
🍁🍁Selama ini kamu berpikir aku bukanlah siapa-siapa, ingat satu hal suatu saat kamu akan menginginkan ku🍁🍁
Albar melihat kearah Naya dan pria disamping nya itu. Mereka terduduk dilantai Karena perintah Albar. Naya terlihat sangat kesal karena tidak tau bahwa Albar ternyata mempunyai kunci cadangan rumah ini.
"Sayang, kamu salah faham. " Naya mencoba untuk merayu Albar yang kini terlihat sangat marah itu.
"Berhenti memanggil ku dengan sebutan itu. Menjijikkan. Sudah lupa yah dengan peringatan ku waktu itu. Aku paling membenci seorang pengkhianat. "
"Albar aku bisa jelasin, kamu salah faham. " Naya mencoba untuk mendekat kearah Albar dan ingin memeluknya namun dengan cepat Albar mendorongnya hingga jatuh ke lantai.
"Jadi ini alasanmu menolak menikah dengan ku selama ini? Puas sudah mempermainkan ku? Terima kasih sudah membuat ku yakin dengan perasaan ku saat ini. " Albar menahan amarah nya untuk tidak memukul Naya. Karena ia masih sadar bahwa ia dulunya sangat mencintai nya.
"Saya sudah sampai pak. " Tiba-tiba saja Rian selaku asisten pribadi Albar datang karena dihubungi oleh Albar tadi.
"Ah kamu sudah sampai, saya sedang ada urusan tolong urus mereka. Kamu tau kan bagaimana cara mengurus seorang pengkhianat? "
Dengan cepat Rian mengangguk "Siap pak, akan saya hubungi jika sudah selesai saya urus."
Albar dengan cepat mengangguk dan keluar meninggalkan mereka begitu saja tak perduli bahkan Naya memanggilnya berkali-kali. Meminta maaf padanya.
Setelah melihat kejadian yang tak pantas untuk dilihat tadi Albar barulah yakin dengan perasaan nya yang sangat samar itu dalam beberapa hari ini. Ternyata ia sudah tak mencintai Naya lagi, ia juga sangat kaget dengan perubahan perasaan nya yang tiba-tiba itu. Benar sekali sebuah ungkapan yang selama ini sudah lama ia dengar bahwa "Jangan terlalu mencintai sesuatu secara berlebihan makan akan menimbulkan kebencian begitu juga sebaliknya jangan terlalu membenci sesuatu secara berlebihan karena itu akan menimbulkan rasa cinta. "
Albar sudah mengalaminya kini. Perasaan nya seolah sedang diputar balikkan kini. Yang awalnya ia sangat mencintai Naya rela bersabar dan memberikan apapun yang Naya inginkan kini ia sangat membenci gadis yang sudah bersamanya sangat lama itu. Malah kini zhia yang sangat ia benci sejak awal ia bertemu dengan nya sudah mendominasi hatinya. Membuat jantung nya berdebar kuat dan juga tersenyum hanya karena melihat gadis itu.
"Tidak akan kulepas kan lagi. " Albar majukan mobil dengan kencang menuju sekolah zhia.
Ia sudah membulatkan tekad bahwa ia tak akan melepaskan zhia bagaimana pun itu. Gadis itu yang awalnya ia butuhkan hanya untuk mendapatkan tujuan nya kini menjadi sebuah tujuan dalam hidupnya.
Albar kembali tersenyum hanya karena mengingat saat saat mereka bersama semalam. Mencuri kecupan dari gadis itu damage nya lebih kuat dan tidak main-main dari pada mendapatkan ciuman dengan mudah dan sepuasnya dari Naya.
Saat Albar sudah sampai disekolah,suasana disana sudah kosong dan tak ada orang sama sekali kecuali satpam yg bertugas.
"Pasti dia sudah pulang. " Albar dengan cepat melajukan mobil menuju rumah. Ia yakin zhia sudah sampai dirumah dan ia sangat merindukan gadiajak itu tanpa sebab.
Albar benar-benar tidak perduli dengan Naya sama sekali, harusnya ia merasa terluka karena menjadi pihak yang dikhianati. Apakah ini yang disebut luka tertutupi karena menemukan sesuatu yang baru?.
Albar turun dari mobil dengan semangat. Benar-benar tidak sabar untuk melihat sosok zhia. Hatinya menggebu-gebu kini.
"Pak tolong mobilnya diurus yah. "
__ADS_1
Albar langsung ngacir bahkan satpam belum juga menjawab nya.
"Ragil, apa bibimu sudah pulang? "
Ragil yang sedang duduk disofa langsung melihat heran kearah pamannya.
"Bibi? Bibi siapa? Bibi bela kan sudah pulang sejak kemarin. Ah maksudnya zhia kali yah? Kenapa janggal sekali di dengarkan? " Batin Ragil.
"Seperti sudah paman. "
Albar langsung berlari menaiki tangga tanpa peduli ragil yang melihat itu heran.
"Kenapa sih? Dasar laki-laki jahat istri nya menderita disekolah tidak tau sama sekali, coba aja dia bukan paman gua udah gua embat tuh si zhia. " Batin ragil sedikit kesal.
Ragil masih menyimpan perasaan pada zhia. Dan menghilangkan perasaan cinta tidak semudah yang kita pikirkan.
Pintu kamar terbuka dengan pelan, Albar masuk dengan pelan lalu tersenyum saat melihat zhia sedang merapikan isi lemari pakaian itu.
Tiba-tiba saja zhia merasakan sebuah pelukan diarea perutnya. Ia langsung kaget dan sedikit melompat melihat kearah orang yang dengan lancang memeluknya itu.
"Tu,, tuan? " Zhia mencoba untuk melepaskan pelukan itu karena tidak suka dengan sikap tiba-tiba Albar itu.
"Kumohon sebentar saja, aku sedang kesal dan marah saat ini. Hanya kamu obat yang bisa meredakannya. " Albar menyeruakkan kepalanya dileher zhia.
"Tuan, tolong lepaskan tubuh saya, kenapa dengan tuan? Tuan kesal karena apa? " Zhia masih mencoba untuk melepaskan pelukan itu namun Albar malah membalikkan tubuh zhia hingga kini berada dihadapannya.
Ia memandangi wajah zhia yang melihat heran kearah nya. Zhia yang awalnya mengira Albar akan melepaskan nya langsung kaget lagi karena tiba-tiba Albar lagi-lagi memeluknya dengan erat dan menyeruakkan lagi kepalanya keceruk leher zhia yang sangat wangi dalam penciuman nya.
"Tuan, saya tidak suka yah kalau tuan lagi-lagi memperlakukan saya seperti ini." Zhia lagi-lagi berusaha melepaskan pelukan Albar.
"Kumohon sebentar saja,,, aku sedang butuh pelukan saat ini. Aku takut akan menghilangkan nyawa seseorang saat sedang marah. Jadi aku butuh kamu untuk menenangkan ku. Karena saat melihat mu aku semakin luluh. "
Zhia hampir saja muntah mendengar itu. Sedang latihan drama kah tuan Albar ini? Itulah yang sedang zhia pikirkan.
"Hmm yasudah, jangan lama-lama tuan saya tidak nyaman. Saya berikan waktu selama 3 menit. "
"5 menit. " Albar mencoba untuk bernegosiasi.
"Tidak mau, baiklah 4 menit saja. " Zhia memberikan sebuah kelonggaran.
__ADS_1
"6 menit bagaimana? " Lagi-lagi Albar tak mau menerima kebijakan zhia itu.
"Ck, keras kepala sekali sih tuan ini. 4 atau tidak sama sekali? "
"Ck, pelit sekali sih istriku ini. 6 atau aku cium bibirmu sampai 5 kali subuh datang. " Albar tersenyum setelah mengatakan itu. Benar saja dugaan nya saat bersama zhia rasa marahnya mereda kini. Hampir saja ia memerintahkan asisten pribadinya untuk menghilangkan nyawa Naya juga laki-laki itu.
Zhia sendiri mengerut keningnya saat mendengar Albar mengatakan kata istriku tadi.
"Apa aku salah dengar yah? Tapi seperti nya telinga ku masih sehat untuk tidak mendengar itu dengan jelas. " Batin zhia.
"Sepertinya sudah lebih dari 6 menit tuan, silahkan lepaskan pelukan anda. " Zhia mencoba untuk melepaskan nya namun Albar masih tak mau menyerah.
"Yang tadi kan masih negosiasi, belum kita hitung dengan Stopwatc. Tunggu sebentar. "
Albar merogoh HP nya dari kantong dan membuat Stopwatc di HP nya.
"Yang ini baru kesepakatan kita. " Albar memeluk zhia dengan lembut dan menekan Stopwatc itu.
Zhia sendiri tak habis pikir dengan ulah Albar yang sangat tidak jelas itu. Kenapa sih dengan nya? Pulang-pulang kerja jadi gila begini? Apa yang mereka lakukan dikantor hingga Albar stress seperti ini?.
"Rasa kesal ku belum juga reda. Kamu cobalah elus punggung ku mungkin bisa lebih cepat reda. " Albar mengeratkan pelukan nya.
"Tidak mau. "
Albar tersenyum bahkan saat ditolak oleh zhia. Kenapa apapun yang dilakukan gadis dalam pelukan nya kini sudah membuat ia tersenyum.
"Ayolah tolong bantu aku, kamu mau kalau aku sampai membunuh orang kamu ikut berdosa? Aku sedang kesal setengah mati saat ini. Tolong elus punggung ku." Albar lagi-lagi meminta nya.
Zhia berdecak sebal karena Albar benar-benar tidak jelas saat ini.
"Tuan kenapa sih? Sudah yah jangan membuat saya kesal kenapa sih tuan. " Zhia mencoba untuk melepaskan pelukan itu.
"Baiklah, kamu makanya turuti dulu permintaan ku. Elus punggung ku dulu setelah itu akan kulepaskan. " Albar tersenyum.
Zhia dengan segala keterpaksaan langsung menurut mengelus punggung Albar hingga Albar tak bisa menyimpan rasa bahagia nya. Senyum nya sangat lebar meskipun ia tahan.
🍁🍁Bersambung 🍁🍁
Hmm ku mencium bau-bau modus disini. Dasar laki-laki kang modus🤣🤣
__ADS_1
Jangan lupa yah like, komen dan vote😍
Pai pai say🍁