Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
24. mas Albar tidak pulang


__ADS_3

🍁🍁aku tau aku tak berarti sama sekali, tapi bisakah kamu menghargai ku walau hanya sedikit saja?🍁🍁


   Aku berjalan pelan menuju rumah yang kini masih saja gelap, akun jadi takut sekali karena baru keluar dari rumah hantu tadi. Buru-buru aku menghidupkan lampu hingga kini aku rasa sedikit aman.


Setelah keluar dari rumah hantu tadi kami langsung pulang dan ragil berkata ingin mengantarku pulang, aku tak ingin ia tau kalau aku tinggal dirumah mas Albar. Aku meminta ia menurunkan ku didepan rumah orang dipinggir jalan, aku berpura-pura seolah itu adalah rumahku dan aku harus berjalan lagi agar sampai kesini.


Ku lihat mas Albar memang tidak pulang malam ini, pasti ia sedang bersama dengan pacarnya yang bernama Naya tadi.


Aku mendengus dengan pelan lalu berjalan keatas menaiki tangga menuju kamar. Pintu kamar kubuka dan kosong seperti dugaan ku.


Aku membuka bajuku dengan asal karena tak ada mas Albar disini, lalu aku memasuki kamar mandi melakukan aktivitas mandiku dengan cepat karena hari sangat dingin aku takut akan masuk angin jika  berlama-lama disana.


Aku buru-buru keluar dari kamar mandi dan memakai bajuku dengan cepat setelah itu aku membaringkan diri disofa tempat biasa aku tidur. Aku tak akan berani untuk berbaring di ranjang meskipun mas Albar tidak sedang dirumah. Aku takut ia akn marah jika tau itu.


Aku melihat keatas langit langit kamar sembari mencoba untuk menidurkan diriku. Tapi tetap saja aku tak bisa untuk tidur.


"Hmm pasti mereka berdua sedang bersama sekarang. " Aku bergumam sembari teringat dengan pasangan yang sedang bercumbu tadi.


"Apa mas Albar dan pacarnya juga melakukan itu yah? " Aku lagi-lagi bergumam.


Aku menggeleng dan mencoba untuk tidak usah memikirkan mas Albar karena aku tak memiliki urusan sama sekali dengan kehidupan pribadi nya itu. Selama ia tak melakukan itu di depanku aku tak akan keberatan.

__ADS_1


Tapi mengingat suaranya yang lembut saat berbicara kepada gadis bernama Naya itu aku merasa kesal. Karena saat ia berbicara dengan ku ia tak pernah selembut itu, ia bahkan membentak juga mencaci ku. Aku hanya merasa tidak adil saja. Bukan berarti aku cemburu.


Aku baru sadar ternyata aku memang hanya sebuah boneka yang ia gunakan saat ia butuh. Aku seperti seorang pembantu untuk nya. Karena aku tak memiliki apapun ia memperalat ku dengan memberikan apa yang tak kupunya agar aku menurut. Wah mirisnya hidup ku ini.


Aku tersenyum getir saat telah sadar dengan posisi ku ini, aku hanya ingin bebas saja itu sudah cukup.


"Kenapa ia tak menikah dengan pacarnya itu? Apa pacarnya tau kalau ia sudah memiliki istri saat ini? " Akhh aku malah sibuk memikirkan banyak hal hingga tidak bisa tidur.


Aku merasa mas Albar telah salah dalam melakukan ini semua, seharusnya ia mengatakan yang sebenarnya padaku agar aku tidak terkejut seperti ini. Aku bingung dengan keadaan ini sekarang.


Mungkin karena terlalu lelah bermain dengan ragil hari ini aku pun mulai merasa ngantuk dan mulai terlelap.


05.35Am.


Kulirik jam di dinding saat ini sudah menunjukkan pukul 05 lebih dan bahkan sudah hampir jam 06.


Aku langsung bangkit berdiri menuju ranjang mas Albar untuk membangun kan nya namun aku langsung terhenti saat kulihat ranjang kosong tanpa penghuni sama sekali, aku baru ingat kalau mas Albar tidak pulang sejak semalam. Seharusnya ia mengabariku kalau tidak ingin pulang.


Aku mendengus kesal karena merasa bodoh dengan diriku sendiri karena terlalu memikirkan mas Albar yang bahkan tak peduli dengan ku yang sendirian di rumah ini.


"Sudahlah zhia, kamu harus mengerjakan semuanya dan berangkat awal saja ke sekolah. " Aku turun ke bawah untuk membersihkan rumah mulai dari menyapu hingga mengepel lantai dan mengusap setiap foto juga perabotan dengan kain untuk menghilangkan abu yang menempel itu.

__ADS_1


Setelah selesai dengan kebersihan aku pun mulai mengeluarkan bahan-bahan yang akan kumasak, aku tidak tau kapan mas Albar akan pulang? Aku hanya takut nanti ia pulang tidak ada yg harus dimakan bisa-bisa aku benar-benar akan kehilangan sekolah ku seperti yang sering ia katakan itu.


Aku mulai memasak sayur tumis terlebih dahulu hingga setelah sayurnya matang aku pun mulai memasak lauk pauk yang saat ini tersedia di kulkas.


Setelah selesai ku masak ku hidangkan diatas meja makan dan menutupinya dengan baik. Aku sudah selesai sarapan tadi.


Buru-buru aku mandi untuk membersihkan diriku dan memakai seragam ku dengan cepat juga.


Aku sudah selesai dengan semua perlengkapan sekolah ku, ku kunci pintu dan meletakkan kunci itu pada tempat yang mas Albar katakan. Aku pun berangkat sekolah dengan hati yang tidak tau sedang berkelana kemana? Aku hanya ingin kesekolah dengan cepat agar bertemu dengan lea juga ragil. Karena saat bersama dengan mereka aku merasa sedikit lega dan bahagia.


Mereka berdua memang sahabat yang sangat asyik. Aku bahagia disekolah karena mereka. Sudah jelas sekali aku lebih menyukai sekolah dibandingkan dengan rumah mas Albar. Aku bahkan selalu tidak sabar untuk kesekolah.


Setiap disekolah aku selalu bersama dengan lea dan ragil, aku bahkan tak menyangka akan bisa berteman dengan mereka. Padahal level kami sangat jauh sekali. Mereka berdua adalah siswa kaya juga berprestasi berbeda dengan ku yang hanya seorang gadis biasa yang datang dari desa dan berujung dijual kepada mas Albar. Apa mereka masih mau berteman dengan ku setelah tau yg sebenarnya yah? Ahh aku jadi takut kehilangan mereka jika memang mereka tidak mau lagi berteman dengan ku hanya karena tau latar belakang kehidupan ku.


Aku berjalan dengan cepat menuju pangkalan bus tujuan sekolah ku. Ku lihat busnya sudah datang dan hampir saja pergi untung saja ada beberapa siswa yang berbaik hati memberikan ku kesempatan untuk bisa naik bus itu.


Tidak sampai disitu juga, mereka bahkan beradu untuk memberikan aku tempat duduk, karena penumpang nya banyak sekali semua kursi sudah penuh hingga aku dan beberapa siswa lainnya berdiri saja. Aku tak mungkin dengan tidak tau dirinya menduduki bangku yang ia sudah dapatkan dengan susah payah. Lagian berdiri seperti ini tidak buruk juga dilakukan. Aku nyaman saja asal tidak terlalu cepat karena aku akan oleng juga.


Mereka terus saja melihat kearahku dengan ramah, aku berharap kedepan nya mereka masih mau melihat ku dengan wajah itu.


🍁🍁bersambung 🍁🍁

__ADS_1


Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.


Pai pai say 💋


__ADS_2