Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
16. mas Albar kenapa?


__ADS_3

🍁🍁bagaimana bisa kamu gagal sedang kamu belum pernah mengalami nya🍁🍁


Sudah dua bulan berlalu dan aku masih saja disini, aku tidak tau kapan mas Albar akan benar-benar membuangku, karena sudah dua bulan berlalu tak ada tanda-tanda mas Albar akan melepaskan ku. Bagaimana jika ia tak kunjung melepaskan ku? Apa aku akan tetap hidup seperti ini selama hidupku?.


Dan parahnya lagi, setelah kejadian malam dimana ia bersikap cuek padaku ia benar-benar berubah total dan sampai kini ia masih saja bersikap dingin padaku, aku tak tau apa penyebab nya kenapa ia bisa seperti itu. Apa aku berbuat sesuatu yang salah hingga ia seperti itu? Bahkan untuk memakan masakan ku ia kadang tidak mau walaupun masih mau sesekali.


Ia juga sering pulang tengah malam tanpa sebab, aku tak mengerti sama sekali dengan nya. Saat aku bertanya ia akan menjawab bukan urusanku, aku tau itu Tapi tetap saja aku tak bisa menahan diri untuk tidak bertanya karena melihat perubahan sikap jyani itu.


Aku tak tau apa yang ia inginkan dan saat aku salah dalam melakukan sesuatu ia akan marah besar, aku sungguh tak mengerti dengan nya. Aku malah semakin pusing saat ia bertingkah begitu.


Akhir-akhir ini ia terlihat emosi saat sedang membuka hpnya tidak seperti biasanya, ia akan tersenyum senang saat membuka hpnya. Apa ia sedang bertengkar dengan pacarnya atau bagaimana? Setidaknya ia berikan sedikit penjelasan agar aku bisa mengerti keadaan nya.


"Mari sarapan tuan, sudah saya sediakan di meja makan. " Ucapku pelan saat melihat mas Albar sudah selesai memakai pakaian nya. Ia menolak saat aku ingin mengikat kan dasinya. Aku sih malah bersyukur, dia pikir aku suka mengikat dasinya? Tidak sama sekali.


Ia melihat kearahku sekilas dan kembali pokus melihat penampilan nya didepan kaca. Apa dia mau makan atau tidak? Kalau tidak biar aku tau. Aduhh pusing kalau gini, katanya kalau punya mulut itu bicara tapi dia sendiri yang tak mau bicara.


Aku terus saja berdiri menunggu nya namun ia sama sekali tak mau bergerak dari tempat nya. Yatuhan apa sih maunya?.


"Tuan, mar,, "


"Plank."


Aku kaget saat ia melempar jam tangan nya Kelantai hingga pecah berkeping-keping. Padahal Itu adalah jam tangan kesayangan nya dan harganya juga bukan main mahal nya. Dari pada ia buang begitu lebih baik dikasih ke aku aja.


Seketika ia melihat murka ke arahku"Kamu sama sekali tidak memiliki pikiran yah? Kalau saya tidak mau jangan dipaksa. "Suaranya keras hingga aku kaget bukan main. Sekuat tenaga aku tetap bersikap biasa saja tapi ia melihat marah kearahku.

__ADS_1


Aku menunduk takut dan meremas ujung rok ku saat ia mulai mendekat" Kamu sudah pernah saya peringatkan untuk berhati-hati dengan saya saat saya sudah seperti ini. Tapi kamu seperti nya tidak takut yah? Apa mau saya perlihatkan bagaimana mengeringkan nya saya saat sedang kesal? "Ia mengeraskan suaranya dengan menatap kearahku.


Aku semakin takut dengan nafas yang semakin tersengal" Ma,, maaf tuan, sa,, saya tidak bermaksud. "Suaraku gemetar karena semakin takut saja.


" Keluar, saya takut kamu akan habis jika terus disini. "


Aku langsung berlari keluar dari rumah itu dengan tangan dan kaki yang bergetar takut, aku pertama kalinya melihat mas Albar semarah itu. Kenapa sih dengan nya? Aku tak mengerti sama sekali dengan nya. Kalau aku ada salah harusnya ia katakan langsung bukan malah seperti itu.


Aku terus saja berlari menjauh dari rumah, aku tak tau sedang apa aku ini? Tapi aku terus saja berlari dan berlari hingga berhenti di depan sebuah warnet di pinggir jalan.


Aku duduk sebentar diatas kursi yang ada disana, kugenggam tanganku yang masih gemetar itu. Aku benar-benar kaget tadi, pertama kalinya aku mendengar suaranya sekeras itu. Selama ini ia hanya mendiamiku dan tadi ia marah-marah bahkan mengancam ku. Aku tak mengerti dengan nya.


Aku terus saja menenangkan diriku sendiri mencoba untuk memahami mungkin mas Albar sedang ada masalah baik pekerjaan atau semacamnya. Aku harus mengerti dan tidak boleh takut begini.


"Zhia? " Aku mendengar suara dari arah samping dan melihat ragil sedang berdiri disana menatap heran ke arahku.


Aku juga merasa bingung saat ia berada disini, bukannya rumahnya ada di dekat sekolah yah? Kenapa bisa ia jauh datang kesini.


"Ragil? " Aku juga merasa bingung.


"Wah takdir apaan nih? " Ia tersenyum duduk disamping ku. Aku hanya diam saja menutupi tanganku yang bergetar itu.


Ia terlihat heran dan melihat kearah tangan ku"Kenapa lu? "Ia terlihat khawatir.


Aku dengan cepat menggeleng" Ngk PP cuma kaget aja tadi hampir keserempet mobil. "Aku berbohong, tak mungkin aku mengatakan kalau aku takut suamiku sedang marah-marah dirumah eh tepatnya sih majikan.

__ADS_1


Ia langsung terlihat kaget" Hah? Lu ngkpp kan? Atau ada yang luka? "


Aku dengan cepat menggeleng"ngkpp kok gila, aku cuma kaget aja makanya gemeteran gini. "Aku sudah mulai tenang meski masih saja berdebar sejak tadi karena masih kaget.


Ia terlihat masih sedikit khawatir dan memegang tanganku" Yaudah lu tenang yah, udah ngkpp kok. "Aku mulai tenang setelah mendengar itu. Aku merasa kalau ragil seolah mengatakan kalau itu hanya sebuah kesalahan kecil dan akan baik-baik saja nanti.


Aku melepaskan tangan ku darinya dan tersenyum mengangguk " Makasih gil. "Ia juga tersenyum mengangguk.


" Oh ya, ngapain kamu kesini? "Aku bertanya heran.


" Gua yg harusnya nanya, lu ngapain kesini? Dengan sendal rumahan dan juga tas lu mana? "Hah? Tas? Oh iya yah tas ku kan dirumah tak sempat kuambil karena terlanjur takut pada mas Albar tadi.


Bagaimana bisa aku lupa sih? Mana ngk pake sepatu lagi. Aduhh.


" Eugh,, aku. Aku tadi disuruh sama kakak beliin bakso tapi masih tutup. "Ia hanya mengangguk saja.


" Kamu ngapain kesini? Bukannya rumah kamu ada dideket sekolah yah? "Tanyaku bingung.


"Ahh tadi mamah pesan kalau gua harus kerumah om gua dulu mau ngasih tau kalau dua minggu lagi kami mau ngadain acara keluarga dirumah besar. " Aku Hanya mengangguk saja mengiyakan. Pasti mereka sangat kaya seperti mas Albar karena seingat ku mas Albar pernah berkata kalau sewaktu waktu kami juga akan kerumah besar untuk mengadakan beberapa acara dan aku harus menjaga sikap saat sampai disana.


🍁🍁bersambung 🍁🍁


Jangan lupa yah like, komen dan vote❤


Pai pai say💋

__ADS_1


__ADS_2