
🍁🍁aku bingung dengan perasaan ku sendiri hingga aku semakin tidak bisa mengerti 🍁🍁
Aku duduk dikursi sembari memperhatikan ibu Rahmi yang terus saja menjelaskan bagaimana perlunya belajar bahasa Indonesia untuk kelangsungan hidup sebagai warga negara Indonesia. Aku sejak tadi tidak fokus karena memikirkan apa yang sedang mas Albar lakukan saat ini? Apakah ia sudah pulang kerumah atau bahkan belum sama sekali, apakah ia masih bersama dengan gadis bernama Naya itu? Atau bahkan mereka tak berpisah walaupun hanya sebentar saja.
Akhh, kenapa sih dengan ku? Aku sama sekali tidak mengerti dengan diriku. Kenapa aku sangat memikirkan masa Albar? Kenapa aku mementingkan ia sudah pulang atau tidak? Harusnya aku senang ia tidak pulang atau bahkan tidak usah pulang lagi agar aku bisa hidup tenang dirumah itu. Tapi rasanya pasti mustahil sekali.
Aku berpikir selama ini mas Albar tidak memiliki pacar Karena tak mungkin ia menikah dengan orang seperti ku ini, tapi ternyata aku hanya sebuah mainan yang ia bawa saat perlu karena Naya tak akan mau menjadi kan Naya sebagai mainan nya. Akhh aku kesal tanpa sebab.
Aku merasa ini tidak adil, aku ingin protes tapi tak bisa karena aku juga tidak punya hak untuk itu.
"Akhh," Ringisku kesal karena memikirkan hal yang tak seharusnya kupikirkan hingga seisi kelas menatap ke arah ku.
"Kenapa zhia? " Tanya ibu Rahmi terlihat sedikit khawatir begitu juga dengan yang lain melihat khawatir ke arahku.
Aduh zhia, kenapa sih dengan mu? "Akhh ini buk, kepala saya tiba-tiba pusing. " Aku terpaksa berbohong agar mereka tidak heran.
"Yasuda kamu ke UKS aja nak sekarang, mau diantara sama Lea ngk? " Ibu bertanya namun aku segera menggeleng. Aku tidak mau merusak acara belajar orang lain hanya karena kebodohan ku sendiri.
"Saya bisa sendiri kok buk. " Aku berjalan pelan menuju UKS dengan memukul kepala ku sendiri.
"Kenapa sih dengan ku? " Aku merutuki kebodohan ku yang semakin menjadi jadi itu.
__ADS_1
Dengan cepat ku baring kan diriku diatas ranjang UKS, aku mencoba untuk memejamkan mata saja daripada harus memikirkan hal yang tidak penting untuk diriku sendiri.
Sementara disuatu tempat kini Albar dan Naya sedang duduk berdua ditaman rumah Naya. Naya memang memiliki rumah pribadi dan kalian tau yg membuat rumah itu untuk Naya adalah Albar sendiri. Sebagai bukti rasa cinta Albar yang sangat dalam pada Naya. Ia sangat mencintai Naya lebih dari apapun tapi sampai kini Naya masih juga belum mau menikah dengan Albar. Ia berkata masih ingin lajang dan melanjutkan studinya yang sampai kini belum juga selesai.
Albar masih saja bersabar menunggu Naya padahal kan kita tidak tau apakah Naya benar-benar mencintai nya atau hanya bermain-main saja dengan nya? Ia bahkan mau mau saja diberikan berbagai alasan oleh Naya dan terkadang ia juga rela menunggu selama berbulan-bulan tanpa dikabari oleh Naya. Kita tidak tau apa yang sedang Naya lakukan di luar sana diluar batas kendali Albar.
"Jadi bagaimana dengan harta warisan mu itu hmm? " Tanya Naya meminum teh hangat itu dipagi hari ini.
Albar juga menyeruput kopi hangat nya kemudian memandang kearah Naya"Tenang saja, untuk itu aku sudah membeli seorang gadis untuk aku jadikan sebai alat agar bisa mendapatkan warisan itu. Sebenarnya aku tidak terlalu peduli dengan warisan itu karena aku sudah punya kantor sendiri namun, kalau kamu menginginkan itu aku akan berusaha untuk mendapatkan nya sayang. "Albar tersenyum.
" Kamu selalu berhasil membuat aku berdebar sayang, jangan mengatakan hal yang tidak baik untuk kesehatan jantung ku akhh. "Naya berbicara dengan manja hingga Albar ikut tersenyum mendengar nya.
" Kamu selalu berhasil membuat aku bergairah sayang. "Albar kembali mencium bibir Naya dengan buas hingga Naya mulai merasakan udara yang kian menipis itu.
" Ihh kamu buat aku susah untuk bernafas sayang. "Naya berbicara manja sekali dan naik keatas pangkuan Albar yang masih duduk dikursi itu.
" Dan kamu selalu membuat aku gila sayang. "Albar lagi-lagi menarik Tengkuk Naya lalu kembali mencium bibir Naya dengan lembut dan menghisap Nya berkali-kali.
Mereka berdua berciuman cukup lama pagi ini hingga hari sudah mulai menjelang siang barulah mereka menyudahi nya.
" Aku akan pulang sayang, bagaimana kalau kamu ikut saja. Aku tak ingin berpisah lama darimu. "Albar menyipitkan matanya menatap kearah Naya yang juga berpikir itu.
__ADS_1
" Aku akan ikut sayang jika itu maumu. "Naya tersenyum dan memeluk Albar sedikit lama.
Mereka selalu saling menggoda satu sama lain dan setelah itu berciuman lembut hingga panas tapi hanya sebatas itu saja karena Naya tak pernah mau melakukan lebih dengan alasan setelah ia siap menikah dengan Albar. Albar masih mau bersabar meskipun kadang ia sudah tak bisa menahan hasratnya itu.
Ia sendiri tidak tau kenapa ia begitu tergila-gila dengan Naya, saat pertama kali ia bertemu Naya dulu ia sudah jatuh hati dan ternyata Naya juga menerima cintanya hingga kini ia mendapatkan semua kemewahan itu dari Albar.
Albar memperlakukan ia seperti seorang putri ratunya sendiri, sedangkan zhia yang kini berstatus sebagai istri sahnya sama sekali tidak pernah mendapatkan sedikit pun apa yang Naya dapatkan itu. Hidup memang tidak pernah adil dan kita semua tau itu.
Jangan kan kemewahan, bagaimana cara Albar bersikap juga sangat berbeda dengan ia bersikap pada zhia. Ia memperlakukan zhia layaknya pembantu dan orang yang ia suruh sesuka hatinya untuk melakukan banyak hal sedangkan saat ia bersama dengan Naya ialah yang jadi seorang pesuruh. Bagaimana bisa cinta sehebat itu membuat orang lain berperilaku berbeda dengan yang lainnya juga.
Zhia tidak pernah menyangka akan terjerat dalam pernikahan ini. Ia menikah begitu cepat dan jatuh pada pernikahan yang sungguh tidak jelas ini. Apakah ia memang seorang istri dari Albar sangkar geavano atau hanya seorang pesuruh saja?.
Ia hanya bisa menunggu kapan tiba waktunya ia akan bisa bebas dari Tali jerat Albar yang selalu membuat ia pusing karena tidak mengerti dengan apa yang di inginkan oleh laki-laki itu. Saat ia bertanya ia akan kena amukan dan saat ia salah dalam bertindak ia disuruh untuk bertanya. Apa yang harus ia ambil sebagai jalan?.
Menikah cepat! Memang mebuat hidup zhia berantakan.
🍁🍁bersambung 🍁🍁
Jangan lupa yah like, komen dan vote❤
Pai pai say💋
__ADS_1