Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
60. Aku bukan gadis murahan


__ADS_3

🍁🍁 Aku tak semudah yang kamu kira, aku bahkan lebih kuat dari yang terlihat 🍁🍁


Setelah acara selesai mas Albar tiba-tiba menarik ku menuju kamar bahkan belum sempat aku berbicara dengan Ragil, aku ingin menjelaskan semuanya pada ragil namun seperti biasa sifat mas Albar yang tak bisa kubangan membuat ku tak bisa bahkan hanya sekedar pamit pada ragil.


"Kenapa kamu mengigit bibir saya tadi? " Sergah mas Albar tiba-tiba.


Kenapa malah dia yg emosi sih? Harusnya aku yang marah karena dengan lancang nya dia mencium bibirku hingga merebut ciuman pertama ku. Aihh mengingat itu aku semakin marah saja.


"Tuan yang kenapa tiba-tiba mencium bibir saya? Padahal itu adalah ciuman pertama saya. Saya tidak ikhlas. " Aku dengan wajah kesal melihat kearah mas Albar.


Wajahnya terlihat tidak Terima dengan ucapanku itu"Hei, kamu pikir saya juga menginginkan itu? Kamu dengar sendiri kan tadi mereka meminta bukti kebenaran hubungan kita. Setelah saya mencium kamu mereka langsung percaya kan. AS Albar terlihat sedang membela dirinya.


"Tuan kan bisa menunjukkan buku nikah, ataupun meminta ayah untuk menjelaskan. Kenapa malah mencium saya? " Kesal ku.


Mas Albar membuka kasar jasnya dan berjalan kearah ku dengan cepat.


"Kamu pikir kamu siapa hingga berani menyalahkan saya? " Ia terus saja berjalan kearahku hingga aku semakin takut.


Kenapa sih dia? Harusnya ia meminta maaf saja kenapa malah terlihat marah sih? Aku yang rugi karena ia telah menodai bibirku yang suci. Dasar manusia egois.


"Bukannya saya ingin menyalahkan tuan, tapi tuan memang salah. Kenapa malah mencium bibir saya saat bibir tuan sudah,,, "


"Akhh, " Aku jatuh keatas tempat tidur begitu juga dengan mas Albar. Ia menindih tubuhku dengan mata yang terus menatap kearahku.


"Kenapa dengan bibir saya? " Ia terlihat sangat kesal. Ayolah aku adalah pihak yang lebih pantas untuk marah dan kesal.


"Ayo jawab, kenapa dengan bibir saya? " Mas Albar semakin mengeraskan suaranya.


"Bibir tuan sudah sering berciuman dengan mbak Naya. Saya tidak Terima saat bibir saya yang bahkan belum pernah disentuh oleh siapapun dengan seenaknya dicium oleh tuan. " Aku sama sekali tidak tau datang dari mana keberanian ini. Aku hanya ingin menegaskan bahwa aku tidak se murahan yang ia kira.


Mas Albar semakin terlihat marah hanya karena ucapanku itu. Harusnya ia langsung sadar, aku benar-benar bukan mainan yang bisa ia perlakuan seperti itu.


"Saya bukanlah mainan yang dengan mudah tuan lecehkan seperti itu, saya masih punya harga diri. Kenapa tuan mencium saya saat tuan memiliki seorang kekasih? Saya,, mphmm. "

__ADS_1


Kenapa dengan mas Albar? Kenapa ia lagi-lagi mencium bibirku.


Dengan sekuat tenaga aku mencoba untuk mendorong tubuh mas Albar tapi tenaga ku sangat tidak bisa menandingi nya. Aku tidak mau diperlakukan seperti ini.


"Mphhh, " Aku terus saja mencoba berontak tapi mas Albar malah semakin melancarkan aksinya dengan merapatkan tubuh kami dan bibir nya semakin gencar bermain diatas bibirku. Kenapa ia melakukan ini padaku? Apakah ia tak menganggap harga diriku lagi?.


Aku masih saja berontak bahkan saat mas Albar memasukkan lidahnya masuk kedalam rongga mulutku hingga amu merasakan kesan geli.


Kucoba mendorong ia dengan keras bahkan tanganku sudah mulai lelah dan terasa sakit. Aku tidak Terima dengan penghinaan yang ia lakukan ini.


Aku tak mau!


"Hiks,, "aku menangis dengan tertahan hingga ia mulai menyudahi ciuman paksanya itu.


" Dengar ini baik-baik, kamu bertanya kenapa saya mencium mu? Karena saya berhak atasmu. Asal kamu tau kamu adalah seseorang yang sudah saya beli, jadi untuk apa saya membelimu jika tidak digunakan. Terserah saya mau menggunakan mu dalam cara apapun itu baik itu mencium bahkan mengambil keperawanan mu. "


"Plak, " Aku dengan keras menampar pipi mas Albar karena sudah berbicara seperti itu.


Ia menatap kesal kearah ku dengan nyala mata yang kian memerah"Wahh, kamu hebat sekali yah? Apakah malam ini kita buktikan saja bahwa saya bisa mengambil kesucian mu itu? "Mas Albar mendorong tubuhku hingga jatuh keatas tempat tidur.



Mas Albar mencium bibirku lagi dan lagi, ia bahkan menghisap nya dengan kuat hingga aku merasakan sudut bibirku terasa sakit.


Air mataku terus saja mengalir deras dengan tenaga ku yang terus saja kuserahkan meskipun sudah tak terasa lagi. Kenapa mas Albar begitu jahat padaku.


" Tuan,,hiks,, tolong jangan lakukan itu. Hiks,, "aku dengan sekuat tenaga mencoba untuk lepas dari mas Albar.


" Tuan, kenapa kamu melakukan ini pada saya. Saya tak menuntut lebih, saya tak meminta tuan untuk mencintai saya tapi saya mohon hargai saya sebagai manusia. Hiks,, saya tidak se murahan ini hiks. "Aku berbicara dengan sekuat tenaga ku hingga mas Albar yang hendak membuka paksa bajuku langsung diam.


Ia terlihat sangat marah dan juga kebingungan. Dengan kasar ia bangkit dari tubuhku dan turun dari ranjang.


" Lain kali jangan pernah lagi uji kesabaran saya. "Mas Albar membuka pintu kamar dan keluar dengan cepat.

__ADS_1


Aku langsung bangkit dan membenarkan penampilan ku. Aku tak akan menangis lagi, aku tak akan tinggal diam saja jika dia menindas ku. Lebih baik aku mati saja dari pada harus ia perlakuan seperti mainan nya saja. Aku tak semudah itu untuk ia jatuhkan.


Aku mengambil handuk dari lemari dan memasuki kamar mandi untuk mandi. Menjernihkan pikiranku.


"Sialan, sial kenapa sih dengan ku? Kenapa aku melakukan hal gila itu tadi? Kenapa aku sangat tidak tahan saat melihat gadis dungu itu. " Albar berteriak kesal di dalam mobilnya.


Ia sengaja menaiki mobilnya dengan cepat menuju rumah Naya.


Ia akan membuktikan lagi bahwa ia hanya mencintai Naya dan hanya Naya yg ada di dalam hatinya. Bukan wanita dungu itu.


Namun, Lagi-lagi ia tak bisa menghilangkan pikiran nya dari zhia, selalu saja zhia yang kini memenuhi pikiran nya. Mengingat ciuman nya tadi saat di depan banyak orang membuat ia lagi-lagi mengingat zhia.


"Akhh sial, kenapa sih dengan ku? Kenapa gadis sialan itu sih yang saat ini kupikirkan? " Albar merasa frustasi karena merasa terganggu dengan pikiran nya.


"Sayang, kenapa tumben kamu datang malam-malam begini? Bukannya lagi ada acara keluarga yah? " Tanya Naya saat Albar sudah masuk kedalam.


"Kenapa melihat Naya aku malah biasa saja yah? Biasanya aku akan sangat menginginkan dia. Kali ini sangat berbeda. Aku sungguh tidak ingin kepada nya. "


"Aku lelah dan ingin istirahat, aku tidak pulang kerumah malam ini. "


Aku masuk ke kamar dan langsung membaringkan tubuhku disusul oleh Naya yang bersikap manja di samping ku.


"Kamu ada masalah yah sayang? " Naya mulai menggerakkan tangan nya mengelus dadaku seperti biasanya.


Dan aku sangat bingung dengan ku, kenapa aku malah tidak suka saat Naya melakukan itu. Aku malah merasa Naya terlihat murahan. Kenapa dengan ku? Biasanya aku akan sangat menyukai nya. Dia sangat berbeda dengan zhia.


Saat aku menciumnya ia akan marah dan tak Terima sama sekali dan itu membuat ia terlihat sangat menarik, aku tertarik untuk membuat ia luluh dan menerima perlakuan ku.


"Aku mau tidur," Ucapku hingga Naya yang hampir menyatukan bibir kami langsung diam.


Aku sungguh tidak ingin di dekat Naya saat ini. Kenapa dengan mu Albar? Apa kamu ingin jadi seorang penghianat? Naya adalah gadis yang kau cintai selama ini. Kenapa kamu malah seperti ini?.


🍁🍁bersambung 🍁🍁

__ADS_1


Jangan lupa yah like, komen dan vote😍


Pai pai say🍁


__ADS_2