
๐๐Saat sesuatu yang tak kuingini terjadi bagaimana aku menanggapi itu๐๐
ย ย Zhia kini sedang sibuk membersihkan tempat tidur sembari menunggu Albar selesai mandi. Ia menukar sprei dan membersihkan nakas disamping tempat tidur
Cleck,
Tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan Albar yang keluar dengan mengenakan handuk saja. Zhia langsung berbalik saat melihat itu.
"Kenapa sih dengan nya? Memakai baju di kamar mandi saja tidak bisa yah? " Gumam zhia berdumal kesal.
"Khem, apa yang sedang kamu ucapkan? Kamu pikir saya tidak dengar kamu tadi menyumpahi saya. " Albar yang sedang memakai segitiga nya itu melihat kearah zhia yang masih membelakangi nya.
"Tidak ada tuan, saya hanya sedang bernyanyi tadi. " Zhia mencari alasan agar semua tidak usah diperpanjang.
"Dasar pendusta, dia pikir aku tidak dengar tadi. " Batin Albar.
"Apakah tuan sudah selesai memakai pakaian? " Tanya zhia masih diposisi tadi.
Albar hanya diam saja tak mau menjawab karena ia tau saat ini zhia sedang malu. Ia tersenyum tanpa sebab merasa zhia sangat lucu.
"Kamu kemarilah, bantu saya untuk membenahi penampilan saya. "
Karena sudah dalam Perjanjian kalau segala perintah Albar adalah keharusan bagi zhia. Mau tak mau ia harus datang kearah Albar.
"Kancing kemeja saya. "
Zhia awalnya hendak protes karena jelas-jelas Albar punya tangan kenapa kemejanya saja harus ia yang Pakaikan?.
"Baik tuan. "
Dengan pelan dan hati-hati zhia mengancing satu persatu kancing kemeja Albar yang kini tak hentinya menatap kearah wajah zhia.
Jantung Albar benar-benar berdetak kencang karena jarak mereka sangat dekat, belum lagi wajah serius zhia saat mengancing bajunya membuat kesan anggun diwajah zhia yang sudah dasarnya berwajah cantik.
"Ada apa dengan ku? Sangat nyaman diposisi ini dengan nya. Kenapa aku merasa kalau kami terlihat sangat manis seperti ini, layaknya Suami istri sungguhan. "Batin Albar masih terus saja memperhatikan zhia yang kini beralih mengikat dasinya.
" Sudah tuan. "Zhia menarik diri menjauh dari Albar dan itu membuat Albar sedikit kecewa.
Ia kini sungguh sangat nyaman berada di sekitar zhia.
__ADS_1
" Terima kasih tuan, "zhia turun dari mobil dan Albar mengangguk tersenyum.
" Hah? Apa tadi ia sedang tersenyum yah? Apa aku salah lihat yah? "Batin zhia namun ia segera menggeleng.
" Belajar yang giat, dan uang sekolah mu sudah saya transfer kemarin dan sudah lunas sampai kamu lulus sekolah. Tidak perlu lagi bekerja dicafe itu, maaf karena sudah membuat kamu bekerja. "
Zhia kaget dengan Albar pagi ini. Biasanya setiap pagi Albar akan heboh dengan marah-marah dan juga rewel tapi tadi pagi ia hanya diam saja dan sekarang ia berbicara sangat lembut bahkan sempat tersenyum tadi.
"Baik tuan Terima kasih, saya juga minta maaf karena hampir mempermalukan tuan dengan bekerja disana. Saya tidak akan mengulangi nya lagi. "
"Sudahlah tidak apa. " Albar menjalankan mobil meninggalkan zhia yang kini juga berjalan menuju kelas.
Banyak sekali pasang mata melihat kearahnya. Memang bukan pertama kalinya sih dia jadi pusat perhatian banyak orang disekolah, tapi kali ini ia seperti merasa risih dengan pandangan mereka. Terlihat seperti tatapan mengintimidasi dan ketidaksukaan.
"Sepertinya memang benar yah? Aku sempat melihat tadi laki-laki yang ada di mobil itu adalah laki-laki di dalam foto ini. "
Zhia menangkap percakapan mereka hingga ia merasa bingung apa yang sedang mereka bicarakan. Apakah itu menyangkut dirinya atau tidak.
"Wahh, pantas saja sejak awal aku sedikit tidak suka melihat nya. Benar-benar murahan yah. Aku lebih baik tidak usah berwajah cantik tapi masih punya harga diri. "
Zhia masih saja mencoba berpikir positif mungkin bukan dia yg sedang mereka bicarakan itu.
Zhia lanjut berjalan melewati mereka namun baru beberapa langkah menuju kelas sudah banyak laki-laki di depan kelasnya juga perempuan yang melihat kearahnya dengan pandangan seperti mereka tadi.
Ia kaget saat melihat mejanya dipenuhi dengan tulisan spidol berbagai warna. Ia terkejut dengan tulisan yang ada disana.
"Ja*ang, wanita penggoda. Mati saja kamu. " Zhia membacanya dengan pelan.
Jantung nya berdetak sangat keras, tulisan ini bukan untuk nya kan? Ini hanya main-main kan?.
Ia melihat kearah luar dan mereka tersenyum miring kearah zhia sembari berlalu pergi.
"Din, kok kamu ngk duduk disini? "
Zhia heran melihat adin yang kini adalah teman sebangku nya malah pergi menjauh juga. Jarak kursi zhia dengan murid yang lain terlihat sangat jauh.
"Kenapa dengan mereka semua? " Batin zhia merasa bingung.
Zhia melihat seisi kelas dan ia mulai sadar bahwa saat ini mereka terlihat sangat ingin menjauh darinya. Tak ada yang ingin berada di dekatnya.
__ADS_1
"Teman-teman kenapa kalian terlihat sangat ingin menjauhiku? " Zhia mencoba untuk bertanya dan mereka semua tersenyum meremehkan nya.
"Masih punya muka yah untuk datang kesekolah? " Ucap salah satu dari mereka.
"Tidak tahu diri sama sekali, pantas saja dia bisa jadi model ternyata nyogok via service yah hahaha kalau gua mah amit-amit banget. " Ucap yang lain lagi.
Zhia masih belum mengerti dengan ucapan mereka yang jelas ia tau saat ini mereka sedang merendahkan nya.
"Kalian kenapa? Aku ngk tau apa yang terjadi. " Zhia masih bingung.
"Jangan pura-pura polos njir, selama ini kami percaya kamu itu masih polos. Nyatanya mungkin udah dipolosin berkali-kali hahah. " Seisi kelas tertawa melihat kearah zhia.
Zhia merasa sangat takut dengan keadaan ini. Mereka semua terlihat seperti temannya saat SMP dulu. Yang tak ingin bersahabat dengan nya, menjahili bahkan terkadang membully nya. Ia sering dijadikan kambing hitam saat temannya melakukan kesalahan.
Sebuah notifikasi masuk di HP nya dan dengan pelan ia membuka nya.
Seketika seluruh persendian zhia langsung melemaskan saat ia melihat dimasukkan di dalam sebuah group khusus siswa disekolah nya.
Laman itu adalah untuk seluruh siswa dan disanalah sebuah postingan yang membuat zhia terlihat sangat buruk dihadapan semua orang di sekolahnya.
"Zhia adalah gadis yang menggait om-om berduit untuk bisa ia nikmati uangnya nya. Dia jadi model juga lewat jalur service. "Gumam zhia pelan membaca postingan itu.
Jantungnya berdetak sangat kencang, nafasnya juga tersenggal Karena sesak didadanya yang kian menambah.
Belum lagi postingan itu lengkap dengan fotonya juga Albar yang terlihat sedang berpelukan dijalan dimana ia sering diturunkan oleh Albar. Di dalam foto itu terlihat Albar sedang memeluk pinggang nya dan zhia juga terlihat memegang bahu Albar.
Zhia ingat dengan situasi ini. Pasti orang yang mengambil gambar itu sudah salah faham. Saat itu Albar hanya menolong zhia yang hampir saja terserempet ditepi jalan. Tidak ada alasan lain untuk mereka berpelukan.
" Kawan-kawan ini bukan seperti yang kalian pikirkan. Aku bisa jelaskan, "ucap zhia mencoba untuk tetap tenang dan mencari cara untuk memperbaiki ini semua.
Lea yang sejak tadi duduk disudut kelas tersenyum senang dengan hasil karyanya itu. Ia tak menyangka satu sekolah begitu tertarik dengan gadis itu.
" Lihat saja ini masih permulaan. "Lea tersenyum licik.
๐๐bersambung ๐๐
Gila sih Lea ngk ngotak.
Aduhh kok kesel yah sama tuh manusia?
__ADS_1
Jangan lupa yah like, komen dan vote๐
Pai pai say๐