Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
25. Sekolah


__ADS_3

๐Ÿ๐Ÿaku akan berusaha untuk bertahan demi diriku sendiri ๐Ÿ๐Ÿ


ย  ย  Bus berhenti tepat di depan sekolah ku dan ku lihat beberapa pasang mata masih saja melihat lekat kearah ku padahal aku sudah dua bulan lebih berada di sekolah ini, apa mereka masih mengira aku adalah seorang model? Padahal aku sudah berhenti lama.


"Permisi, " Ucap seseorang dari arah belakang ku. Aku yang sedang berjalan tadi langsung berhenti dan berbalik.


"Iya? " Bingung ku melihat kearahnya yang kini masih saja bersikap gugup itu.


"Ambillah ini untuk sarapan mu, semoga suka. " Sebuah kotak berukuran agak besar ia arahkan kepadaku dan ia langsung berlari menuju teman-teman nya yang kini terlihat meledek nya.


Aku heran dan memilih untuk terus berjalan dengan membawa kotak itu menuju kelas.


"Huuu zhia, lu kemana aja semalam? Gua sendiri disini mana si ragil juga ngk masuk lagi. " Lea langsung berlari kearahku dan memeluk ku.


Aku tersenyum sangat senang karena lea ternyata merindukan ku juga seperti aku merindukan dia"Hmm aku lagi ada urusan dirumah semalam. Maaf yah udah buat kamu sendiri. "Ia langsung mengangguk.


" Waw apa nih? "Tiba-tiba ragil datang dengan melempar tas nya keatas meja dan duduk disamping ku menggunakan kursi siswa lain.


Ia langsung membuka kotak yang diberikan oleh orang tadi, kalau tidak salah sih dia itu kakak kelas. Kalau tidak salah sih heheheh.


" Tadi ada yg ngasih dijalan mau ke kelas. Aku juga ngk tau apa isinya. "Aku menggaruk tengkuk ku yang tak gatal itu.


" Waw, hmmm zhia lu masih aja setenar dulu yah. Ganteng ngk yang ngasih nih kotak? "Lea langsung bereaksi berlebihan dengan terus menggodaku.


Aku mengangguk setelah mengingat wajah yang memberikan ku kotak itu, kalau tidak salah sih orang nya juga ganteng" Iya, kalau tidak salah sih ganteng. Soalnya aku ngk terlalu merhatiin tadi, dia malu gitu terus pas udah ngasih nih kotak dia langsung lari gitu. "Aku sedikit bercerita hingga Lea langsung berteriak merasa aku sangat beruntung.


" Hmm so sweet banget sih zhia, udah ah fiks dia suka sama lu. Terima aja gih. "Lea bereaksi di luar dugaanku.


" Ihh Lea dia kan cuma kasih ini aja kenapa malah ngomong gitu? "Aku bingung.

__ADS_1


Ragil yang mendengarkan cerita kami itu langsung membuka kotak itu dengan kasar" Meskipun ini pemberian orang lain gua ngk peduli gua lagi lapar. "Ragil langsung memakan isinya dengan lahap hingga aku dan Lea kaget belum lagi wajahnya terlihat sangat kesal.


" Siapa sih yang berani ngedeketin zhia? Ngk tau apa udah gua pepet lebih dulu. "Batin ragil kesal sembari memakan lahap kue itu.


" Eh nih anak kenapa sih? Ini tuh buat zhia bego. "Lea kesal lalu menarik kotak itu namun ditahan oleh ragil.


" Kenapa malah lu yang sewot? Anaknya aja ngk protes tuh. "Ragil lanjut makan kue itu dengan lahap padahal terlihat ia sedang memaksa untuk memakannya.


" Iih lu kenapa sih gil? Jangan aneh deh, kalau lu mau makan sana ke kantin biar gua yg bayar Jangan makan hadiah orang kayak gini. "Kesal Lea


" Bodo amat. "Ragil lanjut makan hingga tersedak.


Aku buru-buru memberikan minum padanya" Pelan-pelan dong gil, ambil aja semuanya ngkpp kok. "Aku benar-benar tidak keberatan dengan itu karena ragil juga sudah memberikan banyak hal padaku, seperti kemarin aku baru tau kalau naik wahana wahana itu ternyata mengeluarkan biaya yang banyak dan ragil diam saja tanpa memberitahukan kepada ku. Kalau aku tidak sengaja melihat nya di internet aku akan mengira itu gratis.


" Duh kenapa sih biarin aja? Kasian tau yang ngasih ngk lu hargain gitu. "Lea malah terlihat kesal.


" Yah kan ngk dibuang Lea, ini dimakan sama gua. "Kesal ragil.


" Ya ampun ragil, pelan-pelan makannya. Sampai belepotan gini. "Aku segera membersihkan sedikit sisa makanan di dekat bibirnya hingga ia lagi-lagi tersedak tak tau karena apa.


Aku segera memberikan ia minum dan segera ia minum.


" Gu,,gua mau keluar dulu. "Ia berjalan cepat keluar kelas sedang aku dan lea menatap heran ke arahnya.


" Maafin ragil yah zhia, dia itu emang keras kepala banget. Lu sih malah biarin dia makan banyak hadiah lu. "Lea terlihat merasa tidak enak padahal kan ragil yang memakan nya.


Aku tersenyum dan menganggukkan kepala ku" Ngkpp kok Lea, ragil bahkan udah beri lebih banyak dari ini. "Aku tersenyum dan kulihat Lea sedikit bingung dengan kata-kata ku itu.


Sedangkan ragil kini sedang berdiri dengan memegangi dadanya menghadap ke arah cermin kamar mandi.

__ADS_1


" Kenapa sih dengan gua?. "


Ragil lagi-lagi mengingat saat zhia mengusap sudut bibirnya yg belepotan itu. Lagi-lagi dadanya bergetar dengan jantung yang kian melaju saat berdetak.


"Impossible gua suka sama dia, oh my god, are you kidding? " Ragil terus saja bergumam dengan dirinya sendiri merasa bodoh karena tak tau apa yang ia rasakan itu.


"She is just your friends, jangan gila untuk mikir yang lain. " Ragil lagi-lagi bingung dengan isi otaknya saat ini.


"Tapi kenapa gua kesel aja liat dia nerima hadiah dari orang lain? Hati gua panas tanpa sebab. "


"Akhh,, gua kenapa sih? " Ragil kesal karena tidak bisa memahami dirinya sendiri.


Ragil keluar dari kamar mandi dan mencoba untuk berjalan ke kelas namun langkah nya terhenti saat ia masih berdiri di depan jendela kaca bening hingga kini matanya tak berkedip sedikitpun melihat kearah zhia yang sedang bercerita dengan Lea sembari tersenyum juga tertawa.


Jantung ragil kembali tidak tenang hanya karena melihat itu, apa ia sudah jatuh cinta pada pesona zhia?.


Mengingat ragil yang tak pernah menolak keinginan zhia, menjaga juga merasa cemburu tanpa sebab membuat ia semakin yakin kalau ia memang memiliki perasaan lebih dari sahabat kepada zhia.


"Apa gua beneran suka sama dia? " Batin ragil dengan terus saja menatap kearah zhia yang tersenyum sembari memperagakan sesuatu pada Lea.


Ragil juga ikut menyunggingkan senyum saat melihat itu, Zhia adalah seorang gadis polos dimatanya. Orang lain selalu menatap zhia adalah gadis cantik yang pernah menjadi seorang model sedang ragil menatap nya dengan cara berbeda. Ia melihat zhia adalah gadis yang polos dan tak tau apa-apa. Ia seakan selalu ingin melindungi nya tanpa sebab.


Perlahan senyum ragil ia buang saat mata mereka bertemu dan zhia langsung tersenyum melambai pada ragil hingga lagi-lagi jantung nya merasa tak nyaman sama sekali.


"Kenapa sih dengan gua? Akhh gila gua lama-lama. " Ragil pun memilih diam saja tanpa membalas melambai lalu Perlahan memasuki kelas.


๐Ÿ๐Ÿbersambung ๐Ÿ๐Ÿ


Jangan lupa yah like, komen dan voteโค

__ADS_1


Pai pai say ๐Ÿ’‹


__ADS_2