Menikah Cepat!!!

Menikah Cepat!!!
108. Jumpa tante lea


__ADS_3

🍁🍁Aku tau kamu hanya khawatir padaku, tapi bisakah kamu percaya bahwa apapun itu bisa berubah🍁🍁


Zhia memangku alzi didalam mobil saat Albar sedang fokus menyetir. Mereka tidak jadi membawa alzi untuk bermain hari ini. Karena suasana sudah terlanjur runyam makan tak akan bersemangat untuk bermain lagi.


"Mas kita berhenti kan di cafe yang ada di tepi jalan itu? "


Albar mengerutkan kening merasa Bingung "kamu masih laper yah sayang? "


Zhia menggeleng "yah ngk mungkin lah mas, orang kita baru aja makan tadi. Aku cuma mau jumpa bentar sama Lea, sekarang dia kerja disana setelah putus sekolah. "


Albar lagi mengerut dan menghentikan mobil tepat didepan cafe itu, ia menahan tangan zhia untuk tidak turun.


"Mas ngk mau kamu jumpa sama dia lagi, sampai sekarang rasa marah mas belum reda setiap ingat perlakuan jahatnya dengan mu, kalau kamu sahabatnya dia ngk akan tega lakuin itu sampai buat kamu menderita berkepanjangan. "


Rasa marah dan kesal masih tergambar jelas diwajah Albar, ia masih sangat membenci gadis bernama lea yang telah membully zhia hanya karena rasa cemburu itu. Ia benar-benar musuh yang paling sadis dan menorehkan banyak luka pada zhia. Apa zhia terlalu baik hingga masih mau berhubungan baik dengan gadis jahat itu.


Zhia tersenyum karena ia tau Albar hanya khawatir saja dengan nya. Ia tau kalau suaminya itu hanya tak ingin ia terluka kembali.


"Mas, dengerin aku dulu yah. Lea sebenarnya adalah gadis baik dan juga perhatian, saat ini umur kami masih labil tak memikirkan resiko dari perbuatan kami, karena terlanjur menginginkan sesuatu kami tak memikirkan apakah ada akibatnya jika kami berbuat apapun yang kami inginkan. Dan sebagai seorang yang pernah merasakan rasanya disayangi oleh lea aku tak bisa memungkiri bahwa sampai kini lea masih menjadi sahabat yang berharga buat aku Mas. Jadi aku mohon Mas maafkan dia, aku tau Mas pasti khawatir padaku. " Zhia mencium pipi albar dengan pelan.


Albar masih terdiam memaknai apa saja yang telah zhia ucapkan itu, dia benar-benar salut dengan kebijakan hati zhia. Selalu saja melihat sesuatu dari pandangan positif. Memafkan adalah hal paling sulit untuk dilakukan tapi gadis yang kini berstatus sebagai istrinya itu sangat mudah untuk memaafkan semua orang termasuk dirinya yang pernah menorehkan banyak luka pada istrinya itu.


Albar menarik tengkuk zhia lalu menyambar bibir mungil itu hingga zhia yang kini sedang memangku alzi langsung kaget bukan main. Albar selalu saja suka menyambar diam-diam.


Albar memperdalam ciumannya dengan menarik tengkuk zhia semakin dekat, belum lagi ia menghisap satu persatu bibir bawah juga atas milik zhia.


"Kamu semakin membuat Mas jatuh cinta sayang. " Albar mencium kening zhia dengan lembut hingga zhia tersipu malu.


"Jadi aku di izinin buat ketemu sama lea kan Mas, udah lama aku ngk ketemu sama dia. Terakhir ketemu waktu itu sama ragil. Dan sampai sekarang kita punya alzi lea belum juga tau. Gara-gara dia udah ngk punya ponsel lagi makanya susah buat komunikasi. "


Albar hanya mengangguk mengiyakan permintaan istrinya itu.


"Tapi mas ngk ikut yah sayang, belum reda aja rasa kesal mas. Ngkpp kan? " Tanya Albar.


Zhia tak bisa memaksa suaminya itu untuk ikut.


"Aku pamit sebentar yah mas," Ucap zhia turun dari mobil dibantu oleh Albar dan membawa alzi memasuki cafe.


Masih di depan pintu cafe saja zhia tersenyum melihat lea yang sangat giat dalam bekerja itu. Gadis itu terlihat sangat kurusan namun tidak menghilangkan kesan cantik diwajahnya itu.


"Tante, " Sapa zhia mendekat kearah lea hingga lea kaget bukan main.

__ADS_1


"Zhia,, " Ia memeluk zhia dengan erat karena senang nya bisa bertemu dengan sahabat nya itu.


Untung saja saat ini cafe itu tidak terlalu ramai karena pelanggan baru saja pulang.


"Gua Kangen banget sama lu, gua mau ketemu tapi ngk punya waktu hikss,, " Lea menangis dalam pelukan zhia.


Alzi hanya diam memperhatikan ibu juga teman ibunya itu. Untung saja ia tak rewel saat ini.


"Ini siapa? Anak lu? Ponakan gua? " Lea menghapus air matanya dan melihat kearah alzi.


"Iya lea, ini anak aku sama mas Albar. Namanya alzi. Ayo sapa tante sayang. " Zhia menghadap kan alzi kearah lea.


"Duhh lucu banget sih, ganteng banget. Halo sayang. " Lea mengangkat alzi dan alzi juga mau mau saja dalam gendongan lea.


"Lu kok bisa datang kesini? " Tanya lea masih dengan mata berair berseri karena terharu dengan kedatangan zhia itu.


"Tadi mau bawa alzi main, memang sih aku sengaja mau mampir kesini karena udah kangen sama kamu, dan kini aku seneng banget bisa jumpa sama kamu. "


"Huuu sini peluk lagi, gua lebih seneng banget. Gua Kangen sama lu juga ragil tapi ngk ada waktu buat jumpa hiks,, " Lea memeluk zhia kembali.


"Ragil belum balik juga yah dari amrik? "


"Iya sih, sebelum dia berangkat juga dia mampir kesini buat pamit katanya bakal balik bulan ini, emang dia ngk ada ngabarin lu yah? "


Zhia menggeleng dengan pelan. Memang ia tau kepergian ragil adalah untuk menjauh agar rasa sayangnya itu tidak kembali dan menjadi semakin besar.


"Kalau ragil udah balik aku bakal datang kesini kok bareng dia. " Zhia tersenyum.


"Iya gua Kangen ngumpul kayak dulu, ini semua gara-gara kebodohan gua udah nyelakain lu dan hancurin persahabatan kita. "


Zhia memegang tangan lea dan tersenyum "Kita lupain yah kejadian lama, kamu ngk salah, kamu hanya sedikit labil saat itu. "


Lea menghapus air matanya dan menganggukkan kepalanya "Makasih yah zhia masih mau maafin gua padahal gua tuh jahat banget dulu sama lu. "


"Udah yah, kita lupain aja kenangan lama." Zhia memeluk lea lagi.


"Gimana sayang?"


"Yah aku senang banget lah mas bisa jumpa sama lea, akun udah kangen banget sama dia. "


Albar hanya mengangguk saja dan tersenyum melihat wajah cerah zhia saat mengatakan itu.

__ADS_1


"Liat deh sayang, alzi udah tidur aja. " Albar menyetir sambil melirik alzi yang sudah nyenyak dalam pangkuan zhia.


"Mungkin udah capek kali mas, seharian dia ngk pernah tidur hahaha. "


"Jadi kapan dong kita bawa pangeran kecil kita ini main lagi? "


"Kapan mas libur ngantor aja, jangan meliburkan diri. " Zhia menyindir suaminya yang suka meliburkan diri itu.


Albar hanya cengengesan saja"Kan mas udah bilang sayang, kantor lagi ngk butuh mas saat ini. Biar rian aja yang urus. "


"Gimana bisa sih masnya jadi CEO kalo malas gini? Kasian loh mas pak rian nya digituin. Masa semua musti dia yang urus sih. " Zhia mencoba menyadarkan suaminya dari kemalasan itu.


"Bukannya mas itu malas sayangkuh, tapi mas itu cuma mau ngabisin banyak waktu buat kamu juga anak kita. Mumpung kantor lagi adem ayem gitu. Masa kamu ngk sadar sih sayang. Jahat banget. "


Cup,


Zhia mencium pipi Albar hingga Albar kaget bukan main.


"Maaf yah suamiku sayang udah ngk ngerti maksud baik kamu. "


Albar langsung menepikan mobil sebentar.


"Jangan mancing aku sayang, siapa suruh nyium pipi aku tadi hmmmm. "


Albar mencium bibir zhia dengan lembut hingga zhia hanya bisa pasrah saja.


Albar tersenyum setelah itu "Lain kali jangan lakuin itu saat mas nyetir sayang, mas ngk tahan. "


"Mesum Banget sih kamu mas. "


Zhia benar-benar malu dan senyum-senyum gitu.


Albar juga demikian, mereka seorang seperti pasangan ABG saja saat ini. Untung saja alzi tidak terganggu dengan ulah mereka itu.


🍁🍁Bersambung 🍁🍁


Wkwkkw Albar paling demen dah cium cium😍


Jangan lupa yah like, komen dan vote😍


Pai pai say🍁

__ADS_1


__ADS_2