Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
27. kantin


__ADS_3

🍁🍁aku tak menyangka kamu akan selalai itu hingga lupa dengan kewajiban mu padaku🍁🍁


    Aku masih saja berbaring diatas ranjang UKS tanpa berniat bangkit walau bel sudah berbunyi sangat lantang sekali tadi. Aku hanya ingin istirahat saja aku lelah tanpa sebab.


Tiba-tiba pintu UKS terbuka lebar menampakkan Ragil yang datang dengan tersenyum kearahku.


"Lu beneran sakit yah? " Ragil terlihat sedikit cemas dan aku sendiri kenapa ia sedikit berubah akhir-akhir ini. Ia terlihat sangat peduli eh tapi sejak dulu sih dia seperti itu. Kenapa aku malah memikirkan lain-lain sih?.


Aku dengan cepat menggeleng "cuma pusing aja tadi, tapi sekarang udah mendingan kok. " Aku duduk dari ranjang itu.


"Beneran? Atau lu masih butuh obat? Biar gua ambilin. " Ia tersenyum kearahku dan langsung kubalas dengan anggukan juga senyuman.


"Yaudah kuy kantin, gua traktir soalnya tadi gua udah makan habis kue lu. " Ia terlihat senyum kikuk apa dia malu yah hanya karena itu.


Aku menggeleng "ngkpp kok gil, aku ngk laper nih. " Aku masih saja duduk.


"Biar lu ngk pusing lagi ayok, Lea udah nunggu di kantin. Katanya semalam dia ngk makan siang gara-gara kita ngk datang. "


Akhirnya aku pun mau ikut karena Lea, aku tak mau Lea kelaparan gara-gara aku yang tak mau ikut.


Kami tersenyum saat melihat Lea sudah melambaikan tangan nya dengan hidangan yang sudah ia pesan lebih dulu.


"Lama amat sih? Masa manggil doang kudu setengah jam. " Lea langsung menyantap bakso yang ia pesan.


Aku tersenyum kikuk"heheh maaf yah Lea, tadi aku sempat nolak tapi ternyata kamu udah nunggu disini. "Aku berkata jujur.


" Hmm jangan biasain ngk makan siang minimalnya makan bakso hehehe, lu sih gil ngapain makan kue nya zhia tadi. Ih lumpph. "Tiba-tiba ragil memasukkan sebuah gorengan kedalam mulutnya Lea hingga ia langsung mingkem. Waduh ragil kenapa sih?.


" Nah gini kan enak makannya ngk denger lu ngebacod. "Aku sedikit tersenyum melihat mereka berdua.


Aku hanya diam saja dan mulai menyendok bakso yang dipesan oleh Lea tadi, mereka adalah anak orang kaya dan tentunya jajan mereka sangat banyak tapi mereka sangat rendah hati mau memakan makanan seperti ini disini. aku salut sekali.

__ADS_1


Aku hanya termenung saja karena tidak nafsu makan walaupun sesekali aku memakannya hingga Lea dan ragil tidak protes jika aku tidak makan.


" Khemm,, kamu yang namanya zhia kan? "Tanya seseorang padaku hingga aku melirik kesana dan dia adalah laki-laki yang memberikan kue tadi padaku.


Aku dengan cepat mengangguk padanya dan ia langsung gemetar tanpa sebab. Aku kan hanya mengangguk saja. Kenapa dia bereaksi berlebihan seperti itu?.


" Ini Terima lah dan baca setelah sampai dirumah yah, ada nomor telepon ku juga disana. "Ia langsung pergi begitu saja.


Aku melihat kearah ragil dan Lea dengan heran. Kutangkap tatapan tidak suka dari ragil sedang Lea ia sudah tersenyum lebar " Cie,, cie, hmm zhia ih. Lu tuh emang seorang dewi. Apa dia pria yang tadi pagi atau malah yang lain? "Tanya Lea tersenyum senang.


Aku malah tersenyum kikuk" Kayaknya sih dia yg ngasih kotak kue tadi. "Aku masih bingung dengan situasi ini.


" Hmm buka sekarang ngk? Atau nanti aja dirumah? Pokoknya kalau udah lu buka kasih tau gua yah apa isinya. "Lea terlihat sangat bersemangat padahal aku yang menerima nya merasa biasa saja.


" Lu tuh bisa diem ngk sih? Urusan surat orang lain juga pake segala lu urus. "Ragil menyendok kasar baksonya hingga aku dan Lea merasa bingung.


" Isat ngerusak suasana aja nih manusia satu. "Lea juga memilih untuk fokus makan.


Aku segera memasukkan kertas itu kedalam saku rok ku dan ikut makan seperti mereka berdua.


" Hmm kamu pasti zhia kan yang murid baru dua bulan yang lalu? "Bahkan ia tau kapan aku pindah.


" Bisa kan nanti aja nanyain? Lagi makan nih woy ganggu aja. "Ragil tiba-tiba kesal dan berbicara keras seperti itu.


Plak,


" Ihh lu diem dulu bego, jan ganggu dulu. "Lea memukul bahu ragil dengan keras.


Ragil melihat kesal kearah laki-laki itu hingga ia sedikit takut. Kenapa ia takut pada ragil?.


" Iya ada apa yah? "Tanyaku dengan pelan.

__ADS_1


" Tadi ibu Rahmi meminta kamu untuk datang ke kantor sekarang juga, ada yg perlu permisi. "Ia pergi dengan cepat dan melihat takut kearah ragil.


" Tuh kan, gara-gara lu nih dia jadi takut. Lu dan tempramen lu tuh yah ngk berubah dari dulu. "Kesal Lea.


" Apa bedanya sama lu. "Kesal ragil dan Lea lebih memilih untuk diam saja tak mau membahas lebih lagi.


" Aku pergi dulu yah, ngkpp kan aku tinggal duluan? "Aku bertanya dengan pelan dan Lea langsung mengangguk.


Aku pun berjalan menuju kantor dengan jantung yang tidak aman, aku paling takut kalau harus datang kesana karena disana ada pak saepudin yang selalu ku hindari itu.


Aku langsung bernafas lega saat kulihat tak ada ia disana, aku pun berjalan pelan menuju meja ibu Rahmi yang menyambutmu dengan bibir menyinggung tersenyum.


" Duduk dulu nak. "Ia tersenyum kearahku dan aku langsung menurut.


" Ada apa yah buk tiba-tiba memanggil saya? "Aku terlihat bingung.


Ibu terlihat menarik nafas " Begini nak, tadi pihak komite uang sekolah mengabari ibu kalau setoran uang sekolah mu belum dibayar bulan ini. Bisa kan kamu kabari kepada orang tuamu nanti setelah pulang sekolah? Karena lebih baik kamu sendiri yang menyampaikan itu dari pada ibu. "


Deg,


Apa mas Albar bahkan lupa membayar uang sekolah ku? Bukankah perjanjian kami ia akan bersedia membayar nya jika aku mau menikah dengan nya? Tapi sekarang ia bahkan tidak membayarnya. Ini sudah mau masuk bulan ketiga. Bagaimana ini? Tabungan ku juga tak akan cukup untuk membayar itu belum lagi iuran kelas tidak tanggung tanggung.


Kalau tau begini aku tak akan mau dipindahkan ke sekolah elit seperti ini? Aku tak akan sanggup membiayai sekolah ku sendirian. Mas Albar pasti hanya khilaf saja, ia pasti akan membayarnya nanti. Jadi aku lebih baik mencoba untuk berbicara dengan nya secara baik-baik agar ia tau kalau ia lupa membayar nya. Mungkin karena ia sibuk bekerja makanya lupa.


"Baik buk, Terima kasih buk. Aku kemudian pamit meninggalkan kantor dengan cepat karena kulihat pak saepudin sudah masuk ke kantor dan melihat sekilas ke arahku.


Aku berjalan dengan pelan menuju kelas karena bel sudah berbunyi tadi. Aku yakin ragil dan Lea juga sudah ada dikelas saat ini.


Akh bagaimana yah aku membicarakan ini dengan mas Albar, aku takut untuk memulainya.


🍁🍁bersambung 🍁🍁

__ADS_1


Jangan lupa yah like, komen dan vote❤


Pai pai say💋


__ADS_2