
🍁🍁Apakah aku semudah itu bagimu? 🍁🍁
Saat aku hendak membenarkan posisi selimut mas Albar dan meletakkan ponsel diatas meja disamping tempat tidur itu tiba-tiba saja aku merasakan tubuhku terhuyung hingga jatuh keatas tubuh mas Albar.
Sret,
Aku kaget sekali dengan apa yang mas Albar lakukan itu. Kenapa ia menarik ku hingga jatuh keatas tempat tidur dan menimpa dirinya.
"Hmm kamu kemana sih sayang? Aku mau tidur sambil meluk kamu. " Aku kaget sekali saat mas Albar berbisik seperti itu tepat ditelinga ku. Apa dia pikir aku adalah mbak Naya yah? Akhh kenapa langsung meluk aja sih?.
Aku berusaha melepaskan diri namun mas Albar masih saja memeluk ku dengan erat. Kenapa sih dengan nya? Masa sudah berontak begini ia masih saja tidak sadar. Lagian kan dia hanya tidur masa tidak sadar sih kalau aku bukan mbak Naya.
"Tuan, tolong lepaskan saya. " Aku mencoba untuk bangkit namun mas Albar masih saja memeluk ku dan bahkan ia menyeruakkan kepala nya di cela leherku hingga menimbulkan rasa aneh dan geli disana.
Ia tak Berhenti sampai disitu, ia meniup pelan leherku hingga aku merasa kegelian setengah mati. Kenapa sih dengan nya?.
Aku langsung tidak bisa diam saja saat kurasakan tangannya hendak masuk kedalam baju kaos ku. Ah tidak mau tidak mau.
"Tuan, lepaskan saya. Kenapa dengan tuan? " Aku langsung berteriak keras hingga ia langsung tersadar.
Matanya membulat dan bingung dengan apa yang saat ini sedang terjadi.
Aku langsung merasa kesal karena ia begitu kurangajar sekali. Kenapa sih dengan nya? Aku bangkit dan buru-buru membenarkan posisi bajuku yang hampir saja ia buka itu.
"Kenapa kamu bisa ada dikasur saya? " Ia malah bertanya dengan wajah menyebalkan itu.
"Tuan yang menarik saya. " Aku tak akan Terima jika ia menyalahkan ku karena ulahnya sendiri.
Ia terlihat kaget dan tidak Terima dengan ucapanku itu"Lancang sekali mulutmu itu menuduh saya, masih sayang nyawa kan? Tidak ada gunanya saya menarik kamu. Bilang saja kamu yang sedang mencoba menggoda saya. "
__ADS_1
Aku sama sekali tak bisa Terima dengan ucapannya itu. Jelas jelas tadi ia yang menarik tanganku hingga jatuh keatas kasur.
"Saya tidak tertarik sedikit pun untuk menggoda tuan. Tuan sendiri yang menarik saja saya keatas ranjang. Saya sudah mencoba untuk berontak tapi tuan malah tidak membiarkan. " Aku kesal sekali.
Ia terlihat kaget dengan ucapanku itu. Aku tak akan mau direndahkan olehnya semudah itu. Enak saja malah menuduh ku sebagai pelaku padahal akulah korban disini.
Gila kamu Albar, ini pasti gara-gara Naya tak menerima panggilanmu itu hingga kamu bersikap bodoh seperti ini
"Sudahlah saya ngantuk sekali. Cepat matikan lampu dan jangan berisik. " Tiba-tiba saja mas Albar menutup dirinya dengan selimut ditubuhnya itu.
Dasar, dia pikir aku akan semudah itu diam saja direndahkan olehnya. Sudah jelas tadi para pembaca juga pasti tau kalau yg menarik ku adalah mas Albar kan? Masih saja ingin menuduhku ingin menggodanya. Maaf tidak serendah itu.
06.14Am.
Aku sudah selesai mengerjakan semua pekerjaan rumah dan hari ini juga kami libur. Aku tetap harus bangun pagi agar tidak menerima amukan nya. Lebih baik cari aman saja aku sungguh tak mau berurusan dengan orang tidak jelas seperti mas Albar.
Aku telah selesai memasak dan juga mandi sekarang giliran membangunkan mas Albar.
Aku masih merasa Canggung sebenarnya tapi tetap saja aku harus profesional. Tidak boleh kekanakan. Ini hanya sebuah kesalahan saja.
"Tuan, bangun tuan. Sudah pagi dan saatnya mandi. " Aku mencoba untuk membangunkan mas Albar namun ia tak kunjung mau bangun juga.
Apa karena hari ini libur yah? Pasti mas Albar sedang hibernasi karena libur.
"Tuan, apa tuan masih ingin Melanjutkan tidur tuan? " Aku bertanya namun tak ada sahutan sama sekali.
Aku paling kesal dengan mas Albar kalau seperti ini. Ia sangat susah untuk ditebak kalau kubiarkan nanti ia akan marah jika aku tidak membangunkan nya, tapi kalau ku bangunkan ia akan berkata kalau aku sama sekali tidak pengertian karena sudah mengganggu waktu istirahat nya. Pusing kalau begini.
"Tuan, bangunlah. " Aku terpaksa menyentuh bahunya karena sejak tadi aku membangunkan nya dengan suara ia tak mau Bangun sama sekali.
__ADS_1
Dan aku kaget sekali saat mas Albar bangkit dan menangkap tanganku.
"Lihatlah, sudah terlihat buktinya kalau kamu memang mencoba untuk menggoda saya. Lihatlah tanganmu menyentuh bahu saya tadi. "
Yatuhan! Kenapa dengan pria satu ini? Apa dia masih mengingat itu? Aku tak habis pikir sama sekali. Kenapa dengan nya?.
Aku hanya diam saja menatap malas kearahnya, ia masih saja memegang tanganku yang saat ini berada di bahunya itu"Kenapa diam saja? Sudah tidak bisa berkutik lagi yah? Kamu benar-benar sesuatu sekali yah hahaha berkata bahwa saya menarik kamu keatas kasur hahaha mimpi kamu. Padahal kan nyatanya kamu yang selalu mencari cara untuk menggoda saya, ini contohnya. "Mas Albar melihat kearah tangannya yang malah memegang tanganku.
" Jelas-jelas tuan yang memegang tangan saya. Saya hanya mencoba untuk membangunkan tuan Karena sejak tadi tuan tidak mendengar apapun. Dan saat saya menjentik sedikit bahu tuan, tuan langsung bangkit dan memegang tangan saya. Apakah tuan sengaja yah menunggu saya menyentuh tuan agar bisa menyudutkan saya? "Aku tak habis pikir dari mana ia mendapatkan pemikiran kekanakan itu. Sangat berbeda dengan mas Albar yang kukenal. Apakah ini adalah sifat aslinya? Ahh membingungkan sekali.
Ia langsung melepaskan tangnku setelah mendengar ucapanku itu.
Wahh gadis ini sesuatu sekali yah, kupikir ia sangat dungu ternyata tidak sedungu yang kupikirkan.
" Lancaang sekali kamu menuduh saya tanpa alasan seperti itu, untung saja saya tidak ingin memperpanjang masalah kali ini hingga kamu selamat. Awas kalau kamu ulangangi sekali lagi. Kamu bisa saya habisi. "
Aku hanya diam saja mengangguk"Baiklah tuan, silahkan mandi karena air sudah saya siapkan untuk tuan yang terhormat. "Aku mundur perlahan dan menangkap wajah kesal dari mas Albar.
Kenapa aku merasa sangat kesal sih? Bibirnya itu sangat ahli dalam membuat ku jengkel
Mas Albar pun dengan tidak tau dirinya membuka semua pakaian nya dihadapanku. Aku dengan cepat berbalik karena kali ini mungkin mas Albar benar-benar tidak memakai apapun lagi. Ada apa sih dengan nya? Aku sungguh tak mengerti dengan nya.
Aku masih SMA om. Tolong dong mata ku dijaga kesehatan nya.
🍁🍁bersambung 🍁🍁
Demi apa aku ngakak pas ngetik part ini🤣🤣ini si Albar kok gesrek banget sih? 🤣
Jangan lupa yah like, komen dan vote😍
__ADS_1
Pai pai say🍁