
๐๐Biarkan saja semuanya berlalu karena menangis tak akan bisa mmperbaiki keadaan ๐๐
Albar masih saja diposisi semula dengan tangan yang masih memegang sesuatu yang kenyal disana, namun setelah kedatangan alvin tadi barulah mereka sadar apa yang sedang terjadi kini.
"Akhh, " Teriak zhia tertahan karena Albar buru-buru membekap bibir zhia.
"Jangan teriak bodoh, kamu mau mereka semua datang kesini. Berpura-pura lah tidak ada yang terjadi. " Albar bangkit dan memperbaiki pakaian nya yang sempat acak tadi.
Zhia menatap kesal dan marah kearah Albar. Kenapa semuanya sangat mudah bagi laki-laki dihadapannya itu? Lupakan saja dan berputar tidak ada yang terjadi?.
"Tuan kenapa sih? Semuanya sangat mudah bagi tuan? Berpura-pura tidak ada yang terjadi yah? Tuan baru saja melecehkan saya dengan memegang dada saya. Bagaimana bisa itu disebut tidak ada yang terjadi. " Kesal zhia melihat kearah Albar yang kini gelagapan.
Albar sangat malu sekali, ia tak sengaja memegang itu. Namun, akhh sudahlah.
"Kamu juga kenapa? Kenapa sangat susah untuk menuruti ucapan saya? Kenapa masih memanggilnya saya dengan sebutan tuan? Awas saja kalau kamu lupa dengan panggilan itu. Lihat saja. " Albar sudah sangat malu hingga mengalihkan pembicaraan.
"Saya tidak mau sebelum tuan minta maaf, tuan baru saja melecehkan saya. " Zhia benar-benar kesal dengan laki-laki dihadapannya itu.
"Saya tidak melecehkan kamu, kamu itu adalah istri saya, mana mungkin megang dikit saja disebut melecehkan. "
"Saya bukan istri tuan, saya hanya seseorang yang tuan beli dan akan dibuang setelah tidak dibutuhkan. Itu kan yg selalu tuan ucapkan. " Zhia bangkit dari tempat tidur.
"Kamu kenapa sih? Akhh sudahlah. Ayok turun ke bawah nanti ditungguin. " Albar menarik tangan zhia.
Zhia awalnya berontak namun langsung diam saat Albar lagi-lagi mengancamnya "Kamu bisa diam dan menurut kan? Bersikap lah biasa dan jangan banyak tingkah. Awas saja kalau kamu mengacaukan segalanya. Kamu tak akan pernah bisa bebas. "
Zhia merasa sangat kesal karena tak bisa berbuat lebih. Ia sangat ingin menampar wajah Albar dengan keras, menendang laki-laki disamping nya itu. Tapi ia tak bisa karena tidak sekuat itu.
"Wahhh ekhem,, ekhem,udah siap atau gimana nih? Kenapa ngk dilanjutkan saja bercocok tanamnya. Makannya nanti saja. Karena ada yang lebih enak selain makan. " Alvin langsung menggoda adiknya itu saat mereka sudah sampai dimeja makan.
Bela sejak tadi sudah sangat kesal dengan suaminya itu.
__ADS_1
Albar dan zhia langsung duduk, mata tajam Albar melihat kearah Alvin kakaknya dan disambut dengan gelak tawa dari Alvin.
"Hahahah kamu kesal yah karena aku menggagalkan acara kalian, jahaha makanya kalau mau gitu-gituan pintu dikunci.salah sendiri dong. " Albar lagi-lagi berbicara tentang apa yang ia lihat tadi.
Zhia sudah sangat malu karena itu, ragil juga yang mengerti dengan ucapan paman tertuanya itu langsung melihat tajam kearah zhia.
"Bukan seperti yang mas pikirkan. " Zhia tak mau diam saja. Ia sungguh harus meluruskan itu semua.
"Hmmm bukan yah adik ipar? Tapi bibirmu menjawab itu semua hahahha sampai bengkak begitu. Wahhh kamu sangat ganas yah Albar. Kasian adik ipar kamu buat jadi bengkak seperti itu. " Alvin lagi-lagi tak bisa menahan dirinya untuk tidak menggoda Albar.
Albar langsung terbatuk karena ucapan kakaknya itu"Kenapa sih? Kak bela lain kali kalau mau bawak dia lakban aja mulutnya itu. Suka ngk sopan sih. "Kesal Albar.
Alvin lagi-lagi tak bisa menahan tawa" Ayah lihatlah anak bungsumu itu, bukankah ia berkata kalau pernikahan itu tidak indah? Apanya yang tidak indah. Kamu sudah tau kan rasanya? Pasti kamu ketagihan kan? Kamu lembut lembut yah kasian adik ipar sampai lemas gitu wajahnya pucat sekali. Belum lagi kamu jangan membuatnya terlihat jelas dong. Masa kamu biarkan dia memakai bajumu datang kesini sih? Ahh sudahlah kalian sangat lucu sekali. "
Plak,
Albar semakin kesal saja hingga melempar anggur dihadapan nya hingga masuk ke mulut Alvin.
"Uhuk,, uhuk,, "
"Sudahlah, mari kita makan. Menantu bungsu ku pasti sudah kelaparan. Kamu juga istri sudah kamu habiskan tenaganya bukannya langsung dikasih makan malah sibuk berantem dengan kakakmu. "
"Uhuk,, uhuk,, " Zhia yang sedang sibuk minum langsung terbatuk karena ucapan ayah mertuanya. Apa ayah mertua nya juga yakin dengan ucapan Alvin tadi?.
Zhia sangat malu bukan main karena itu, apa mereka semua yakin kalau mereka baru saja melakukan hubungan suami istri. Padahal kan bibir zhia bengkak karena ulah lea dan baju Albar yang ia kenapa adalah untuk menghangatkan tubuhnya.
Albar menyenggol kaki zhia dan mengisyaratkan untuk menyuruh zhia mengambilkan ia nasi beserta lauk pauknya.
Zhia yang faham langsung hendak bergegas namun ia bingung haruskah ia mengatakan kata sayang sekarang? Duhh sungguh sangat kaku untuk sekedar mengucapkan nya.
"Eugh,, sayang. Kamu mau aku ambilkan lauk yang mana? " Zhia berbicara dengan lembut hingga Albar yang mendengar itu langsung berdebar hebat.
__ADS_1
"Sial, kenapa aku malah baper dengan panggilan itu? Ini hanya sebuah rekayasa Albar. Tidak lebih. Tapi sialnya aku merasa sangat nyaman. " Batin Albar.
"Kamu ambil saja apa yang menurutmu enak sayang, aku suka apapun yang kamu suka. "
Zhia sangat ingin muntah ditempat itu saat ini juga. Kenapa sangat menggelikan mendengar itu dari Albar si manusia batu bata itu.
"Dasar laki-laki munafik, bisa-bisa nya ia bersikap biasa setelah mengatakan itu. " Batin zhia kesal.
Zhia pun mengambil banyak sekali cabai untuk Albar "Loh, Albar kan tidak suka dengan cabai yang terlalu banyak, kenapa kamu mengambil banyak sekali cabainya? " Viona menatap heran kearah zhia hingga zhia yang sejak awal sangat takut dengan Viona sedikit linglung.
"Tidak apa kak, semenjak bersama dengan nya aku jadi suka dengan cabai. Iya kan sayang? " Albar lagi-lagi mencoba untuk memperbaiki suasana hingga zhia bernafas lega.
"Baiklah sayang, karena kamu sangat suka dengan cabai setelah bersamaku aku akan menyuapimu seperti biasanya. " Zhia sengaja melakukan itu untuk menyiksa Albar.
Ia tak akan mudah melupakan kejadian dikamar tadi. Jelas-jelas Albar memegang sebelah gunung nya tanpa meminta maaf. Belum lagi karena tidak memiliki kekuasaan zhia tak bisa membalas rasa kesalnya. Dan ia akan membalasnya dengan makanan ini.
Albar sudah memakan lima sendok nasi penuh dengan lauk dan cabai itu. Zhia sedikit tersenyum karena melihat wajah Albar sudah menggambarkan ketidak sanggup an lagi memakannya.
"Kamu yakin kamu suka? " Viona lagi-lagi melihat curiga.
"Iya kak, aku sangat suka dengan cabai ini. Apalagi istri ku yang menyuapiku makan. " Albar dengan penuh keterpaksaan.
"Baiklah suamiku sayang, kamu akan merasakan sakit perut nanti hahahah. " Batin zhia bersorak senang.
Albar sendiri tau apa yang sedang zhia pikirkam kini. Awalnya ia tak sadar dengan niat zhia namun lambat laun ia sadar zhia sengaja memberikan ia banyak cabai itu.
Ayah sejak tadi tersenyum senang melihat anak dan menantunya sangat mesra. Senyum tak pernah sirna dari bibir nya walau ia tak sadar itu semua hanya sebuah rekayasa saja.
๐๐bersambung ๐๐
Demi apa ngakak banget pas adegan balas dendam zhia. Albar sih suka ngeselin ๐คฃ๐คฃ
__ADS_1
Jangan lupa yah like, komen dan vote๐
Pai pai say๐