
๐๐Aku tau saat menceritakan sebuah masalah, masalah tak akan selesai dengan itu. Hanya saja setidaknya aku merasa sedikit ringan untuk bernafas ๐๐
ย ย Aku menaiki motor ragil dan dengan cepat ku lingkarkan tanganku di pinggangnya agar tidak terjatuh nantinya. Ragil yang awalnya sangat cerewet tadi lamgsung terdiam tanpa sebab.Mungkin ia juga ingin fokus pada kendaraan.
"Kenapa sih dengan gua? Baru dipeluk gitu aja udah buat gua keringat dingin gini? Lu kenapa sih ragil? " Ragil membatin dalam hati.
"Khem, ragil. Kenapa ngk jalan-jalan juga motornya? Rusak yah? " Aku merasa heran sejak tadi motornya belum juga dijalankan oleh ragil.
"Eh Iya, lu pegangan erat yah biar gua jalanin nih. " Ragil memberikan intruksi dan aku langsung mengeratkan pelukan ku dan motor kemudian melaju dengan cepat.
Aku sampai merasa takut sesaat saat ragil dengan kecepatan kilat melajukan motornya. Apa ia seorang pembalap yah? Kenapa sangat mahir begini? Padahal kan iaasih seorang anak SMA.
Aku terus saja mengeratkan pelukan ku karena benar-benar takut saat ia semakin menjalankan motor dengan kecepatan yang semakin bertambah saja.
"Gil, bisa ngk motornya dipelanin? Aku pusing nih. " Aku sudah tidak tahan lagi, benar-benar menakutkan sekali cara ragil menjalankan motornya.
Ia pun langsung mengangguk dan melambatkan sedikit kecepatan nya. Setidaknya aku merasa sedikit tenang saat ini.
Aku pun mulai merasa ngantuk sesaat kemudian, kepalaku memang sudah sedikit mendingan namun masih terasa berkunang.
"Zhia, udah nyampe nih. " Ragil membangun kan ku yang sempat ketiduran dipunggung nya.
Aku langsung mencoba untuk bangkit"Eh Iya, maaf yah aku sampai ketiduran. "Aku mencoba untuk turun dan langsung dibantu oleh ragil. Aku tersenyum kearahnya dan ia pun membalas nya.
" Kita dimana nih gil? "Aku sedikit bingung dengan suasana ini.
__ADS_1
" Ini danau tempat gua sering kunkungi kalau sedang kalut, jamin bakal tenang kalau kesini. "Ragil mendekat kearahku dan menarik tanganku menuju danau itu.
Tempat nya sepi sekali dan juga sangat sejuk, tidak panas sama sekali karena dikelilingi banyak sekali pepohonan rimbun. Pantas saja ragil berkata akan merasa aman dan nyaman jika datang kesini, memang sangat nyaman sekali rasanya.
Aku melihat ragil datang dengan sebuah karpet berukuran sedang. Ia bahkan menyiapkan itu disini.Pasti ia memang sangat sering datang ke tempat ini.
" Duduk aja, lu masih ngerasa pusing ngk? "Ragil mendekat dan meletakkan tangan nya tepat di dahiku.
" Lumayan masih anget, kalau masih pusing lu baring aja. Nanti gua bangunin kalau udah mau balik. "Ragil dan aku dengan cepat menggeleng.
" Udah ngk terlalu pusing kok gil, aku merasa nyaman aja disini. Udaranya sejuk dan aku merasa disini tuh aku bebas. "Aku menutup mata dan menghirup Udara dengan leluasa.
" Kenapa dengan dia diam saja suda membuat gua deg degan? Ngk mungkin banget kalau sebenarnya gua suka sama dia. "Batin ragil memperhatikan zhia yang menutup mata sembari menghirup udara di tepi danau itu.
" Emang lu punya masalah yah dirumah? Lu berantem sama ibu lu? Atau ayah lu? "Ragil dengan sedikit penasaran bertanya kearahku.
" Gua juga sering banget ngk akur sama keluarga gua, karena mereka terlalu sibuk bekerja dan juga sering banget berantem. Bahkan mereka ngk malu berantem depan gua. "Ragil berbicara sembari menunduk.
Aku kaget sekali mendengar cerita dari ragil, tidak mungkin dia mempunyai keluarga yang seperti itu dilihat dari keseharian ragil yang tak pernah terlihat memiliki masalah seperti itu.
Aku menatap kearah ragil dan dia juga menatap kearahku. Wajahnya kini sangat berbeda dengan wajah yang selama ini aku lihat sejak aku mengenalnya. Apa setiap orang memiliki beberapa wajah agar orang tak mengenali wajah aslinya.
" Gil, kamu yang kuat yah. Setidaknya kamu masih bisa melihat mereka di dunia ini. Sedangkan aku? Aku sudah kehilangan mereka sejak lama. Untuk melihat wajahnya saja sudah tak bisa kulakukan."aku pun mulai berbicara mengenai ibu dan ayah.
Ragil juga melihat kearahku dengan mata sedikit mengiba"Setidaknya terkadang aku bahkan sempat berpikir lebih baik tidak udah melihat mereka lagi jika harus hidup diambang kehancuran ini. Tak ada hari tanpa kekacauan dirumah, aku bahkan sempat malas untuk tinggal dirumah. "Ragil.
__ADS_1
Aku dengan cepat menggeleng" Aku memang tidak tau bagaimana kacaunya keluarga kamu ragil, tapi ingatlh sebuah kehilangan akan mengajarkanmu arti dari sebuah kehadiran. Jangan sampai kamu merasa kehilangan seperti yang kurasakan ini. "Aku menundukkan kepala ku.
" Udahlah ngk usah bahas ini wkwkwk, ngk nyaman gua. "Ragil tiba-tiba berdiri begitu saja dan mulai meraih sebuah batu kecil diatas rumput hijau itu.
Ia pun mulai melemparkan batuk itu kedanau hingga menimbulkan gemercik air yang terlihat sangat apik sekali. Aku sedikit menghela nafas dan mulai berdiri juga. Syukurlah rasa pusing dikepala ku sudah mulai berkurang sakitnya.
Aku pun ikut meraih bebatuan kecil diatas rumput itu dan ikut melakukan hal yang sama seperti yang ragil lakukan itu. Rasanya sedikit menyenangkan melempari danau dengan batu kecil itu.
Kami sesekali tertawa karena batu yang kami lempar itu saling menabrak dan menimbulkan percikan air yang besar.
" Wahh ternyata menyenangkan juga yah gil melakukan ini? "Aku tersenyum dan terus menerus mencari beberapa batu.
" Kenapa setiap tingkahnya itu selalu menarik perhatian gua? Hanya tersenyum seperti itu saja sudah membuat jantung ku seperti tidak aman. "Batin ragil melihat kearah zhia yang terus saja melempari danau dengan batu kecil.
" Gini aja udah buat lu seneng? "Ragil melihat bingung kearahku.
Aku dengan cepat menganggukkan kepala" Heeheh Iya ini seru banget. "Aku terus saja melakukan nya hingga tak sadar hampir jatuh kedanau.
Untung saja ada ragil yang menahan tangan ku" Hati-hati dong, untung aja gua nangkep lu dengan cepat. "Ragil terlihat panik. Namun aku masih saja tersenyum karena merasa ini sedikit menyenangkan.
" Maaf heheh. "Aku berdiri kembali dengan stabil.
Setelah cukup puas bermain di danau kami pun berniat pulang kerumah. Belum lagi hari juga sudah sore sekali.
๐๐bersambung ๐๐
__ADS_1
Jangan lupa yah like, komen dan vote๐
Pai pai say ๐