Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
93. Ngambek ada maunya


__ADS_3

๐Ÿ๐ŸKamu benar-benar berbeda dengan saat pertama kali kutemui ๐Ÿ๐Ÿ


Zhia perlahan menaiki tangga menuju kamar untuk melihat keadaan Albar yang sempat merajuk tadi. Ia kira suaminya itu sedang bercanda ternyata dia benar-benar masuk kedalam kamar bahkan belum makan malam.


Albar yang tadinya sedang memainkan HP nya langsung bergerak meletakkan ponselnya diatas nakas lalu menarik selimut berbaring diatas tempat tidur hingga seluruh wajahnya juga ikut tertutup.


Zhia yang melihat itu langsung tersenyum, ia tau kalau suaminya itu benar-benar sedang merajuk sekarang ini.


"Mas,, kamu udah tidur yah? " Tanya zhia dengan pelan menaiki tempat tidur lalu mencoba untuk menyingkap selimut diwajah Albar.


Albar tak menjawab nya dan ia juga menahan selimut itu untuk tidak bisa ditarik oleh zhia.


"Mas, kamu udah tidur yah? " Zhia tau kalau albar benar-benar kesal saat ini.


"Mas kamu marah yah? Aku minta maaf yah Mas. " Zhia mencoba untuk merayu Albar yang benar-benar sedang kesal itu.


Albar masih saja tak mau membuka selimut itu.


Zhia memang tidak ahli dalam membujuk, ia habis ide untuk membuat Albar tidak kesal.


"Mas kamu belum makan malam lo, aku temenin kamu makan yah. " Zhia masih saja mencoba untuk membujuk suami manjanya itu.


"Aku ngk laper, lagian kenapa kamu peduli? " Kesal Albar dari dalam selimut. Nadanya benar-benar seperti seorang bocah yang ngambek.


Zhia ingin tertawa keras namun ia tahan agar Albar tidak makin kesal.


"Aku peduli lah sayang, kamu kan suami aku. " Zhia mencoba untuk menarik selimut itu lagi.


"Suami katanya, aku ngambek malah dibiarin tadi. Kamu lebih milih makan daripada ngejar aku huuu. " Kesal Albar dengan nada merengek.


Zhia sudah tak bisa lagi menahan tawanya. Kenapa suami nya sangat manja sekali.


"Duhh maaf yah sayang, aku bukannya lebih milih makan dari pada suamiku ini. Aku cuma malu aja Mas. " Zhia mencoba untuk tetap sabar menghadapi Albar.


"Kamu malu punya suami kayak aku? " Albar menyibakkan selimut nya lalu melihat jes kearah zhia.


"Duhh sayangku, ngk gitu ih. Aku malah bangga kali punya kamu Mas, jangan ngambek lagi yah. " Zhia langsung menaiki tubuh Albar dan memeluknya erat.


Albar menahan senyum karena mendengar itu, ia benar-benar sangat senang mendengar itu dari zhia.


"Masa sih kamu bangga? Aku ngk percaya tuh. "


Zhia lagi-lagi memutar otak untuk membuat Albar percaya, berhadapan dengan Albar versi ngambek membuat ia kepalang.


"Iih Mas suka ngk percaya sama aku, aku serius Mas. Masa sih ngk percaya. " Zhia.


"Kalo ngk ada bukti aku mana bisa percaya. " Albar berpura-pura ngambek lagi.


Cup,


Mata Albar terbelalak karena zhia yang tiba-tiba mencium bibir nya itu. Mel*mat bibir tebal Albar dengan mata terpejam. Albar langsung membalasnya dengan mel*mat lebih dalam lagi bibir zhia.


"Mas masih ngk percaya nih? "


Albar mengangguk" Aku ngk semudah itu percaya kalo cuma buktiin pake ciuman mah. "


Plak,

__ADS_1


"Ngk usah modus, Mas pasti mau modus kan. Aku ngk bakal kemakan tuh sama modus nya Mas. " Zhia.


"Yaudah kalau ngk mau buktiin, aku tetep ngambek nih. "


"Iih udah dong Mas ngambeknya, aku minta maaf yah sayang hmmm. " Zhia masih saja mencoba untuk membujuk Albar.


Albar tersenyum dalam hati karena berhasil membuat zhia seperti itu. Membohongi zhia benar-benar moodboster buat Albar.


"Yaudah, aku harus gimana dong biar Mas ngk ngambek lagi? "


Albar langsung tersenyum lebar seiringan dengan ide mesum yang langsung timbul setelah mendapat lampu hijau itu.


"Masa sih? Apa aja beneran mau nih? " Albar dengan wajah sok soan masih ngambek.


Zhia dengan cepat mengangguk"Iya suamiku,"ucap zhia dengan cepat.


"Aku lapar sayang, " Ucap Albar tiba-tiba.


"Mas mau aku ambilin makan yah? Dengan senang hati suamiku. " Zhia tersenyum dengan senang.


Albar menggeleng lalu menarik zhia hingga kini sudah berada dibawah kendalinya.


"Ngk usah diambilin sayang, kalau makanan yang lebih lezat ada disini sekarang. "


Albar langsung mencium bibir zhia hingga zhia benar-benar kaget, belum lagi dengan liarnya Albar menelusup kan tangannya ke dalam baju milik zhia.


"Akhh,, " Zhia memekik pelan saat Albar dengan liarnya meremas gundukan miliknya itu.belum lagi bibir Albar sangat aktif menghisap bibir mungil zhia itu.


"Mashh,, ihh, kamu makan dulu nanti sakit. " Zhia mencoba untuk lepas dari tindihan suaminya itu.


"Mas ngk laper sayang, Mas cuma mau kamu hmmm. " Albar menarik baju zhia keatas hingga tersisa tank top saja.


"Nanti kamu sakit Mas, ihhh geli akhhhh. " Zhia merasa kegelian saat Albar langsung membuka tank top itu dan membuka BH zhia dengan mulutnya sendiri.


Albar tersenyum "Kamu mau yang geli apa enak sayang? "


"Ngk ada ngk ada, aku maunya Mas makan dulu ihh. "


"Ini Mas lagi makan sayang, makan cinta dari kamu hemmm. "


Zhia benar-benar kewalahan berbicara dengan Albar kalau mesumnya sudah timbul. Sudahlah pasrah saja sudah tak bisa lepas kalau sudah begini.


"Masih sakit yah sayang? " Albar dengan pelan memasukkan tangannya kedalam celana tidur zhia lalu mengusapnya dengan pelan.


Zhia mengigit bibir menahan desahan nya, sungguh ia merasakan kenikmatan saat Albar melakukan itu. Ia hanya malu saja mendesah di hadapan Albar.


"Sayang kenapa bibir nya digigit gitu? Mau ngegoda Mas yah? "


"Akhhh,, mashh,, akhh.. Jangan digituin ihh,, akhh,, " Zhia sudah tak bisa menahan desahan nya saat Albar mengusapnya berkali-kali.


"Maunya digimanain dong sayang? Mas ngk ngerti maunya gimana? " Albar tersenyum melihat wajah zhia yang sangat tidak tenang itu. Sangat menantang birahi nya.


"Mashh ihh uhhh, jangan digituin akhh. "


Albar langsung menarik celana zhia hingga kini hanya tinggal segitiga berwarna merah maroon itu.


"Wahh kamu sudah basah sekali sayang, enak yah? " Albar lagi-lagi menggoda zhia dengan mencium area yang masih terbungkus kain tipis itu. Albar bahkan bisa melihat bulu-bulu halus itu.

__ADS_1


"Mas ihh jangan digituin dong, aku malu. " Zhia mencoba untuk menutupi area yang masih memiliki pelindung itu.


"Yaudah biar malunya ilang Mas main sebentar disini yah sayang. "


Tanpa persetujuan dari zhia Albar langsung mengambil posisi tepat di depan miliknya zhia. Perlahan ia menurunkan segitiga itu lalu mengecup pelan benda berwarna merah muda itu.


"Akhh,, mashh akhh,,. " Zhia tak bisa menahan desahan nya saat Albar mengecup berkali-kali dan menjilat nya.


"Mashh,, akhh. "


Zhia meremas rambut Albar saking nikmat nya, ia tak bisa menggambarkan rasanya namun tanpa sadar ia mendorong kepala Albar agar memperdalam permainan nya disana.


Albar sadar bahwa istrinya itu mulai menikmati permainan itu, dan dengan senang hati ia menuruti maunya zhia.


"Akhh mashh,, hmmmm.. "


"Enak ngk sayang? " Albar terus saja menciumi area itu.


"Hmm en,, akhh,, enak Mas. " Zhia sudah tak bisa berbohong lagi.


"Embb masih sakit ngk? Mas pengen banget nih sayang. " Albar mendekat kearah zhia yang terlihat berkeringat itu.


Malam malam begini zhia sudah berkeringat sangat banyak karena ulah Albar.


Zhia dengan cepat menggeleng karena jujur saja, ia juga menginginkan itu saat ini. Kenikmatan semalam masih saja terngiang-ngiang di dalam otaknya.


"Beneran sayang? Jadi Mas boleh minta dong? "


Zhia dengan pelan mengangguk tersenyum sedang Albar langsung tersenyum sangat lebar.


"Yeyyy dapat jatah. " Batinnya senang.


"Mas masukin sekarang yah sayang, udah ngk tahan nih.. " Dengan nada manja ia membujuk zhia.


Zhia tersenyum dan mengangguk.


Saat Albar hendak membuka celananya tiba-tiba pintu kamar diketuk oleh seseorang.


"Albar, kamu makan dulu, ayah ngk mau kamu sakit nanti. "


Albar mendengus kesal karena sang ayah yang datang menghacurkan semua harapannya itu.


"Albar, ayah buka yah pintunya. "


Albar langsung kepalang saat sang ayah mengatakan akan membuka pintu. Saat ini zhia tidak memakai apapun. Albar sih ngkpp karena masih utuh bajunya.


"Iya ayah aku datang. Ck, dasar tua bangka perusak harapan. " Kesal Albar berjalan kearah pintu.


Ia berharap akan mendapatkan jatahnya malam ini ternyata si tuan perusak datang menghancurkan harapannya itu.


๐Ÿ๐ŸBersambung ๐Ÿ๐Ÿ


Akibat pura-pura ngambek yah gitu๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


Jangan lupa yah like, komen dan vote๐Ÿ˜


Pai pai say๐Ÿ

__ADS_1


__ADS_2