
🍁🍁Bagaimana caraku menahan saat aku sendiri tidak sanggup untuk melakukan itu🍁🍁
Bel istirahat berbunyi sangat lantang hingga aku dengan cepat bangkit dari tempat duduk ku karena tiba-tiba leave menarik tangan ku keluar dari kelas.
"Kita mau kemana lea? Ragil gimana? Kita ngk ke kantin bareng? " Aku semakin bingung saat Lea membawaku menuju taman.
"Gua mau ngomong bentar, mau minta saran tentang hubungan nih gua. " Lea dan aku duduk diatas kursi taman.
Kening ku mengerut saat mendengar itu dari Lea, apa ia serius minta saran hubungan pada orang seperti ku? Aku bahkan belum pernah pacaran sekalipun. Bagaimana bisa aku memberikan saran padanya?.
"Maksudnya gimana yah Lea? Minta saran hubungan sama aku yah? "
Ia mengangguk dengan cepat dan menatap ku dengan seksama "Kamu serius mau minta saran sama aku? "
"Iya gua serius. "
"Tapi kan kamu tau sendiri kalau aku belum pernah pacaran sekalipun, gimana mau ngasih saran sama kamu? "
"Ah Iya yah, kok gua bisa lupa sih? Yahh gimana dong, gua lagi pusing nih. "
"Embb emang saran yang gimana lea? Atau engga kamu cerita aja dulu siapa tau kita bisa nemu jalan keluar nya."
Dia menarik nafas dengan pelan lalu menarik tanganku hingga kini kami saling berhadapan.
"Jadi gini, menurut lu Ragil juga punya perasaan ngk sih sama gua? Emang kita beneran cocok yah? Masa sih? "
Aku tersenyum saat mendengar itu dari lea"Aku serius loh Lea, kalian tuh cocok banget malah. Dan aku yakin Ragil juga suka sama kamu soalnya dia tuh perhatian banget sama kamu. "Aku tersenyum saat melihat wajah Lea yang mulai memerah itu.
" Iih masa sih? Kok gua rada ngk yakin sih? "Lea.
" Itu sih menurut aku yah Lea, lagian kan kamu yang tau gimana Ragil. Menurut kamu gimana? "
"Yahh gua sih ngk yakin aja, ahh udahlah malu gua kalau bahas ginian. Bukan gua banget. "
Aku tersenyum kearahnya dan ia juga tersenyum malu-malu. Lea terlihat sangat manis saat bersikap seperti ini, karena aku sudah sering melihat sikapnya yang cuek dan jarang melihat sikapnya yang seperti ini. Ia terlihat sangat manis.
"Oh iya lu kemana emang tadi malam? Kok gua telpon malah ngk aktif sih? " Lea terlihat bingung.
__ADS_1
"Hah? Mungkin karena HP aku tiba-tiba mati Lea. Emang kenapa kamu nelpon semalam? "
"Yahh ngk ada sih, cuma mau cerita ini aja. Semalaman gua ngk tidur gara-gara mikirin ini hehehehe. Bukan gua Banget yah, gua juga bingung kenapa gua bisa gini." Lea tersenyum.
"Itu tandanya mungkin kamu emang suka deh sama ragil. Semoga aja ragil juga gitu yah, aku pasti jadi orang paling semangat ngedukung kalian. " Lea memukul pelan bahuku.
"Ihh paan sih, alay banget. "
Albar sejak tadi merasa kesal karena memikirkan Naya dan laki-laki itu semalam. Ia tidak pernah curiga saat Naya dekat dengan laki-laki lain namun melihat perhatian Naya ia semakin curiga.
"Akhh kenapa sih dengan ku, aku tidak pernah seragu ini pada Naya, tapi kenapa kali ini aku sungguh mencurigai nya tanpa sebab. " Albar hanya duduk saja didepan meja kerjanya di kantor.
Tiba-tiba saja HP nya berdering memperlihatkan nama Naya yang sedang menghubungi nya.
"Halo, " Tutur Albar saat menerima panggilan itu.
"Sayang, kamu kok ngk ada hubungi aku semalam? Hari ini juga ngk ada. Kamu ngk kangen sama aku? " Naya dengan nada manja.
Albar hanya diam saja, entah kenapa ia merasa sangat malas menanggapi Naya. Tanpa alasan ia masih merasa kesal pada Naya karena sudah dua hari lebih ia tak memperdulikan bagaimana Albar selalu mencoba untuk menghubungi nya dan menunggu untuk ia hubungi. Dan semalam ia diantar oleh laki-laki lain dan ia bahkan tak segan memperlihatkan perhatian nya pada pria itu.
Naya langsung terdiam merasa ada yang aneh dengan nada bicara Albar "Kamu kan tau sendiri sayang, aku juga pengen banget kita secepatnya menikah. Tapi aku ngk mau menikah jika belum selesai sekolah. Aku ngk mau kamu malu saat memperkenalkan aku pada keluarga mu. " Naya dengan nada seakan ia benar-benar sedang serius saat ini.
Albar mendengus pelan dan menarik nafas"Hmm aku sudah berkali-kali mengatakan padamu, aku tidak perduli bagaimana mereka melihat mu karena aku hanya mencintai mu. Tidak usah pikirkan bagaimana mereka menanggapi mu."Albar.
"Maafin aku yah sayang udah buat kamu nunggu. " Naya dengan nada menyesal seolah sedang sedih.
Albar hanya diam saja tanpa bergeming. Untuk hari ini ia sungguh sedang tidak ingin diganggu sama sekali, ia benar-benar sedang malas bahkan untuk sekedar berbicara.
"Yasudah sudah dulu, aku lagi banyak kerjaan. " Albar tiba-tiba mematikan sambungan.
Baru kali ini Albar bersikap seperti itu pada Naya, ia bahkan bingung dengan mood nya hari ini. Ia tak pernah merasa kesal pada Naya dan selalu menerima setiap alasan yang Naya berikan.
"Huh, kenapa dengan ku hari ini?."Albar memilih untuk beristirahat saja diruang pribadi miliknya itu.
Seperti yang Ragil sampai kan tadi ia meminta ku untuk menemuinya keruang bahasa. Dengan pelan aku berjalan kearah pintu dan terkejut saat kubuka pintu beberapa pita bertebaran dihadapan ku.
Kulihat Ragil sudah berdiri dihadapan ku dengan bunga di tangannya. Ia tersenyum sangat lebar kearahku. Sedang apa dia sebenarnya?.
__ADS_1
Aku melihat heran ke arah nya dengan terus saja berjalan kearah nya. Hanya ada aku dan ragil di dalam ruangan ini. Apa ragil sedang berlatih untuk menyatakan cinta pada Lea yah? Kenapa ia tak memberitahu ku yah?.
Saat Ragil sudah ada dihadapan ku ia tersenyum sangat manis dengan wajah berseri, pantas saja Lea menyukai ragil. Ia Sungguh sangat bersinar sekali.
" Zhia, untuk kali ini lu hanya perlu diam saja tanpa bersuara, dan dengarkan setiap kata yang keluar dari mulut gua. "Ragil mulai berbicara dengan penuh keseriusan.
Aku tau bahkan saat ia tak memberitahu ku, karena saat ini ia sedang berlatih menyatakan cinta pada Lea aku hanya perlu diam karena aku hanya perlu menemani nya berlatih.
" Awal gua liat lu, lu itu gadis polos yang selalu tersenyum dan juga terlihat sedikit ceroboh sesekali, namun karena kecerobohan lu gua ngerasa kalau gua harus selalu jaga lu dan selalu lindungi lu. Hingga akhirnya gua sendiri dibuat bingung dengan perasaan gua sendiri. Gua ngk nyangka bisa ngerasain ini karena lu, gua kira kita hanya cukup sebagai seorang teman saja namun siapa sangka hati meminta lebih dari itu. "Ragil tersenyum kearahku setelah mengatakan itu.
Aku sedikit bingung dengan kata-kata nya, karena Lea bukanlah tipe orang yang terlihat ceroboh. Kenapa aku malah berpikir saat ini ragil sedang membicarakan ku yah? Ah kenapa sih kamu jadi kegeeran gini zhia? Jelas-jelas ragil emang selalu mencoba menjaga lea. Kamu mikir apa sih?.
" Zhia, gua ngk tau kenapa gua bisa gini. Untuk kali ini coba dengerin gua baik-baik. Gua tau ini pasti terlalu buru-buru buat lu, gua suka sama lu ah seperti nya sih cinta. Gua bukan tipe orang yang bisa ngomong kata-kata romantis, gua yah gini kalau gua udah suka gua ngk bisa mendam sendiri. Jadi gua harap lu pikir baik-baik apa jawaban nya. Gua kasih waktu tiga hari dan lu ngk boleh jawab sekarang. "Ragil menarik tangan ku dan tiba-tiba meletakkan bunga itu ditangan ku.
Aku kaget bukan main mendengar ucapan yang ragil sampai kan itu, kenapa tiba-tiba nama Lea terganti dengan namaku? Ini pasti ada kesalahan. Tidak mungkin ragil menyukai ku.
" Gil, a,,. "
"Ssst,, gua udah bilang jangan jawab sekarang, gua ngk mau dengar kata apapun dari lu sekarang. " Ragil meletakkan jarinya dibibirku.
Tuk,
Aku dan ragil langsung terkaget saat mendengar suara benda jatuh dari arah pintu. Dan jantung ku langsung berdetak cepat saat kulihat Lea sudah berdiri disana dengan menatap kearah kami dengan wajah kecewa.
Ia berlari dengan wajah kesalnya. Ini tidak seperti yang ia kira. Aku juga tidak tau ini.
"Lea, " Aku berniat mengejar Lea namun ditahan oleh ragil.
Yatuhan bagaimana ini? Aku tak ingin ini terjadi.
🍁🍁bersambung 🍁🍁
Waduhh ribet dah kalau gini urusan nya.
Jangan lupa yah like, komen dan vote😍
Pai pai say🍁
__ADS_1