Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
43. Ghibah time


__ADS_3

🍁🍁Ternyata apa yang terlihat tidak selamanya benar karena terkadang garam halus saja terlihat seperti gula🍁🍁


    Para siswa dari kelas kami sudah berbaris dilapangan. Dengan setelan trening yang berwarna abu-abu dan hitam. Sangat indah sekali pemandangan ini.


Aku paling menyukai kelas olahraga. Bukan karena aku adalah ahli dalam bidang ini, atau bukan karena bisa menguasai setiap teori juga pergerakan nya. Hanya saja saat berkumpul dan melakukan pemanasan seperti ini membuatku tak bisa berhenti untuk tersenyum. Kami benar-benar terlihat sangat sama. Memakai pakaian sama dan saling mengganggu satu sama lain hal yang tak bisa kumiliki saat di kampung dahulu.


"Baiklah anak-anak karena pelajaran kali ini adalah latihan kebugaran khusus untuk pria maka untuk hari ini kalian perempuan Hanya duduk saja memperhatikan. Minggu depan barulah giliran kalian. " Pak danu selaku guru olahraga kami memberikan intruksi.


Kami yang mendapatkan lampu hijau untuk beristirahat langsung bersorak bahagia dan langsung mencari posisi yang pas untuk duduk dan kalian sudah pasti tau kan apa yang dilakukan para gadis saat sedang berkumpul?.


Yup! Menggibah 🤣hal yang bisa membuat orang lupa waktu hahaha.


"Jangan jauh-jauh. Diperhatikan walaupun hari ini bukan giliran kalian. " Pak danu lagi-lagi memberikan intrusi.


"Baik Pak. " Serentak dari arah perkumpulan para gadis gadis itu.


"Eh lu pada udah pernah ngk sih ciuman? " Tiba-tiba saja wendy membuka percakapan itu hingga membuat yang lain langsung pasang mode on.


Kalau tidak salah wendy adalah tipe orang yang lebih suka membuka pembicaraan lebih dahulu.


"Zhia lu udah pernah ngk ciuman? " Tiba-tiba saja seluruh mata menatap ke arah ku.


Dengan pelan ku gelengkan kepala ku"Belum heheh. "


Mereka langsung bersorak tidak percaya dengan jawaban ku itu.


"Beneran? Masa sih? Lu sekarang kan udah kelas dua SMA. Masa belum pernah sih? Mana lu itu seorang model lagi. Masa sih ngk pernah? " Aku sampai kaget pas yeri bilang gitu. Kukira yeri adalah tipe orang yang pendiam.


Ku anggukan kepala ku dengan cepat "Belum pernah heheh. "


"Yatuhan jadi selama ini lu ngapain? Jangan bilang lu juga belum pernah pacaran? Ah ngk mungkin Banget." Irene tiba-tiba nimbrung juga.


Aku lalu Mengangguk dengan cepat dan mereka semua kembali bersorak kecewa.

__ADS_1


"Heol, masa sih? Ah lu tipu-tipu nih. Gua aja yang kentang banget buriq dan tak ada sedikitpun serbuk glowing kayak lu udah punya mantan 24. Masa sih lu yang Blasteran surga Korea ngk pernah pacaran? " Wendy nimbrung lagi.


Memang benar! Untuk masalah pacaran dan percintaan aku kalah jauh dan tak pernah berpartisipasi. Hidupku hanya kuhabiskan untuk bertahan hidup dan bekerja. Tak pernah kepikiran seperti itu bahkan setelah menikah saja aku tak tau apa arti cinta yang sering disebutkan oleh banyak orang itu? Apa aku pantas bertemu dengan yang namanya cinta itu? Yang kupikirkan hanya ingin bebas dari mas Albar itu saja sudah cukup.


"Aku emang belum pernah pacaran. "


"Dahlah yang gini nih yang gua ngk demen, merendah untuk meroket nih. Kesel gua lama-lama. Lagaknya ngk laku padahal banyak yang antri noh dibelakang. " Yeri dan kami langsung tertawa.


"Emang lu pernah ciuman gitu yer? " Wendy lagi-lagi bertanya.


Dan Yeri dengan malu-malu mengangguk hingga aku melihat heran kearahnya. Gadis sepolos yeri pernah berciuman? Apa hanya aku yang ketinggalan yah? Masa sih? Ku lihat sejak tadi Lea hanya tersenyum dan diam saja. Pasti dia juga belum pernah.


"Waw daebak, masa sih? Sama siapa njir? Terus gimana rasanya? " Irene langsung heboh sendiri.


Aku juga ikut penasaran dan mendekat "Hmm waktu itu pas gua masih kelas tiga SMP kayaknya. Kita pacaran baru dua bulan terus dia ngajak gua kencan pas mau pulang tiba-tiba aja dia nyium bibir gua. " Yeri menceritakan itu sambil malu-malu.


Kami langsung berteriak histeris "wahh parah, pas lu masih SMP njir, jago juga lu yah. " Wendy.


"Tau nih dari tadi lu nanya mulu. Gimana? Udah pernah belum? " Lea tiba-tiba ikut kepo.


Kami sama-sama saling mendengar dengan seksama "Jangan pada kaget yah! Ini beneran Banget ampe sekarang masih kerasa greget nya huuu. " Wendy terlihat sangat antusias hingga kami semakin ingin tahu saja.


"Yaudah gimna? Buruan napa? Kesel banget ih digantungin. " Irene.


Wendy masih saja kesemsem tersenyum sembari sedikit malu-malu "Lu tau kan Pak bagas guru baru kita?." Kami semua mengangguk dengan cepat.


"Gua sama Pak bagas udah pacaran sejak dua minggu yang lalu. " Wendy.


Kami semua shock berjamaah karena pengakuan wendy"Masa sih wen? Kok lu bisa pacaran sama Pak bagas? Tipe lu yang gitu-gitu yah? Pantes aja mantan lu ampe 24 dengan muka lu yang gitu. "Irene kalo ngomong emang suka nyelekit sih heheh.


Wendy adalah gadis cerdas yang tak mudah sakit hati. Ia malah tersenyum" Ihh apaan sih? Gua mah ngk liat-liat tampang. Yang penting nyaman itu aja. "


"Kalo nyari yg nyaman  udah sana pacaran sama kasur aja. Dijamin nyaman. " Irene.

__ADS_1


"Ihh lu suka banget yah bikin kesel. " Wendy.


"Udah-udah, jadi gimana? Lu pernah ciuman apa enggak sih? " Yeri mewakili kami semua wkwkw.


Wendy lagi-lagi tersenyum senang "Hmmm gini, aihh malu gua njir, beneran deh ampe sekarang masih aja greget. Ngk tau rasanya seenak itu hehehe. " Wendy.


"Prasaan mah biasa aja, heran gua banyak yang bilang enak padahal B aja. " Yeri.


"Yaelah saepudin, itu kan lu cuma nempel doang mana berasa. Lah gua? Aihh kan jadi greget lagi. " Wendy.


"Aishh gua lebih greget liat lu vangke, mau gua tabok nih? " Irene.


"Jadi intinya gimana sih? Aku jadi bingung. " Sejak tadi aku benar-benar penasaran dengan cerita wendy.


"Tuh wen,Zhia kita yang polos aja kepo gitu. " Yeri.


"Tau nih gua tonjok nih kalo gajelas lagi. " Lea ikut kesal.


"Jadi gini, semalam pas pulang dari nemenin Pak bagas ke bioskop kita sempet ciuman huuu, Pak bagas ahli banget njir. Dan rasanya tuh ahhh ngk bisa gua jelasin dan bikin gua ketagihan Banget. Dahlah jadi kangen kan gua. "


Toyoran dapat kulihat mendarat mulus dibahu wendy karena berbicara seperti itu.


"Tau ah, kesel gua lama-lama. Udah tau temen jomblo masih aja dibahas. " Zhia bangkit.


"Zhia sini bentaran deh, gua mau ngomong sesuatu sama lu. " Lea berjalan pergi dari sekumpulan umat kang gibah itu.


"Aku pergi yah gaes. " Meninggalkan mereka dan berjalan kearah Lea.


🍁🍁bersambung 🍁🍁


Wahh kalo ngegibah memang yah, udah paling the best jadi mafren kalo lagi Bosan🤣🤣suka lupa waktu apalagi nemu partner gibah yang satu server 🤣🤣dahlah ambyar 😍


Jangan lupa yah like, komen dan vote😍

__ADS_1


__ADS_2