Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
87. Kamu ternyata sangat mencintai ku


__ADS_3

๐Ÿ๐ŸAku telah salah karena terlambat mempercayai perasaan mu๐Ÿ๐Ÿ


ย ย  Zhia masih saja berdiri melihat Albar dan Naya dari kejauhan, ia ingin lari dan pergi karena merasa kecewa dengan kebohongan Albar padanya. Namun, langkahnya terhenti karena ia merasa seperti pengecut jika pergi begitu saja tanpa tau kebenaran nya. Kalau memang Albar masih memiliki perasaan dan hubungan dengan Naya makan itu akan menjadi senjata ampuh bagi zhia bisa lolos dari Albar walaupun ia harus menahan rasa sakitnya.


Zhia pun memutuskan untuk mendekat dan melabrak mereka berdua, zhia ingin mengetahui kebenaran itu wlaupun rasanya sangat pahit.


Ia meremas roknya keras mencoba untuk tetap kuat dan berani namun langkah nya terhenti saat mendengar suara tamparan dari arah Albar dan Naya.


Zhia mengintip dengan pelan dari arah balik pintu, ia melihat Naya memegangi pipinya menahan sakit. Kenapa Albar memukul wajah Naya? Itulah yang kini dipikirkan zhia.


"Jaga ucapan mu itu, kamu jangan coba-coba untuk mendekati istriku apalagi ingin menyakiti nya. Karena sebelum itu mungkin nyawamu akan melayang lebih dulu. " Geram Albar melihat marah kearah Naya yang masih memegangi pipinya itu.


"Kamu tidak akan bisa membunuhku, karena kamu masih mencintai ku. " Naya mencoba untuk menggoda Albar dengan jurus nya.


Albar tersenyum smirk kearah nya" Maaf karena gadis seperti mu bukan lagi seleraku. Aku juga sangat menyesal sudah pernah bersama dengan gadis licik seperti mu. Kamu tidak sebanding dengan istriku, dia itu sangat mandiri, baik dan tentunya masih suci bukan seperti mu. Untung saja aku tidak pernah meniduri gadis bekas seperti mu. "Albar sudah mecoba untuk menahan diri dari tadi tapi Naya sungguh sudah kelewatan.


Naya merasa sangat kesal karena ucapan Albar itu" Aku tidak percaya, kamu pasti masih mencintai ku. Kamu pasti masih mencintai ku. "


Naya mendekat kearah Albar dan memeluk nya dengan erat. Zhia yang melihat itu sangat marah dan kesal karena kelancangan Naya. Namun, saat zhia hendak mendekat dan menarik Albar dari pelukan gadis kelabang itu tiba-tiba Albar lebih dulu mendorong Naya hingga terpental dilantai.


Albar sudah benar-benar geram dengan gadis dihadapan nya itu. Ia sejak tadi sudah menahan diri, dan kali ini Albar langsung mendekat kearah Naya menarik rambut gadis itu.


"Dengar ini baik-baik, kamu jangan sekali-kali lagi memperlihatkan wajahmu dihadapanku apalagi istriku. Sudah syukur aku masih membiarkan mu hidup. Jangan ganggu rumah tangga ku. " Kesal Albar sudah menahan amarah nya itu.


"Kalau aku tidak mau bagaimana? Aku akan tetap berusaha menghancurkan keluarga mu. Aku akan membuat wanita ja*ang itu menderita dan kehilangan kebahagiaan. " Naya masih saja mencoba untuk memanas-manasi Albar.


Albar dengan geram menampar wajah Naya dihadapan zhia, zhia sampai kaget dengan perbuatan Albar itu. Memang Albar adalah laki-laki keras yang sangat susah untuk mengontrol emosinya. Zhia jadi khawatir belum lagi saat ini mereka bukan berada di dalam toilet, mereka berada dimana dia anak terdapat titik CCTV.


"Dengar ini gadis rubah, jangan pernah lagi berani menyebutkan istriku dengan sebutan itu. Dia adalah gadis suci dan murni bukan seperti mu, aku saja belum pernah menyentuh nya lalu darimana letak ja*ang yang kamu maksud? Bukankah kamu yang sudah berkali-kali ajhh sudahlah aku sudah tak tahan ingin menghabisi mu saat ini. "


Albar sudah tak bisa lagi mengontrol emosinya, ia memukul wajah Naya dengan keras karena tak suka saat Naya mengatai zha dengan sebutan rendahan itu.


"Mas,, sudah mas. " Tiba-tiba zhia datang karena sudah tak tahan melihat itu. Ia tak ingin Albar terkena masalah karena itu.


Albar sudah tak perduli lagi dengan sekitar, untung saja saat ini disana sedang sepi hingga tak ada yang melihat tapi tetap saja zhia takut Albar terlibat masalah.


"Mas, sudah,, Mas,, " Zhia masih saja mencoba untuk menghentikan Albar namun Albar sungguh sudah diliputi oleh emosi.

__ADS_1


Zhia sungguh bingung harus bagaimana menghentikan Albar, Albar terlihat sangat mengerikan kini, belum lagi Naya sudah lemah disana.


"Mas,, sudah. " Zhia datang ke arah Albar dan menarik wajah Albar lalu mencium bibir nya hingga Albar yang tadi sedang diliputi oleh amarah langsung luluh karena itu.


Albar langsung saja berhenti hingga Naya bernafas dengan lega karena itu. Sangat sakit ia rasa karena perlakuan Albar itu.


Awalnya zhia mencoba mencium bibir Albar Hanya karena tak tau lagi harus bagaimana menghentikan Albar, tapi siapa sangka Albar memang langsung tenang dan kini malah mengabaikan Naya dan kini mulai menarik zhia semakin dekat dengan nya menyesap bibir itu. Jujur saja, Albar sangat menginginkan ini.


"Mas,, mpphhh,, " Zhia mendorong tubuh Albar karena merasa situasi saat ini sangat tidak cocok untuk melakukan ini.


Albar pun melepaskan tautan bibir itu dengan wajah tersenyum, wajah nya yang tadi dipenuhi dengan amarah itu langsung berubah karena melihat zhia.


"Mas, jangan seperti ini. " Zhia menarik Albar dari tempat itu.


Albar sendiri hanya pasrah saja dalam tarikan zhia itu. Ia hanya diam saja merasa jantung nya berdebar karena melihat tangan kecil itu menggenggam tangannya.


Zhia membawa semua barang belanjaan itu setelah Albar membayar pesanan mereka walaupun belum sempat mereka santap. Mereka langsung berjalan kearah mobil Albar.


Sampai di dalam mobil Albar langsung menghubungi Rian asisten pribadinya itu.


"Kamu datang lah ke alamat yang saya kirimkan ini, minta rekaman CCTV di lantai bawah tepat didekat toilet umum, lalu urus gadis sialan itu. Apa saja yang kamu lakukan sampai lengah dengan nya? Ia Hampir saja mencoba untuk mencelakai istri ku. Kamu mau saya bilang kan nyawamu kalau tadi ia sempat mencelakai istriku?. Benar-benar tidak becus kamu. "Kesal Albar berbicara banyak hal hingga zhia melihat cengo kearah nya.


" Sudahlah saya tutup sekarang. "


Zhia melihat kearah Albar dengan tatapan sendu, ternyata ia salah karena masih saja meragukan ketulusan cinta Albar padanya. Ia sungguh salah, apalagi saat ia dengan bangga nya mengatakan kalau zhia adalah istri nya yang sangat ia cintai, ia tak akan rela jika Naya menyakiti nya. Ia sangat marah saat Naya berbicara yang tidak-tidak tentang zhia.


Albar melihat kearah zhia begitu juga dengan zhia. Ia bingung dengan tatapan zhia itu.


"Aku ngk suka kalau Mas sekasar itu, apalagi sama perempuan. " Zhia tau Albar seperti itu karena kesal dan marah tapi tetap saja kekerasan itu tidak pernah dibenarkan.


"Sayang aku bukan bermaksud,, aku hanya tidak suka saja dia berkata seperti itu tentang mu. " Albar mencoba untuk meyakinkan zhia bahwa ia hanya sedang khilaf tadi.


"Aku ngk suka kalau Mas kayak gitu, kalau pun ia berkata seperti itu kenapa mas harus marah, biarkan saja dia berkata seperti itu. Aku tak akan marah atau sakit hati. " Zhia mencoba meyakinkan Albar bahwa tidak semuanya bisa diselesaikan dengan kekerasan.


"Aku yang marah sayang, aku yang sakit hati karena istri ku dikatain seperti itu. Huh aku sangat kesal sekarang. "Albar merengut dengan wajah kesal.


Zhia melihat Albar benar-benar masih marah kini. Dengan perlahan ia menarik Albar kedalam pelukan nya hingga Albar sangat kaget dengan itu. Ia tak tau akan mendapatkan perlakuan manis ini dari zhia. Kalau tau begini mending dia main adu bonyok dari dulu aja heheh.

__ADS_1


" Yaudah nih aku peluk Mas deh biar kesalnya ilang, kan Mas pernah bilang kalau Mas lagi kesal langsung luluh kalau aku peluk gini. "Zhia mengelus pelan punggung Albar itu seperti dulu namun bedanya kini zhia tidak dipaksa oleh Albar.


Albar langsung tersenyum senang dan melingkar tangan nya erat di pinggang zhia. Menyeruakkan kepalanya dileher zhia.


" Gimana Mas? Masih kesal yah? "


Albar mengangguk dengan cepat "Hmm aku masih kesal sayang, mungkin karena terlalu emosi tadi. "


Zhia melepaskan pelukannya melihat kearah Albar yang berpura-pura memasang wajah kesal itu. Padahal sejak ia melihat wajah zhia saja ia sudah luluh tadi. Jantung nya tak bisa berhenti berdetak karena senang.


Zhia pun tidak punya cara lain lagi. Ia mendekat kearah Albar dan mencoba untuk mengecup pipi Albar. Namun, siapa sangka Albar langsung menarik tengkuk zhia dan mengu*um bibir manis itu.


Zhia kaget dan mencoba berontak namun ia langsung diam saat Albar me*umat bibir nya dengan lembut dan terarah hingga kini ia dengan perlahan mengalungkan tangannya dileher Albar.


Mereka saling menghisap bibir satu sama lain dengan nafas terengah-engah mereka masih saja berciuman didalam mobil itu.


Albar sungguh merasakan debaran saat zhia ikut membalas ciumannya itu. Karena biasanya zhia akan berontak dan diam saja saat Albar mengecup bibir itu. Kini ia sungguh sangat senang karena bisa merasakan kenikmatan ini.


"Mpghh."


Zhia memukul dada Albar karena sudah mulai kehabisan nafas, dengan terpaksa Albar melepaskan itu.


Zhia buru-buru menghadap kearah lain dan menutup wajahnya dengan jaket Albar yang ada ditangan nya itu. Ia sungguh malu karena ikut membalas ciuman Albar tadi.


Albar tau itu namun ia hanya diam saja, ia tak mau zhia marah kalau ia menggodanya nanti.


"Kita pulang sekarang yah sayang. "


"Setelah itu kita harus melanjutkan nya bagaimana pun itu, aku akan membuat mu tidak bisa berjalan besok heheh. " Albar membatin dengan senyuman smirk andalan nya.


Zhia hanya mengangguk saja tanpa tau isi pikiran Albar, karena ia Sungguh sudah terlanjur malu.


๐Ÿ๐ŸBersambung ๐Ÿ๐Ÿ


Hmmm Albar, kamu tuh diam diam merancang rencana mesum yah๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


Aku ngadu nih sama bini kamu biar rencana nya gagal wkwkwk.

__ADS_1


Jangan lupa yah like, komen dan vote๐Ÿ˜


Pai pai say ๐Ÿ


__ADS_2