
๐๐ Biarkan aku saja yang tau bagaimana caranya bertahan hidup saat tak ada satupun faktor yang mendukung untuk aku terus bertahan๐๐
Aku mengikuti langkah mas Albar menaiki tangga menuju kamar yang akan kamu tempati saat menginap disini. Duhh aku jadi merasa tidak enak saat berada disini.
"Siapkan baju untuk saya, " Ucap mas Albar mengambil handuk lalu memasuki kamar mandi.
Kubuka pelan lemari di kamar ini dan ternyata memang benar ucapan ayah tadi. Disini sudah disediakan baju untuk mas Albar.
Kuambil baju kaos dan celana pendek untuk mas Albar kenakan malam ini, seperti biasa. Mas Albar tidak suka memakai celana panjang saat sedang dirumah. Katanya merepotkan. Padahal kan hanya dipakai saja.
Mas Albar keluar dari dalam kamar mandi dengan bekas-bekas air masih menempel ditubuhnya. Rambut basah menambah kesan seksi untuk mas Albar. Astaga zhia kamu mikir apa sih?.
"Berikan ****** ***** itu, " Tunjuk mas Albar.
Bisa-bisanya dia menyuruhku untuk memberikan itu padanya.
"Ck, kamu dengar tidak? " Lihatlah ia langsung kesal. Dasar laki-laki batuk. Tukang maksa!.
Aku dengan cepat memberikan ****** ******** dan berbalik ke arah lain saat ia dengan tidak tahu dirinya memakai nya dihadapanku.
Apa sih masalah nya? Ishh aku ini sudah dewasa. Kenapa ia sungguh tidak tahu malu sekali sih.
"Mau kemana kamu? " Aku melihat kearah mas Albar dan langsung berbalik lagi saat kulihat mas Albar hanya mengenakan segitiga Bermuda itu saja dan hendak memakai celana pendek nya.
Aishh, ingin sekali ku pukul laki-laki sialan itu. Urat malunya kemana sih?.
"Sa,, saya mau mandi kebawah tuan. "
"Mau dimana kamu mandi disana? Kamu pikir ini rumah yah? Ck. Mandi disini saja, nanti ayah malah marah-marah. " Mas Albar.
Perlahan kulirik apakah mas Albar sudah memakai baju lengkap dan syukur kah sudah.
"Baiklah tuan. " Aku dengan cepat meraih handuk dan memasuki kamar mandi.
Aku membuka seragam sekolah ku dan menggantungkan nya di gantungan. Setelah itu aku buru-buru menyelesaikan acara mandiku karena hawa semakin Dingin saja.
Setelah selesai mandi aku memakai handuk dan mencari pakaian ganti ku.
"Hah? Apa aku lupa ngambil yah? "
__ADS_1
Duhh, gimana dong? Kamu kok bisa lupa sih zhia? Aduhh gimana dong? Apa mas Albar masih di sana yah? Kuharap tidak.
Perlahan pintu kubuka dengan pelan lalu mengintip dan ternyata mas Albar duduk di sofa dengan memainkan ponsel nya. Gimana dong? Aku mana bisa ngambil baju ganti kalau mas Albar disana.
"Khem, tu.. Tuan. Bisakah tuan keluar sebentar? " Aku dengan segenap jiwa raga mencoba untuk berani menyuruh mas Albar keluar.
Ku tangkap ekspresi wajah heran dari mas Albar"Kenapa? "
"Eugh,, sa,, saya lupa mengambil baju ganti tuan."
"Ck, ambil saja tidak akan saya lihat juga. Berani sekali kamu mengusir saya dari kamar milik saya sendiri. " Mas Albar dengan wajah songong nya itu.
Bagaimana ini? Aku tidak mungkin keluar dengan handuk ini saja.
Melihat mas Albar sama sekali tidak peduli, aku tak punya pilihan lain selain keluar dengan keadaan seperti ini. Belum lagi hari yang sudah gelap membuat hawa dingin kian menusuk pori-pori kulitku.
Kututup pintu dengan pelan agar mas Albar tak melihat kearahku. Kulirik sebentar kearah mas Albar. Syukur lah ia benar-benar tidak melihat kearahku. Aku sedikit bernafas lega ternyata mulut laki-laki Batu itu masih bisa dipercaya.
Kubuka lemari dengan pelan mencari baju yang cocok untuk aku kenakan. Mataku membulat saat melihat tak ada satupun baju yang layak untuk aku pakai. Kenapa modelnya mengerikan sekali sih?.
Kuambil sebuah baju yang hanya berukuran sampai paha, dan bahannya sangat tipis. Siapa yang punya ide gila ini? Kenapa hanya ada baju seperti ini sih disini.
Gluk,
Ia menelan ludah karena melihat paha mulus zhia yang saat ini benar-benar ada dihadapannya. Belum lagi kulitnya sangat mulus membuat Albar terpancing untuk sekedar mengelusnya.
Albar sudah lama mendamba bergumul mesra dan menginginkan sentuhan seorang wanita. Ia memang berpacaran dengan Naya namun, mereka hanya melakukan hal kecil saja seperti ciuman dan sesekali Albar menyentuh aset pribadi Naya. Hanya itu! Tidak lebih!.
Jadi, wajar saja kini tubuh Albar langsung bereaksi saat melihat pemandangan seperti ini dihadapan nya. Rasa panas kian mendominasi tubuhnya kini,melihat zhia yang berdiri didepan lemari tengah memilih pakaian membuat Albar ingin segera menerkam nya sekarang.
"Tahan dirimu Albar, kalau pun kamu ingin bercinta, bukan dengan gadis seperti nya! Dia bukan tipemu sama sekali. " Batin Albar kesal.
"Tuan, apakah hanya baju ini yang ada disini? " Tanya zhia mengeluarkan kepalanya dibalik pintu lemari. Mencoba sekuat tenaga untuk menutupi tubuhnya padahal Albar masih saja bisa memandang.
"Mana saya tau, apa yang kamu lihat berarti itulah yang ada. "
"Duh bagaimana ini? " Terdengar zhia sedikit bergumam bingung.
"Memangnya kenapa? " Albar memilih tak melihat kearah zhia karena ia benar-benar tak akan bisa menahan diri lagi.
__ADS_1
"Eugh,, tak ada satupun baju yang layak pakai tuan. Semuanya sangat pendek dan juga tipis, bisa-bisa saya akan masuk angin dan juga pemandangan nya tak akan enak dipandang. Sangat tidak sopan sekali." Zhia merasa sangat bingung.
"Sudahlah, jangan banyak protes pakai saja apa yang ada. Atau kamu mau tidak memakai pakaian semalaman? " Albar merasa kesal karena zhia sungguh sudah menguasai dirinya. Ia sungguh merasa sangat ingin menindih gadis itu saat ini juga.
Wajah zhia yang terlihat masih ragu itu seakan menggoda Albar.
"Argg,, awas saja kalau saya nanti masuk kamu masih belum memakai pakaian juga. Habis kamu. " Albar membuka pintu kamar dengan keras.
Aku tidak faham kenapa mas Albar malah marah-marah sih? Salah ku dimana? Ck, dasar laki-laki Batu. Keras kepala.
"Bagaimana ini? Aku harus pakai baju yang mana yah? "
Kuambil baju yang saat ini ada dilemari. Baju berwarna merah tua, hanya ini yang sedikit gelap karena selain warna ini hanya tersedia warna warna cerah.
Kulihat diriku di kaca, wajahku langsung kaget bukan main.
"Inimah bukan pakai baju namanya, sama aja kayak lagi telanjang. " Aku benar-benar tak habis pikir dengan pakaian ini. Bagaimana bisa hanya ada baju seperti ini disini? Sebenarnya kamar siapa sih ini? Akhh membingungkan sekali aku sungguh merasa tak nyaman.
"Yatuhan, aku sendiri yang melihat nya sangat malu. Kayak wanita penggoda saja jadinya. "
Kulirik lagi kearah lemari namun tak ada baju lain selain ini, semua modelnya sama dan bahkan lebih parah lagi yang ada dilemari.
Cleck,
Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Aku yang hendak menutupi tubuhku yang dibalut baju ketat itu terlonjak kaget saat mas Albar sudah ada di pintu dan berjalan kearahku dengan wajah yang sulit untuk aku baca.
"Tu,, tuan, jangan mendekat! Sa,, saya belum pakai baju. " Aku sangat takut saat mas Albar benar-benar melangkah kearahku.
Aku hendak mundur dengan meraih handuk namun, mas Albar sudah lebih dulu menarik ku hingga kini tubuhku ia hempaskan keatas ranjang.
Aaaa tidak mau!!!
๐๐Bersambung ๐๐
Aduhai,, Albar kenapa gaes? Itu anak orang mau diapain sama di manusia batu?.
Jangan lupa yah like, komen dan vote๐
Pai pai say๐
__ADS_1