
🍁🍁Bisakah kita kembali seperti dulu? Aku benci dengan suasana saat ini🍁🍁
Kulewati pagar dengan pelan menuju kelas, aku merasa sangat berat untuk melanjutkan hari ini. Masalah ku dengan Lea bahkan belum selesai dan semalam timbul juga masalah baru dengan Ragil.
"Lea," Teriak ku dengan keras menuju Lea yang sedang berjalan itu.
Ia pasti mendengar itu tapi berpura-pura tidak mendengar nya. Aku tetap harus mencoba untuk berbicara dengan nya.
"Lea, tunggu dulu. " Aku meraih tangannya dengan pelan dan ia langsung berhenti.
"Tunggu dulu, aku mau jelasin semuanya. Aku mohon dengerin aku Lea. " Aku masih mencoba untuk mengatur pernafasan ku.
Ia melihat kearahku dengan wajah kesal dan menunggu kelanjutan pembicaraan ku.
"Aku dan ragil tidak ada hubungan apa-apa. Hari itu saat kamu di depan ruang bahasa, aku juga ngk tau kalau ragil bakal ngungkapin perasaan nya. Aku bahkan mengira ia sedang latihan untuk menyatakan cinta sama kamu Lea. " Aku masih memegang tangan Lea.
Dia perlahan melepaskan tanganku dan menatap kesal"Buat apa lu jelasin itu semua? Gua ngk butuh penjelasan lu. "Lea memalingkan wajah dan berjalan pelan.
" Lea, kamu kenapa jadi begini? Aku ngk mau kehilangan kamu. "Aku mencoba meraih tangannya lagi namun ia menghempaskan ku hingga terjatuh diatas aspal.
" Bisa kan lu ngk usah ganggu gua jangan bersikap seolah kita dekat, gua ngk suka. "Ia berjalan dengan cepat.
Hatiku sangat sakit saat mendengar itu, Apa selama ini ia tak menganggap ku sebagai sahabat nya? Aku sungguh menganggap nya sebagai sahabat ku.
Aku mencoba untuk bangkit meskipun lutut ku terasa sangat sakit akibat tergores aspal.
" Ragil,, tunggu. "Aku tak sengaja melihat ragil yang juga baru datang. Tumben sekali dia berangkat sepagi ini.
Ragil juga melakukan hal yang sama, mereka berdua mendiami ku.
" Ragil, tunggu. Kita ke kelas bareng yah. "Aku mencoba untuk mengimbangi langkah ragil yang kian cepat itu.
" Gil, kamu kok jalannya cepat banget? Tungguin aku yah. "
__ADS_1
Ragil masih saja berjalan lurus tak mendengar kan ku yang sejak tadi mencoba untuk mengejar nya.
"Gil, kamu kok diem aja dari tadi? " Aku mencoba untuk mengajar ragil berbicara.
"Bisa kan lu diam? Gua lagi ngk mood. "
Seketika langkah ku terhenti saat ragil mengeluarkan suara nya dengan keras. Pertama kalinya ragil membuat ku sakit hati. Aku merasa sangat terluka saat ragil membentak ku. Ia berjalan begitu saja tak menghiraukan ku yang masih berdiri dijalan memandang ragil yang terus saja berjalan.
Yang aku takutkan terjadi juga, aku kehilangan kedua sahabat ku. Selama ini sekolah adalah tempat paling menyenangkan menurut ku. Namun, setelah kehilangan mereka aku merasa sangat tidak menyukai sekolah.
Sejak memasuki kelas aku hanya diam saja melihat kearah Ragil yang hanya tidur saja. Sedangkan Lea ia sedang berbincang dengan darus dan yang lain.
Aku menghela nafas berat merasa sangat hampa hari ini. Kenangan kami yang selalu berbincang bincang dan bercanda membuat ku semakin sakit hati.
Air mataku perlahan turun, aku bukanlah gadis cengeng. Aku tidak sering menangis. Jujur, kehilangan mereka sangat membuat ku sakit hati.Pertama kalinya aku menemukan orang yang menerima ku sebagai teman, mereka menyambut ku dengan senyuman dan memperlakukan ku seperti keluarga. Kami makan dikantin bersama, pulang sekolah kami sama-sama melewati gerbang. Namun, kini semua seakan tidak berarti lagi. Mereka bahkan tak mau lagi melihat wajahku.
Bagaimana dan dengan cara apa aku memperbaiki ini semua? Aku sungguh sangat takut kehilangan mereka.
"Hiks,, " Aku menahan tangisanku karena tak ingin ada yang tau.
Kakiku terasa sangat berat saat ku langkah kan menuju cafe mbak nana. Lagi-lagi bayangan kami sedang berjalan bertiga kemudian berpisah di di depan gerbang ragil dan Lea pergi ke tempat les sedang aku pergi bekerja ke cafe membuat ku kembali merasa pilu.
"Hei, kenapa dengan wajahmu itu? Apa ada masalah yah? " Mbak Nana yang melihat ku datang dengan wajah ditekuk langsung bertanya.
Aku menggeleng dengan pelan"Aku tidak apa-apa mbak, hanya saja hari ini aku sangat ingin menangis saja. "Aku tak biasanya berkata seperti ini hingga mbak Nana juga ikut terkejut.
" Kenapa hmm? Kalau ada masalah kamu bisa cerita sama mbak, bila perlu kita tutup cafe hari ini dan mencari jalan keluar dari masalah mu. "
Tuh kan, aku lagi sedih hari ini dan ditambah lagi dengan perhatian mbak Nana yang membuat ku terharu itu. Air mataku sudah tak bisa lagi kutahan.
"Loh, kok kamu malah nangis sayang? "
"Mbak baik sekali, aku jadi terharu. Aku baik-baik saja mbak. Hanya masalah dengan teman. "
__ADS_1
Mbak Nana langsung mengangguk "Yahh kalau maslah dengan teman beda lagi tuh. Yang bisa selesai in cuma kamu dengan teman mu saja. "
Ucapan mbak Nana memang benar sekali, tapi bagaimana caraku menyelesaikan ini dengan mereka saat mereka bahkan tak mau mendengarkan ku?.
"Yasudah mbak doakan semoga secepatnya masalah apapun yang ada dihidup mu segera membaik dan berangsur pergi. Tetaplah bersabar dan kamu pasti akan bahagia. " Mbak Nana tersenyum kearah ku.
Aku sangat ingin secepatnya semua masalah ku hilang. Aku ingin bebas dari mas Albar dan aku ingin hubungan ku dengan lea juga Ragil membaik.
"Bagaimana kalau kamu pulang saja, mbak saja yang menjaga cafe ini. Kamu terlihat sedang lelah hari ini. " Mbak Nana selalu saja begitu.
"Eh, kenapa dengan bibir mu? " Mbak Nana memeriksa sudut bibirku yang terluka karena ciuman paksa mas Albar semalam. Lagi-lagi aku merasa kesal karena perlakuan nya itu. Tak akan bisa ku maafkan.
"Tidak apa-apa kak, aku jatuh dan lebam gini. " Aku mencoba menutupi fakta menyedihkan itu.
Mbak Nana terlihat sangat ragu dengan jawaban ku itu"Kenapa terlihat seperti perbuatan seseorang, apa ada yang bersikap kasar padamu? Kamu tidak saling main fisik kan dengan temanmu? "Mbak Nana.
Aku dengan cepat menggeleng" Tidak mbak, aku memang terjatuh dan jadi terluka begini. "
"Eh ada pelanggan tuh mbak, aku permisi. "
Aku berjalan kearah meja dimana dua orang sedang duduk sembari berbicara dengan serius.
"Mau pesan apa pak? " Aku meletakkan menu keatas meja namun jantung ku langsung berpacu dengan kencang karena kaget melihat pelanggan itu adalah mas Albar dengan mamahnya ragil.
Yatuhan! Bagaimana ini?
🍁🍁bersambung 🍁🍁
Duhh kecyduk kerja nih wkwwk
Kira-kira bagaimana yah reaksi Albar liat zhia kerja.
Jangan lupa yah like, komen dan vote😍
__ADS_1
Pai pai say🍁