Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
59. Kecupan tiba-tiba


__ADS_3

๐Ÿ๐ŸMestinya kau akan tau bagaimana rasanya saat melihat luka menganga ini๐Ÿ๐Ÿ


ย  ย  Aku merasa sangat gugup saat kulihat ragil semakin dekat dengan kami, kenapa dia disini? Apa ia juga merupakan bagian dari keluarga besar ini? Yatuhan bagaimana ini? Aku sungguh belum siap untuk ragil tau tentang ini.


"Sayang, kok baru datang sih? " Tiba-tiba saja mbak Viona menghampiri ragil yang semakin mendekat kearah kami.


Ragil terlihat tidak suka saat mbak Viona menghampiri nya dengan menggandeng tangannya. Dan dengan cepat ia menghampiri mas Albar dan aku. Aku masih saja hadapi belakang karena sangat takut dengan terbongkarnya rahasia ku.


"Hei ponakan, bagaimana? Mulai sekarang kamu harus berhenti menggodaku mengataiku tidak laku hahahahahaha. " Mas Albar tertawa dan begitu juga kudengar ragil ikut serta.


"Baiklah paman, aku akan berhenti melakukan itu. Ngomong-ngomong kenapa sejak tadi pengantin wanitanya menghadap kebelakang? " Tanya ragil tiba-tiba. Mati aku mati! Bagaimana ini?.


"Hei, kenapa kamu tidak menyapa keponakan ku? Itu adalah anaknya kak Viona. Cepat sapa dia. " Perintah mas Albar.


Dan dengan segala keterpaksaan aku tak bisa menolak untuk tidak menyapa ragil. Aku dengan pelan berbalik dan melihat kearahnya yang ia juga melihat kearahku.


Wajahnya sangat terkejut saat ia melihat Akulah yang saat ini bersanding disamping mas Albar. Pasti ia sangat terkejut, namun. Aku bersyukur sekali ia tak berbicara tentang ia mengenalku. Namun matanya terus saja menatap seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat ini.


"Lihatlah cucuku, paman kamu yang berjiwa batuk ini ternyata sudah melepas masa lajangnya. Berhenti menggodanya mulai sekarang hahah." Ayah dengan suara khasnya membuat ragil yang terus saja menatap tak percaya kearah ku berpura-pura untuk tertawa.


Matanya seolah mengatakan kalau ia sungguh tak percaya dan ada surat kekecewaan didalam matanya itu. Aku tau, pasti ragil kecewa saat aku dengan tidak tahu dirinya menolak perasaan nya dan saat ini ia bahkan disuguhkan fakta aku sudah menjadi seorang istri untuk pamannya sendiri.


Setelah semua tamu berkumpul yang terdiri dari keluarga besar dan juga rekan kerja Ayah juga mas Albar. Aku tak menyangka akan sebanyak ini yang datang. Belum lagi aku baru tau ini didedikasikan untuk menyambut kedatangan ku. Kenapa Ayah bahkan mau melakukan ini untuk ku. Mereka tidak tau sebenarnya aku hanya sebuah alat saja, tak perlu disambut seperti ini. Karena aku benci rasa istimewa yang sementara.


"Tuan Albar yang terhormat, bisakah kalian buktikan kalau kalian memang benar-benar pasangan suami istri. Apalagi mengingat kalian menikah hanya dihadiri oleh keluarga saja. Akhir-akhir ini sedang maraknya melakukan pernikahan kontrak, kami tidak ingin dibohongi seperti itu. " Tiba-tiba seseorang dari barisan tamu bertanya seperti itu.


Kulirik mas Albar dengan pelan seolah bertanya bagaimana ini? Bagaimana cara membuktikan nya.


Para tamu yang lain juga setuju meminta bukti. Ayah hanya diam saja menunggu bagaimana Albar akan menghadapi situasi seperti ini.

__ADS_1


Sret,


Tiba-tiba aku merasa sedikit terhuyung saat mas Albar menarik tanganku hingga kini ia sudah memeluk pinggang ku dan mendekatkan tubuh kami. Ada apa ini? Kenapa mas Albar melakukan ini?.


Cup,



Mataku membulat sempurna saat kurasakan bibiras Albar kini sudah menempel di bibirku. Kenapa ia mencium bibirku? Dan dihadapan banyak orang? Apalagi saat ini ragil ada disana!!! Yatuhan bagaimana ini? Aku sungguh sangat ingin mati saat ini.


Kudengar banyak sekali yang bersorak karena kelakuan mas Albar yang tiba-tiba itu.


Ciuman pertama ku, kenapa harus laki-laki batuk ini yang pertama mendapat kan nya? Aku sungguh bingung dengan ini. Kenapa hatiku sakit sekali diperlakukan seperti ini. Aku memang istrinya dalam hukum namun, dia memiliki seorang kekasih dan kini ia mencium ku. Apa aku terlihat se murahan itu yah dimatanya?.


Aku mencoba untuk melepaskan bibirku yang masih saja saking menempel dengan bibir mas Albar yang saat ini memejamkan mata tanpa sebab. Saat kucoba untuk melepaskan pertemuan bibir itu mas Albar malah menarik tengkuk ku semakin dekat dan ia menggerakkan bibirnya mel*mat bibirku dengan pelan dan berkali-kali bahkan ia juga menghisap bibirku dihadapan semua orang yang hingga kini masih saja bersorak.


Yatuhan, aku tak ingin dipermalukan seperti ini. Kenapa ia sangat tega Melakukan ini padaku? Aku sungguh sangat malu sekali.


Aku dengan geram menggigit bibir mas Albar yang masih saja sibuk menghisap bibirku hingga ia langsung melepaskan tautan bibir kami karena gigitan ku. Ia bahkan sempat memekik sakit karena ulahku. Enak saja main cium-cium mana dihadapan banyak orang lagi. Aku sungguh sangat malu sekali. Bagaimana aku akan menghadapi semua ini.


Kulirik kearah ragil yang kini menatap semakin benci kearah ku. Aku semakin merasa takut dengan semua ini. Bagaimana aku akan menghadapi ragil? Ia pasti ikut membenciku kini. Kenapa hidupku harus seperti ini. Kedua sahabatku merasa kecewa dengan ku. Aku sungguh tak ingin kehilangan mereka.


"Hmm lihatlah laki-laki batu itu sangat menikmati sekali hahah, anak nakal. " Ayah tertawa memperhatikan Albar dan ikut ditertawai oleh para Alvin yang berstatus kakak pertama Albar.


Mas Albar menatap murka kearahku karena sudah lancang menggigit bibirnya itu. Lagian dia lancang sih main cium-cium saja. Apa aku serendah itu yah dihadapan mas Albar?.


"Permisi tuan, saya ingin ke kamar mandi. " Aku berjalan pelan meninggalkan mas Albar dan berjalan menuju kamar mandi.


Aku sangat kesal dan marah karena perlakuan mas Albar tadi, bisa-bisanya ia melakukan hal itu dihadapan banyak orang. Bisa bisanya ia mencium bibirku dengan tidak tahu malunya dihadapan halayak ramai begitu. Kalau mau cium yah cium saja pacarnya itu. Kenapa malah aku?.

__ADS_1


"Aaaa bibir perawan ku, kenapa harus dia sih yang ambil. " Kesalahan dengan penuh emosi. Aku sungguh sangat kesal karena mas Albar begitu lancang menurutku.


"Astagah, " Latahku saat kaget melihat ragil sudah berdiri di depan pintu kamar mandi umum dibawah itu. Aku sangat malas tadi ke kamar mandi di kamar.


"Ra,, ragil? Kamu mau ke kamar mandi juga? " Aku bertanya dengan pelan dan ragu.


Ia hanya diam saja dan melihat kesal kearahku. Aku tau ia pasti merasa dibohongi oleh ku.


"Gil, kamu mau ngapain disini?" Aku sangat ingin menjelaskan semuanya tapi aku takut ragil tidak peduli.


"Jadi ini alasan lu nolak gua? " Ragil tiba-tiba melihat marah kearahku.


Aku hanya diam saja meremas dress yang kupakai itu, aku sama sekali tak bermaksud membuat ragil seperti itu.


"Gil, aku bisa jelasin sama kamu. Ceritanya panjang dan aku,,, "


"Sudahlah, gua pergi. Setidaknya gua tau gimana lu yang sebenarnya. " Ia pergi begitu saja.


Kata-katanya sampai kini masih terngiang. Bahkan sampai berakhir nya acara akuasih saja memikirkan bagaimana akan memperbaiki ini dengan ragil. Belum juga selesai masalah ku dengannya lea datang lagi masalah baru dengan ragil.


Kenapa kehidupan ku serumit ini yatuhan?.


๐Ÿ๐Ÿbersambung ๐Ÿ๐Ÿ


Albar kenapa sih main cium-cium aja?.


Ngk nyangka yah ragil itu ponakan nya om albar wkwkwk.


Jangan lupa yah like, komen dan vote๐Ÿ˜

__ADS_1


Pai pai say ๐Ÿ


__ADS_2