Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
97. Janji


__ADS_3

🍁🍁 Aku bersyukur saat kamu merasa bangga memilikimu ku🍁🍁


Β  Β  Makanan sedang dihidangkan oleh zha diatas meja makan. Karena para pelayan sudah ia tolak untuk membantu akhirnya zha benar-benar melakukan pekerjaan memasak dan menghidangkan makanan untuk keluarga besar itu seorang diri.


"Wahh menantuku, kamu menyiapkan semua ini sendiri? " Ayah datang dari arah kamar dengan tersenyum hangat, belum lagi ia sangat senang saat melihat zhia yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya itu.


Zhia tersipu malu, ia mengangguk tersenyum "Bukan apa-apa ayah, aku hanya merasa tidak berguna saja jika terus diam tak mengerjakan apapun. " Zhia hampir menyelesaikan hidangan itu.


Ayah lagi-lagi terpukau dengan menantunya itu, kalau begini sih mana mungkin Albar ngk bucin, batin sang ayah.


"Loh, pelayan pada kemana sampai zhia yang ngerjain ini semua? " Viona juga yang baru saja datang.


"Ngkpp mbak heheheh, zhia sendiri yang minta. Semoga masakan ku bisa dinikmati yah ayah, mbak. " Zhia.


Albar turun dari atas saat melihat meja makan sudah terisi, ia langsung duduk disamping zhia dan merangkul bahu zhia.


Zhia sejak tadi menjauhkan pandangan nya dari Alvin kakak iparnya itu. Masih malu dengan kejadian tadi. Bisa-bisanya Albar masih bersikap biasa saja.


"Wahh masakan mu sangat enak menantuku. " Ayah dengan lahapnya memakan makanan itu.


Zhia tak bisa mungkiri rasa senang itu,melihat anggota keluarga yang sedang sibuk makan dengan lahap ia sangat tersentuh.


"Mas, " Zhia tersenyum senang kearah Albar dan disambut juga dengan senyuman juga.


"Istri aku memang hebat. " Albar dengan sombong nya.


Ragil hanya memilih diam saja, hatinya panas dan cemburu tapi tetap saja ia tak bisa berbuat lebih.


"Hmmm aku tau nih kenapa bisa enak, pasti karena ditaburi hmm hmmm. " Alvin masih saja mencoba untuk menggoda Albar karena hal tadi.


"Uhuk,, "


"Sayang makannya hati-hati yah, iss kak Alvin rese banget sih. " Kesal Albar memberikan minum kearah zhia.


Zhia benar-benar sangat malu karena Alvin berkata seperti itu, benar-benar kakak iparnya itu sungguh kelewatan jahilnya.


"Sudah-sudah kalian yah selalu saja berdebat, merusak suasana makan saja. " Ayah juga ikutan tak mau kalah.


Lagi-lagi mereka bertiga beradu argumen meskipun mulut mereka masih lanjut makan sambil berdumal satu sama lain.


🍁🍁🍁


Zhia yang hampir saja sampai di pintu kamar setelah selesai membersihkan semua meja juga dapur. Tiba-tiba ia terhuyung saat Albar menarik nya dari dalam kamar.


"Akhh,, " Kaget zhia saat ia merasakan tarikan itu.


"Ihhh mas, aku kaget tau. " Kesal zhia saat Albar sudah tersenyum kearah nya.


Albar tersenyum karena merasa lucu dengan istrinya itu.


"Iih malah senyum lagi. " Kesal zhia berjalan kearah kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


"Sayang,, kamu mau kemana hmm? " Albar mengekorinya menuju kamar mandi hingga membuat zhia bingung.


"Mau boker mas, mau ikut makanya ngekor gitu? " Kesal zhia.

__ADS_1


Albar masih saja mengekor "Mau mas bantu bukain celananya ngk? Atau mas bantu cebokin? " Dengan wajah tak tau malunya itu. Zhia saja yang mendengar itu merasa malu bukan main.


"Tau ah, " Ucap zhia masuk lalu memulai ritual mencuci wajahnya itu.


Setelah selesai ia sedikit berkaca dan tersenyum namun lagi-lagi ia merasa kaget saat Albar sudah mengangkat tubuh nya itu dengan cepat menuju ranjang.


"Loh, loh, mas kenapa sih? Kenapa gendong gendong gini? "


"Jangan pura-pura lupa deh sama janji kamu tadi di dapur. "


Zhia mencoba untuk mengingat nya dan ia langsung kaku karena itu. Padahal ia hanya asal berjanji saja, kenapa Albar sangat serius yah.


"Janji apa sih mas? Aku ngk ada tuh buat janji sama mas. "


Albar langsung memicing bingung, kenapa zhia malah lupa saat ia sudah menunggu sejak tadi. Makan pun ia sudah lakukan dengan cepat untuk segera mendapatkan ciuman seperti janji zhia tadi di dapur.


"Tuh kan, jangan pura-pura lupa dong sayang. Aku ngambek nih. " Albar benar-benar kesal.


Zhia hampir saja tertawa namun ia masih bisa menyembunyikannya.


"Loh kok malah ngambek mas, aku ngk ada janji sama mas, mas mungkin salah ingat. "


"Beneran nih kamu ngk inget? Atau kamu pura-pura ngk inget? "


"Ih aku emang janji apa sih mas? "


"Itu,, kamu janji mau ngasih mas cimmmphh. "


Buru-buru zhia melingkarkan tangannya dileher Albar lalu mencium dengan nikmat bibir Albar.


Mereka berciuman lama dengan bibir yang saling menghisap satu sama lain. Zhia benar-benar kewalahan mengikuti gerakan bibir Albar yang sangat lincah itu.


"Gimana mas udah kan akhhh. "


Tiba-tiba saja Albar sudah membaringkan zhia dan menindih tubuh istrinya itu dengan bertumpu pada lutut juga sebelah tangan nya.


"Mas ihh mau ngapain sih nindih gitu? Aku mau tidur ih. " Zhia mencoba untuk lepas dari kungkungan Albar.


Albar tersenyum smirk lalu mendekat kearah telinga zhia.


"Make a love sayang kuh. " Albar menjilat telinga zhia setelah bisikan itu hingga zhia sedikit bergidik ngeri.


Dan dengan perlahan Albar menanggalkan semua pakaian nya hingga kini ia benar-benar polos tanpa sehelai benang pun. Zhia yang melihat itu langsung menutup matanya malu bukan main.


"Ihh mas, kenapa langsung dibuka semuanya sih? "


Albar tersenyum lebar "loh, kan udah pernah liat sayang kok masih malu sih? "


"Iih aku malu mas, kenapa sih ngk ada akhlak banget buka buka gitu? "


"Kamu makin buat mas bergairah sayang, mari kita buat malam ini jadi Malam yang panjang sayang. "


Albar dengan gerakan cepat menanggalkan seluruh pakaian milik zhia hingga kini sudah berserakan dilantai dan dengan cepat zhia menyilangkan tangannya merasa malu.


"Ihh mas aku malu, gimana nanti tiba-tiba pintu terbuka? Udah yah mashhhh. " Zhia menutup mulutnya.

__ADS_1


"Ayo dong sayang mendesahlah, buat mas lebih bergairah lagi.


Dan Albar langsung saja melanjutkan rencananya untuk mendapatkan jatahnya malam ini.


" Akhhhh, "Memang bukan pertama kalinya untuk mereka tapi tetap saja zhia tak bisa menahan rasa sakitnya. Tapi tidak sesakit saat pertama kali Albar memasukinya.


" Akhh,, mashh,,, sakit. "Zhia meremas lengan Albar.


Seketika Albar langsung menyambar bibir mungil itu dengan kondisi masih berusaha memasukkan yang dibawah sana.


" Akhmmpph,, "zhia masih mendesah menahan sakit disela-sela ciumannya dengan Albar.


" Masih sakit yah sayang? "Tanya Albar dengan pelan.


" Masih mas tapi ngk sesakit semalam. "Zhia tapi masih ada titik air mata disana.


Albar dengan pelan menghapus nya dan mencium mata itu. Ia kecup berkali-kali seluruh wajah zhia dan beralih lagi melahap bibir mungil yang sudah mulai bengkak karena ia cium dan ekploitasi sejak tadi. Bibir zhia yang mulai basah karena perpaduan saliva antara mereka berdua membuat Albar semakin tergoda untuk selalu mengecup nya.


"Akhhh,, mash,, akhhh. " Dan akhirnya Albar berhasil membobol gawang yang sejak tadi ia berusaha disana.


"Sakit sayang? "


Zhia mengangguk sedikit dengan tangan meremas rambut Albar.


"Mas gerakin yah sayang? "


"Akhh,, mashh,, sakit. " Zhia mencoba untuk menahan nya.


"Maafin mas yah sayang, abis ini bakal nikmat kok. " Albar mencoba untuk bergerak pelan dan setelah melihat zhia mulai menikmatinya ia pun mulai melajukan tempo.


"Akhh,, mash,,, huhh. " Zhia bergerak gusar dalam tindihin Albar. Rasanya sangat nikmat ia rasa hingga menggelinjang berkali-kali dengan dada yang naik turun.


Albar tak tahan melihat benda kenyal itu yang sejak tadi menggodanya dengan bergoyang goyang dan naik turun.


"Akhh,, mashh. " Zhia tak bisa lagi menahan gejolak nya apalagi saat Albar melakukan permainan dibawah dan ia sibuk menghisapi put*ng zhia dengan sebelah lagi dimainkan kayak adonan.


"Mashh,, eugh,,. "


"Iya Sayang, kenapa? " Albar mencium bibir zhia sekilas dengan tangan masih bermain didada zhia dan masih dengan keadaan bergerak dibawah sana.


"Embbhh,,, akhhh. "Zhia tak hentinya mendesah karena merasa keenakan.


" Enak ngk sayang? "


Zhia hanya bisa mengangguk dan seketika tubuhnya menegang saat sesuatu dibawah sana memaksa keluar dan terjadilah rasa lega diantara mereka berdua hingga kini terkulai lemas.


"Makasih sayang," Ucap Albar menutupi tubuh zhia dengan selimut lalu memeluk istrinya itu.


Zhia mengangguk tersenyum dan memeluk Albar dengan erat.


🍁🍁Bersambung 🍁🍁


Hadeuhh Albar maunya ehem mulu wkwkwk


Jangan lupa yah like, komen dan vote😍

__ADS_1


Pai pai say🍁


__ADS_2