Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
84. Penyesalan


__ADS_3

๐Ÿ๐ŸAku sangat takut saat kamu mulai perduli dengan ku, karena hal indah hanya ada di mimpiku saja๐Ÿ๐Ÿ


ย ย  Dokter keluar dari ruangan itu begitu juga dengan suster yang lain. Albar yang melihat itu langsung berdiri mendekat kearah nya.


"Bagaimana dengan istri saya dok? " Albar terlihat sangat khawatir.


Dokter itu masih kesal dengan tingkah Albar tadi, seolah mereka tidak kompeten saja.


"Sus tolong dijelaskan karena saya masih memiliki pasien lain. " Dokter itu berlalu begitu saja.


Albar sudah tidak peduli dengan itu, biasanya ia akan kesal saat orang bersikap seperti itu padanya. Mungkin karena rasa khawatir nya lebih besar kini.


"Pasien hanya sedang kehilangan banyak tenaga saja syukur lah benturan dikepala nya tidak terlalu keras hingga tidak ada masalah sama sekali, tapi untuk malam ini biarkan pasien menginap dulu karena kita masih belum melihat apakah masih ada gejala lain setelah pemeriksaan tadi silahkan istrinya dilihat mungkin sedang tidur, karena saat pemeriksaan tadi ia sudah mulai tertidur mungkin karena lelah.


" Terima kasih sus. "Albar tanpa babibu lagi langsung membuka pintu dengan pelan takut zhia terbangun karena kedatangan nya.


Hatinya lagi-lagi terenyuh sakit melihat kondisi zhia yang sangat lemah itu. Wajahnya sudah dibersihkan dan bajunya juga sudah diganti.


Perlahan Albar memegang tangan zhia dengan pelan lalu mengelus nya. Ia sangat menyesal telah menempatkan zhia dalam penderitaan ini. Pasti selama ini batinnya tersiksa. Baik itu dengan sikap Albar yang tak pernah baik padanya, mulai dari caranya berbicara tak pernah mencerminkan seorang suami. Ia bahkan tanpa tau malu menunjukkan percintaan nya dengan Naya dihadapan zhia. Dan zhia terkena masalah disekolah juga karena nya. Karena fotonya yang beredar dengan zhia. Sudah banyak sekali luka yang ia tabur pada zhia.


Albar menunduk membiarkan air matanya terus saja mengalir karena rasa bersalah yang kian menjadi jadi. Wajah cantik itu terlihat sangat pucat dan penuh dengan lebam disana-sini.


" Hiks,, maafkan aku. Aku memang sudah gagal menjadi suami untuk mu. "Albar mencium tangan zhia dengan pelan.


Hatinya sangat sakit kini, apa ia masih bisa dimaafkan? Apakah ia masih berhak mendapatkan cinta nya zhia? Ia ingin memperbaiki semuanya dari awal lagi.memulai rumah tangga yang bahagia dengan istri nya itu.


" Hiks,, maafkan aku sayang. Maaf. "


"Tuan, tuan kenapa? " Zhia yang sedang tertidur itu bangun saat merasakan kecupan Albar ditangan nya belum lagi ia juga mendengar suara Albar yang menangis itu.


Albar buru-buru mengahdap kearah lain dan menghapus air matanya itu.


Ia sangat ingin menanyakan banyak hal pada zhia, mulai dari kenapa mereka melakukan itu, apa hubungan mereka dan kenapa selama ini zhia diam saja dengan perlakuan mereka? Padahal kan zhia bisa saja mengadu pada Albar.


Namun, melihat zhia yang masih lemah itu Albar memilih untuk menyimpan dulu semua pertanyaan itu.


"Bagaimana? Masih sakit? Bagian mana yang paling sakit? " Albar bertanya dengan lembut kearah zhia.


"Saya baik-baik saja tuan. "


Lagi-lagi kata kata itu, Albar semakin tidak percaya dengan ucapan zhia itu. Dulu juga ia selalu berkata baik-baik saja tapi nyatanya ia menyimpan luka ini sendiri an.


"Berhentilah untuk berpura-pura kuat, aku tau kamu sedang tidak baik-baik saja kini. Aku sudah tau semuanya kini. Kenapa kamu masih saja berpura-pura kuat dihadapan ku? " Albar masih mencoba untuk berbicara lembut.

__ADS_1


Zhia yang mendengar itu meremas selimut dengan keras. Ia sangat tak ingin Albar tau ini, ia takut akan membuat laki-laki dihadapan nya itu kesulitan. Ia akan mencoba untuk menghadapi nya sendiri semampu nya.


"Zhia, aku adalah suami mu. Cobalah untuk terbuka, aku tau selama ini aku bukanlah suami yang baik untuk mu. Aku tau kamu sangat menderita dan sakit hati cobalah untuk meluap kan semuanya. Jangan berpura-pura kuat lagi saat kamu punya aku tempat mu untuk bersandar. "


Mendengar itu zhia sudah tak bisa lagi menahan tangisannya itu.


"Hiks,,ย  " Zhia menangis dengan posisi terbaring lemah seperti seorang anak kecil yang sangat butuh pelukan hangat.


Albar yang melihat itu ikut merasakan betapa hancurnya hati zhia selama ini. Albar pun naik keatas ranjang rumah sakit itu yang ukuran nya masih nyaman untuk mereka berdua.


Albar dengan pelan membalikkan tubuh zhia menghadap kearah nya dan memeluk nya dengan erat.


"Hiks,," Hanya suara tangisannya saja yang didengar oleh Albar.


Albar sendiri hanya diam saja mengelus pelan punggung zhia yang masih saja bergetar itu karena menangis sangat keras.


Albar bisa merasakan betapa perihnya luka yang ia tanggung selama ini. Dan yang salah disini adalah Albar. Hatinya sangat hancur karena melihat kondisi zhia yang sangat menyedihkan itu.


"Hiks,,, "


"Sstt tenanglah, kini semua sudah baik-baik saja. Kamu tak perlu takut lagi. Aku akan selalu ada untuk mu. Maaf karena sudah lalai dan lupa dengan kewajiban ku menjaga mu sebagai seorang suami akulah yang salah disini. " Albar merasa sangat bersalah kepada zhia.


Zhia hanya menangis sejak tadi. Mendengar kata maaf dari Albar semakin menbuat ia menangis lebih keras lagi meluapkan semuanya dalam pelukan Albar.


Ayah dan yang lain baru saja sampai tadi setelah diberitahu oleh ragil namun langkah mereka terhenti saat mereka melihat kedua insan yang sedang berpelukan diatas ranjang itu. Karena mereka hanya melihat Albar yang mengelus punggung zhia sembari berbicara mereka langsung diam dan tersenyum merasa mereka sangat romantis.


Ayah tersenyum melihat itu walaupun hatinya sangat khawatir saat mendengar cerita yang sebenarnya menimpa zhia. Ragil tidak memberitahu ayah tentang yang lain selain kejadian disekolah nya itu. Karena ragil masih punya perasaan untuk tidak mengusik rumah tangga pamannya itu.


"Sudahlah kita pulang, mungkin besok juga zhia sudah baikan. Dikasih obat manjur sih sama Albar heheh. "


Plak,


"Mas kamu kalo ngomong tuh jan suka aneh deh. Ihh ngeselin, " Ucap bela selaku istri Alvin.


"Hmm kita memang sebaiknya pulang saja. Mungkin menantu sudah baikan. " Ayah berjalan mendahului mereka lalu diikuti oleh yang lain.


"Iih ayok mas ngapain sih masih ngintipin gitu? " Kesal bela.


"Mas mau nunggu adegan selanjutnya. " Alvin tersenyum smirk.


"Ngk perlu ditonton Mas praktekin sendiri aja," Kesal zhia tak habis pikir dengan kemesuman suaminya itu.


Alvin langsung berbinar mendengar itu"Benar yah sayang? Ayok kerumah sekarang juga. "Bela hanya menggeleng melihat suaminya itu.

__ADS_1


Mereka sudah menikah lama tapi tak kunjung dikaruniai anak, meskipun begitu mereka tak pernah mempermasalahkan itu. Mereka tetap langgeng meskipun tak ada malaikat kecil dalam keluarga mereka.


Setelah zhia mulai tenang barulah ia sadar bahwa saat ini ia sedang dalam pelukan Albar suaminya itu.


" Ma,, maaf tuan. "Zhia sedikit bergeser dari pelukan itu hingga Albar kaget.


" Kenapa kamu diam saja saat mereka melakukan itu padamu? "Albar mulai membuka pembicaraan itu dengan suara lemah lembut hingga zhia melihat kearah Albar dengan wajah sendu.


" Eugh,, sa,, saya takut menyusahkan tuan nantinya. Apalagi tuan pernah berkata jangan sampai melibatkan tuan jika saya ada masalah. Maafkan saya tuan karena sudah membuat tuan terlibat tadi. "Zhia.


" Maafkan aku karena sudah egois selama ini. Mulai sekarang apapun masalah mu jangan takut untuk membaginya dengan ku. Maafkan aku karena sudah gagal menjadi suami untuk mu. "Albar dengan pelan mendekat dan mengecup pucuk kepala zhia hingga ia langsung kaget.


" Tu,, tuan? "Bingung zhia.


" Tolong dengarkan ini baik-baik yah, aku mau ngomong sesuatu sama kamu secara serius. "


Zhia langsung melihat kearah Albar dengan seksama " Aku sadar selama ini sudah menjadi suami yang gagal untuk mu, aku selalu saja bersikap egois tak mementingkan perasaan mu. Apakah aku masih bisa menerima maafmu itu? "Tanya Albar dengan wajah memerah menahan tangis.


Zhia melihat kearah mata albar, disana terlihat sebuah ketulusan yang membuat zhia berdebar namun segera ia tepis.


" Bisakah kita memulai nya dari awal lagi? Aku berjanji akan menjadi suami yang baik untuk mu, mari kita mencoba memulai rumah tangga yang sesungguhnya. Lupakan semua perjanjian itu. "Albar memang tipikal orang yang suka ceplas-ceplos.


Zhia kaget mendengar itu dari Albar. Apa laki-laki itu sungguh-sungguh dengan ucapan nya itu? Lantas bagaimana dengan pacarnya si Naya itu.


Zhia berbalik melihat kearah lain " Maaf tuan saya belum siap, ini terlalu tiba-tiba bagi saya. "


Albar mengerti dengan perasaan zhia, tak semudah itu bisa memaafkan orang yang Berkali-kali menyakiti mu.


"Baiklah maafkan aku karena sudah berbicara seperti itu secara tiba-tiba. Tapi ingatlah ini, aku adalah suamimu yang bisa kamu jadikan tempat untuk bersandar. " Albar masih saja mencoba meyakinkan zhia bahwa mulai sekarang ia akan menjadi tameng bagi zhia.


"Saya ngantuk tuan. "


Membicarakan ini terus menerus membuat zhia sedikit bingung dengan perasaan nya. Ia sama sekali tidak tau harus menempuh yang mana? Benarkah laki-laki dibelakangnya itu sungguh sudah mulai menginginkan nya. Lantas bagaimana dengan Naya? Zhia takut dipermainkan.


"Baiklah kamu tidurlah. " Albar menarik zhia kembali menghadap dada bidangnya lalu menarik selimut dan mengelus surai hitam itu.


"Tu,, tuan, " Ucap zhia terbata-bata.


"Sst kamu tidurlah, kamu sudah lelah selama ini. " Albar lagi-lagi mencium kening zhia hingga zhia langsung merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya.


๐Ÿ๐ŸBersambung ๐Ÿ๐Ÿ


Gimana gaes? Rela ngk Albar sama zhia?.

__ADS_1


Jangan lupa yah like, komen and vote ๐Ÿ˜


Pai pai say๐Ÿ


__ADS_2