Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
68. Aku tidak macam-macam


__ADS_3

🍁🍁jangankan rasa cinta. Merasa dicintai pun aku tak pernah 🍁🍁


Perlahan zhia membuka matanya karena cahaya lampu dikamar itu mulai terasa terang dan masuk mengenai matanya.


Rasa pusing dikepala nya masih terasa namun zhia mencoba untuk bangkit. Ia melihat sekeliling kamar namun tak ada siapapun disana selain dirinya. Bahkan suara dentingan jam terdengar jelas saking sepinya kamar itu.


Ia kembali mengingat ingat apa yang terjadi tadi. Kalau ingatan nya tidak salah ia sampai didepan rumah dan setelah itu ia tak ingat lagi apa yang terjadi.


Dan barulah ia sadar kalau saat ini ia sedang berada diatas tempat tidur dan pakaian nya sudah diganti dengan pakaian milik Albar lengkap dengan celananya?.


"Akhhhh, " Teriak zhia dengan keras hingga kini kepalanya terasa sakit lagi.


Wajahnya sangat kaget dengan penampilan nya kini, bagaimana bisa bajunya sudah terganti? Jelas-jelas ia hanya mengenakan seragam tadi.


Perlahan zhia mengintip pakaiandalam nya dan itu juga sudah terganti. Bagaimana bisa? Yatuhan sungguh membingungkan hati bagi zhia.


Albar yang sedang berada dibawah pun langsung berlari menuju kamar. Ia sangat khawatir mendengar teriakan zhia tadi.


"Kenapa? Ada apa? " Albar masuk dengan celemek masih menggantung ditubuhnya.


Zhia yang melihat Albar langsung menatap kesal. Menurut kalian siapa lagi yang menukar pakaian nya selain Albar? Secara logika juga pelakunya sudah pasti Albar.


"Kenapa? " Albar mencoba mendekat kearah zhia.


"Tuan jangan mendekat. " Zhia langsung melarang Albar untuk mendekat dan seketika langkah Albar terhenti.


"Si,, siapa yang menggantikan pakaian saya tuan? " Zhia berkali-kali berharap bukan Albar orang nya. Karena itu sungguh sangat memalukan baginya.


Albar langsung menunjuk dirinya sendiri dengan santai karena memang dia yang melakukan nya.


Zhia yang melihat itu langsung merasa frustasi setengah mati. Membayangkan Albar yang menggantikan pakaian nya beserta dalaman membuat ia merasa sangat kesal.


"Ihh kenapa harus dia? Aduhh habis aku dia sudah melihat semuanya sekarang. Huuu. " Zhia membatin.


Rasa malu kini sudah meliputi zhia. Ia sungguh malu setengah mati.

__ADS_1


"Kenapa tuan yang menggantikan nya? Harusnya tidak usah diganti saja. " Zhia terlihat sangat malu.


Albar memicing heran" Apa sesusah itu mengucapkan terimakasih? Saya juga terpaksa menggantikan pakaian mu. Kamu pikir saya juga mau apa? Dokter yang datang memeriksa mu adalah laki-laki juga. Dia meminta saya untuk menggantikan pakaian mu karena kamu sudah demam tidak mungkin masih memakai pakaian basah itu. Lagian kalau bukan saya siapa lagi? Tidak mungkin makhluk ghoib kan? "Albar masih saja berdiri di tempat nya.


Jujur, Albar masih merasakan jantung nya berdebar saat mengingat ingat adegan menukar Pakaian zhia lengkap dengan ********** tadi.


Panas dingin ia rasakan namun syukur syukur ia masih bisa menahan dirinya. Meskipun hampir saja ia kebablasan saat melihat sesuatu yang tidak pernah ia jamah sebelumnya.


" Kenapa dalaman saya juga ikut diganti tuan?"zhia terlihat sangat malu setelah menanyakan itu.


"Sudahlah jangan dibahas lagi, kamu pikir saya juga mau apa? Tidak tau Terima kasih sekali jadi orang. Bayangkan kalau baju kamu belum diganti juga, pasti kamu sudah tidak bisa bangkit duduk seperti itu. " Albar mencoba membela diri karena memang ia hanya terpaksa tadi meskipun keterpaksaan itu membawa nikmat hehehhe.


"Enak saja aku yang harus mengucapkan terimakasih, harusnya dia. Karena ia melihat seluruh tubuhku dengan gratis. Aihh mati saja kamu zhia. Kamu sungguh sangat memalukan kini. " Zhia masih saja terlihat malu sekaligus kesal.


"Kamu tunggu disini dulu. " Albar turun kebawah meninggalkan zhia yang masih saja menunduk itu.


"Akhh,, kenapa harus dia yang pertama kalinya melihat tubuhku dan mengambil ciuman pertama ku. Kenapa sih dengan nya? Kenapa harus dia? " Zhia merasa kesal hingga memukul ranjang dengan keras.


"Akhh, " Kepalanya tiba-tiba pusing karena ia terlalu banyak bergerak.


"Makanlah, kamu pasti sudah kelaparan. Kamu pasti tidak makan siang kan disekolah? Perutmu sejak tadi berbunyi karena lapar. Kasihan cacing cacing mu meminta jatah tak kamu berikan. " Albar datang dan duduk ditepi ranjang sedang zhia juga hanya duduk disana masih tidak ingin melihat kearah Albar.


Sangat memalukan, mengetahui Albar sudah melihat seluruh tubuhnya. Bagaimana bisa kalian melihat orang itu?.


"Saya tidak lapar tuan, " Ucap zhia masih saja melihat kearah lain.


"Tidak lapar bagaimana? Bagaimana bisa sakitmu sembuh jika tak mau makan? " Albar masih mencoba untuk bersabar meskipun ia sudah mulai kesal karena zhia berbicara tak melihat kearah nya.


"Sabar Albar sabar, tahan dirimu. Dia sedang sakit jadi kamu harus sabar. " Albar mencoba tetap sabar menghadapi zhia.


"Kamu sedang malu kan karena saya menggantikan pakaian mu? Baiklah kamu anggap saja bukan saya yang menggantikan nya. Sekarang kamu makan dulu. " Albar mencoba memutar tubuh zhia hingga kini mereka sudah berhadapan.


"Yatuhan!! Lagi-lagi aku tak bisa menahan diri. Kenapa setiap berada di dekatnya jiwa laki-laki ku tak bisa lagi ku bendung. " Albar merasa berdebar kencang karena melihat wajah zhia yang sangat cantik itu bahkan saat bibirnya bengkak.


"Tuan tidak tau rasanya, bagaimana bisa saya bersikap biasa saja saat tuan sudah melihat seluruh tubuh saya. " Zhia langsung menunduk setelah mengatakan itu.

__ADS_1


Albar sendiri yang mendengar nya langsung terbatuk karena kaget. Lagi-lagi rekaman adegan ia menukar baju zhia terputar dalam ingatannya. Bahkan tadi ia tidak sengaja memegang sesuatu. Ahhh sungguh membuat Albar merasa frustasi.


"Tuan tidak macam-macam kan dengan saya? Akhh kenapa harus diganti aduhh. " Lagi-lagi zhia merasa sangat malu.


Albar langsung menggeleng kaku"Ti,, tidak mungkin saya macam-macam dengan kamu. Kamu pikir saya laki-laki macam apa? "


"Bagaimana bisa saya percaya tuan? Saat itu saja tuan dengan lancang mencium bibir saya saat saya sedang sadar. Bagaimana jika saya tidak sadarkan diri tadi. Mungkin tuan akhh tidak tidak. " Zhia lagi-lagi membuat Albar terbatuk.


Tuk,


Albar dengan pelan menarik hidung zhia hingga zhia kaget.


"Mikir apa kamu? Saya tidak melakukan apapun padamu. Jujur. Atau kamu yang pengen saya macami? " Albar malah berbalik menggoda zhia.


"Ihh apaan sih tuan? Kenapa malah bilang gitu sih? Ih tuan jangan pernah lagi yah bahas hal tadi. " Zha mencoba untuk membuang pikiran nya itu.


"Sudahlah kamu makan dulu, lihat wajahmu sangat pucat sekali. "


Albar menyendok satu sendok bubur yang ia masak tadi lalu mengarahkan nya kearah zhia.


"Biar saya saja tuan. " Zhia menolak lebih dulu.


"Ck, diam saja dan buka mulutmu. " Albar tak mau dibantah hingga zhia langsung menurut dan menerima suapan demi suapan dari Albar.


Albar tersenyum kecil saat melihat zhia sangat menyukai makanan nya.


"Kenapa sangat menyenangkan bisa sedekat ini dengan nya? Apa ia sungguh sudah menguasai hatiku? Aku sungguh bingung dengan perasaan ku. " Albar membatin sembari melihat zhia yang masih mengunyah itu.


🍁🍁bersambung 🍁🍁


Demi apa suka banget kalau liat nih dua orang debat🤣mood banget ih.


Jangan lupa yah like, komen dan vote😍


Pai pai say 🍁

__ADS_1


__ADS_2