aku menjelaskan dengan cepat hingga Lea hanya mengangguk saja.


Tak lama dari itu ibu Rahmi datang dari arah luar dengan membawa beberapa buku yang sudah ia beritahukan semalam untuk kami beli.


" Baiklah anak-anak jaga yah bukunya jangan sampai hilang Karena ini akan sangat berguna bagi kita. "Ibu Rahmi dan kami semua langsung menyahuti dengan cepat.


" Eh gua mau ngomong sesuatu sama lu, nanti deh pas ibu Rahmi dah keluar. "Lea.


Aku lagi-lagi dibuat Bingung oleh Lea tadi ragil sekarang Lea. Membuat jiwa penasaran ku jadi menggebu-gebu karena digantung mulu dari tadi.


๐Ÿ๐Ÿbersambung ๐Ÿ๐Ÿ


Jangan lupa yah like, komen dan vote๐Ÿ˜


Pai pai say ๐Ÿ

__ADS_1


__ADS_2